Selasa, 6 Okt 2026
light_mode

PT.PSU Serobot Lahan di Batang Natal, DPRDSU Diminta Turun Tangan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
  • print Cetak

BATANG NATAL (Mandailing Online) – Warga Desa Muara Parlampungan, Rantobi, Aek Manggis dan Adangkahan di Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal (Madina) meminta DPRD Sumatera Utara turun lansung ke lokasi PT. Perkebunan Sumatera Utara (PT.PSU).

Pasalnya, masyarakat di empat desa itu saat ini kondisi resah atas penyerobotan lahan yang diduga dilakukan oleh PT.PSU.

Warga mengklaim perusahaan perkebunan plat merah milik Pemprovsu itu diduga telah menyerobot lahan warga sekitar 1.800 hektare yang didalamnya sebagian sudah memiliki sertifikat kepemilikan warga.

Kekhawatiran terjadinya konflik berkepanjangan antara masyarakat dengan pihak PT.PSU juga sudah muncul jika masalah ini tak ditangani pemerintah dan DPRD.

“Kita mendesak DPRD dan pemerintah agar secepatnya menyelesaikan persoalan masyarakat dengan PT.PSU ini,” ujar Marjan Tambunan, ketua Koperasi Perkebunan Saoloan, Senin (6/1/2014).

Harapan untuk tetap jadi tuan rumah di hutan desa bagi bagi penduduk serta berkebun dilahan mereka sendiri juga semakin sirna, sebab banyak lahan yang sudah lama dibuka warga masuk dalam peta yang diserobot perusahaan itu.

Kondisi ini memicu benih perlawanan penduduk untuk mempertahankan haknya terhadap hutan desa karena juga menyangkut masa depan ekonomi warga.

Latar penyerobotan ini diduga akibat ekspansi perusahaan yang melewati perbatas antar dua kecamatan.

Muhammad Tohir selaku tokoh masyarakat kepada wartawan menyatakan bahwa batas wilayah antara Kecamatan Lingga Bayu dengan Kecamatan Batang Natal telah dilakukan pengukuran tapal batas dan hasilnya telah disampaikan kepada DPRD dan Instansi terkait. Tetapi, mengapa PT.PSU masih menguasi lahan di Kecamatan Batang Natal, sementara izin yang mereka dapatkan berada di Kecamatan Lingga Bayu.

Kawasan yang diserobot berada di perbukitan Tor Sibading-ding. Perbukitan ini sebagian masuk ke dalam wilayah Lingga Bayu dan sebagian lagi berada di wilayah Batang Natal.

PT.PSU disebut-sebut telah melewati batas tersebut hingga mencapai 1.800 hektare. Oleh karenanya masyarakat meminta DPRD Sumut untuk menangani masalah ini.

Peliput: Muhammad Ali Hanafiah
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 450 Warga Madina Tandatangani Petisi Tolak SMGP

    450 Warga Madina Tandatangani Petisi Tolak SMGP

    • calendar_month Jumat, 19 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 450 penduduk Mandailing Natal menandatangani petisi penolakan PLTP Sorik Marapi yang dikekola PT.SMGP. Angka itu merupakan jumlah awal dari gerakan petisi penolakan Pembangkit Listrik Panas Bumi Sorik Marapi. Jumlah tandatangan itu dicapai pada Kamis (18/2/2021) yang dilaksanakan aliansi mahasiswa di jalan raya kawasan Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. […]

  • Dana SP PKK Desa Sido Makmur 65 Juta

    Dana SP PKK Desa Sido Makmur 65 Juta

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINUNUKAN (Mandailing Online) – Koperasi Serba Usaha yang didirikan kaum ibu melalui PKK Cempaka di Desa Sido Makmur, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) semakin maju dan menunjukan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat. Indikasi kemajuan itu berdasar jumlah modal usaha simpan pinjam yang sudah mencapai 65 juta rupiah. Saat didirikan beberapa tahun lalu, modalnya masih 550.000 […]

  • Mandailing

    Mandailing

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    DALIHAN NA TOLU Hubungan kekerabatan antar individu dalam masyarakat Mandailing tercermin dalam konsep Dalihan Na Tolu. Segala aktivitas sosial budaya indovidu tidak dapat dipisahkan dari ikatan kekerabatan ini. Konsep ini diyakini asli kreasi nenek moyang Mandailing karena tidak ditemukan padanannya dalam budaya manapun. Mereka meyakini bahwa konsep Dalihan na Tolu dapat membentuk suatu sistem kemasyarakatan […]

  • DPRD dan Pemkab Madina Diminta Lindungi Rakyat Batahan Menghadapi PTPN IV

    DPRD dan Pemkab Madina Diminta Lindungi Rakyat Batahan Menghadapi PTPN IV

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD dan Pemkab Mandailing Natal (Madina) diharapkan mampu melindungi hak-hak rakyat di Batahan yang berhadapan dengan PTPN IV. Itu dikatakan kuasa hukum warga Desa Sikapas, Kecamatan Batahan, Ridwan Rangkuti, SH.MH menjawab Mandailing Online di gedung DPRD Madina usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (28/3/2022). Persoalan lahan-lahan warga yang ditengarai diserobot […]

  • Kejar Capaian Vaksinasi Kedua, Ketua Gerindra Madina Ajak 200-an Sopir Betor ke Mako Polres

    Kejar Capaian Vaksinasi Kedua, Ketua Gerindra Madina Ajak 200-an Sopir Betor ke Mako Polres

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    GUNUNGTUA (Mandailing Online) – Dalam rangka mengejar capaian vaksinasi tahap kedua, Ketua DPC Gerindra Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis mengajak 200-an sopir becak bermotor (betor) ke Mako Polres di Mompang, Panyabungan Utara. Para sopir becak ini diajak ke Mako Polres untuk mendapatkan vaksin tahap kedua, Kamis (10/2). Seperti yang diketahui dari data sementara, persentase […]

  • 278 Mahasiswa STAIBR Ikuti Opak

    278 Mahasiswa STAIBR Ikuti Opak

    • calendar_month Senin, 17 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, (MO) -Sebanyak 278 mahasiswa/i Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Barumun Raya, Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengikuti Orientasi Pengenalan Kampus (Opak) Tahun Akademik (TA) 2012. Rinciannya, 128 mahasiswa dan 150 mahasiswi untuk dua Program Studi (Prodi) yakni Perbankan Syariah dan Ahwal Al-Sakhshiyah. Diutarakan Ketua STAIBR, Drs H M Syafaruddin Hasibuan MA, OPAK ini bertujuan untuk […]

expand_less