Minggu, 14 Jun 2026
light_mode

Penemuan Ladang Ganja Terus Berulang, MPC PP: Seluruh Stakeholder Harus Duduk Bersama

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
  • print Cetak

Kabid Keagamaan dan Kerohanian MPC Pemuda Pancasila Madina Syamsul Hidayat Borotan/Istimewa.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menanggapi penemuan ladang ganja yang terus berulang di Mandailing Natal (Madina), Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) meminta agar stakeholder duduk bersama mencari solusi terbaik.

Demikian disampaikan Ketua Bidang (Kabid) Keagamaan dan Kerohanian Syamsul Hidayat Borotan, S.Pd.I kepada Mandailing Online, Senin (21/2).

“Penemuan 2 hektare berisi 10.000 ribu batang ganja beberapa hari yang lalu harus jadi catatan sekaligus koreksi bagi seluruh pihak,” kata Syamsul.

MPC Pemuda Pancasila Madina menilai terjadi penemuan ganja yang berulang terlihat seperti sinetron tanpa akhir.

“Apakah kejadian ini akan terus berulang kembali, tanpa ada solusi? Ibarat sinetron, kita terus dipertontonkan dengan adegan temuan ladang ganja, dengan drama kolosal bersambung, tanpa diketahui kapan episode ini akan berakhir?,” tegas lelaki yang pernah menjadi Aktivis PMII ini.

Syamsul menambahkan, kejadian ini seperti menunjukkan tidak adanya langkah konkret dari pemerintah dan instansi terkait dalam penanganan ladang ganja.

“Ini sudah mencoreng nama baik Mandailing Natal. Sangat ironis. Apalagi kita dikenal sebagai serambi Mekkah dan kota santri,” sebutnya.

Untuk itu, sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dengan generasi berikutnya, MPC Pemuda Pancasila Madina menawarkan beberapa solusi.

Pertama, penegakan hukum yang tegas untuk memberikan efek jera.

“Tugas BNN dan Polri untuk mencari tau siapa oknum dalang, pemilik, bandar atau donatur dan harus segera diseret ke pengadilan. Jangan hanya menangkap kelas teri,” ujarnya.

Kedua, daerah Panyabungan Timur punya kultur masyarakat homogen dan jarang menerima pendatang. Untuk itu harus ada program naturalisasi, akulturasi campur baur personal dan budaya di wilayah yang teridentifikasi sebagai daerah ladang ganja.

“Dan masyarakat yang diajak untuk transmigrasi harus dibenahi dengan berbagai skill, modal dan agama,” imbuhnya.

Ketiga, menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi, dan instansi terkait lainnya untuk alih fungsi lahan.

“Perlu diinisiasi Grand Desain Alternative Development (GDAD). Program ini sudah berhasil diterapkan di Aceh,” terangnya.

Senada dengan itu, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Al Hasan Nasution, S.Pd mengungkapkan bahwa narkoba dengan segala jenisnya harus dijadikan sebagai musuh bersama (common enemy), tentunya perlu sinergitas dan kekompakan seluruh komponen masyarakat untuk memerangi itu.

“Kita dari Pemuda Pancasila telah lama mengibarkan bendera perang terhadap Narkoba. Kita tidak main-main dalam hal ini. Siapa saja anggota PP yang terlibat narkoba akan kita pecat secara tidak hormat dan memprosesnya ke ranah hukum,” ujar Al Hasan.

Terkait solusi yang ditawarkan Pemuda Pancasila di atas, pihaknya siap untuk diajak diskusi lebih lanjut serta implementasi oleh pihak-pihak terkait, agar peredaran narkoba, khususnya ladang ganja di Kab Madina, dapat diberangus habis ke akar-akarnya.

 

Editor: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inspektorat Madina Enggan Beberkan Hasil Pemeriksaan Kades Sirambas

    Inspektorat Madina Enggan Beberkan Hasil Pemeriksaan Kades Sirambas

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Inspektorat Madina terkesan tutup tutupi Sejumlah persoalan yang di adukan warga Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat terkait Dana Desa. Diketahui, bulan lalu, warga dan Naposo Bulung desa itu mengadukan sejumlah persoalan dana desa ke Inspektorat dan Bupati Madina. Persoalan dana desa yang di permasalahkan yakni dugaan penyelewengan Dana Desa seperti […]

  • Seleksi Sekda Masuk Tahap Pemaparan Makalah

    Seleksi Sekda Masuk Tahap Pemaparan Makalah

    • calendar_month Kamis, 24 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga dari empat pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) yang lulus seleksi administrasi mengikuti tahapan pemaparan makalah dan wawancara di Aula Hotel Rindang, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Kamis (24/11/2022). Seleksi pemaparan makalah dan wawancara tersebut diikuti oleh Alamulhaq Daulay (Plt. Sekda Madina), Parlin Lubis (Kepala Dinas […]

  • Ahbabun Nabi Mandailing Natal Kutuk Presiden Parancis

    Ahbabun Nabi Mandailing Natal Kutuk Presiden Parancis

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Majelis Shalawat Ahbabun Nabi SAW, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menilai Presiden Prancis Emmanuel Macron telah melakukan kecerobohan yang disengaja untuk melukai hati umat Islam dan membuktikan dia sangat dangkal dalam memaknai toleransi, kebebasan dan keberagaman. “Sangat lumrah apabila umat Islam marah, karna Macron telah menghina agama dan Nabi Muhammad SAW. Pernyataan […]

  • Mandailing

    Mandailing

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MANDAILING O Mandailing Godang ! Tano inganan ku sorang, Na ni atir ni dolok na lampas Na ni joling ni dolok na martimbus, Ipul na na laing bubus Tor Sihite tingon julu: Patontang dohot Tor Barerang, Gurung gurung na manompi Lubu, Boi na mang adop tu dolok Sigantang …..Tinggal ma ho jolo ale, Anta piga […]

  • Pemimpin Madina Sibuk Memikirkan Diri Sendiri

    Pemimpin Madina Sibuk Memikirkan Diri Sendiri

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengamat politik Madina, Amin Daulay mengungkapkan bahwa saat ini kondisi politik Mandailing Natal (Madina) mengarah pada situasi chaos. Elit politik masing-masing memikirkan diri sendiri. Rakyat menjerit atau menderita dibiarkan saja. Jika ada rakyat yang berteriak, maka yang dicari adalah dalangnya, bukan substansinya. Bupati dan DPRD-nya sibuk dengan diri sendiri. Semua […]

  • Laporan Conservation International Indonesia Dinilai Mengada-ada

    Laporan Conservation International Indonesia Dinilai Mengada-ada

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Forum NGO lingkungan se-Kabupaten Mandailing Natal menilai laporan SLP Conservation International Indonesia tak masuk akal. Forum NGO lingkungan di Madina menilai bahwa laporan Conservation International Indonesia (CII) yang mengklaim sebanyak 4.700 petani Madina mendapatkan manfaat ekonomi dari peningkatan praktik-praktik pertanian yang dilakukan dalam program Sustainable Landscapes Partnership (SLP) CII. “Mereka membuat laporan […]

expand_less