Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Penembak Misterius Beraksi di Papua, 1 Tewas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
  • print Cetak


Gerombolan itu menghadang orang di jalan ramai. Satu tewas dan beberapa orang luka tembak.

Ditembak dari jarak 10 meter. Gimana tak mati. Peluru itu merobek dada Riswandy Junus. Lelaki itu tewas seketika. Dian, istri Riswandy yang membonceng di belakang, terluka tangan kanannya. Helm yang dipakai berlubang.

Aksi brutal para penembak itu terjadi di Kampung Nafri, Kabupaten Jayapura, tak begitu jauh dari Kota Jayapura. Minggu, 28 November 2010, sekitar pukul 10 lebih 45 menit waktu setempat.

Siang kemarin itu, Riswandy bersama istrinya hendak menuju lokasi wisata pemancingan. Ini lokasi wisata yang ramai dikunjungi warga Jayapura di hari libur. Saat lewat di Kampung Nafri itu, mereka tiba-tiba dicegat gerombolan bersenjata. Dan langsung melepas tembakan.

Warga yang melintas lalu membawa lari pasangan nahas ini ke Rumah Sakit Abepura. Sementara gerombolan itu masuk hutan.

Hebatnya, beberapa jam kemudian, kelompok yang diduga sama muncul kembali. Kali ini mereka menghadang sejumlah warga yang melintas. Juga Deby Diana. Wanita berusia 26 tahun itu pucat alang kepalang. Sebab para penghadang ini memanggul senjata. Siang itu Deby hendak berangkat ke Pantai Holtekamp. Beruntung nyawa Deby selamat. Ia ditembak bagian lengan.

Masih pada saat sama, kelompok itu mencegat dan menembak Alex Nongka yang melintas di situ. Pria berusia 46 tahun itu menderita luka tembak di lengan tangan kanan. Vernal Nongka, pelajar berusia 11 tahun juga kena peluru dan menderita luka tembak di jari tengah tangan kiri.

Kelompok bersenjata itu juga melepaskan timah panas ke Bahar Bone. Pria yang berprofesi sebagai supir ini menderita luka tembak di atas tangan kanan.

Aksi penembakan dua babak ini berlangsung di jalan yang ramai. Dilintasi banyak mobil dan motor. Terutama warga yang berwisata ke Koya dan Holtekamp. “Mereka tergolong nekat,” kata Kapolresta Jayapura AKBP Imam Setiawan.

Berdasarkan hasil olah TKP, kata Imam Setiawan, para pelaku menembak dalam jarak dekat. Hanya 10 meter. “Dilakukan secara bertubi-tubi. Lalu setelah itu mereka kembali masuk hutan,” tambah Kapolres. Diperkirakan, pelaku lebih dari empat orang. Menggunakan senjata api laras panjang. Jenisnya masih diselidiki.

Siapa para gerombolan itu? “’Kami masih melakukan identifikasi dan belum bisa menyimpulkan siapa pelakunya,” jawab Imam Setiawan.

Polisi juga belum menyimpulkan apakah penembakan ini terkait dengan hari jadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang jatuh 1 Desember nanti. ”Kami masih selidiki, jadi belum punya kesimpulan,”tandasnya.

Sementara, Panglima OPM wilayah Perbatasan RI-PNG, Jenderal Lambertus Pekikir –wilayah yang juga membawahi Jayapura itu, belum bisa dikonfirmasi apakah kelompoknya bertanggung jawab atas aksi tersebut. Telepon genggamnya tak aktif.

Sesudah Tentara Melakukan Penyisiran

Aksi di kampung Nafri itu cuma berselang sehari pasca aksi penyisiran yang dilakukan pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap rumah warga di Arso Keerom, Jumat 26 November 2010.

Pada Jumat itu, dini hari sekitar pukul 4 lebih 30 menit, pasukan TNI dari satuan Kostrad 330 mengepung dan menggeledah rumah salah seorang warga Kampung Workwana, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua.

Pengepungan dan Penggeledahan dilakukan dirumah milik Lukas Menigir – yang diduga sebagai tempat persembunyian Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) wilayah Perbatasan Indonesia – Papua Nugini, Lambertus Pekikir.

”Tadi pagi (Jumat dinihari), kediaman Lukas Menigir digeledah TNI, seisi rumah diperiksa, mereka mengira saya bersembunyi di sana,” ujar Lambertus Pekikir melalui pesan singkat.

Setelah digeledah, tidak ada aktivis OPM yang ditemukan di sana. ”Saya bersama seluruh simpatisan OPM tidak pernah bersembunyi di rumah warga, kami berjuang dengan cara kami dan tidak mau mengorbankan warga,” Lambertus menegaskan.

