Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Realisasikan Pemekaran Pantai Barat!

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
  • print Cetak


MADINA-
Sejumlah mahasiswa dan pemuda Kabupaten Mandailing Natal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdoa supaya pemekaran Kabupaten Pantai Barat dari Madina segera direalisasikan. “Disusul rapat pansus terkait pemekaran Kabupaten Baru Pantai Barat sudah digelar di DPRDSU, Senin (7/3),” kata Ketua Pergerakan Mahasiswa Peduli Madina, Aswan, bersama Direktur Eksekutif Madina Institute (MI), M Alhasan Nasution, Ketua DPP Gabema Madina, Agussalam Nasution SH dan pengurus PC GP Ansor Madina serta beberapa mahasiswa Madina saat melakukan diskusi mengenai perkembangan pemekaran Kabupaten Pantai Barat, Panyabungan, Rabu (16/3) kemarin.
Para petinggi organisasi mahasiswa dan pemuda ini mengungkapkan, pemekaran Kabupaten Pantai Barat Madina merupakan agenda penting yang harus di dukung segenap elemen masyarakat. Karena program ini telah didesak oleh warga Madina bahkan telah disuarakan oleh mahasiswa dan pemuda daerah tersebut. Katanya, rapat kerja tingkat kongres atau tingkat Nasional telah dilakukan. “Langkah objektif dalam pemekaran ini untuk percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Untuk itu, Ketua Gabema Madina, Agussalam melalui METRO mengajak masyarakat harus mendukung perkembangan tersebut, meskipun usaha sekecil-kecilnya yakni berupa doa.
”Kami dari berbagai organisasi telah banyak menerima masukan dan permohonan dari tokoh-tokoh masyarakat supaya turut mendukung pemekaran ini, dan dari hasil tinjauan kami di lapangan Pantai Barat itu memang sudah layak untuk dimekarkan tanpa melalui banyak pertimbangan. Keinginan masyarakat banyak,” sebut Agus.
Ketua GP Ansor Madina, Syamsul Bahri Lubis menambahkan studi kelayakan pemakaran sudah dilakukan mulai dari potensi alam dan kekayaan alam yang dimiliki wilayah Pantai Barat tersebut.
Ia yakin mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, apabil dikelola dengan baik. Apalagi selama ini hasil-hasil bumi dari Pantai Barat telah banyak mempengaruhi pembangunan di Kabupaten Madina. ”Produksi karet cukup lumayan, belum lagi hasil dari kekayaan alamnya,” sebut Samsul.(wan)
Sumber : Metro tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebelum Daftar ke KPU, Cabub Harun Ziarah Makam Ulama Terkemuka di Madina

    Sebelum Daftar ke KPU, Cabub Harun Ziarah Makam Ulama Terkemuka di Madina

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : Harun Mustafa Nasution menziarahi makam makam ulama terkemuka sebelum daftar ke KPU Madina sebagai Calon Bupati Madina. Ada beberapa makam yang di ziarahi sejak lepas subuh tadi termasuk makam syeh H. Abdul Hamid di Desa Hutapungkut di Kota Nopan, Makam Syeh H Abdul Wahab Lubis di Muara Mais, dan makam […]

  • SK 44 Penghalang Perluasan Lahan Ubi Kayu

    SK 44 Penghalang Perluasan Lahan Ubi Kayu

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kesulitan bahan baku ubi kayu yang dialami pelaku industri keripik di Mandailing Natal (Madina) disebabkan peningkatan produk ubi kayu yang statis tak mampu mengikuti trend makin bertambahnya jumlah industri keripik. “Akibatnya, ubi kayu makin sulit memenuhi kebutuhan industri yang makin berkembang jumlah maupun produknya,” kata Sutan Mangkutur, pengamat Madina, menjawab Mandailing […]

  • Pembantaian Sugiono Diusut

    Pembantaian Sugiono Diusut

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    STM Hilir, Polsek Talun Kenas masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait pembantaian Sugiono (30) warga Dusun Kampung Tengah, Desa Jati Sari, Kecamatan Tinggi Raja, Asahan yang terjadi di Dusun Kampung Tanjung, Desa Limau Mungkur, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Ahad (12/12/2010). Hal itu dikatakan Kanit Reskrim Polsek Talun Kenas Iptu Andi Alfian di ruang […]

  • Harga Cabai Terjun Bebas

    Harga Cabai Terjun Bebas

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Petani cabai merah di Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tampaknya harus bersabar. Perkiraan bahwa harga cabai merah akan meroket menjelang bulan puasa, ternyata meleset. Harga cabai merah saat ini hanya Rp8.000 sampai Rp10.000 per kilogramnya. “Demi mengejar untung, kita sudah menanam cabai merah di atas lahan 1 ha […]

  • Empat Brimob dan 2 Satpam DIBACOK

    Empat Brimob dan 2 Satpam DIBACOK

    • calendar_month Minggu, 5 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Di Perbatasan Palas dan Rohul PALAS- Empat anggota Brimob Detasemen C Maragordong, Sipirok, Tapanuli Selatan dan dua security PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) dirawat di Rumah Sakit Permata Madina, Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, Jumat (3/2). Keenamnya mengalami luka bacokan akibat bentrok dengan warga Batang Kumu, Riau, Kamis (2/2) lalu.“Ada enam orang dirawat di sini. Dua […]

  • Sebaran Pengaruh Kerajaan Pagaruyung di Asia Tenggara

    Sebaran Pengaruh Kerajaan Pagaruyung di Asia Tenggara

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kerajaan-kerajaan kecil yang mempunyai hubungan darah dan kekerabatan dengan Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung disebut sebagai “sapiah-balahan, kuduang-karatan, kapak-radai, dan timbang-pacahan” dari Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung. Dari sejarah yang sudah diteliti dan ditulis oleh para ahli mengemukakan bahwa selama tiga setengah abad kerajaan Pagaruyung mengirimkan anak-anaknya untuk menjadi raja atau anak perempuannya […]

expand_less