Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Sofwat Pelopor Perubahan Menguat, Atika Lokomotif Ekonomi Tenggelam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 4 Nov 2020
  • print Cetak

Hari pencoblosan Pilkada Madina tinggal sebulan lagi.

Hingga posisi ini pasangan Sofwat-Beir masih unggul di kancah penggiringan opini publik oleh tim media yang solid.

Tim publikasi pasangan nomor urut 3 ini sangat teguh dan konsisten menyuarakan idiom-idiom “pelopor perubahan”; “pemimpin tegas dan bersih”; “harapan baru telah lahir”.

Idiom-idiom itu begitu kuat mempengaruhi publik, terutama kalangan pemilih yang sudah jenuh pada kondisi Madina yang lambat berkembang.

Sementara, kubu SUKA (Sukhairi-Atika) yang sebelumnya telah diharapkan sebagai lokomotif ekonomi Madina justru tenggelam dalam kancah perang opini.

Gagasan-gagasan Atika Azmi Utammi yang sesungguhnya sangat tajam dan komprehensif bagi kebangkitan ekonomi Madina justru mati suri atau layu sebelum berkembang ditengah tidak adanya media arus utama (mainstream media) yang mempublikasikannya.

Apakah tim SUKA memiliki konsultan kampanye atau konsultan media? Saya tidak tahu.

Padahal pasangan SUKA sebenarnya memiliki keunggulan lebih dibanding pasangan lainnya. Terutama keunggulan Atika.

Atika memiliki tiga keunggulan, 1) perempuan, 2) milenial, 3) gagasan penguatan ekonomi.

Tim media atau konsultan kampanye SUKA tidak mampu mencemeti pemilih dari kalangan kaum perempuan. Jargon dan idiom serta rasa segender yang membius tidak muncul, sehingga potensi kaum perempuan yang justru lebih mendominasi Daftar Pemilih Tetap tidak terkuasai.

Bahkan kaum milenial yang juga membludak di Pilkada Madina 2020 ini pun masih mengambang, belum mampu terkerucutkan kepada Atika sebagai satu-satunya kandidat yang mewakili generasi milenial.

Rakyat yang masih dibelenggu kesusahan hidup; jumlah pengangguran yang tinggi; lapangan usaha yang terseok; lapangan kerja yang sempit; perdagangan yang stagnan; kondisi pertanian perkebunan nelayan di Madina, semuanya menunggu lokomotif ekonomi, dan semua itu sejatinya ada pada gagasan-gagasan Atika.

Tetapi apa boleh buat. Konsultan kampanye dan tim media SUKA terkesan diam dan tidak mampu menguasai media massa arus utama.

Padahal media arus utama itu merupakan senjata utama dan satu-satunya wadah mempengaruhi sejumlah besar orang dan merefleksikan serta membentuk opini publik.

Pasangan SUKA justru terjebak pada hiruk pikuk akun-akun facebook amatiran yang dilahirkan tim sukses dan simpatisan.

Akun-akun facebook itu tidak terkordinir, tidak sistematis, tidak berpijak dari simpul kajian-kajian strategis sehingga lemah dalam perang opini.

Alhasil, jangankan sekadar mendengar gagasan tajam perubahan ekonomi Atika, untuk memahami makna “Mandiri” dan “Kompetitif” saja rakyat masih buta.

Sebaliknya, tim media Sofwat-Beir yang dimotori BeritaHuta dan Malintang Pos online dan versi cetak berjaya menguatkan konsolidasi opini publik dalam strategi menggaet pemilih dari kalangan yang menginginkan perubahan untuk mengerucut kepada sosok pasangan nomor 3.

Konsistensi tim media Sofwat pada jargon pelopor perubahan itu begitu kuat mengawal gerakan tim darat Sofwat-Beir.

Di kubu petahan atau pasangan Dahlan-Aswin (Dahsyat) tim media relatif mampu meredam sisi-sisi negatif sang petahana.

