Rabu, 12 Agu 2026
light_mode

Polisi Diminta Tangkap Penculik dan Perampok Gubernur LIRA Sumut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
  • print Cetak


MEDAN:
Pihak kepolisian diharapkan segera menangkap kawanan pelaku perampokan dan kasus penganiayaan terhadap Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumatra Utara Rizaldi Mavi.

“Kami berharap pihak kepolisian bisa segera menangkap para perampok sekaligus mengusut tuntas kasus perampokan disertai penganiayaan yang menimpa Gubernur LIRA Sumatra Utara Rizaldi Mavi,” kata Wali Kota LIRA Medan Ganda Manurung kepada pers usai bersama segenap pengurus dan kader LIRA Kota Medan membezuk Rizaldi Mavi yang hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Permata Bunda Medan, Sabtu, 30 Juli 2011.

Peristiwa yang menimpa Gubernur LIRA Sumut Rizaldi Mavi (52) itu terjadi saat yang bersangkutan mengendarai mobil di Jalan Krakatau Medan atau tidak jauh dari gerbang tol Tanjung Mulia hari Jumat 29 Juli 2011 sekitar Pukul 03.00 WIB dihadang oleh empat orang yang mengaku oknum aparat kepolisian.

Beberapa saat kemudian keempat orang itu menodongkan senjata tajam ke tubuh Rizaldi Mavi dan menyandera korban seraya mengambil alih kemudi mobilnya menuju arah Kabupaten Batubara, Sumatra Utara (Sumut).

Dalam perjalanan menuju Kabupaten Batubara, korban dengan tangan diborgol dan leher diikat dengan tali pinggang hanya bisa pasrah ketika seluruh uang dan barang berharga miliknya diambil oleh kawanan perampok itu.

Namun, lanjut Ganda, saat mobil yang dikemudikan kawanan perampok melintas di jalan lintas timur Sumatra atau persisnya di sekitar Kecamatan Indrapura, Kabupaten Batubara (sekitar 80 kilo meter dari Kota Medan), Rizaldi berhasil membuka pintu mobil seraya melompat dan melarikan diri ke kawasan perkebunan kelapa sawit.

Setelah berhasil lolos dari penyanderaan kawanan perampok, kata dia, koban dengan kondisi di sebagian tubuh luka dan memar segera melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya ke kantor Polsek Indrapura.

Beberapa jam pascaperistiwa penyanderaan dan perampokan itu, mobil korban telah ditemukan oleh warga di sekitar pinggiran Kota Tebing Tinggi, Sumut.

Menyikapi kasus penyanderaan dan perampokan tersebut, Ganda mengatakan, kasus penyanderaan dan perampokan yang menimpa Gubernur LIRA Sumut itu tidak bisa ditolerir secara hukum dan setiap pelakunya harus dihukum, sesuai dengan aturan dan undang undang yang berlaku.

“LIRA tidak ingin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatra Utara yang selama ini berjalan kondusif tidak boleh dinodai dengan segala bentuk tindakan kriminal, termasuk kasus penyanderaan dan perampokan,” tambahnya.(an)
Sumber : eksposnews.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemalsu Pupuk Diciduk

    Pemalsu Pupuk Diciduk

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SERGAI- Dua orang tersangka pelaku pemalsu pupuk ditangkap Polres Sergai dari kediamannya masing masing. Dari lokasi penangkapan (TKP) petugas mengamankan 140 karung berisi pupuk palsu yang siap edar serta peralatan untuk produksi, Senin (18/4). Menurut keterangan yang diperoleh wartawan koran ini, awalnya polisi mendapat info bahwa tersangka Herianto alias Ateng (34), warga Dusun IV, Desa […]

  • 4 Desa di Muara Batang Gadis Dihantam Arus Bandang

    4 Desa di Muara Batang Gadis Dihantam Arus Bandang

    • calendar_month Senin, 9 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Sebanyak 4 desa di Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina dihantam banjir bandang Sungai Parlampungan, Minggu (8/10) sekira pukul  20.00 Wib, akibat curah yang tinggi. Keempat desa itu adalah Desa Hutaimbaru, Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II dan Desa Ranto Panjang. Pihak berwenang Madina melaporakan, di  Desa Rantau Panjang 50 […]

  • Gaja Do Napagaja, Landung Natarkapit

    Gaja Do Napagaja, Landung Natarkapit

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Songon nabiaso alak dikampung pula dung loja-loja marusaho tontu les natulopo ujungna maradian sareto giot laos manyirup-nyirup kopi paet. Songoni mada disada maso ima topekma diari Salasa dilopo nisi Jakombang, bahat ma tarpaida alak namarkumpul palidang-lidang pat dilopo i. Sareto diari I bahat alak dihutai mandung mandaek sarojitana pastimei mandung cerah ma nida parboi nialak […]

  • YLBHI kecam aksi koboi polisi di Mandailing Natal

    YLBHI kecam aksi koboi polisi di Mandailing Natal

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam tindakan ala koboi yang dilakukan para anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kompi C Tapanuli Selatan, terhadap warga Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, baru-baru ini. Seorang perempuan yang mencoba menuntut hak-haknya terkapar terkena peluru. Menurut rilis yang diterima primaironline.com, Jumat […]

  • Bupati Madina Diminta Realisasikan Janji Revisi Peta Hutan

    Bupati Madina Diminta Realisasikan Janji Revisi Peta Hutan

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Ketua Forum Keluarga Besar Batang Natal (FKBBN) Mara Halim Nasution meminta Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Hidayat untuk segera merealisir janjinya merevisi peta hutan lindung, taman nasional serta hutan produksi di Kabupaten Madina khususnya yang berada di Kecamatan Batang Natal karena dinilai melanggar Pasal 36 ayat 1 dan 2 UU No 39/1999 tentang Hak […]

  • Tim Basarnas Masih Kesulitan Mengevakuasi Korban

    Tim Basarnas Masih Kesulitan Mengevakuasi Korban

    • calendar_month Jumat, 8 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga hari kedua kegiatan evakuasi jenazah korban reruntuhan tambang emas di Huta Bargot, Jum’at (8/2), tim Basarnas (Badan SAR Nasional) masih mengalami kendala. Pada hari pertama kehadiran tim Basarnas, Kamis (7/2) petugas Basranas dibantu 4 orang relawan tambang telah memasuki lobang TKP untuk mengetahui kondisi dan peta lobang sebagai langkah awal […]

expand_less