Jumat, 30 Okt 2026
light_mode

SRI dan BPGC Bantuk Tim Pengembangan Kopi Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sumatera Rainforest Institute (SRI) dan Batang Pungkut Green Conservation (BPGC) sepakat membentuk tim pengembangan kopi Mandailing.  Tujuannya, mengupayakan kembali kejayaan kopi Mandailing.  

Demikian disampaikan Penasehat BPGC Iswar Matondang didampingi direktur SRI Rasyid Assaf Dongoran,M.Si kepada wartawan, Rabu (4/3) di Panyabungan.

Gerakan tim dinyatakan sebagai bentuk respon terhadap keluhan petani kopi di Mandailing Natal (Madina), yang kemampuan produksi dan mutunya masih sangat rendah. Sementara di saat yang sama begitu banyak produsen dan eksportir kopi dari kabupaten lain di Sumatera, Sulawesi, Jawa Timur dan Aceh yang di sinyalir menggunakan nama Kopi  Mandailing.

Rasyid menyatakan, di antara agenda kerja yang telah ditetapkan adalah pendampingan petani kopi, mulai dari pembibitan sampai pragmentasi hingga pemasaran, serta kampanye kopi arabika Mandailing yang asli.

“Tentu saja ini bukan kerja yang mudah  dan butuh dukungan dari semua pihak  sehingga petani kopi Mandailing Natal mampu meningkatkan produksi dan mutu kopi Mandailing, dengan harapan beberapa tahun kedepan kejayaan kopi Mandaling kembali ke tanah Mandaling,” harap Rasyid.

Sementara itu, Iswar menjelaskan bahwa kopi Mandailing yang terkenal sampai saat ini dunia international tentu saja tidak bisa lepas dari sajarah. Kopi Mandailing telah dikenal dunia sejak 1878, terutama varietas arabika.

Kopi ini tumbuh di ketinggian 1.200 kaki di atas permukaan air laut dan yang membawanya pertama kali adalah pemerintah kolonial Belanda. Pembibitan kopi Belanda pada waktu itu terdapat di desa Tanobato namun kopi tersebut tidak ditanam di sana tapi di daerah Pakantan.

“Banyak nyawa yang hilang ketika membawa bibit kopi dari Tanobato ke Pakantan yang berjarak sekitar 50 kilometer,” ujarnya.

Saat ini kata Iswar, sisa-sisa kejayaan kopi Mandailing masih terlihat di beberapa desa sekitar Pakantan, Ulupungkut dan Kotanopan. Di beberapa kebun masyarakat masih terdapat kopi-kopi tua yang sudah tidak produktif lagi.

“Di beberapa desa di wilayah Mandailing Julu dalam beberapa tahun terakhir ini sudah mulai bergiat menanam kopi, seperti di Desa Simpang Banyak, Ulu Pungkut. Luas lahan yang ditanam kopi masih sangat terbatas, dan kopi yang dihasilkan masih jauh dari yang di harapkan, baik dari segi kualitas, maupun kuantitas. Untuk itu, kita harus berupaya untuk menghidupkan kembali kejayaan kopi Mandailing,” kata Iswar.

 

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Madina : Kehadiran Taman Raja Batu Mesti Disyukuri

    Ketua DPRD Madina : Kehadiran Taman Raja Batu Mesti Disyukuri

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis menyatakan keberadaan Taman Raja Batu patut disyukuri masyarakat Madina. Itu dikatakannya menjawab wartawan saat meninjau Taman Raja Batu, Jum’at (6/3/2020). Menurutnya, kehadiran Taman Raja Batu secara otomatis telah mengurangi biaya apabila pemerintah daerah menyelenggarakan even atau acara kedaerahan yang selama ini selalu menyewa lapangan. […]

  • Percepatan Re-Operasionalisasi PT. SMGP Harus Diprioritaskan

    Percepatan Re-Operasionalisasi PT. SMGP Harus Diprioritaskan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perkembangan kemajuan yang berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan akan pasokan listrik, menjadi dasar untuk menempatkan upaya percepatan re-operasiolasasi PT. Sorik Marapi Geothermal Power (PT.SMGP) sebagai prioritas bagi pemerintah. Demikian ditegaskan Mandailing Natal (Madina) Ali Mutiara Rangkuti dalam sebuah rilis pers yang dikirim ke redaksi Mandailing Online, Sabtu (14/2015). Ali menjelaskan, […]

  • Perbaikan Jembatan Mompang Panyabungan Rampung

    Perbaikan Jembatan Mompang Panyabungan Rampung

    • calendar_month Senin, 1 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Jembatan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapat pemeliharaan berkala dengan nilai Rp1,1 miliar dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. “Jembatan ini sebelumnya sudah terlalu sempit dan sering terjadi kecelakaan bagi pengendara yang lewat. Namun setelah adanya pemeliharaan ini, jembatan ini sudah terlihat […]

  • Polisi Harus Arif Terkait Kasus Maga

    Polisi Harus Arif Terkait Kasus Maga

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal (Madina) dihimbau bertindak profesional dalam kasus Maga. Jangan sampai yang tidak bersalah menjadi tersangka. Jangan menguntungkan pihak tertentu. “Kerusuhan sosial pada hari Selasa 20 Januari 2015 yang lalu adalah suatu sikap spontanitas masyarakat karena tokoh pergerakan mereka diancam bunuh oleh korban Ispara Sakti Nasution Adek dan kawan-kawannya, tidak […]

  • Batang Natal dan Ulu Pungkut Juga Harus Direnegosiasi

    Batang Natal dan Ulu Pungkut Juga Harus Direnegosiasi

    • calendar_month Selasa, 9 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menyatakan bahwa kawasan Batang Natal dan Ulu Pungkut juga perlu dimasukkan dalam daftar renegosiasi kontrak karya PT.Sorikmas Mining. Itu dikatakan Dahlan Hasan pada rapat dengar pendapat di DPRD Madina, Selasa (9/4/2013) membahas tuntutan warga Kecamatan Naga Juang yang menginginkan kawasan bukit Sambung dikeluarkan dari kontrak […]

  • Quota Gas LPG Untuk Madina Terlalu Minim

    Quota Gas LPG Untuk Madina Terlalu Minim

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasokan gas LPG untuk Mandailing Natal (Madina) selama ini masih kurang, penyebab terjadinya kelangkaan beberapa pekan lalu. Berdasar data Bagian Perekonomian Pemkab Madina, selama ini pihak Pertamina hanya memasok sebanyak 103.040 tabung ukuran 3kg per tahun melalui dua agen penyalur. Itu masih kurang jika dibandingkan jumlah penduduk dan jumlah konsumen di […]

expand_less