Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Ini Draf Struktur Kurikulum Baru SD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 16 Nov 2012
  • print Cetak

JAKARTA, (MO) — Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 di sektor pendidikan, penataan kurikulum pendidikan menjadi salah satu target yang harus diselesaikan. Rencananya pada Juni 2013 nanti, sekolah yang ada di Indonesia sudah mulai menggunakan kurikulum baru yang kini masih dibahas. Draf perubahan kurikulum sudah dipaparkan di depan Wakil Presiden Boediono, Selasa (13/11/2012).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa perubahan kurikulum ini merata untuk setiap jenjang, baik dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Ini dilakukan di tiap jenjang sekolah. Tujuannya tentu untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah agar anak-anak ini mampu bersaing di masa depan nanti,” kata Nuh saat jumpa pers di Kantor Kemdikbud, Selasa (13/11/2012).

Untuk jenjang SD, anak-anak tidak lagi mempelajari masing-masing mata pelajaran secara terpisah pada kurikulum baru ini. Pembelajaran berbasis tematik integratif yang diterapkan pada tingkatan pendidikan dasar ini menyuguhkan proses belajar berdasarkan tema untuk kemudian dikombinasikan dengan mata pelajaran yang ada.

6 mata pelajaran berbasis tematik

Seperti diketahui, mata pelajaran untuk anak SD yang semula berjumlah 10 mata pelajaran dipadatkan menjadi enam mata pelajaran, yaitu Agama, PPKn, Matematika, Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, serta Seni Budaya dalam kurikulum baru ini. Sementara empat mata pelajaran yang dulu berdiri sendiri, yaitu IPA, IPS, muatan lokal, dan pengembangan diri, diintegrasikan dengan enam mata pelajaran lainnya.

“Memang sewajarnya seperti itu. IPA dan IPS dijadikan penggerak dan masuk dalam materi bahasan semua mata pelajaran. Begitu pula dengan mulok dan pengembangan diri itu kaitannya nanti dengan seni budaya,” ujar Nuh.

Dengan pemadatan mata pelajaran dan pembelajaran berbasis tema ini, anak-anak juga tidak akan lagi kerepotan membawa buku yang banyak dalam tasnya. Nuh mengungkapkan dengan pendekatan tematik ini, anak-anak hanya perlu membawa paling tidak dua atau tiga buku sesuai dengan tema yang dipilih pada minggu tersebut.

Belajar di sekolah lebih lama

Namun, berkurangnya mata pelajaran dalam kurikulum ini justru membuat durasi belajar anak di sekolah bertambah. Nuh menjelaskan bahwa metode baru ini mengharuskan anak-anak untuk ikut aktif dalam pembelajaran dan mengobservasi setiap tema yang menjadi bahasan.

“Pola ini tentu tidak bisa dilakukan dengan durasi belajar sebelumnya. Untuk itu ditambah sebanyak empat jam pelajaran per minggu,” kata Nuh.

Dengan demikian, untuk kelas I-III yang awalnya belajar selama 26-28 jam dalam seminggu bertambah menjadi 30-32 jam seminggu. Sementara pada kelas IV-VI yang semula belajar selama 32 jam per minggu di sekolah bertambah menjadi 36 jam per minggu.

“Penambahan jam belajar ini masih sesuai karena dibandingkan negara lain, Indonesia terbilang masih singkat durasinya untuk anak usia 7-9 tahun,” ungkap Nuh.

Pramuka jadi ekskul wajib

Dari berbagai paparan di atas, Bahasa Inggris yang sebelumnya sempat disebut-sebut akan dihilangkan memang tidak tercantum dalam salah satu mata pelajaran yang ada. Ternyata untuk tingkat SD ini, Bahasa Inggris masuk dalam kegiatan ekstra kurikuler bersama dengan Palang Merah Remaja (PMR), UKS, dan Pramuka.

“Pramuka ini akan jadi ekskul wajib untuk berbagai jenjang tidak hanya di SD. Nanti akan dibicarakan juga dengan Kemenpora,” tuturnya.

