Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Kombi, kompor anti meledak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
  • print Cetak

Dewasa ini kebutuhan masyarakat akan teknologi terbaharukan semakin menguat, salahsatunya adalah teknologi kompor untuk memasak skala rumah tangga, dengan menggunakan bahan bakar terbaharukan yakni bahan bakar yang terbuat dari kegiatan fermentasi, salahsatunya adalah alkohol atau disebut juga bioetanol. Bahan bakunya mulai dari limbah, tetes tebu, hingga singkong. Untuk itulah maka dibutuhkan alat pembakar atau burner pada kompor yang mampu membakar bioetanol tersebut dengan efisien dan sempurna.

Kompor bioetanol yang beredar saat ini biasanya menggunakan kompor sederhana yang penggunaannya bisa kita dapati pada usaha-usaha catering, dengan cara kerja yang hanya berbentuk cawan berisi alkohol / bioetanol dan langsung dibakar, sehingga nyalanya tidak bisa diperbesar atau diperkecil, bahkan untuk mematikannya kadang menunggu bahan bakar habis atau lubang bakarnya ditutup.

Yang lebih modern bisa juga kita beli produk impor yang menggunakan tekanan yang penggunaannya mirip lampu petromak.

kompor bioetanol yang ada di masyarakat :

a. 1. DIBAKAR LANGSUNG

Model seperti ini sering digunakan oleh pengusaha catering untuk memanaskan masakan yang sudah siap hidang, dilihat dari fungsinya maka panas yang dihasilkan kurang panas untuk bisa digunakan dalam kegiatan memasak.

Keluhan dari kompor ini adalah :

1. Kurang panas
2. Tidak bisa diatur besar kecilnya nyala api
3. Mematikan kompor kurang praktis, ditunggu hingga bahan bakar habis atau ditutup lubang bakarnya
4. Jika dinyalakan disarankan bahan bakar sampai habis total, karena jika tidak maka bahan bakar akan terkontaminasi dengan udara luar, sehingga penyalaan berikutnya akan sulit, dikarenakan kadar air pada bahan bakar semakin lama semakin tinggi.

b. 2. MENGGUNAKAN TEKANAN

Model seperti gambar diatas bagus untuk digunakan memasak sehari hari, akan tetapi pada penggunaannya dibutuhkan tekanan bahan bakar untuk menyalakannya, sehingga pada kompor tipe ini sering dilengkapi dengan pompa atau tempat bahan bakar yang khusus.

Keluhan dari kompor ini adalah :

1. Bahan bakar boros.
2. Harganya mahal.
3. Menggunakan tekanan, sehingga diperlukan tenaga untuk memompanya.
4. Pada saat digunakan tidak bisa sambil diisi tangki bahan bakarnya.
5. Berat, karena dibutuhkan bahan baku tangki bahan bakar yang tahan tekanan

Skema kompor bioetanol yang menggunakan tekanan :

1. Bahan bakar berupa cairan
2. Bahan bakar berupa uap
3. Saluran bahan bakar yang dilewatkan diatas nyala api
4. burner
sumber: Kombi

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi I Kunjungi SD Simpang Bambu Yang Memprihatinkan

    Komisi I Kunjungi SD Simpang Bambu Yang Memprihatinkan

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Madina meninjau kondisi SD Negeri 405 Simpang Bambu, Desa Sundutan Tigo Kecamatan Natal, Jum’at (8/11/2019). Tinjauan ini dilakukan Komisi I karena gedung dan mobiler sekolah ini sangat memprihatinkan. Bahkan jauh dari memenuhi standar kelayakan. Sekolah ini belum pernah memperoleh perehaban dalam rentang 15 tahun. Kondisinya berlantai tanah, […]

  • Soal 11 Ranperda, Kini Pemkab Yang Tak Siap

    Soal 11 Ranperda, Kini Pemkab Yang Tak Siap

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembahasan 11 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang dibahas DPRD Mandailing Natal (Madina) sejak pekan lalu, kini mulai terbentur kendala. Rangkaian pembahasan sempat diskors dua kali karena pemerintah daerah tidak siap mengajukan draf ranperda yang mengacu pada ketentuan UU Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan serta Permendagri Nomor 53 Tahun […]

  • Status Tak Jelas dan Tak Digaji Pelamar Lulus PPPK Formasi 2023 Berunjukrasa di Kantor Bupati Madina

    Status Tak Jelas dan Tak Digaji Pelamar Lulus PPPK Formasi 2023 Berunjukrasa di Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ikut merasa terzolimi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang lulus formasi Tahun 2023 meminta persoalan PPPK Tahun 2023 segera dituntaskan oleh Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal ( Madina )Selasa, (02/07/2024). Ratusan PPPK yang didominasi oleh guru yang lulus seleksi pada Tahun 2023 melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati Madina untuk […]

  • Dengan Semangat HUT Madina Ke 15 Mari Kita Lanjutkan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat

    Dengan Semangat HUT Madina Ke 15 Mari Kita Lanjutkan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Oleh : Maradotang Pulungan Salah satu upaya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat adalah dengan cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sebagai sasaran utama strategi pembangunan, laju pertumbuhan ekonomi merupakan hal penting yang selalu dikedepankan oleh pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Pencapaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan tujuan utama, mengingat Mandailing Natal sebagai Kabupaten yang berkembang, pertumbuhan ekonomi merupakan hal […]

  • Kasus Perusakan Aset Oleh Kades Jambur Baru Batangnatal Masuk Tahap Akhir. Inspektorat Segera Serahkan Rekomendasi Ke Bupati

    Kasus Perusakan Aset Oleh Kades Jambur Baru Batangnatal Masuk Tahap Akhir. Inspektorat Segera Serahkan Rekomendasi Ke Bupati

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ||Mandailing Online– Nasib Kepala Desa Jambur Baru, Kecamatan Batang Natal, Riswan Haedy, bakal ditentukan dalam waktu dekat. Inspektorat Madina tengah merampungkan hasil penyelidikan terkait dugaan perusakan aset daerah yang melibatkan sang kades. Plt Kepala Inspektorat Madina Munawar, S.H., M.H. menyebut timnya kini menelaah keterangan saksi dan bukti yang sudah dikumpulkan. “Saat ini sedang berproses. […]

  • Saatnya Golkar Sikapi Mosi Tidak Percaya

    Saatnya Golkar Sikapi Mosi Tidak Percaya

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Sudah waktunya DPD Partai Golkar Sumut, Golkar Kabupaten Madina mengeluarkan sikap sekaligus memberikan klarifikasi atas mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh mayoritas anggota dewan terhadap ketua DPRD Madina AS Imran Khaitami Daulay SH. Sekretaris Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Cabang Kabupaten Madina, Muhammad Ridwan Lubis, SPd.I kepada MO, Sabtu sore, (11/2) di […]

expand_less