Rabu, 29 Jul 2026
light_mode

SRI dan BPGC Bantuk Tim Pengembangan Kopi Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online)Sumatera Rainforest Institute (SRI) dan Batang Pungkut Green Conservation (BPGC) sepakat membentuk tim pengembangan kopi Mandailing.  Tujuannya, mengupayakan kembali kejayaan kopi Mandailing.  

Demikian disampaikan Penasehat BPGC Iswar Matondang didampingi direktur SRI Rasyid Assaf Dongoran,M.Si kepada wartawan, Rabu (4/3) di Panyabungan.

Gerakan tim dinyatakan sebagai bentuk respon terhadap keluhan petani kopi di Mandailing Natal (Madina), yang kemampuan produksi dan mutunya masih sangat rendah. Sementara di saat yang sama begitu banyak produsen dan eksportir kopi dari kabupaten lain di Sumatera, Sulawesi, Jawa Timur dan Aceh yang di sinyalir menggunakan nama Kopi  Mandailing.

Rasyid menyatakan, di antara agenda kerja yang telah ditetapkan adalah pendampingan petani kopi, mulai dari pembibitan sampai pragmentasi hingga pemasaran, serta kampanye kopi arabika Mandailing yang asli.

“Tentu saja ini bukan kerja yang mudah  dan butuh dukungan dari semua pihak  sehingga petani kopi Mandailing Natal mampu meningkatkan produksi dan mutu kopi Mandailing, dengan harapan beberapa tahun kedepan kejayaan kopi Mandaling kembali ke tanah Mandaling,” harap Rasyid.

Sementara itu, Iswar menjelaskan bahwa kopi Mandailing yang terkenal sampai saat ini dunia international tentu saja tidak bisa lepas dari sajarah. Kopi Mandailing telah dikenal dunia sejak 1878, terutama varietas arabika.

Kopi ini tumbuh di ketinggian 1.200 kaki di atas permukaan air laut dan yang membawanya pertama kali adalah pemerintah kolonial Belanda. Pembibitan kopi Belanda pada waktu itu terdapat di desa Tanobato namun kopi tersebut tidak ditanam di sana tapi di daerah Pakantan.

“Banyak nyawa yang hilang ketika membawa bibit kopi dari Tanobato ke Pakantan yang berjarak sekitar 50 kilometer,” ujarnya.

Saat ini kata Iswar, sisa-sisa kejayaan kopi Mandailing masih terlihat di beberapa desa sekitar Pakantan, Ulupungkut dan Kotanopan. Di beberapa kebun masyarakat masih terdapat kopi-kopi tua yang sudah tidak produktif lagi.

“Di beberapa desa di wilayah Mandailing Julu dalam beberapa tahun terakhir ini sudah mulai bergiat menanam kopi, seperti di Desa Simpang Banyak, Ulu Pungkut. Luas lahan yang ditanam kopi masih sangat terbatas, dan kopi yang dihasilkan masih jauh dari yang di harapkan, baik dari segi kualitas, maupun kuantitas. Untuk itu, kita harus berupaya untuk menghidupkan kembali kejayaan kopi Mandailing,” kata Iswar.

 

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • H.Saipullah Nasution : Saatnya Orang Mandailing Memilih Orang Mandailing

    H.Saipullah Nasution : Saatnya Orang Mandailing Memilih Orang Mandailing

    • calendar_month Sabtu, 1 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online)- Sudah saatnya orang Mandailing duduk sebagai anggota DPR RI di senayan, selama berdirinya Kabupaten Mandailing Natal, belum pernah satu pun putra daerah melalui Dapil Sumut II yang berhasil menjadi anggota DPR RI, yang ada hanya orang luar yang selalu datang dan ambil suara dari Mandailing Natal. Hal ini dikatakan H.Saipullah Nasution Bacaleg […]

  • Pulang Kunker, Tas Oknum Anggota Dewan Kebongkaran Di Lion Air

    Pulang Kunker, Tas Oknum Anggota Dewan Kebongkaran Di Lion Air

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Panyabungan, MADINA Tindak kejahatan pencurian terjadi di maskapai penerbangan Lion Air, kali ini dialami salah seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Dodi Martua. Ketika hendak pulang kunjungan kerja Komisi 1 DPRD Madina ke Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur bersama sejumlah anggota lainnya dan Dinas Pendidikan Pemkab Madina pada hari Senin (11/11) […]

  • Penemuan Ladang Ganja Terus Berulang, MPC PP: Seluruh Stakeholder Harus Duduk Bersama

    Penemuan Ladang Ganja Terus Berulang, MPC PP: Seluruh Stakeholder Harus Duduk Bersama

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menanggapi penemuan ladang ganja yang terus berulang di Mandailing Natal (Madina), Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) meminta agar stakeholder duduk bersama mencari solusi terbaik. Demikian disampaikan Ketua Bidang (Kabid) Keagamaan dan Kerohanian Syamsul Hidayat Borotan, S.Pd.I kepada Mandailing Online, Senin (21/2). “Penemuan 2 hektare berisi 10.000 ribu batang ganja […]

  • Suryadharma Ali: Jangan Haramkan APBD untuk Pendidikan Agama

    Suryadharma Ali: Jangan Haramkan APBD untuk Pendidikan Agama

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TANGERANG (Mandailing Online) — Menteri Agama Suryadharma Ali meminta pemerintah daerah tidak ragu-ragu mengalokasikan anggaran dari APBD untuk meningkatkan pendidikan agama di daerahnya masing-masing. Menurut Suryadharma, dikotomi yang terjadi pada pendidikan agama dalam semua hal harus diselesaikan. Suryadharma menjelaskan, lembaga pendidikan agama, seperti pesantren, merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Sebelum keberadaan sekolah di Indonesia […]

  • Kades Sirambas Tidak Berniat Cabut Laporan Polisi Terkait Pengrusakan Kantor Desa

    Kades Sirambas Tidak Berniat Cabut Laporan Polisi Terkait Pengrusakan Kantor Desa

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih ingat kasus warga desa Sirambas, Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) yang telah dilaporkan Kepala Desa nya sendiri ke Polisi dengan tuduhan pengerusakan kantor desa. Kabarnya Kades Sirmbas tidak berniat mencabut laporan. Kades menilai perlakuan warganya itu sebagai konsekuensi apa yang telah dilakukan. ” untuk niat cabut lapiran […]

  • Pemkab Madina Tak Mampu Jawab Soal Dana Covid

    Pemkab Madina Tak Mampu Jawab Soal Dana Covid

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab tak mampu menjawab kesiapan dana penanggulangan Covid-19 di Mandailing Natal (Madina). Bahkan untuk biaya puding dan honor para petugas posko pemeriksaan di perbatasan Madina saja hingga kini tak jelas nasibnya. Nasib anggaran dana ini terungkap di Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi 4 DPRD Madina dengan tim Gugus Tugas […]

expand_less