Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Realisasi Kebun Plasma Tak Ada Sejak 1998, DPR RI Kunjungi Natal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Mei 2016
  • print Cetak
Anggota DPR RI, Suasana Dachi foto bersama dengan warga dan Muspida

Anggota DPR RI, Suasana Dachi foto bersama dengan warga dan Muspida

NATAL (Mandailing Online) – DPR RI turun tangan mengumpul bukti terkait belasan tahun tak ada realisasi kebun plama sawit dari PT. DIS kepada 4 desa di Natal.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Suasana Dachi SH reses dan mengunjungi warga Desa Bintuas dan Desa Buburan, Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (14/5).

Kunjungannya ini bertujuan guna mendengar aspirasi masyarakat dua desa itu secara langsung mengenai persoalan kebun plasma yang tak terrealisasi sejak tahun 1998.

Suasana Dachi didampingi Kordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Sumut, Herdensi.

Kepala Desa Bintuas, Nirman dan Kepala Desa Buburan, Wazirman dalam masing-masing laporannya menjelaskan bahwa warga di kedua desa itu belum menimati kebun plasma sejak PT Rimba Mujur Mahkota (RMM) tahun 1998 membuka perkebunan sawit di kawasan itu. Hingga berubah nama menjadi PT. Dinamika Inti Sentosa, pun realisasi plasma belum kunjung dirasakan warga.

Perjanjian akan memberikan lahan plasma bagi masyarakat setempat seluas 2 hektar setiap rumah tangga, namun dalam perjalanannya hingga tahun 2016 atau hampir delapan belas tahun, hak lahan plasma masyarakat tidak kunjung diberikan sebagaimana yang diamanatkan Undang-undang dan peraturan.

Kedua kepala desa ini juga menyebut, selama hampir delapan belas tahun, berbagai upaya telah mereka lakukan mulai dari melaporkannya kepada bupati dan DPRD Madina dan Pemprov Sumut, bahkan sudah pernah berangkat ke Jakarta menemui Kementerian Transmigrasi, tetapi upaya yang mereka lakukan sampai sekarang belum membuahkan hasil. Sementara, lahan plasma yang seharusnya menjadi hak untuk warga Desa Bintuas seluas 740 Ha dan plasma bagi warga Desa Buburan seluas 596 Ha sampai saat ini tidak diketahui statusnya dan dimana posisinya.

Atas dasar itu semua, dua desa ini mengajukan tiga permintaan kepada DPR RI : Pertama, PT RMM atau PT DIS agar segera merealisasikan kebun plasma masyarakat. Kedua menuntut BPN melakukan pengukuran ulang terhadap serifikat HGU perusahaan. Ketiga, menuntut Pemkab Madina dan Pemprov Sumut mengaudit PT RMM/DIS dengan melibatkan akuntan publik, serta meminta bupati agar berperan aktif menyelesaikan persoalan kami ini.

Sementara itu, Ketua Koperasi Buburan, Dasruddin menyampaikan, masyarakat sudah banyak melakukan upaya hingga melakukan aksi unjuk rasa,

“Pak Bupati juga sudah pernah datang ke desa kami, tapi bukan untuk menyelesaikan permasalahan, dia hanya melihat-lihat kebun saja, kami menilai ini semua kebohongan pemerintah dengan pihak pengusaha,” ungkapnya.

Tokoh masyarakat Bintuas, Wajirman menilai PT RMM atau PT DIS telah memperkosa, membodohi, dan merampas hak rakyat.

“Harapan kami,  pembodohan dan pemerkosaan hak ini ini secepatnya diakhiri. Bukan hak kami yang kami peroleh dari perusahaan PT RMM, tetapi limbah yang kami dapatkan selama ini, sebab sungai Bintuas dan Buburan sudah tercemar dampak dari limbah perusahaan. Karena itulah, kami berharap kepada anggota DPR RI tolong berikan ketegasan dan kejelasan hukum sama kami,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, Suasana Dachi dalam sambutannya menyampaikan, tujuannya hadir ke tengah-tengah masyarakat Desa Bintuas dan Buburan guna mendengarkan aspirasi masyarakat,

“Perlu saya sampaikan apa yang diharapkan masyaraka itu benar adanya, dan berdasarkan ketentuan undang-undang, apabila ada perusahaan yang mengelola lahan masyarakat diwajibkan mengeluarkan dua puluh persen dari luas lahan usaha untuk masyarakat,” ungkap Dachi.

