Minggu, 19 Apr 2026
light_mode

Uang Komite SLTA Dihapus

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
  • print Cetak


Pelajar Yang Masuk PT Rp. 5 Juta/Tahun

Panyabungan MO– Tahun ini Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengeluarkan kebijakan pembebasan iuran komite sekolah di tingkat SLTA negeri maupun swasta se-Madina. Kebijakan ini merupakan implementasi visi misi Hidayat-Dahlan.
Besaran dana untuk itu sebesar Rp.50.000 per siswa per bulan. Kemampuan APBD Madina TA 2012 masih sebatas besaran ini, diharapkan tahun depan akan bertambah untuk pembebasan biaya lain siswa.
Selain itu, Pemkab Madina juga akan memberikan bantuan untuk mahasiswa miskin dan berprestasi yang masuk perguruan tinggi negeri dengan besaran Rp 5 Juta per mahasiswa setiap tahunnya, namun harus melalui persyaratan yang diperlukan.
Demikian terungkap di acara sosialisasi penguatan visi misi bupati dan wakil bupati Mandailing Natal dipusatkan di Aula kantor Camat Siabu dan diikuti oleh seluruh Muspika Kecamatan Siabu, Bukit Malintang dan kecamatan Naga Juang, para kepala sekolah dan tokoh masyarakat tiga kecamatan, Selasa (14/2). Sosialisasi dipimpin Asisten II bidang Ekokesra Drs M Syafe’i Msi.
Kabid Program Dinas Pendidikan H Asmara Hadi Spd di kesempatan ini mengatakan bahwa di tahun 2012 ini yang ditanggung oleh pemkab Mandailing Natal adalah iuran komite sekolah dengan dana Rp 50 ribu per siswa, baik ia di SLTA Negeri maupun sewasta.
“Dana bantuan dari pemerintah yang Rp 50 ribu ini diperguanakan untuk pembayaran gaji guru honor/tata usaha komite, perjalanan dinas kepala sekolah, tunjangan pembantu kepala sekolah, tunjangan wali kelas, tunjangan pembina kegiatan-kegiatan siswa, honor petugas kebersihan sekolah, penambahan dan pemeliharaan alat-alat peraga, biaya perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, dan biaya konsumsi rapat-rapat,” terang Asmara.
Program ini mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bupati Mandailing Natal dan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
“Selama ini di lingkungan pendidikan SLTA para orang tua murid dibebani dengan uang sekolah yang peruntukannya untuk iuran komite sekolah, uang penerimaan siswa baru, uang pramuka, uang praktikum, uang pembelian buku paket siswa,” katanya.
Berdasar kebijakan jangka panjang, diharapkan pada tahun 2016 nantinya seluruh biaya sekolah di tingkat SLTA tidak ada lagi, tentu ini akan dilaksanakan secara bertahap, sesui kemampaun anggaran APBD” sebut Asmara.(mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seputar Guru Olahraga Pukuli Wartawan

    Seputar Guru Olahraga Pukuli Wartawan

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Korban Menolak Diajak Berdamai MADINA- Todung Mulya Lubis, wartawan media cetak yang dipukuli guru olahraga SMK Negeri 1 Siabu, Karoche, menolak diajak berdamai, Jumat (22/7). Menurut Todung, Kamis (21/7) malam keluarga Karoche mendatangi keluarganya. Mereka (keluarga Karoche) ingin berdamai agar kasus ini tak berlanjut. Namun, keluarga Todung tidak mau berdamai dan tetap ingin kasus berlanjut. […]

  • 3 Anggota DPRD Sibolga Tolak Provinsi Tapanuli

    3 Anggota DPRD Sibolga Tolak Provinsi Tapanuli

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Sibolga menyampaikan aspirasi berupa penolakan terhadap rencana pembentukan Provinsi Tapanuli kepada Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho di Medan, Kamis, 12 Mei 2011. Tiga anggota DPRD Kota Sibolga itu adalah anggota Fraksi Gabungan Bersama Hendri Tamba, anggota Fraksi Partai Golkar Jamil Zeb Tumori, dan anggota […]

  • PKBM Serang Banten Nyatakan Saipul Nasution Kades Rao Rao Lombang Miliki Ijazah Sah dan Bukan Palsu

    PKBM Serang Banten Nyatakan Saipul Nasution Kades Rao Rao Lombang Miliki Ijazah Sah dan Bukan Palsu

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: PKBM ( Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Dinas Pendidikan Serang Banten, Provinsi Banten menyatakan, Saipul Nasution Kepala Desa Rao Rao Lombang adalah siswa PKBM lingkungan Dinas Pendidikan Serang Banten pada tahun 2020 dan dinyatakan lulus. Hal ini dikatakan Siska Admin Dinas Pendidikan Serang Banten pada redaksi Mandailing Online mengklarifikasi pemberitaan dugaan Ijazah Palsu […]

  • Budak di Mandailing Sebelum Abad 19

    Budak di Mandailing Sebelum Abad 19

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    Oleh: Basyral Hamidi Harahap Laporan pendahulu Godon dan fakta di lapangan menyatakan bahwa perbudakan masih merajalela di Mandailing dan Angkola. Budak menjadi dagangan utama selain emas. Hampir sepertiga penduduk Mandailing, Angkola dan Padang Lawas ketika itu adalah budak atau orang yang berhutang (Castles,1972:20;Harahap, 1996b:37). Asisten Residen T.J. Willer mencatat daftar harga-harga budak dan ternak di […]

  • Miskin, Ayah Aldi Sudah Gadai Sawah, Tak Cukup Biaya Berobat

    Miskin, Ayah Aldi Sudah Gadai Sawah, Tak Cukup Biaya Berobat

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Demi kesembuhan anaknya, demi menyelamatkan kaki anaknya dari ancaman amputasi, Marwan telah menggadaikan sawah. Tapi, uang dari hasil menggadaikan sawah itu tak cukup. Tak ada lagi yang bisa digadaikan, karena sawah itu hanya satu-satunya harta yang dipunya. Kini, Aldi Subhandi Hasibuan, santri Pesantren Darul Ikhlas Dalanlidang, Panyabungan, Mandailing Natal itu […]

  • Musim Tanam Padi Tiba, PUPR Madina Bersihkan Saluran Irigasi Skunder

    Musim Tanam Padi Tiba, PUPR Madina Bersihkan Saluran Irigasi Skunder

    • calendar_month Rabu, 11 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal Elpianti Harahap, S.T mengatakan persoalan berkurangnya air irigasi untuk lahan pertanian akan berdampak luas dan rente dan akhirnya menurun produk pertanian berupa gabah dan naiknnya harga beras. ” Semua itu satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara tersediannya air yang cukup, pupuk, pengelolaan lahan pertanian […]

expand_less