Senin, 20 Jul 2026
light_mode

Penyebab Banjir dan Sudut Pandang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Askolani Nasution
budayawan Mandailing/sutradara

 

Berbagai pendapat simpang siur: soal penyebab banjir, soal kritik dan seterusnya. Apa yang kita benci, itu yang kita tuding. Kita kehilangan kewarasan untuk memahami subtansi persoalan. Ketokohan dianggap identik dengan kecerdasan. Karena itu apa yang diucapkan dianggap fatwa dan kebenaran.

Kebenaran itu ada pada tataran substansial. Bukan pada sudut pandang dan pendekatan. Karena itu kebohongan yang diucapkan berkali-kali, dianggap fakta. Karena itu juga, kata Ronggowarsito, kalau semua orang sudah menjadi orang gila, orang waras akan disoraki sebagai orang gila.

Itu yang diadopsi Machiavelli, guru para diktator dalam buku Il Principle. Katanya, menjadi orang yang dianggap baik, lebih penting daripada orang yang benar-benar baik.

Pers sebenarnya bertugas untuk memperlihatkan kebenaran substansial. Bukan mendesain kebenaran dalam sudut pandangnya sendiri. Editorial memang mempublikasikan sudut pandang pers atas suatu fakta, tetapi tidak boleh melampaui kebenaran substansial.

Pers memang alat perjuangan, tapi ia juga benteng terakhir kebenaran. Pers tidak boleh partisan, apalagi hanya menjadi sarana pembentuk opini yang diinginkan pemilik modal.

Kritik juga harus dilihat sebagai metode untuk melihat kebenaran atas suatu tatanan yang diinginkan bersama. Berbeda dengan apresiasi seni yang setiap orang boleh mengutarakan sudut pandangnya sebagai kebenaran resepsional. Kritik sosial tetap harus dibangun atas kerangka faktual.

Kritik juga bukan meditasi, bukan kajian filsafat, yang setiap orang boleh berekspresi. Fakta-fakta tidak boleh ambigu, tidak boleh atas “dugaan”. Dugaan tidak bisa menjadi sarana pembuktian faktual.

Kalau asumsinya lemah, gunakan tulisan kolom. Kebenaran dalam genre kolom bisa sayup-sayup. Tentu karena kolom hanya bertujuan untuk bermain-main dengan logika, bukan untuk menjustifikasi fakta.

Repot kadang-kadang berada di dunia yang kebenarannya dibuat simpang-siur.

Askolani Nasution adalah budayawan Mandailing/sutradara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gadis 18 Tahun Hilang Dari Rumah

    Gadis 18 Tahun Hilang Dari Rumah

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Mesrani Waruwu, gadis berumur 18 tahun, sejak hari Senin (15/11) menghilang yang hingga kini belum ditemukan. Dia menghilang pada siang hari meninggalkan rumah orang tuanya di Desa Trans Pangkalan Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal. Ciri Mesrani, wajah bulat, kulit putih, rambut hitam lurus sepinggang, tinggi badan sekitar 155 cm. tahi lalat persis […]

  • Menjaga Anak dari Bahaya Moderasi Agama

    Menjaga Anak dari Bahaya Moderasi Agama

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Intan Marfuah Aktivis Muslimah Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) menyosialisasikan moderasi sejak dini di madrasah, Kota Balikpapan, Rabu (11/9/2024). Dalam kegiatan sosialisasi ini, Iriana didampingi Wury Ma’ruf Amin dan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM). Sosialisasi tentang moderasi sejak dini di madrasah bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada anak-anak. Program […]

  • Surat Tulak-tulak

    Surat Tulak-tulak

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (I) Oleh : Z.Pangaduan Lubis) SuratTulak-Tulak. Masyarakat Mandailing memiliki aksara etnisnya sendiri yang dinamakan Surat Tulak-Tulak (bukan aksara Batak). Zaman sejarah ditandai oleh penggunaan aksara. Zaman sebelum adanya penggunaan sejarah dinamakan zaman pra-sejarah. Kita belum mengetahui sejak kapan masyarakat Mandailing menggunakan aksara Surat Tulak-Tulak dalam kehidupan. Oleh karena itu, kita dengan […]

  • Operasi Pasar di Tapian Sirisiri Sepi

    Operasi Pasar di Tapian Sirisiri Sepi

    • calendar_month Selasa, 21 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Biasanya pasar murah alias operasi pasar selalu diserbu kaum ibu. Tapi di Tapian Sirisiri justru sepi. Hingga pukul 14.15, Selasa (21/6/2016), jumlah penjualan beras masih sekitar 500 kg dari 7 ton yang disiapkan dalam operasi pasar yang dilaksanakan Pemkab Madina di Tapian Sirisiri. Sebelumnya, pihak Bagian Perekonomian Pemkab Madina menyatakan bahwa […]

  • Desa Ranjau Batu Kini Punya Gedung Madrasah

    Desa Ranjau Batu Kini Punya Gedung Madrasah

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA SIPONGI (Mandailing Online) – Desa Ranjau Batu Kecamatan Muara Sipongi, Mandailing Natal kini telah memiliki bangunan madrasah. Biaya pembangunannya berasal dari Dana Desa Dan kini, anak-anak juga telah dengan nyaman belajar agama dan bahasa Arab dibangunan yang memiliki 2 lokal itu. Warga juga sangat mengapresiasi keberhasilan pembangunan gedung madrasah tersebut. Sebab, madrasah sangat urgen […]

  • Korpri Madina Ikuti Munas IX Secara Virtual

    Korpri Madina Ikuti Munas IX Secara Virtual

    • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengikuti musyawarah nasional yang diselenggarakan auditorium BPSDM Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Selatan, Jumat-Sabtu (28-29/1). Mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19, Munas ini dilaksanakan dengan metode hibrid. Korpri Madina yang hadir secara virtual tetap memberikan kontribusi berupa pemikiran baik ide atau gagasan terkait […]

expand_less