Dachi menyatakan akan memperjuangkan hak plasma rakyat. Dia akan melakukan  kordinasi dengan bupati, kapolres dan tentunya akan memperjuangkannya di tingkat fraksi Partai Gerindra maupun di Komisi DPR RI.

“Sebenarnya saya sudah undang pak bupati, tetapi tidak hadir. Ada apa ini? Saya memang manusia biasa bukan malaikat dan tidak bisa menjanjikan apa-apa, saya hanya bisa berjanji akan memperjuangkan hak-hak plasma rakyat, tentu bukan lip service,” tambahnya.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beruang Madu Obrak Abrik Tempat Produksi Gula Aren Warga Sopo Tinjak

    Beruang Madu Obrak Abrik Tempat Produksi Gula Aren Warga Sopo Tinjak

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Seekor beruang madu ancam pemukiman warga Desa Sopo Tinjak, Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal ( Madina ). Beruang itu memunculkan diri belakang rumah warga dan merusak tempat produksi gula aren milik warga. Anwar salah seorang warga Sopo Tinjak mengaku, kehadiran beruang itu telah membuat warga resah karena sudah menampakkan diri […]

  • Sobir Reses di Kotasiantar

    Sobir Reses di Kotasiantar

    • calendar_month Jumat, 18 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari Fraksi Partai Golkar Sobir Lubis SH mengadakan reses I tahun sidang 2020-2021 di Kelurahan Kotasiantar Kecamatan Panyabungan bertempat di Sopo Godang Halaman Bolak, Kamis (17/12/2020). Hadir dalam acara Reses tersebut Pemerintahan Kotasiantar yakni Lurah Syahnan Nasution S.Sos., pihak Kerajaan, Alim ulama dan Naposo Nauli Bulung, […]

  • KMM Realisasikan Program Pemulihan Korban Banjir dan Longsor di Kabupaten Madina

    KMM Realisasikan Program Pemulihan Korban Banjir dan Longsor di Kabupaten Madina

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online – Koperasi Konsumen Mitra Manindo (KMM) terus merealisasikan program pemulihan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan sejumlah daerah lain di Sumatera Utara pada akhir tahun 2025 lalu. Program ini merupakan kelanjutan dari tahap tanggap darurat yang telah dilaksanakan KMM pada Januari dan Februari 2026. Saat itu KMM […]

  • Wabup Atika: Efek Sinovac Lebih Ringan

    Wabup Atika: Efek Sinovac Lebih Ringan

    • calendar_month Selasa, 18 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANDUAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan banyak masyarakat menginginkan vaksin Sinovac karena efeknya lebih ringan. “Banyak masyarakat menginginkan vaksin Sinovac karena dianggap berdampak ringan pascavaksinasi,” katanya saat mengikuti rapat evaluasi Vaksinasi Anak Usia 6-11 di aula kantor Bupati Madina, Selasa (18/1). Untuk itu, Wakil Bupati peraih dua […]

  • 5 Tahun, Petani di Tambangan Tonga Tak Dapat Jatah Air

    5 Tahun, Petani di Tambangan Tonga Tak Dapat Jatah Air

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    TAMBANGAN ( Mandailing Online ): 5 tahun sudah petani sawah di daerah Tambangan Tongan, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) tidak lagi bisa menanam padi. Pasalnya sungai batang aek tambangan yang biasa mengairi persawahan warga sudah tidak berfungsi baik akibat tanggul yang jebol. Ada sekitar 15 hektar lahan persawahan warga tidak dapat jatah […]

  • PLURALISME DI SUMATERA UTARA

    PLURALISME DI SUMATERA UTARA

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Ahmad Husein Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Keberagaman agama dan Budaya, etnis, suku dan marga yang ada di Sumatera Utara sangat banyak, setiap agama, budaya etnis, suku, agama dan marga bisa hidup rukun antara satu dengan yang lainnya, saling menghargai dan menghormati dalam kehidupan sosial, politik dan kerukunan beragama yang tidak […]

expand_less