Senin, 20 Apr 2026
light_mode

Ribuan anak korban banjir Singkil tidak sekolah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 17 Nov 2012
  • print Cetak


Banda Aceh, (MO) – Ribuan anak dari puluhan desa yang diterjang banjir di Kabupaten Aceh Singkil dilaporkan tidak bisa sekolah karena sarana sekolah mereka rusak akibat bencana alam tersebut.

“Memprihatinkan pelajar yang sekolahnya terendam banjir dipastikan tidak bisa beraktivitas, karena sebagian besar sarana tidak bisa digunakan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh Jarwansyah yang dihubungi dari Banda Aceh, Jumat.

Dia menyebutkan, misalnya bangku atau meja sekolah yang terbuat dari bahan triplek tentunya tidak bisa digunakan karena rusak akibat berhari-hari terendam air, selain juga buku pelajaran yang hancur saat banjir.

“Kondisi itu nantinya akan saya laporkan juga kepada Gubernur Aceh Zaini Abdullah atau Wagub Muzakkir Manaf,” katanya dia menambahkan.

Tapi, Jarwansyah menjelaskan kondisi air yang sebelumnya sempat merendam puluhan desa di sejumlah desa di Aceh Singkil kini mulai surut dan tidak ada lokasi penumpukan warga mengungsi.

“Sebagai persiapan memang sudah dibangun dapur umum dan tempat pengungsian, tapi masyarakat korban lebih banyak yang mengungsi sementara di rumah saudaranya yang tidak terkena banjir,” kata dia menjelaskan.

Sementara Pemkab Aceh Singkil saat ini sedang melakukan pendataan kerugian material yang ditimbulkan sebagai dampak banjir terburuk sepanjang tahun 2012.

Dipihak lain, Jarwansyah menjelaskan pihaknya kini sedang dalam perjalanan ke Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara untuk membawa bantuan yang akan disalurkan ke korban banjir bandang di daerah tersebut.

“Banjir bandang merendam sejumlah desa di Kutacane sejak Kamis Rabu (14/11). Kami membawa bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat korban di daerah itu,” kata dia menambahkan.

Ia menyebutkan, pihak Dinas Sosial Aceh telah menyalurkan bantuan ke korban banjir di Kutacane antara lain berupa sebanyak 150 kardus mie instan, 3000 kaleng ikan sarden, kecap dan sambal masing-masing 480 botol, 100 paket makanan siap saji dan 240 kiter minyak goreng.

Selanjutnya paket family kit, kit were dan food were masing-masing sebanyak 50 paket, serta tercatat 200 lembar tenda gulung untuk korban banjir Aceh Tenggara.

(A042/S023)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5000-an Anak Yatim di Madina Dapat Santunan

    5000-an Anak Yatim di Madina Dapat Santunan

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak sekitar 5000 anak yatim di seluruh penjuru Mandailing Natal (Madina) memperoleh santunan uang. Penyaluran santunan secara simbolis diberikan Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution dan Wabup Atika Azmi Utammi Nasution kepada ratusan anak yatim di masjid Nur Ala Nur, Panyabungan usai solat Jum’at (29/4/2022) untuk anak yatim yang berasal dari […]

  • MERANTAU KE TANAH DELI

    MERANTAU KE TANAH DELI

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Basyral Hamidi Harahap   Perjalanan Tuanku Tambusai yang berperang melawan Belanda melintasi pegunungan Bukit Barisan (Mandailing Godang, Angkola, Padang Lawas dan Kota Pinang) kemudian dipandang bagian penting dalam sejarah migrasi orang Mandailing. Jalur perjalanan itu kemudian dipakai para perantau sebagai jalur pertama ke Sumatera Timur. Gelombang kedua migrasi orang Mandailing dalam jumlah besar […]

  • Kejatisu belum layak terbaik

    Kejatisu belum layak terbaik

    • calendar_month Selasa, 20 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (MO)– Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) dinilai tidak layak menerima peringkat terbaik ke-3 prestasi kerja Kejati se-Indonesia Tahun 2012 dari Kejaksaan Agung. Sementara segudang kasus besar khususnya kasus korupsi yang yang sedang ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum mampu diselesaikan. “Pemberian penghargaan ini hanya seremonial dan tidak layak Kejati Sumut untuk mendapatkan gelar […]

  • Dina Kayla “Biola Na Mabugang” Menikah

    Dina Kayla “Biola Na Mabugang” Menikah

    • calendar_month Senin, 6 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)- Dina Kayla, pameran ibu kandung Safei dan Maliki dalam film “Biola Na Mabugang” resmi mengakhiri masa lajang. Gadis manis bermarga Nasution ini menikah dengan Briptu Ali AN Barus. Akad nikah dilangsungkan di kampung halaman Dina, Desa Kayu Laut, Panyabungan Selatan, Madina, Sabtu (4/2). Sementara resepsi pernikahan dilangsungkan di Jl.Lingkar Timur, Panyabungan, Minggu (5/2). […]

  • Ribuan Hektar Sawah Kekeringan di Panyabungan Utara

    Ribuan Hektar Sawah Kekeringan di Panyabungan Utara

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Ribuan hektar tanaman padi di 6 desa Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina) kekeringan dan terancam gagal panen akibat irigasi Batang Gadis rusak berat. Pemerintah daerah diminat segera melakukan langkah-langkah perbaikan karena kerusakan irigasi ini sangat berdampak pada kehidupan para petani serta capaian target produksi gabah di Madina. Demikian diungkapkan […]

  • Kasus KP-USU, Hakim Sidang Di Lapangan

    Kasus KP-USU, Hakim Sidang Di Lapangan

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan melakukan sidang lapangan di lahan bekas KP-USU di Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina, Jum,at (4/1). Kegitan sidang lapangan itu langsung dipimpin Ketua Majelis Hakim, Yarwan SH dan didampingi Hakim Anggota Hardoyo dan Joko. Kasus ini mencuat setelah pihak Polres Madina menyetop aktivitas […]

expand_less