Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Kombi, kompor anti meledak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
  • print Cetak

Dewasa ini kebutuhan masyarakat akan teknologi terbaharukan semakin menguat, salahsatunya adalah teknologi kompor untuk memasak skala rumah tangga, dengan menggunakan bahan bakar terbaharukan yakni bahan bakar yang terbuat dari kegiatan fermentasi, salahsatunya adalah alkohol atau disebut juga bioetanol. Bahan bakunya mulai dari limbah, tetes tebu, hingga singkong. Untuk itulah maka dibutuhkan alat pembakar atau burner pada kompor yang mampu membakar bioetanol tersebut dengan efisien dan sempurna.

Kompor bioetanol yang beredar saat ini biasanya menggunakan kompor sederhana yang penggunaannya bisa kita dapati pada usaha-usaha catering, dengan cara kerja yang hanya berbentuk cawan berisi alkohol / bioetanol dan langsung dibakar, sehingga nyalanya tidak bisa diperbesar atau diperkecil, bahkan untuk mematikannya kadang menunggu bahan bakar habis atau lubang bakarnya ditutup.

Yang lebih modern bisa juga kita beli produk impor yang menggunakan tekanan yang penggunaannya mirip lampu petromak.

kompor bioetanol yang ada di masyarakat :

a. 1. DIBAKAR LANGSUNG

Model seperti ini sering digunakan oleh pengusaha catering untuk memanaskan masakan yang sudah siap hidang, dilihat dari fungsinya maka panas yang dihasilkan kurang panas untuk bisa digunakan dalam kegiatan memasak.

Keluhan dari kompor ini adalah :

1. Kurang panas
2. Tidak bisa diatur besar kecilnya nyala api
3. Mematikan kompor kurang praktis, ditunggu hingga bahan bakar habis atau ditutup lubang bakarnya
4. Jika dinyalakan disarankan bahan bakar sampai habis total, karena jika tidak maka bahan bakar akan terkontaminasi dengan udara luar, sehingga penyalaan berikutnya akan sulit, dikarenakan kadar air pada bahan bakar semakin lama semakin tinggi.

b. 2. MENGGUNAKAN TEKANAN

Model seperti gambar diatas bagus untuk digunakan memasak sehari hari, akan tetapi pada penggunaannya dibutuhkan tekanan bahan bakar untuk menyalakannya, sehingga pada kompor tipe ini sering dilengkapi dengan pompa atau tempat bahan bakar yang khusus.

Keluhan dari kompor ini adalah :

1. Bahan bakar boros.
2. Harganya mahal.
3. Menggunakan tekanan, sehingga diperlukan tenaga untuk memompanya.
4. Pada saat digunakan tidak bisa sambil diisi tangki bahan bakarnya.
5. Berat, karena dibutuhkan bahan baku tangki bahan bakar yang tahan tekanan

Skema kompor bioetanol yang menggunakan tekanan :

1. Bahan bakar berupa cairan
2. Bahan bakar berupa uap
3. Saluran bahan bakar yang dilewatkan diatas nyala api
4. burner
sumber: Kombi

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembaca Malintang Pos Mayoritas Inginkan Yusuf Jadi Bupati Madina

    Pembaca Malintang Pos Mayoritas Inginkan Yusuf Jadi Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polling figur favorit pasangan calon bupati/wakil bupati Madina yang dilakukan surat kabar mingguan Malintang Pos kepada pembacanya, menunjukkan mayoritas pembaca Malintang Pos menginginkan pasangan calon Drs.H.M.Yusuf Nasution.M.Si/H.Imron Lubis,MM menjadi bupati/wakil bupati Mandailing Natal (Madina). Demikian diungkapkan Pemimpin Redaksi Malintang Pos, Iskandar Hasibuan yang dilansir media itu pada edisi Senin (17/8). “Dari […]

  • Bupati Madina Jadi Pembicara di Seminar Kopi di Jakarta

    Bupati Madina Jadi Pembicara di Seminar Kopi di Jakarta

    • calendar_month Rabu, 8 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) : Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution tampil sebagai salah satu pembicara di Seminar “Strategi Kebijakan dan Program Pengembangan Kopi Indonesia Untuk Merespon Kebutuhan Agro Industri Kopi Global” di Jakarta. Seminar ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) di Hotel Borobudur, Rabu (8/8/2018). Di kesempatan itu, bupati […]

  • Willem Iskander "belajar dari sejarah masa lalu"

    Willem Iskander "belajar dari sejarah masa lalu"

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Resensi buku Di negeri penjajah: orang Indonesia di negeri Belanda sejarah Willem Iskander dinegeri orang yang di bukukan semoga menjadi pelajaran terbaik bagi putra mandailing di negeri orang.

  • PUNCAK GUNUNG SORIK MARAPI

    PUNCAK GUNUNG SORIK MARAPI

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEMANDANG LANGIT – Seorang pria berdiri memandang langit di puncak gunung Sorik Marapi, Mandailing Natal berlatar depan tanaman perdu. Puncak gunung ini memiliki hamparan relatif luas ditumbuhi tanaman jenis perdu yang mengelilingi kawahnya. Peliput : Holik Nasution / Editor : Dahlan Batubara    

  • Calon Bupati Madina, Amin Nasution Mencuat

    Calon Bupati Madina, Amin Nasution Mencuat

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nama HM Amin Nasution,SH.MA mulai mencuat sebagai calon Bupati Madina di Pilkada Madina yang sudah dekat. HM Amin Nasution adalah putra daerah Mandailing Natal (Madina) yang berkecimpung di dunia advokad nasional, juga pendiri LBH AL Amin Madina yang telah melakukan banyak aktivitas sosial dan bantuan hukum bagi kalangan kurang mampu di […]

  • Saragih, Malau dan Margono Dipecat Dari Polisi karena Konsumsi Narkoba

    Saragih, Malau dan Margono Dipecat Dari Polisi karena Konsumsi Narkoba

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Briptu Andi Bonardo Saragih, Bripda Sumando Malau dan Ajun Brigadir Nurya Margono dipecat sebagai anggota polisi. Mereka memakai narkoba dan doyan membolos. Briptu Andi Bonardo Saragih dan Bripda Sumando Malau diketahui sempat bertugas di Samapta Polres Jakarta Barat. “Kalau Ajun Brigadir Nurya Margono, saya tidak tahu dia bertugas di mana. Ketiga polisi ini […]

expand_less