Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Warga Minta Tambang Emas di Huta Bargot Dilegalkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Jul 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Masyarakat berharap keberadaan tambang emas di Huta Bargot dibina bukan dibinasakan. Hal itu disampaikan masyarakat saat Tim Pemberdayaan Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Mineral Tambang (P3SDMT) melakukan sosialisasi di Desa Simalagi, Kecamatan Huta Bargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) baru-baru ini.

Tambang emas ilegal di Huta Bargot yang sudah beroperasi sekian lama dan bisa meningkatakan perekonomian masyarakat tidak seharusnya ditutup tapi dibina, ungkap salah seorang warga yang ikut dalam pertemuan itu kepada Tim P3SDMT dan aparat pemerintah yang hadir.

Diakui, selama ini tambang sudah banyak memakan korban. Pertama sebanyak 4 orang penambang meninggal di lubang milik Darwis yang sekarang ditahan. Satu lagi penambang meninggal akibat tertimpa kayu, belum lagi konflik yang timbul akibat tambang. Yang terakhir, adanya isu bahwa belasan orang meninggal di salah satu lubang tambang yang diduga milik salah satu oknum PNS. Ini semua akibat kurangnya pembinaan dari pemerintah terkait tambang ini, ungkap salah seorang warga.

“Memang yang saya ketahui pemerintah tidak bisa melakukan pembinaan karena tambang ini ilegal, oleh karen itu kami meminta supaya pemerintah memberikan izin tambang rakyat supaya kita bekerja dengan baik, karena tambang ini telah meningkatkan perekonomian masyarakat,” harap warga.

Jika dilakukan pembinaan, kejadian-kejadian yang terjadi selama ini kemungkinan kecil terjadi. Yang diharapakan masyarakat adalah bagaimana cara menambang dengan baik dan izin tambang rakyat bisa dikeluarkan supaya masyarakat leluasa bekerja.

Kepada wadah P3SDMT, supaya benar-benar memperjuangkan tambang ini dijadikan legal. Masyarakat Huta Bargot sangat mengharapakan kerja keras Tim P3SDMT.

Irwansyah Nasution, salah satu penggagas Tim P3SDMT mengatakan, pihaknya kan memperjuangkan hak-hak masyarakat Huta Bargot. “Kita akan berusaha tambang rakyat ini dilegalkan. Karena kami juga sudah melihat bahwa keberadaan tambang ini sudah meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Apalagi baru kali ini masyarakat Madina merasakan seperti ini. Selama ini yang terjadi hasil-hasil bumi seperti emas hanya perusahaan yang merasakannya. jadi P3SDMT sangat mendukung keinginan masyarakat yang meminta tambang ini jangan ditutup melainkan dibina.

“Kita tidak mau kalau hasil bumi Madina hanya perusahaan yang merasakannya. Kita dari Tim P3SDMT meminta kepada pemerintah supaya mengeluarkan izin tambang rakyat dan diharapkan suapaya pemerintah mau membina para penambang agar mempunyai keahlian. Hal itu untuk mencegaha supaya tidak ada lagi korban,” tandasnya. (BS-026)
Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mafia Tambang Emas Ilegal Kembali Beraksi di Sejumlah Titik di Madina

    Mafia Tambang Emas Ilegal Kembali Beraksi di Sejumlah Titik di Madina

    • calendar_month Sabtu, 25 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online): praktek tambang emas tanpa izin dengan menggunakan alat berat kembali berlangsung di wilayah hukum Polsek Kota Nopan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina). Padahal wilayah Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dibwilayah itu pada 25 April 2024 lalu telah ditertibkan dan penindakan oleh jajaran lintas sektoral otoritas daerah. Tindakan yang dilakukan seolah tidak menjadi […]

  • Cabup Saipullah Perkuat Pelajaran Muatan Lokal dan Sejuta Salawat

    Cabup Saipullah Perkuat Pelajaran Muatan Lokal dan Sejuta Salawat

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PALUTA (Mandailing Online) – Calon bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution menegaskan komitnya untuk mereduksi intoleransi dan pragmatisme dengan memperkuat nilai-nilai budaya lokal. “Kita akan meningkatkan pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah, termasuk mengedukasi anak-anak usia sekolah dengan falsafah dalihan natolu,” kata Saipullah saat debat publik Pilkada Madina di Hotel Sapadia, […]

  • Madina Borong Juara di Porsadin Sumut

    Madina Borong Juara di Porsadin Sumut

    • calendar_month Senin, 30 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Kontingen asal Madina berhasil menyabet gelar juara umum di Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) Sumut. Dalam perlombaan itu, Madina memborong juara I untuk empat jenis lomba dan juara II untuk empat jenis lomba dari delapan kategori. Empat raihan Juara I oleh kontingen Madina itu adalah : 1) Lari Putri […]

  • Kaum Emak Emak Pengajian Bantah Asumsi Perempuan Harus Pilih Perempuan dalam Pilkada Madina

    Kaum Emak Emak Pengajian Bantah Asumsi Perempuan Harus Pilih Perempuan dalam Pilkada Madina

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ( Mandailing Online ): menurut Diah Nasution, asumsi dan keyakinan perempuan harus pilih perempuan dengan dalih Emansipasi wanita dalam Pilkada Madina yang selama ini digaungkan akan segera terbantahkan. Hal ini dikatakannya usai pelaksanaan pengajian Majelis Ta’lim Miftahul Jannah Desa Aek Nangali Kecamatan Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Jum’at 1/10/2024 yang dihadiri calon Bupati […]

  • BPBD Hanya Datang untuk Foto-foto

    BPBD Hanya Datang untuk Foto-foto

    • calendar_month Jumat, 24 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – BPBD Mandailing Natal (Madina) dinilai setengah hati dalam melakukan pencarian korban hanyut di Natal. Bahkan BPBD disebut hanya datang untuk foto-foto. Demikian pengakuan Izhar Basri Batubara, kakak sulung Zein Bisri Batubara korban hanyut di sungai Batang Natal pada Minggu (19/12) pekan lalu. Meski demikian, Ishar tetap menyampaikan ucapan terima kasih atas […]

  • TEMBAKAU PILKADA

    TEMBAKAU PILKADA

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen: Rina Youlida Nurdina Opuk ukuran dua kali tiga meter yang sudah berdiri miring namun masih digunakan berposisi di tengah kampung seiring usianya yang telah tua. Daun rumbia yang menutupi atap opuk itu tinggal setengah dan sudah ditempeli dengan seng sebahagiannya, sehingga keestetikan opuk legendaris ini sudah berkurang. Tiang-tiang penyangga opuk yang terbuat dari batang […]

expand_less