Tim media pasangan ini lebih memilih menghindar dari idiom visi serta janji. Pilihan itu sangat logis karena umumnya petahana memiliki sisi lemah selama menjankan pemerintahan.

Jargon “tuntaskan” dan “lanjutkan” serta strategi “merakyat” Dahlan Hasan dipoles dengan publikasi ulang item-item keberhasilan menjadikan posisi petahan hingga saat ini relatif aman dari serangan kampanye hitam. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lia Eden Bebas

    Lia Eden Bebas

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lia Aminudin alias Lia Eden (64), terpidana kasus penodaan agama dijemput tujuh orang pengikutnya saat keluar dari Lapas Wanita Tangerang, Banten, Jumat (15/4). Lia Eden bebas setelah menjalani masa tahanan 2,5 tahun yang dijatuhkan vonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diketuai Sujbacran pada 2 Juni 2009. Sumber : Analisa

  • Batang Pungkut Green: Programn CI di Madina Tak Berdampak

    Batang Pungkut Green: Programn CI di Madina Tak Berdampak

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Batang Pungkut Green Concervation (BPGC) mendesak Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengevaluasi MoU antara Pemkab Madina dengan Causeruation International (CI). Paslanya, sudah tiga tahun MoU (Memorandum of Understanding) itu ditandatangani kedua pihak, kegiatan yang dilakukan CI belum memberikan kontribusi apapun terhadap masyarakat Madina. Koordinator BPGC, Syafruddin Lubis kepada wartawan, Senin (6/1/2014) di […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 2)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 2)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

              Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara    3. PEMBAHASAN Memberikan pengertian serta batasan-batasan apa dan bagaimana sebenarnya yang dikatakan sebuah cerita pendek adalah suatu pekerjaan yang rumit dan bahkan menjurus kepada kesia-siaan belaka. Ukuran panjang atau pendeknya sebuah cerita pun ternyata belum bisa memastikan apakah cerita tersebut […]

  • Surat Tulak-tulak

    Surat Tulak-tulak

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (I) Oleh : Z.Pangaduan Lubis) SuratTulak-Tulak. Masyarakat Mandailing memiliki aksara etnisnya sendiri yang dinamakan Surat Tulak-Tulak (bukan aksara Batak). Zaman sejarah ditandai oleh penggunaan aksara. Zaman sebelum adanya penggunaan sejarah dinamakan zaman pra-sejarah. Kita belum mengetahui sejak kapan masyarakat Mandailing menggunakan aksara Surat Tulak-Tulak dalam kehidupan. Oleh karena itu, kita dengan […]

  • Kodam Buka Kesempatan Menjadi Calon Bintara Prajurit Karier

    Kodam Buka Kesempatan Menjadi Calon Bintara Prajurit Karier

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat memberikan kesempatan kepada Pemuda/Pemudi Indonesia di wilayah Kodam I/BB untuk menjadi calon Bintara Prajurit Karier TNI AD Tahun 2011. Bagi yang berminat menjadi Prajurit TNI AD dapat mendaftarkan diri dengan persyaratan : Warga Negara Indonesia, pria/wanita dan bukan prajurit TNI, Polri dan PNS. Beragama, Bertaqwa kepada Tuhan Yang […]

  • Polri Bina Hacker Peretas Situs Presiden

    Polri Bina Hacker Peretas Situs Presiden

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)  – Masih ingat ‘Jember Hacker’ Wildan Yani Ashari? Aksi pemuda berusia 22 tahun asal Jember mengusili situs presidenSBY.info berbuah penahanan oleh Polri. Lulusan SMK Bangunan ini pun disidik atas tindakan usilnya itu. Sejak akhir Januari lalu, dia mendekam di tahanan Polri. ”Saat ini sedang tahap penyelesaian perkara,” jelas Direktur Eksus Mabes Polri Brigjen […]

expand_less