Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Realisasi Kebun Plasma Tak Ada Sejak 1998, DPR RI Kunjungi Natal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Mei 2016
  • print Cetak
Anggota DPR RI, Suasana Dachi foto bersama dengan warga dan Muspida

Anggota DPR RI, Suasana Dachi foto bersama dengan warga dan Muspida

NATAL (Mandailing Online) – DPR RI turun tangan mengumpul bukti terkait belasan tahun tak ada realisasi kebun plama sawit dari PT. DIS kepada 4 desa di Natal.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Suasana Dachi SH reses dan mengunjungi warga Desa Bintuas dan Desa Buburan, Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (14/5).

Kunjungannya ini bertujuan guna mendengar aspirasi masyarakat dua desa itu secara langsung mengenai persoalan kebun plasma yang tak terrealisasi sejak tahun 1998.

Suasana Dachi didampingi Kordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Sumut, Herdensi.

Kepala Desa Bintuas, Nirman dan Kepala Desa Buburan, Wazirman dalam masing-masing laporannya menjelaskan bahwa warga di kedua desa itu belum menimati kebun plasma sejak PT Rimba Mujur Mahkota (RMM) tahun 1998 membuka perkebunan sawit di kawasan itu. Hingga berubah nama menjadi PT. Dinamika Inti Sentosa, pun realisasi plasma belum kunjung dirasakan warga.

Perjanjian akan memberikan lahan plasma bagi masyarakat setempat seluas 2 hektar setiap rumah tangga, namun dalam perjalanannya hingga tahun 2016 atau hampir delapan belas tahun, hak lahan plasma masyarakat tidak kunjung diberikan sebagaimana yang diamanatkan Undang-undang dan peraturan.

Kedua kepala desa ini juga menyebut, selama hampir delapan belas tahun, berbagai upaya telah mereka lakukan mulai dari melaporkannya kepada bupati dan DPRD Madina dan Pemprov Sumut, bahkan sudah pernah berangkat ke Jakarta menemui Kementerian Transmigrasi, tetapi upaya yang mereka lakukan sampai sekarang belum membuahkan hasil. Sementara, lahan plasma yang seharusnya menjadi hak untuk warga Desa Bintuas seluas 740 Ha dan plasma bagi warga Desa Buburan seluas 596 Ha sampai saat ini tidak diketahui statusnya dan dimana posisinya.

Atas dasar itu semua, dua desa ini mengajukan tiga permintaan kepada DPR RI : Pertama, PT RMM atau PT DIS agar segera merealisasikan kebun plasma masyarakat. Kedua menuntut BPN melakukan pengukuran ulang terhadap serifikat HGU perusahaan. Ketiga, menuntut Pemkab Madina dan Pemprov Sumut mengaudit PT RMM/DIS dengan melibatkan akuntan publik, serta meminta bupati agar berperan aktif menyelesaikan persoalan kami ini.

Sementara itu, Ketua Koperasi Buburan, Dasruddin menyampaikan, masyarakat sudah banyak melakukan upaya hingga melakukan aksi unjuk rasa,

“Pak Bupati juga sudah pernah datang ke desa kami, tapi bukan untuk menyelesaikan permasalahan, dia hanya melihat-lihat kebun saja, kami menilai ini semua kebohongan pemerintah dengan pihak pengusaha,” ungkapnya.

Tokoh masyarakat Bintuas, Wajirman menilai PT RMM atau PT DIS telah memperkosa, membodohi, dan merampas hak rakyat.

“Harapan kami,  pembodohan dan pemerkosaan hak ini ini secepatnya diakhiri. Bukan hak kami yang kami peroleh dari perusahaan PT RMM, tetapi limbah yang kami dapatkan selama ini, sebab sungai Bintuas dan Buburan sudah tercemar dampak dari limbah perusahaan. Karena itulah, kami berharap kepada anggota DPR RI tolong berikan ketegasan dan kejelasan hukum sama kami,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, Suasana Dachi dalam sambutannya menyampaikan, tujuannya hadir ke tengah-tengah masyarakat Desa Bintuas dan Buburan guna mendengarkan aspirasi masyarakat,

“Perlu saya sampaikan apa yang diharapkan masyaraka itu benar adanya, dan berdasarkan ketentuan undang-undang, apabila ada perusahaan yang mengelola lahan masyarakat diwajibkan mengeluarkan dua puluh persen dari luas lahan usaha untuk masyarakat,” ungkap Dachi.

