Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Penimbunan BBM Berulang, Apa Solusinya?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 3 Feb 2022
  • print Cetak

Oleh: Sri Purwanti

 

“Dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia, bukan untuk memenuhi keserakahan manusia.” – Mahatma Gandhi.

Begitulah orang serakah. Tak akan pernah merasa puas. Selalu ingin mendapat yang lebih lagi. Tak mempedulikan cara yang diambil adalah suatu kesalahan, dan juga suatu kezaliman.

Hal tersebut, seperti yang dilakukan oleh seorang pelaku penimbun hingga 1005 liter BBM bersubsidi jenis solar di Singkawang. Dengan tujuan untuk mendapat keuntungan  yang berlipat. (TribunSingkawang.com, 17/1/2022)

Walaupun sanksi sudah jelas tertuang dalam pasal 55 Undang – Undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 2001. Namun, tak membuat kasus tersebut berhenti berulang.

Karena hukuman tersebut dinilai tidak menimbulkan efek jera. Apalagi didukung oleh sistem yang membuat orang-orang di dalamnya hanya memikirkan keuntungan semata.

Padahal jelas, praktik penimbunan ini adalah suatu bentuk kezaliman. Karena dampaknya dapat membuat masyarakat umum merasakan sulit akibat kelangkaan pasokan, hingga terpaksa  membeli dengan harga yang pasti akan sangat menjulang.

Hal yang menyedihkan lagi, kenaikan harga ini tentu akan berimbas pada kenaikan harga yang lain terutama harga produk industri yang menggunakan BBM jenis solar ini. Pastinya juga akan berpengaruh pada kenaikan harga jual dari hasil produksi tadi.

Para pelaku industri tentu tidak akan mau mengambil risiko kerugian. Lalu, siapa yang dapat memecahkan masalah ini? Mencegah perbuatan menyimpang nan zolim, serta menjamin kesejahteraan?

Apakah bisa dilaksanakan pada sistem yang memisahkan agama dari kehidupannya? Melakukan semua hal atas dasar kemanfaatannya? Tentu tidak!

Dengan demikian, satu-satunya solusi  yang bisa diterapkan untuk mengatasi hal tersebut, ialah beralih kepada sistem yang paripurna aturannya, yaitu sistem islam.

Sistem yang menyandarkan seluruh aspek kehidupan pada aturan pencipta. Termasuk pada roda perekonomian pun disandarkan pada hukum syara. Yang membuat masyarakat di dalamnya tidak hanya fokus terhadap bagaimana cara untuk mendapatkan materi dan keuntungan, tapi juga keberkahan.

Sri Purwanti tinggal di Sambas

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Bandang, Jembatan Desa Aek Baru Nyaris Putus

    Banjir Bandang, Jembatan Desa Aek Baru Nyaris Putus

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )– Banjir bandang dari sungai aek baru di desa aek baru Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal ( Madina ) sore ini  Senin 13/11/2023 mengakibatkan jembatan desa nyaris putus. Arus sungai yang besar membuat bram jembatan nyaris terpisah dengan bantalan jembatan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Muksin Nasution mengatakan, […]

  • Proxy War dan Neo Imperialisme!

    Proxy War dan Neo Imperialisme!

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Umar Syarifudin (Lajnah Siyasiyah DPD HTI Jatim)   Dalam beberapa kesempatan, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan Indonesia saat ini tengah menghadapi bahaya proxy war atau perang asimetris. Proxy war terjadi di Indonesia melaui beberapa cara, di antaranya narkoba, konflik antar kelompok, maupun terorisme. Panglima TNI mengingatkan tentang Proxy War sebagai ancaman nyata bagi […]

  • Tanggapan MPC Pemuda Pancasila Terkait Kasus Pemukulan Wartawan

    Tanggapan MPC Pemuda Pancasila Terkait Kasus Pemukulan Wartawan

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akhirnya angkat bicara dan memberi tanggapan terkait kasus pemukulan terhadap salah satu wartawan yang terjadi pada Jumat (4/3) pekan lalu. Ketua MPC Pemuda Pancasila Akhmad Arjun Nasution mengatakan pihaknya sejak awal proaktif dan kooperatif dalam penanganan kasus tersebut. “Kita juga terus […]

  • Madina Penyumbang Terbesar Kloter 14

    Madina Penyumbang Terbesar Kloter 14

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, – Mandailing Natal (Madina) menjadi penyumbang terbanyak jamaah calon haji pada kloter 14 Embarkasi Medan yang akan berangkat pada Kamis malam (26/9), pukul 21.25 melalui Bandara Kualanamu. Sebanyak 398 jamaah asal Madina akan bergabung dalam kloter 14. Jumlah ini merupakan angka keseluruhan dari jamaah calhaj asal Madina yang diberangkatkan melalui Embarkasi Medan tahun ini. […]

  • Revisi SK 44, Batas Hutan Madina Bakal Digaris Ulang

    Revisi SK 44, Batas Hutan Madina Bakal Digaris Ulang

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) mulai menyiapkan pemencangan batas sementara hutan di seluruh kawasan Madina. Upaya ini menjawab kungkungan SK 44 yang kontroversial. Itu terungkap dalam rapat dihadiri oleh Plt. Bupati Madina Dahlan Hasan, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) wilayah I Medan, Kadis Kehutanan Madina, BPN Madina, para camat, kepala desa […]

  • PN Panyabungan Jangan Main-main

    PN Panyabungan Jangan Main-main

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pengadilan Negeri Panyabungan diminta tidak main-main dalam menyidangkan kasus pengisap ganja dengan terdakwa Heriansyah Hanzali Dalimunte (PNS), Dedek Ispansyah Siregar (PNS), Edi Syahputra (wiraswasta) dan Samsuddin Batubara (wiraswasta). Hal itu disampaikan Anggota DPRD Mandailing Natal Binsar Nasution di Gedung DPRD Madina, Rabu (24/11/2010). Dia meminta PN Panyabungan tidak main-main menyidangkan kasus ini karena kasus […]

expand_less