Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Polisi Diminta Tangkap Penculik dan Perampok Gubernur LIRA Sumut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
  • print Cetak


MEDAN:
Pihak kepolisian diharapkan segera menangkap kawanan pelaku perampokan dan kasus penganiayaan terhadap Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumatra Utara Rizaldi Mavi.

“Kami berharap pihak kepolisian bisa segera menangkap para perampok sekaligus mengusut tuntas kasus perampokan disertai penganiayaan yang menimpa Gubernur LIRA Sumatra Utara Rizaldi Mavi,” kata Wali Kota LIRA Medan Ganda Manurung kepada pers usai bersama segenap pengurus dan kader LIRA Kota Medan membezuk Rizaldi Mavi yang hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Permata Bunda Medan, Sabtu, 30 Juli 2011.

Peristiwa yang menimpa Gubernur LIRA Sumut Rizaldi Mavi (52) itu terjadi saat yang bersangkutan mengendarai mobil di Jalan Krakatau Medan atau tidak jauh dari gerbang tol Tanjung Mulia hari Jumat 29 Juli 2011 sekitar Pukul 03.00 WIB dihadang oleh empat orang yang mengaku oknum aparat kepolisian.

Beberapa saat kemudian keempat orang itu menodongkan senjata tajam ke tubuh Rizaldi Mavi dan menyandera korban seraya mengambil alih kemudi mobilnya menuju arah Kabupaten Batubara, Sumatra Utara (Sumut).

Dalam perjalanan menuju Kabupaten Batubara, korban dengan tangan diborgol dan leher diikat dengan tali pinggang hanya bisa pasrah ketika seluruh uang dan barang berharga miliknya diambil oleh kawanan perampok itu.

Namun, lanjut Ganda, saat mobil yang dikemudikan kawanan perampok melintas di jalan lintas timur Sumatra atau persisnya di sekitar Kecamatan Indrapura, Kabupaten Batubara (sekitar 80 kilo meter dari Kota Medan), Rizaldi berhasil membuka pintu mobil seraya melompat dan melarikan diri ke kawasan perkebunan kelapa sawit.

Setelah berhasil lolos dari penyanderaan kawanan perampok, kata dia, koban dengan kondisi di sebagian tubuh luka dan memar segera melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya ke kantor Polsek Indrapura.

Beberapa jam pascaperistiwa penyanderaan dan perampokan itu, mobil korban telah ditemukan oleh warga di sekitar pinggiran Kota Tebing Tinggi, Sumut.

Menyikapi kasus penyanderaan dan perampokan tersebut, Ganda mengatakan, kasus penyanderaan dan perampokan yang menimpa Gubernur LIRA Sumut itu tidak bisa ditolerir secara hukum dan setiap pelakunya harus dihukum, sesuai dengan aturan dan undang undang yang berlaku.

“LIRA tidak ingin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatra Utara yang selama ini berjalan kondusif tidak boleh dinodai dengan segala bentuk tindakan kriminal, termasuk kasus penyanderaan dan perampokan,” tambahnya.(an)
Sumber : eksposnews.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minyak tanah subsidi ke Sumatera Utara dihapus

    Minyak tanah subsidi ke Sumatera Utara dihapus

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    JAKARTA, Mandailing Online) – Pemerintah telah menghemat Rp70 triliun dengan program konversi minyak tanah ke LPG sejak tahun 2007. Dirjen Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Edy Hermantoro, menjelaskan program konversi minyak tanah ke LPG yang dilakukan untuk menekan besaran subsidi minyak tanah. Hingga saat ini, sejumlah propinsi dinyatakan ‘dry’ dari minyak tanah […]

  • Tiang Bangunan Pasar Baru Panyabungan Roboh

    Tiang Bangunan Pasar Baru Panyabungan Roboh

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu tiang yang baru dicor untuk gedung Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal, dikabarkan roboh pada Minggu siang (11/4/2021). Akibatnya, sejumlah rangka besi tiang tiang lain ikut oleng membengkok karena satu sama lain terkait dalam sistem penyangga. Sejauh ini tidak ada kabar luka-luka dialami pekerja. Tidak banyak yang tahu peristiwa itu karena […]

  • Lahan Pertanian di Madina 4,4 Ribu Ha Terdampak Bencana

    Lahan Pertanian di Madina 4,4 Ribu Ha Terdampak Bencana

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NAGAJUANG (Mandailing Online) – Areal pertanian yang terdampak bencana alam di Mandailing Natal (Madina) mencapai 4.498.78 hektar. Di antaranya mengalami gagal tanam atau puso 3.630.35 hektar. Itu diungkap Kepala Dinas Pertanian Madina Taupik Zulhandra Ritonga saat mendampingi Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi dan pejabat Sekretariat Kementan, Dr. Ir. Ali Jamin bersama Deputi I Bidang […]

  • Jaksa Terus Dalami Dugaan Korupsi Konservasi Pasanggrahan Kota Nopan

    Jaksa Terus Dalami Dugaan Korupsi Konservasi Pasanggrahan Kota Nopan

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Dugaan korupsi pembangunan konservasi pasanggrahan aset Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Kecamatan Kota Nopan ,Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) bernilai Rp.2,398.646.000,00 dianggarkan di APBD Pemprovsu tahun 2022 dan dikerjakan CV.Sinar Jaya Abadi ( SJA ) terus di dalami Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Mandailing Natal. informasi terakhir yang didapat […]

  • Soal Surat Rekomendasi Pindah Palsu Bupati Madina Harus Cabut SK Idris Batubara

    Soal Surat Rekomendasi Pindah Palsu Bupati Madina Harus Cabut SK Idris Batubara

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Sekretaris Komisi I DPRD Madina Iskandar Hasibuan meminta Bupati HM Hidayat Batubara mencopot Mhd Idris Batubara sebagai Sekretaris Camat Panyabungan Kota dengan mencabut SK pengangkatannya. Pasalnya, eks PNS Pemkab Labuhanbatu Utara (Labura) itu diduga memalsukan surat rekomendasi persetujuan pindah Bupati Labura ke Pemkab Madina. “Saya melihat Bupati Madina harus segera menuntaskan persoalan ini, meskipun […]

  • Ribuan Siswa SMA di Sumut Tak Lulus UN

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan – Sebanyak 4.564 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Sumatera Utara dinyatakan tidak lulus ujian nasional (UN) tahun 2013. Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Hendri Siregar merinci dari 4.564 peserta UN yang tidak lulus tersebut, 1.616 orang (1,96%) merupakan siswa Sekolah Menengah Kejuruan dan 2.948 orang (2,51%) adalah siswa SMA dan Madrasah Aliyah. Peserta […]

expand_less