Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Sofwat Pelopor Perubahan Menguat, Atika Lokomotif Ekonomi Tenggelam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 4 Nov 2020
  • print Cetak

Hari pencoblosan Pilkada Madina tinggal sebulan lagi.

Hingga posisi ini pasangan Sofwat-Beir masih unggul di kancah penggiringan opini publik oleh tim media yang solid.

Tim publikasi pasangan nomor urut 3 ini sangat teguh dan konsisten menyuarakan idiom-idiom “pelopor perubahan”; “pemimpin tegas dan bersih”; “harapan baru telah lahir”.

Idiom-idiom itu begitu kuat mempengaruhi publik, terutama kalangan pemilih yang sudah jenuh pada kondisi Madina yang lambat berkembang.

Sementara, kubu SUKA (Sukhairi-Atika) yang sebelumnya telah diharapkan sebagai lokomotif ekonomi Madina justru tenggelam dalam kancah perang opini.

Gagasan-gagasan Atika Azmi Utammi yang sesungguhnya sangat tajam dan komprehensif bagi kebangkitan ekonomi Madina justru mati suri atau layu sebelum berkembang ditengah tidak adanya media arus utama (mainstream media) yang mempublikasikannya.

Apakah tim SUKA memiliki konsultan kampanye atau konsultan media? Saya tidak tahu.

Padahal pasangan SUKA sebenarnya memiliki keunggulan lebih dibanding pasangan lainnya. Terutama keunggulan Atika.

Atika memiliki tiga keunggulan, 1) perempuan, 2) milenial, 3) gagasan penguatan ekonomi.

Tim media atau konsultan kampanye SUKA tidak mampu mencemeti pemilih dari kalangan kaum perempuan. Jargon dan idiom serta rasa segender yang membius tidak muncul, sehingga potensi kaum perempuan yang justru lebih mendominasi Daftar Pemilih Tetap tidak terkuasai.

Bahkan kaum milenial yang juga membludak di Pilkada Madina 2020 ini pun masih mengambang, belum mampu terkerucutkan kepada Atika sebagai satu-satunya kandidat yang mewakili generasi milenial.

Rakyat yang masih dibelenggu kesusahan hidup; jumlah pengangguran yang tinggi; lapangan usaha yang terseok; lapangan kerja yang sempit; perdagangan yang stagnan; kondisi pertanian perkebunan nelayan di Madina, semuanya menunggu lokomotif ekonomi, dan semua itu sejatinya ada pada gagasan-gagasan Atika.

Tetapi apa boleh buat. Konsultan kampanye dan tim media SUKA terkesan diam dan tidak mampu menguasai media massa arus utama.

Padahal media arus utama itu merupakan senjata utama dan satu-satunya wadah mempengaruhi sejumlah besar orang dan merefleksikan serta membentuk opini publik.

Pasangan SUKA justru terjebak pada hiruk pikuk akun-akun facebook amatiran yang dilahirkan tim sukses dan simpatisan.

Akun-akun facebook itu tidak terkordinir, tidak sistematis, tidak berpijak dari simpul kajian-kajian strategis sehingga lemah dalam perang opini.

Alhasil, jangankan sekadar mendengar gagasan tajam perubahan ekonomi Atika, untuk memahami makna “Mandiri” dan “Kompetitif” saja rakyat masih buta.

Sebaliknya, tim media Sofwat-Beir yang dimotori BeritaHuta dan Malintang Pos online dan versi cetak berjaya menguatkan konsolidasi opini publik dalam strategi menggaet pemilih dari kalangan yang menginginkan perubahan untuk mengerucut kepada sosok pasangan nomor 3.

Konsistensi tim media Sofwat pada jargon pelopor perubahan itu begitu kuat mengawal gerakan tim darat Sofwat-Beir.

Di kubu petahan atau pasangan Dahlan-Aswin (Dahsyat) tim media relatif mampu meredam sisi-sisi negatif sang petahana.

Tim media pasangan ini lebih memilih menghindar dari idiom visi serta janji. Pilihan itu sangat logis karena umumnya petahana memiliki sisi lemah selama menjankan pemerintahan.