Dachi menyatakan akan memperjuangkan hak plasma rakyat. Dia akan melakukan  kordinasi dengan bupati, kapolres dan tentunya akan memperjuangkannya di tingkat fraksi Partai Gerindra maupun di Komisi DPR RI.

“Sebenarnya saya sudah undang pak bupati, tetapi tidak hadir. Ada apa ini? Saya memang manusia biasa bukan malaikat dan tidak bisa menjanjikan apa-apa, saya hanya bisa berjanji akan memperjuangkan hak-hak plasma rakyat, tentu bukan lip service,” tambahnya.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Kompor Induksi Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah?

    Program Kompor Induksi Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah?

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Fani Ratu Rahmani Aktivis Dakwah dan Penulis tinggal di Balikpapan Kompor listrik menjadi andalan baru untuk perlengkapan di dapur, karena dari segi keamanan penggunaan kompor listrik ini relatif lebih aman dibandingkan kompor minyak ataupun kompor gas. Di sisi lainnya, kompor listrik dianggap sebagai alternatif untuk menghindari eksplorasi berlebihan pada minyak. Kompor listrik sebenarnya […]

  • Kenapa Tidak Ada Kata Fir’aun dalam Kisah Nabi Yusuf as?

    Kenapa Tidak Ada Kata Fir’aun dalam Kisah Nabi Yusuf as?

    • calendar_month Jumat, 18 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Banyak kisah yang disebut dalam Al-Quran. Kebanyakan adalah kisah para nabi. Di antaranya adalah Nabi Yusuf as. Namun kisah beliau tergolong istimewa karena dikhususkan dalam satu surat. Nama suratnya pun memakai nama pribadi beliau. Sebanyak 13 halaman mushaf hanya bercerita tentang beliau dari kecil hingga berkuasa di Mesir. Sebanyak 11 halaman khusus bercerita saat […]

  • Polri Kantongi Ciri Pelaku Tragedi Lapas Sleman

    Polri Kantongi Ciri Pelaku Tragedi Lapas Sleman

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta (MO) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sudah mengantongi ciri-ciri para pelaku bersenjata laras panjang dan bertopeng dalam penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). “Jelas kita sudah punya info itu dari keterangan saksi, cuma kita belum bisa sampaikan kepada publik karena akan digunakan lagi untuk penyelidikan. Itu […]

  • Wakil Bupati: Kebijakan di Madina Perlu Kaji Ulang

    Wakil Bupati: Kebijakan di Madina Perlu Kaji Ulang

    • calendar_month Sabtu, 17 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onine) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs. Dahlan Hasan Nasution menyatakan perlu dilakukan pengkajian kembali komposisi pejabat di jajaran Pemkab Madina. Sebab, menurutnya hampir 60 persen putra asli Madina sudah non job, dan diisi oleh pejabat yang didatangkan dari luar daerah. Dia juga menghimbau diadakan tobat missal dalam rangka membela kepentingan rakyat […]

  • Kadis Ketapang Madina : B2SA Menunjang Kegiatan Makan Bergizi Gratis

    Kadis Ketapang Madina : B2SA Menunjang Kegiatan Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) –Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) laksanakan sosialisasi beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) Go To Schol yang berlangsung di Kecamatan Panyabungan Timur. Kegiatan B2SA yang merupakan edukasi pada pangan beragam seimbang serta atensi keamanan dan kesehatan makanan ini sendiri dilaksanakan ke 4 kalinya di tahun 2025 ini. […]

  • Tim Musrembang Kabupaten Kunjungi Panyabungan Timur

    Tim Musrembang Kabupaten Kunjungi Panyabungan Timur

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tim Musrembang Kabupaten Mandailing Natal, Rabu (25/2) kunjungi Kecamatan Panyabungan Timur. Musrembang di Panyabungan Timur ini  dihadiri oleh beberapa instansi dari Kabupaten yakni  Bapeda Madina, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Parawisata, Bapedalda,Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Polsek Panyabungan.(hol)

expand_less