Sementara itu Juru Bicara Kodam XVII Cenderawasih, Papua, Letkol Czi Harry Priyatna ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa pengepungan rumah itu dilakukan berdasarkan laporan dari warga, bahwa aktivis kelompok bersenjata sedang berada di rumah itu.

”Kami melakukan penggeledahan, setelah mendapat informasi dari warga bahwa Lambertus Pekikir dan pengikutnya sedang berada di rumah warga yang ternyata belakangan diketahui rumah mertuanya. Tentu, karena ia adalah aktivis kelompok bersenjata, kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut,” katanya.

Menurut Harry, proses penggeledahan dilakukan sesuai prosedur dengan terlebih dulu melapor kepada kepala kampung setempat.

Ia juga membantah bila yang melakukan penggeledahan sebanyak 1 kompi. ”Anggota yang menggeledah hanya yang sedang berpatroli,” katanya.

Apakah penembakan di Kampung Nafri itu merupakan aksi balas dendam atas penyisiran itu. Belum jelas juga. Sebab polisi sedang menelusuri dan memburu para pelaku.
Sumber: Viva

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tujuh Tuntutan Rakyat Penambang

    Tujuh Tuntutan Rakyat Penambang

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terdapat 7 poin tuntutan rakyat penambang emas kepada DPRD dan Pemkab Mandailing Natal (Madina). Ketujuh tuntutan itu tertuang dalam surat pernyataan yang diorasikan di halaman DPRD Madina dalam aksi unjukrasa melibatkan sekitar 5.000 orang, Kamis (12/12/2019). Poin-poin tuntutan diantaranya : Pertama : Meminta DPRD Madina untuk segera membentuk Panitia […]

  • Longsor makan korban di Tapteng 500 meter

    Longsor makan korban di Tapteng 500 meter

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Longor yang terjadi di Desa Sibiobio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera utara mencapai lebih kurang 500 meter dan berada di delapan titik. “Kedalaman longsor mencapai 5 sampai 20 meter dan lebar 3 tiga meter,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapteng, Bonaparte Manurung saat dihubungi dari Medan, Minggu. Longsor […]

  • Lakukan Penyerangan, Dua Ustadz Jadi Tersangka

    Lakukan Penyerangan, Dua Ustadz Jadi Tersangka

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Puluhan massa dari berbagai ormas islam mendatangi Polresta Medan, Senin (5/5/2014). Informasi diperoleh Tribun di Polresta Medan menyebutkan, kedatangan puluhan ormas islam ini lantaran ada dua orang ustadz yang dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Medan. Menurut sumber di kepolisian, dua orang ustadz yang ditetapkan sebagai tersangka adalah ustadz IS dan SU. […]

  • Bupati Madina Kembali Lantik 33 Pejabatnya

    Bupati Madina Kembali Lantik 33 Pejabatnya

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pejabat (Pj) Bupati Mandailing Natal, Aspan Sopian Batubara kembali melantik 66 pejabat eselon 2 dan 3 di lingkungan Pemkab Madina, di Sekretariat Pemkab Madina, Komplek Perkantoran Paya Loting, Kamis (17/3) sekira pukul 17.00 WIB. Dalam pidatonya, Aspan Sofian menyampaikan bahwa reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem […]

  • Pemkab Madina Didesak Siapkan Antisipasi Hadapi Corona

    Pemkab Madina Didesak Siapkan Antisipasi Hadapi Corona

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina didesak menyiapkan langkah-langkah antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Mandailing Natal (Madina). Desakan itu disampaikan mantan anggota DPRD Madina, Binsar Nasution kepada Mandailing Online di Panyabungan, Senin pagi (16/3/2020). Langkah persiapan itu dipandang perlu sebelum ada kasus pengidap virus Corona di Madina. “Mulai dari persiapan tenaga medis dan […]

  • Alumni Musthofawiyah Raih Master of Arts di Yaman

    Alumni Musthofawiyah Raih Master of Arts di Yaman

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HADHRAMAUT, YAMAN (Mandailing Online) – Ahmad Suhaimi Nasution alumni pesantren Musthofawiyah berhasil melewati sidang tesis secara gemilang di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Hadhramaut, Yaman, Kamis (12/08/21). Pria yang berasal dari Desa Darussalam (Pagaran Sigatal), Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara ini pun meraih gelar Master of Arts. Di hadapan para Doktor Dewan Penguji, dia membawakan judul “Atsaru […]

expand_less