Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Pengamat Pertanian Sumut: Kegagalan Cetak Sawah Tangungjawab Kadis Pertanian Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Agt 2014
  • print Cetak

Foto: Lahan cetak sawah di Desa Huta Puli, Siabu yang kembali menjadi belukar

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengamat Pertanian Sumatera Utara, Erlita Sp. Mp menyatakan kegagalan demi kegagalan program cetak sawah yang didanai APBN di Mandailing Natal (Madina) merupakan tanggungjawab Kepala Dinas Pertanian Madina.

Berdasar data yang dihimpun, tahun 2010 seluas sekitar 500 hektar dilakukan pencetakan sawah di Desa Bonda Kase dan Desa Teluk Bale Kecamatan Natal masing-masing seluas 250 Ha dengan dana sekitar Rp 7,5 Juta per hektarnya.

“Sementara untuk tahun 2011 dilaksanakan di Desa Banjar Aur Utara Kecamatan Sinunukan seluas 300 Ha, Desa Tunas Karya Kecamatan Natal seluas 300 Ha, dengan anggaran 7,5 Juta per hektarnya,” ujar Herlita.

Pada tahun 2012 dilaksanakan di Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu seluas 300 Ha, di Desa Huta Puli, Huta Raja dan Desa Huraba seluas 600 Ha dengan anggaran sebesar Rp 10 juta per hektar.

Lahan-lahan lokasi cetak sawah tersebut saat ini sudah menjadi semak belukar kembali karena diduga terjadinya korupsi serta kebobrokan perencanaan.

Bahkan dari beberapa lokasi cetak sawah tersebut ada yang berubah fungsi menjadi perkebunan plasma sawit oleh salah satu perkebunan di Madina.

Perencanaan yang bobrok terlihat dari tidak adanya sumber air yang akan mengairi lahan cetakan, sehingga penghunjukan lokasi juga seperti dipaksakan.

“Parahnya, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang dibuat oleh Kadis Pertanian Pemkab Mandailing Natal diduga tidak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan,” lanjut Herlita.

“Padahal kita yakin sebelum dana tersebut dikucurkan oleh pemerintah pusat ke Kabupaten Mandailing Natal sudah terlebih dahulu dibuat telaahan bahwa lahan yang akan dicetak tersebut layak menurut Kadis Petanian Mandailing Natal, namun kenapa setelah dana tersebut dikucurkan ke Kabupaten Mandailing Natal program tersebut tidak berjalan dengan baik,” katanya.

“Saya yakin apa yang telah dilaporkan oleh Kadis Pertanian Peternakan Madina kepada pemerintah pusat tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan,” tegas Herlita.

Untuk itu, ia meminta aparat penegak hukum, baik KPK, Kejaksaan dan kepolisian sesegera mungkin mengusut dugaan penyalah gunaan dana bansos tersebut.

“Kalau memang selama ini aparat penegak hukum tidak pernah mengusut ini berarti patut kita menduga bahwa aparat penegak hukum di negara kita ini sudah mandul alias tidak berfungsi lagi,” katanya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG: Ada Potensi Gelombang Laut 6 Meter Perairan Sumut-Sumbar

    BMKG: Ada Potensi Gelombang Laut 6 Meter Perairan Sumut-Sumbar

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – BMKG menyampaikan potensi gelombang laut perairan antara Sumut dan Sumbar.  Dilansir dari Merdeka.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Belawan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara menyampaikan peringatan kepada berbagai kalangan tentang kewaspadaan terhadap tinggi gelombang laut mencapai enam meter yang melanda perairan Sumut-Sumbar. “Gelombang laut sangat […]

  • Wagub Erry Ngaku tak Tahu-Menahu Soal Bansos Sumut

    Wagub Erry Ngaku tak Tahu-Menahu Soal Bansos Sumut

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengaku tidak tahu-menahu masalah dana bantuan sosial Provinsi Sumatera Utara 2011-2013. Hal itu dikatakan Erry di sela-sela menjalani pemeriksaan di Pidana Khusus Kejagung, Rabu (5/8). Erry mengaku, mendapat amanah sebagai Wagub Sumut pada 2013. Sedangkan bansos yang diperiksa kejaksaan adalah tahun 2011, 2012 dan 2013. […]

  • Pemkab Madina Bantu Pengungsi Sinabung

    Pemkab Madina Bantu Pengungsi Sinabung

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) memberikan bantuan untuk pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo. Bantuan diserahkan Kepala Bagian Kesra Pemkab Madina, Taufik Lubis sebesar Rp. 39.620.000, kepada Kakan BPBD Karo, Asren Nasution di Hotel Sinabung, Brastagi. Menjawab waretawan, Selasa (24/12/2013) Taufik Lubis menyatakan bantuan yang diberikan merupakan kepedulian seluruh staf […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 7)

    MARSIDAO-DAO (episode 7)

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Novel Mandailing Naisuratkon : Dahlan Batubara Apea na tingon Mandailing pe inda sarupo dohot apea na tingon Siantar. Harana apea na tingon Mandailing antong apea seling do bahatan, ngada sadia bahat apea kulasi, pala na tingon Siantar apea kulasi bahatan. Hum deges do gota ni apea seling umpado gota ni kulasi, harana gota ni […]

  • Paket Bahan Pangan dari Pemprovsu Disalurkan di Madina

    Paket Bahan Pangan dari Pemprovsu Disalurkan di Madina

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Sebanyak 1000 paket dari total 54.225 paket bahan pangan untuk rakyat Madina dari Pemprov Sumut mulai disalurkan sejak Kamis (4/6/2020). Penyaluran perdana berlangsung di Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina). Penyerahan dilakukan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sumut, Ashar Harahap disaksikan Anggota DPRD Sumut dari Komisi B, H. Fahrizal Efendi Nasution, […]

  • "Air Force One" Siap Terbang Agustus 2013

    "Air Force One" Siap Terbang Agustus 2013

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pesawat tipe 737-800 Boeing Business Jet 2 tersebut sudah diserahterimakan kepada pemerintah Indonesia, namun masih dalam bentuk kosongan. Indonesia akan mempunyai pesawat kepresidenan pada Agustus tahun depan. Saat ini pesawat senilai USD 91.209.560,61 (sekitar Rp 814 miliar), dibuat di pabrik Boeing Company, sudah selesai pada tahap green aircraft, dan sudah diserahterimakan kepada pemerintah Indonesia. Lambock […]

expand_less