Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Siabu Tuntut Kepala Sekolah Mundur

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2015
  • print Cetak

SIABU (Mandailing Online) – Sekitar 700-an siswa SMA Negeri 1 Siabu, Mandailing Natal yang tergabung dalam OSIS berunjukrasa dan mogok belajar di halaman sekolah tersebut, Selasa (18/8) menuntut Drs. Aliruddin mundur dari jabatan kepala sekolah.

Mereka memampangkan sejumlah stiker yang menginginkan agar kepala sekolah meletakkan jabatan karena dinilai tidak mampu mengemban tugas sebagai kepala sekolah.

Aksi para  siswa ini dimulai sejak pukul 7:30 WIB dengan berkumpul dan berorasi sambil memegang kertas manila yang berisikan tuntutan para siswa.

“Ada 31 poin tuntutan siswa kepada kepala sekolah,” ujar Ketua OSIS SMA Negeri 1 Siabu, Muhammad Rasoki didampingi wakil ketua Saidal Ardiansyah. Salah satunya menuntut transparansi penggunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Penggunaan dana BOS selama ini, dinilai yang kurang transparan. Dana BOS untuk penunjang OSIS saja tidak tahu kemana.

Fasiltas toliet siswa juga dinilai kurang memadai, akibatnya  para siswa sejak 3 tahun ini tidak tau kemana harus buang air besar. Belum lagi fasiltas laboratorium yang minim membuat siswa tidak bisa belajar dengan baik.

Alat kebersihan di setiap kelas yang kurang; kapur tulis dan white board yang kosong; cat ruangan kelas itu dibeli dan dibiayai oleh siswa. Papan tulis siswa  masih menggunakan dinding kelas yang dicat sebagai papan tulis.

Para siswa juga dibebani Rp.30.000 untuk biaya perbaikan kursi dan meja,  Kegiatan ekstrakurikuler tidak ada dilaksanakan di sekolah, begitu juga dengan les tambahan juga dibiaya para siswa.

Aksi itu berakhir sekitar pukul 12:00 WIB setelah perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) datang ke sekolah itu dan berdialog dengan pengunjukrasa.

Sebanyak 11 perwakilan siswa duduk bersama dengan perwakilan Dinas Pendidikan Madina dihadiri pihak Muspika, Komite Sekolah, Dewan Guru untuk  membahas tuntutan para siswa.

Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Madina, Abdul Husin mengatakan bahwa semua tuntutan siswa ini akan dikordinasikan dengan pihak sekolah dan komite.

Untuk permasalahan sarana dan prasarana agar pihak sekolah membuat permohonannya kepada Dinas Pendidikan.

“Dan untuk ini semua ada prosesnya. Semua saya harapkan  untuk menunggu. Dan untuk tuntutan para siswa ini,  akan kami bawa ke Dinas pendidikan, dan dalam 1 minggu ini pihak dinas akan menyampaikan solusi yang sebaik-baiknya,” ujar Husin.

Sementara itu, pihak siswa menegaskan bila tuntutan siswa yakni kepala sekolah tidak mundur dari jabatannya, maka para siswa akan melaksanakan aksi kembali.

Sementara itu, belum diperoleh konfirmasi dari Kepala Sekolah, Drs. Aliruddin. Hingga berita ini diterbitkan, Mandailing Online masih berusaha menghubunginya untuk wawancara.

Peliput : Holik Nasution

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadin Madina Akan Gelar Rakerda

    Kadin Madina Akan Gelar Rakerda

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mandailiing Natal akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Rakerda dijadwal berlangsung tanggal 22 Pebruari di Hotel Rindang, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Ketua Kadin Sumatera Utara, H.Ivan Iskandar Batubara dan pengurus Kadin Sumut lainnya direncanakan hadir. Ivan Iskandar dijadwal akan memberikan arahan arahan menyangkut arah Kadin […]

  • Ban Meletus, Truk Hantam Pagar Akbid Madina Husada

    Ban Meletus, Truk Hantam Pagar Akbid Madina Husada

    • calendar_month Jumat, 27 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu unit truk jenis coltdisel menyeruduk pagar Akbid Madina Husada akibat ban mobil meletus, Kamis (26/11). Gedung akbid itu berada di pinggir jalan lintas Sumatera, titik Desa Parbangunan, Panyabungan, Mandailing Natal. Truk bernopol BA 8416 AI itu datang dari Sumatera Barat kea rah Medan. Tidak ada korban jiwa, namun supir mengalami […]

  • Kronologi PT. Palmaris vs Warga Batahan

    Kronologi PT. Palmaris vs Warga Batahan

    • calendar_month Senin, 21 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sudah lama masyarakat Batahan menuntut pengembalian tanah yang diserobot oleh PT. Palmaris, sudah lama masyarakat Batahan berjuang, sudah lama masyarakat merasa dizolimi, sudah lama masyarakat Kecamatan Batahan menuntut keadilan, ternyata sudah lama pula pemerintah daerah lemah tak bertindak, bahkan sejak pemerintahan bupati Amru Daulay. Hingga pemerintahan daerah dipimpin Pl. Bupati Aspan Sopyan Batubara sampai era […]

  • 60 Instansi tak Rekrut CPNS Baru

    60 Instansi tak Rekrut CPNS Baru

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Waspadai Strategi untuk Raih Remunerasi JAKARTA- Tuntas sudah pengajuan kebutuhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2011. Berdasar data dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB), hingga batas akhir pengajuan, terdapat 60 intansi yang tak memasukkan data kebutuhan pegawai baru. Ke-60 instansi tersebut terdiri atas instansi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan […]

  • OKI Madina kutuk bom bunuh diri di Cirebon

    OKI Madina kutuk bom bunuh diri di Cirebon

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Mantan Presidium Organisasi Kepemudaan (OKI) Madina Saparuddin Haji alias Akong mengutuk keras pelaku bom bunuh diri di Masjid Mapolres Cirebon, Jawa Barat saat berlangsungya shalat Jumat. Hal itu disampaikannya, Jumat (15/4) di Panyabungan. Katanya, pemboman masjid merupakan bentuk lain ancaman terhadap ummat Islam di Indonesia. Ia meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengerahkan seluruh […]

  • KPK Temukan 17 Titik Rawan Korupsi Pengelolaan Hutan

    KPK Temukan 17 Titik Rawan Korupsi Pengelolaan Hutan

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menurut Wakil Ketua Bidang Pencegahan KPK M Jasin, kerentanan terjadinya tindak pidana korupsi itu akibat dari ketidakpastian hak, ruang investasi, lemahnya regulasi, dan tidak adanya pengelola kawasan hutan di lapangan. “Hasil kajian menemukan 17 kelemahan sistemik dalam aspek regulasi (sembilan temuan), aspek kelembagaan (tiga emuan), aspek tata laksana (empat temuan), aspek manajemen SDM […]

expand_less