Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Penembak Misterius Beraksi di Papua, 1 Tewas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
  • print Cetak


Gerombolan itu menghadang orang di jalan ramai. Satu tewas dan beberapa orang luka tembak.

Ditembak dari jarak 10 meter. Gimana tak mati. Peluru itu merobek dada Riswandy Junus. Lelaki itu tewas seketika. Dian, istri Riswandy yang membonceng di belakang, terluka tangan kanannya. Helm yang dipakai berlubang.

Aksi brutal para penembak itu terjadi di Kampung Nafri, Kabupaten Jayapura, tak begitu jauh dari Kota Jayapura. Minggu, 28 November 2010, sekitar pukul 10 lebih 45 menit waktu setempat.

Siang kemarin itu, Riswandy bersama istrinya hendak menuju lokasi wisata pemancingan. Ini lokasi wisata yang ramai dikunjungi warga Jayapura di hari libur. Saat lewat di Kampung Nafri itu, mereka tiba-tiba dicegat gerombolan bersenjata. Dan langsung melepas tembakan.

Warga yang melintas lalu membawa lari pasangan nahas ini ke Rumah Sakit Abepura. Sementara gerombolan itu masuk hutan.

Hebatnya, beberapa jam kemudian, kelompok yang diduga sama muncul kembali. Kali ini mereka menghadang sejumlah warga yang melintas. Juga Deby Diana. Wanita berusia 26 tahun itu pucat alang kepalang. Sebab para penghadang ini memanggul senjata. Siang itu Deby hendak berangkat ke Pantai Holtekamp. Beruntung nyawa Deby selamat. Ia ditembak bagian lengan.

Masih pada saat sama, kelompok itu mencegat dan menembak Alex Nongka yang melintas di situ. Pria berusia 46 tahun itu menderita luka tembak di lengan tangan kanan. Vernal Nongka, pelajar berusia 11 tahun juga kena peluru dan menderita luka tembak di jari tengah tangan kiri.

Kelompok bersenjata itu juga melepaskan timah panas ke Bahar Bone. Pria yang berprofesi sebagai supir ini menderita luka tembak di atas tangan kanan.

Aksi penembakan dua babak ini berlangsung di jalan yang ramai. Dilintasi banyak mobil dan motor. Terutama warga yang berwisata ke Koya dan Holtekamp. “Mereka tergolong nekat,” kata Kapolresta Jayapura AKBP Imam Setiawan.

Berdasarkan hasil olah TKP, kata Imam Setiawan, para pelaku menembak dalam jarak dekat. Hanya 10 meter. “Dilakukan secara bertubi-tubi. Lalu setelah itu mereka kembali masuk hutan,” tambah Kapolres. Diperkirakan, pelaku lebih dari empat orang. Menggunakan senjata api laras panjang. Jenisnya masih diselidiki.

Siapa para gerombolan itu? “’Kami masih melakukan identifikasi dan belum bisa menyimpulkan siapa pelakunya,” jawab Imam Setiawan.

Polisi juga belum menyimpulkan apakah penembakan ini terkait dengan hari jadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang jatuh 1 Desember nanti. ”Kami masih selidiki, jadi belum punya kesimpulan,”tandasnya.

Sementara, Panglima OPM wilayah Perbatasan RI-PNG, Jenderal Lambertus Pekikir –wilayah yang juga membawahi Jayapura itu, belum bisa dikonfirmasi apakah kelompoknya bertanggung jawab atas aksi tersebut. Telepon genggamnya tak aktif.

Sesudah Tentara Melakukan Penyisiran

Aksi di kampung Nafri itu cuma berselang sehari pasca aksi penyisiran yang dilakukan pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap rumah warga di Arso Keerom, Jumat 26 November 2010.

Pada Jumat itu, dini hari sekitar pukul 4 lebih 30 menit, pasukan TNI dari satuan Kostrad 330 mengepung dan menggeledah rumah salah seorang warga Kampung Workwana, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua.

Pengepungan dan Penggeledahan dilakukan dirumah milik Lukas Menigir – yang diduga sebagai tempat persembunyian Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) wilayah Perbatasan Indonesia – Papua Nugini, Lambertus Pekikir.

”Tadi pagi (Jumat dinihari), kediaman Lukas Menigir digeledah TNI, seisi rumah diperiksa, mereka mengira saya bersembunyi di sana,” ujar Lambertus Pekikir melalui pesan singkat.

