Kamis, 18 Jun 2026
light_mode

Warga Minta Tambang Emas di Huta Bargot Dilegalkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Jul 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Masyarakat berharap keberadaan tambang emas di Huta Bargot dibina bukan dibinasakan. Hal itu disampaikan masyarakat saat Tim Pemberdayaan Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Mineral Tambang (P3SDMT) melakukan sosialisasi di Desa Simalagi, Kecamatan Huta Bargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) baru-baru ini.

Tambang emas ilegal di Huta Bargot yang sudah beroperasi sekian lama dan bisa meningkatakan perekonomian masyarakat tidak seharusnya ditutup tapi dibina, ungkap salah seorang warga yang ikut dalam pertemuan itu kepada Tim P3SDMT dan aparat pemerintah yang hadir.

Diakui, selama ini tambang sudah banyak memakan korban. Pertama sebanyak 4 orang penambang meninggal di lubang milik Darwis yang sekarang ditahan. Satu lagi penambang meninggal akibat tertimpa kayu, belum lagi konflik yang timbul akibat tambang. Yang terakhir, adanya isu bahwa belasan orang meninggal di salah satu lubang tambang yang diduga milik salah satu oknum PNS. Ini semua akibat kurangnya pembinaan dari pemerintah terkait tambang ini, ungkap salah seorang warga.

“Memang yang saya ketahui pemerintah tidak bisa melakukan pembinaan karena tambang ini ilegal, oleh karen itu kami meminta supaya pemerintah memberikan izin tambang rakyat supaya kita bekerja dengan baik, karena tambang ini telah meningkatkan perekonomian masyarakat,” harap warga.

Jika dilakukan pembinaan, kejadian-kejadian yang terjadi selama ini kemungkinan kecil terjadi. Yang diharapakan masyarakat adalah bagaimana cara menambang dengan baik dan izin tambang rakyat bisa dikeluarkan supaya masyarakat leluasa bekerja.

Kepada wadah P3SDMT, supaya benar-benar memperjuangkan tambang ini dijadikan legal. Masyarakat Huta Bargot sangat mengharapakan kerja keras Tim P3SDMT.

Irwansyah Nasution, salah satu penggagas Tim P3SDMT mengatakan, pihaknya kan memperjuangkan hak-hak masyarakat Huta Bargot. “Kita akan berusaha tambang rakyat ini dilegalkan. Karena kami juga sudah melihat bahwa keberadaan tambang ini sudah meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Apalagi baru kali ini masyarakat Madina merasakan seperti ini. Selama ini yang terjadi hasil-hasil bumi seperti emas hanya perusahaan yang merasakannya. jadi P3SDMT sangat mendukung keinginan masyarakat yang meminta tambang ini jangan ditutup melainkan dibina.

“Kita tidak mau kalau hasil bumi Madina hanya perusahaan yang merasakannya. Kita dari Tim P3SDMT meminta kepada pemerintah supaya mengeluarkan izin tambang rakyat dan diharapkan suapaya pemerintah mau membina para penambang agar mempunyai keahlian. Hal itu untuk mencegaha supaya tidak ada lagi korban,” tandasnya. (BS-026)
Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Propinsi Pagur – Hapung Palas Menunggu Izin Menhut

    Jalan Propinsi Pagur – Hapung Palas Menunggu Izin Menhut

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Rencana pembukaan jalan propinsi yang menghubungkan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Desa Pagur, Kecamatan Panyabungan menuju Hapung Kabupaten Padang Lawas, tinggal menunggu izin dari Menteri Kehutanan Republik Indonesia. Demikian disampikan Camat Panyabungan Timur Awaluddin kepada MedanBisnis, Rabu (23/3) di Perkantoran Pemkab Mandailing Natal, Parbangunan, Kecamatan Panyabungan. Dijelaskannya, usulan dari Madina telah disetujui oleh Badan Perencanaan […]

  • Santuni Yatim, Atika Ajak Rajin Solawat

    Santuni Yatim, Atika Ajak Rajin Solawat

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Calon Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, Atika Azmi Utammi menyantuni ratusan anak yatim di Kecamatan Siabu, Rabu (9/10/2024). Kunjungan pertama, Atika Azmi didampingi tim mengunjungi rumah Sahgumul Hasibuan di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu. Atika disambut puluhan anak yatim dan piatu beserta pengasuh mereka. Atika Azmi Utammi menyampaikan […]

  • Tak Penuhi Kuorum, Paripurna Diskors Sampai Pukul 14.00 WIB

    Tak Penuhi Kuorum, Paripurna Diskors Sampai Pukul 14.00 WIB

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Akibat anggota DPRD yang hadir tak penuhi kuorum, rapat paripurna Pengambilan Rapat paripurna Pengambilan Keputusan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021 terpaksa diskors sampai pukul 14.00 WIB. Rapat tersebut dipimipin Wakil Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Nasution dan hanya dihadiri oleh 22 anggota DPRD aktif. Sementara itu, pihak Pemkab Madina […]

  • Tiga Investor Lirik Potensi Pabrik Tapioka di Madina

    Tiga Investor Lirik Potensi Pabrik Tapioka di Madina

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga investor Sumatera Utara tertarik berinvestasi di sektor perkebunan ubi kayu dan pendirian pabrik tepung tapioka di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keinginan para investor tersebut berinvestasi di Madina tercuat dalam sebuah pertemuan di rumah dinas bupati Madina, Jumat (1/11). Ketiga investor Sumut itu yakni, Surianto, Hengky Suwongso dan Wenan. Ketiganya […]

  • Dibangun Tahun 2009, Jembatan ke Desa Adangkahan Tak Selesai

    Dibangun Tahun 2009, Jembatan ke Desa Adangkahan Tak Selesai

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Jembatan yang menghubungkan jalan negara ke Desa Adangkahan. Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal (Madina) tak pernah difungsikan sejak dibangun tahun 2009 lalu. Pasalnya, jembatan itu tak pernah diselesaikan hingga kini. Padahal hanya jembatan ini satu-satunya penghubung ke desa itu. Alhasil, jembatan itu mubazir hingga kini, dan penduduk desa tetap harus […]

  • Lokasi Grosir Bahan Bakar Harus Dikaji Pemkab Madina

    Lokasi Grosir Bahan Bakar Harus Dikaji Pemkab Madina

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal dihimbau mengkaji persyaratan terhadap pedagang yang membuka usaha grosir bahan bakar, terutama minyak tanah dan gas LPJ. Himbauan itu sebagai upaya mengantisipasi agar jangan lagi terulang musibah kebakaran berrantai seperti yang terjadi di Keluraha Pasar Hilir, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) pada Senin pagi (26/9). Kebakaran itu menghanguskan setidaknya […]

expand_less