Jargon “tuntaskan” dan “lanjutkan” serta strategi “merakyat” Dahlan Hasan dipoles dengan publikasi ulang item-item keberhasilan menjadikan posisi petahan hingga saat ini relatif aman dari serangan kampanye hitam. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus DAK Dinas Pendidikan Madina, Mahasiswa “Adu Mulut” dengan Humas Kejatisu

    Kasus DAK Dinas Pendidikan Madina, Mahasiswa “Adu Mulut” dengan Humas Kejatisu

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Puluhan mahasiswa yang berasal dari Mandailing Natal demo di Kejatisu menuntut penanganan secara hukum dugaan korupsi dana DAK TA 2020 di Dinas Pendidikan Mandailing Natal. Mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi dan Penindasan (Koman Koran) Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) Rabu (17/2/2021) itu mempertanyakan penanganan dan pengusutan secara […]

  • Siboru Deak Parujar dan Tanah Mandailing

    Siboru Deak Parujar dan Tanah Mandailing

    • calendar_month Senin, 14 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution (in memorial) *Dikutip dari artikel “Mandala Holing”   Meskipun kelompok etnik (suku-bangsa) Mandailing memiliki aksara tradisional yang disebut Surat Tulak-tulak, dan biasa digunakan untuk menuliskan kitab-kitab kuno yang dinamakan Pustaha, namun Pustaha itu umumnya bukan berisi tentang ‘cacatan sejarah’ orang Mandailing, melainkan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan pengobatan tradisional, ilmu-ilmu […]

  • Bonus Produksi PT SMGP tak Maksimal, PNNB Puncak Sorik Marapi Demo ke Kantor Bupati Madina

    Bonus Produksi PT SMGP tak Maksimal, PNNB Puncak Sorik Marapi Demo ke Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online: Ratusan pemuda mengatasnamakan dirinya dari Persatuan Naposo Nauli Bulung ( PNNB) di Kecamatan Puncak Sorik Marapai, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) datangi kantor Bupati Madina Senin 15/7. Kedatangan mereka mempertanyakan bonus produksi PT. Sorik Marapi Geotermal Power ( SMGP) yang beroperasi di wilayah mereka. Dalam orasinya di depan Sekretaris Daerah, Riski Koordinator Aksi […]

  • Anggaran Pantastis, Sosialisasi Penyuluhan Hukum Dari Dana Desa di Siabu Jadi Sorotan

    Anggaran Pantastis, Sosialisasi Penyuluhan Hukum Dari Dana Desa di Siabu Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    SIABU ( Mandailing Online ): Seluruh Desa di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) kembali mengalokasikan anggaran Dana Desa nya tahun 2024 untuk kegiatan sosialisasi penyukuhan hukum. setiap desa dikabarkan mengalokasikan anggaran Rp.9.000.000 untuk kegiatan itu. Dari data yang di dapat. ada 26 Desa di Kecamatan Siabu yang mengalokasikan anggaran kegiatan Sosialisasi Hukum […]

  • Pemkab Madina ajukan Perda disiplin PNS

    Pemkab Madina ajukan Perda disiplin PNS

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal akan mengajukan peraturan daerah yang mengatur tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang ada dilingkungan Pemkab Madina tanpa mengeyampingkan peraturan pemerintah nomor 53 tentang kepegawaian. Demikian dikatakan Sekda Kabupaten Madina, Gozali Pulungan, tadi sore. Diakui Gozali, bahwa kehadiran para kalangan Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) yang ada dilingkungan Pemkab Madina, […]

  • Urus Naik Golongan, Guru Dimintai Uang

    Urus Naik Golongan, Guru Dimintai Uang

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PALUTA – Sejumlah guru di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mengaku dipersulit beberapa oknum di Dinas Pendidikan (Disdik) Paluta saat hendak mengurus naik golongan. Mereka juga dimintai sejumlah uang dengan dalih untuk menghitung angka kredit jam kerja. Menurut guru-guru yang meminta namanya tidak dituliskan ini, meskipun sudah dimintai uang dengan nominal antara Rp1 […]

expand_less