Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Kampoeng Kaos Madina Hadirkan Alat Tenun Kain Khas Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Mar 2016
  • print Cetak
Dua Gadis Mandailing sedang menenun kain Mandailing memakai alat tenun bukan mesin di Kampoeng Kaos Madina

Dua Gadis Mandailing sedang menenun kain Mandailing memakai alat tenun bukan mesin di Kampoeng Kaos Madina

Kampoeng Kaos Madina (KKM) sebagai industri kreatif yang memproduksi berbagai jenis produk khas Mandailing, terus mengembangkan inovasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, terutama kain bermotif khas Mandailing.

Saat ini KKM telah menambah produknya, berupa produk kain yang diproduksi dengan alat tenun bukan mesin (ATBM). Kain-kain yang diproduksi tersebut memiliki corak dan motif Mandailing.

Upaya KKM menghadirkan alat tenun ini dalam menjawab kebutuhan masyarakat kepada kain yang bermotif khas Mandailing yang terus meningkat, sehingga masyarakat sudah bisa mendapatkan kain khas Mandailing di daerah ini.

Hingga kini, alat tenun itu telah mampu menghasilkan sekitar 50 meter kain dalam sehari. “Kain yang kita produksi dengan alat tenun ini tetap mengedepankan motif ciri khas Mandailing,” ujar Sobir Lubis, Ketua Kampoeng KKM menjawab wartawan, Senin (28/3).

Selain menghadirkan alat tenun, pihak KKM juga telah melatih kaum muda perempuan Mandailing yang akan mengoperasikan alat tenun tersebut dengan pelatih yang professional sehingga karyawan KKM mampu memproduksi kain khas Mandailing berkualitas tinggi.

“Dalam pengoperasian alat tersebut, KKM sebelumnya telah mengirimkan bebarapa orang untuk dilatih bagaimana tata cara, sehingga menghasilkan produk yang bagus,” katanya.

Dijelaskannya, selama ini dalam menghasilkan produk ciri khas Mandailing, KKM masih menggunakan cetakan ataupun sablon. “Kita bersyukur sekali atas adanya alat tenunan, sebab konsumen sudah bisa memilih bagaimana motif kain yang mereka perlukan, baik cetakan, sablon maupun hasil tenunan langsung” jelasnya.

Sementara itu, N Lubis warga Kelurahan Kota Siantar salah seorang pekerja yang mengoperasikan alat tenun di KKM mengatakan, sebelumnya dia bersama rekannya terlebih dahulu mendapat pelatihan bagaimana tata cara mengoperasikan alat tenun untuk memperoleh hasil yang bagus.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KKM bisa diterima bekerja, tentu sebelum terjun kami mendapat pelatihan agar hasil kain motif bernuansa Mandailing lebih bagus, sehingga konsumen tidak kecewa dengan hasil karya KKM,” ujarnya.

Sejak berdiri pada tahun 2008, KKM yang beralamat di Jl. Jambu, Lintas Timur, Sipolu-polu, Panyabungan ini juga telah mampu mebuka lapangan kerja. Saat ini jumlah karyawan di KKM sebanyak 105 orang, diantaranya 32 tenaga profesional dari pulau Jawa yakni Jawa Barat.

Kehadiran alat tenin non mesin itu, telah menambah ragam produk KKM, yang selama ini berjumlah 12 jenis produk menjadi 13 jenis, yang kesemuanya berbasis pada ciri dan khas Mandailing.

Daftar Produk Kampoeng Kaos Madina

  1. Kaos Madina
  2. Batik Madina
  3. Kain tenun khas Mandailing
  4. Miniatur Gordang Sambilan
  5. Miniatur Bagas Godang
  6. Miniatur Sopo Godang
  7. Cangkir Tempurung
  8. Payung
  9. Gantungan Kunci
  10. Tas
  11. Topi
  12. Lampu Hias
  13. Berbagai ragam sablonan, bordiran & jahitan

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Temukan Ladang Ganja dari Helikopter

    Polisi Temukan Ladang Ganja dari Helikopter

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    10 Ribu Batang Ganja Dicabut dari Tor Sihite MADINA- Sedikitnya sepuluh ribu batang ganja dengan variasi usia dicabut dari tiga hektare lahan yang tersebar di pegunungan Tor Sihite, Madina, kemarin (12/1). Penemuan ini merupakan kali pertama sekaligus terbesar di awal Januari. Rencananya, polisi akan memberangus ladang ganja lainnya secara rutin selama dua bulan sekali. Sekitar […]

  • Tuntutan Pendemo ke Pj Bupati & DPRD

    Tuntutan Pendemo ke Pj Bupati & DPRD

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-; Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Mandailing Natal (AMP2M) bersama Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma PP) berdemonstrasi ke kantor Pemkab dan DPRD Madina, Kamis (28/10). Mereka meminta pejabat terkait bertanggung jawab atas defisit anggaran tahun 2010 yang berjumlah Rp19,7 miliar, dan mendesak Pejabat (Pj) Bupati Aspan Batubara dan DPRD membentuk tim auditor defisit anggaran tersebut. […]

  • Belum jadi Bupati Madina, Hari ini Harun Mustafa Usulkan 3 Proyek Strategis lewat Komisi V DPR-RI

    Belum jadi Bupati Madina, Hari ini Harun Mustafa Usulkan 3 Proyek Strategis lewat Komisi V DPR-RI

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Perjuangan membangun Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terus diupayalan calon bupati madina nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution. kali ini lewat Musa Rajekshah anggota komisi V DPR-RI, Harun Mustafa mengusulkan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI) untuk Kabupaten Madina. ” hari ini pak Musa Rajekshah selaku anggota […]

  • 57 Tahun Pidato Natsir Tentang Sekularisme (2-selesai)

    57 Tahun Pidato Natsir Tentang Sekularisme (2-selesai)

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Dr. Adian Husaini (dikutip dari hidayatullah.com)   Komunisme, umpamanya, mempunyai konsep “perikemanusiaan” yang berlainan dengan kita. Di dalam Negara yang mereka cita-citakan, adanya hak milik dianggap melanggar asas-asas kemanusiaan. Bagi kita, adanya hak milik adalah syarat untuk perikemanusiaan, karena sesuai dengan fitrah manusia. Sekulerisme, la-diiniyah, tanpa agama, Saudara ketua, tidak bisa memberi keputusan […]

  • 4 Orang Terbakar, Penjual Minyak Tanah Eceran Dipukuli Warga

    4 Orang Terbakar, Penjual Minyak Tanah Eceran Dipukuli Warga

    • calendar_month Senin, 1 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) : Seorang pengecer minyak tanah, Minggu siang (31/1) sekitar pukul 13.00 Wib dipukuli warga desa Manambin Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal. Pria bernama Asnawi Lubis alias Lokot (45) warga Jorong Hutanauli, Kelurahan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat dipukuli warga karena mencoba melarikan diri setelah minyak tanah yang dibawanya terbakar menyebabkan korban luka. Informasi […]

  • Boby Nasution Kunjungi Kampoeng Kaos Madina

    Boby Nasution Kunjungi Kampoeng Kaos Madina

    • calendar_month Jumat, 15 Des 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Boby Nasution, mengungjungi Kampoeng Kaos Madina  di Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (15/12/2017). Kunjungan menantu Presiden Jokowi  ke Kampoeng Kaos ini merupakan salah satu titik lawatan selama berada di Mandailing Natal (Madina). Dia menyatakan mengagumi Kampoeng Kaos Madina sebagai satu industri kreatif yang berbasis budaya Mandailing. Di Kampoeng Koas dia didampingi bupati […]

expand_less