Setelah digeledah, tidak ada aktivis OPM yang ditemukan di sana. ”Saya bersama seluruh simpatisan OPM tidak pernah bersembunyi di rumah warga, kami berjuang dengan cara kami dan tidak mau mengorbankan warga,” Lambertus menegaskan.

Sementara itu Juru Bicara Kodam XVII Cenderawasih, Papua, Letkol Czi Harry Priyatna ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa pengepungan rumah itu dilakukan berdasarkan laporan dari warga, bahwa aktivis kelompok bersenjata sedang berada di rumah itu.

”Kami melakukan penggeledahan, setelah mendapat informasi dari warga bahwa Lambertus Pekikir dan pengikutnya sedang berada di rumah warga yang ternyata belakangan diketahui rumah mertuanya. Tentu, karena ia adalah aktivis kelompok bersenjata, kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut,” katanya.

Menurut Harry, proses penggeledahan dilakukan sesuai prosedur dengan terlebih dulu melapor kepada kepala kampung setempat.

Ia juga membantah bila yang melakukan penggeledahan sebanyak 1 kompi. ”Anggota yang menggeledah hanya yang sedang berpatroli,” katanya.

Apakah penembakan di Kampung Nafri itu merupakan aksi balas dendam atas penyisiran itu. Belum jelas juga. Sebab polisi sedang menelusuri dan memburu para pelaku.
Sumber: Viva

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Berkategori

    Kuasa Hukum Bupati Madina Tak Tahu Kasus Yang Dibidik KPK

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (Mandailing Online) — Kuasa hukum Hidayat Batubara, Bupati Madina, Marasamin Ritonga mengaku tak tahu terkait kasus apa rumah kliennya akhirnya digeledah KPK, Selasa (14/5). Marasamin mengaku, dirinya juga berada dirumah saat KPK melakukan penggeledahan dirumah Bupati Madina yang berada di Jalan Sei Asahan No 76, Medan itu. Namun, saat dirinya bertanya, Marasamin mengaku bahwa […]

  • Ketua KPU larang KPUD publikasikan rekap pilpres

    Ketua KPU larang KPUD publikasikan rekap pilpres

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik melalui suratnya bernomor 1395/KPU/VII/2014 tertanggal 13 Juli 2014, telah meminta KPU/KIP Provinsi dan KPU/KIP Kabupaten/Kota agar tidak mempublikasikan/memberitahukan hasil rekapitulasi data entry , yaitu pemindaian dan perekaman data Formulir Model C, kepada pihak luar manapun. KPU juga menegaskan, bahwa Formulir Model C Pemilu Presiden dan […]

  • 3 polisi Malaysia perkosa TKI di penjara

    3 polisi Malaysia perkosa TKI di penjara

    • calendar_month Senin, 12 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)- Harga diri bangsa Indonesia kembali terkoyak. Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia yang ditahan di Kantor Polisi Bukit Mertajam, Pulau Penang, di perkosa oleh tiga polisi Diraja Malaysia di kantor polisi tersebut. Tindakan kekerasan seksual tersebut dilakukan sekira pukul pada pukul 06.00 tanggal 9 November 2012 waktu setempat. Hal itu disampaikan, Analis Kebijakan […]

  • Video Camat dan Desa Kelurahan se Kecamatan Tambangan Ucap Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    Video Camat dan Desa Kelurahan se Kecamatan Tambangan Ucap Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    • calendar_month Sabtu, 24 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Klik di sini >>>  VID-20210724-WA0033

  • H Sawaluddin Nasution Sahuti Permintaan Warga Banjar Sauh

    H Sawaluddin Nasution Sahuti Permintaan Warga Banjar Sauh

    • calendar_month Minggu, 25 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online) – Pengusaha sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sawaluddin Nasution sahuti permintaan warga dengan memberikan bantuan Speaker aktif di Lingkungan III Banjar Sauh, Kelurahan Panyabungan II Kabupaten Madina. Minggu (25/06/2023). Bantuan berupa Speaker aktif ini diserahkan Sawaluddin yang diterima langsung oleh Lurah Panyabungan II Abdul Aziz […]

  • Raul Lemos Segera Diperiksa Polisi, Aniaya Wartawan Global

    Raul Lemos Segera Diperiksa Polisi, Aniaya Wartawan Global

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar mengatakan pihak kepolisian akan menindaklanjuti laporan wartawan Global TV, Zaky Makmun, terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan suami penyanyi Krisdayanti, Raul Lemos. Polres Bandara terima laporan dari korban bahwa dia dianiaya oleh saudara Lemos. Dalam waktu dekat terlapor Raul akan segera kami periksa di sana Raul Lemos […]

expand_less