Demikian bentuk kurikulum baru yang akan diberlakukan pada anak-anak tingkat SD. Sistem pembelajaran berbasis tematik integratif ini telah dijalankan di banyak negara, seperti Inggris, Jerman, Perancis, Finlandia, Skotlandia, Australia, Selandia Baru, sebagian Amerika Serikat, Korea Selatan, Singapura, Hongkong, dan Filipina.(kompas)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kompolnas Minta Polda Tegas Tangani Perkara Laporan Ramli Lubis

    Kompolnas Minta Polda Tegas Tangani Perkara Laporan Ramli Lubis

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    MEDAN, (Mandailing Online) – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta Polda Sumut tegas dan tidak ragu-ragu dalam menangani satu perkara, termasuk kasus pemalsuan akta autentik RUPS-LB PT Rizkina Mandiri Perdana (PT RMP) yang dilaporkan Ramli Lubis Mantan Walikota Medan. “Tentang pengalihan saham perkebunan seluas sekitar 10 ribu Ha di Kab Madina yang melibatkan Ramli Lubis dan […]

  • WawanWawancara CEO Tympanum Novem  (Bagian I)

    WawanWawancara CEO Tympanum Novem (Bagian I)

    • calendar_month Rabu, 14 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Banyak kemajuan yang sudah dicapai Tympanum Novem sejak muncul tahun lalu melalui film perdana Mandailing “Biola Na Mabugang”. Banyak pihak yang menyebutkan bahwa film ini mengawali gerbong dinamika genre baru dalam segmen hiburan di kawasan Mandailing dan bekas daerah Tapanuli Selatan secara umum. Dalam sebuah kesempatan di tengah-tengah penggarapan film “Lilu”, Holik Mandailing Online menyempatkan […]

  • Karikatur Penghinaan Terhadap Nabi Muncul Lagi, Buah Kebebasan Demokrasi?

    Karikatur Penghinaan Terhadap Nabi Muncul Lagi, Buah Kebebasan Demokrasi?

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Sungguh lancang! Sebuah karikatur kembali diduga telah melecehkan dan menghina Islam. Pasalnya, ilustrasui karikatur tersebut menggambarkan dua sosok yang berjabat tangan di langit dengan latar belakang bersenjata. Sosok yang diilustrasikan diduga kuat mengarah pada dua Nabiyullah, yaitu Muhammad saw dan Musa as. Karikatur pelecehan tersebut dimuat oleh salah […]

  • Lahirkan Krisis Tenaga Kerja Global, Kapitalisme Gagal Wujudkan Kesejahteraan

    Lahirkan Krisis Tenaga Kerja Global, Kapitalisme Gagal Wujudkan Kesejahteraan

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Fenomena krisis lapangan kerja kini tengah meningkat di beberapa negara. Pasalnya, krisis tersebut tidak hanya menimpa negara-negara berkembang, tetapi juga melanda negara-negara maju. Ekonomi pasar terbuka yang selalu diwacanakan sebagai solusi masyarakat global dalam arus pertukaran barang dan jasa tak terbatas, ternyata tidak bekerja ideal bagi semua orang […]

  • Pelantikan Kades Dijadwal Januari

    Pelantikan Kades Dijadwal Januari

    • calendar_month Selasa, 20 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Kepala desa terpilih hasil Pilkades serentak 2016 di Mandailing Natal, dijadwal akan dilantik pada Januari 2017. Hal itu disampaikan Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution menjawab wartawan, Selasa (20/12) di Desa Hutanamale Kecamatan Puncak Sorik Marapi. Bupati tidak menyebut tanggal berapa pelantikan itu. Dia hanya menyatakan bahwa sebisa mungkin […]

  • Basarnas Kirim Heli Ke Lokasi

    Basarnas Kirim Heli Ke Lokasi

    • calendar_month Jumat, 8 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu unit helikopter terlihat terbang menuju lokasi tambang yang runtuh di Huta Bargot, Mandailing Natal, Jum’at (8/2). Heli ini dikirim Basarnas Sumut untuk membantu tim Basarnas yang sejak Kamis kemarin berupaya melakukan evakuasi korban dari dalam lobang tambang sedalam 150 meter di dalam tanah. Menjawab wartawan, Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara […]

expand_less