Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Mei 2014
  • print Cetak

Oleh: Edi Nasution

Di Mandailing, berbagai macam bentuk ornamen (hiasan) tradisional dapat kita temukan pada bagian Tutup Ari dari Sopo Godang (Balai Sidang Adat) dan Bagas Godang (Rumah Besar Raja).

Dalam bahasa Mandailing, ornamen-ornamen tersebut disebut bolang yang juga berfungsi sebagai simbol atau lambang memiliki makna-makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Mandailing.

Di dalamnya terkandung nilai-nilai, gagasan-gagasan, konsep-konsep, norma-norma, kaidah-kaidah, hukum dan ketentuan adat-istiadat yang menjadi landasan dan pegangan dalam mengharungi bahtera kehidupan. Bolang atau ornament tradisional Mandailing yang digunakan sebagai Tutup Ari perlambang itu terbuat dari tiga jenis material:

(1) tumbuh-tumbuhan, seperti batang bambu yang melambangkan huta atau bona bulu; burangir atau aropik melambangkan Raja dan Namora Natoras sebagai tempat meminta pertolongan; pusuk ni robung yang disebut bindu melambangkan adat Dalian Na Tolu atau adat Markoum-Sisolkot;

(2) hewan atau binatang, seperti hala dan lipan melambangkan “bisa” yang mempunyai kekuatan hukum; ulok melambangkan kebesaran dan kemuliaan; parapoti melambangkan kegiatan mencari nafkah untuk menghidupi keluarga; tanduk ni orbo melambangkan bangsawanan;

(3) peralatan hidup sehari-hari, seperti timbangan dan podang melambangkan keadilan; takar melambangkan pertolongan bagi yang membutuhkan; loting melambangkan usaha-usaha dalam mencari nafkah, dan lain sebagainya.

Pembuatan bolang pada Sopo Godang dan Bagas Godang ini dilakukan dengan cara menganyam atau menjalin dan ada pula yang diukir. Bahan yang dipakai sebagai bahan anyaman adalah lembaran-lembaran bambu yang telah diarit dengan bentuk-bentuk terentu dan kemudian dipasang pada bagian tutup ari.

Ornamen-ornamen itu sebagian besar diberi warna na rara (merah), na lomlom (hitam) dan na bontar (putih) yang erat kaitannya dengan kosmologi Mandailing. Dalam hal ini, na rara melambangkan kekuatan, keberanian dan kepahlawanan; na bontar melambangkan kesucian, kejujuran dan kebaikan; na lomlom melambangkan kegaiban (alam gaib) dalam sistem kepercayaan animisme yang disebut Sipelebegu. (penulis adalah Enomusikolog)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Infrastruktur Jalan Muara Batang Gadis Madina Buruk

    Infrastruktur Jalan Muara Batang Gadis Madina Buruk

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal sampai saat ini masih buruk dan memperihatinkan dengan meliputi akses jalan ke Desa Suka Makmur, Aek Godang, Panunggulan, dan beberapa desa lainnya. Demikian disampaikan warga Desa Suka Makmur Edius Harahap kepada wartawan di Panyabungan, Rabu (04/01/2012). Beliau mengatakan, untuk sampai ke […]

  • Awal Juni Ada Razia Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor di Madina

    Awal Juni Ada Razia Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor di Madina

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPT Pependa) atau Kantor Samsat Panyabungan bekerjasama dengan PT. Ak. Jasaraharja dan Satlantas Polres Mandailing Natal akan menggelar Razia Gabungan Kepatuhan Pajak Kenderaan Bermotor yang dimulai Tanggal 3 hingga 6 Juni 2024. Kepala UPT. Pependa Kantor Samsat Panyabungan Salamat Nasution S.Sos mengatakan razia gabungan dilaksanakan […]

  • MERAH PUTIH DARI PASUNDAN

    MERAH PUTIH DARI PASUNDAN

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Dr. Daud Batubara
    • 0Komentar

    (Refleksi Semangat Juang Ekonomi Rakyat Mandailing)   Oleh: Dr. M. Daud Batubara Pegiat Ke-Mandailing-an pada Gerep Institute   Ironi Semangat Ke-Mandailing-an Setiap menjelang Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, pemandangan yang hampir selalu hadir di berbagai sudut jalan Kota Kipang (Panyabungan), Ibu Kota Kabupaten Mandailing Natal, berderet pedagang musiman yang menjual bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga […]

  • Mau Jadi Honorer, Rp30 Juta Lenyap

    Mau Jadi Honorer, Rp30 Juta Lenyap

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR-Raja Umbang Saragih (46), warga Jalan Singosari, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Barat, ditipu sebesar Rp 30 juta Rudi Turnip (35), warga Jalan Rindam, Siantar Barat, tahun 2010 lalu. Raja Umbang memberikan uang tersebut kepada Rudi sebagai pelicin agar adiknya dimasukkan jadi tenaga honorer di Pemkab Simalungun. Tapi setahun berlalu, adik korban tak kunjung dipekerjakan sebagai […]

  • Balada Keterpaksaan Impor Garam, Sampai Kapan?

    Balada Keterpaksaan Impor Garam, Sampai Kapan?

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah S.Pd Guru dan Pegiat Literasi Islam Garam oh garam kenapa engkau murah? Macam mana aku tak murah karena banyak garam impor. Impor oh impor kenapa garam di impor? Macam mana aku tak diimpor….karena terpaksa impor. Itulah sepenggalan lagu bernada mirip lagu bersambung dalam tontonan serial anak-anak Upin dan Ipin. Muatan lagu ini senada […]

  • PACARAN BERUJUNG TRAGIS

    PACARAN BERUJUNG TRAGIS

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Anita Safitri, S.Pd Aktivis dakwah & anggota Komunitas Madina Menulis Bunuh diri dijadikan jalan terakhir oleh mahasiswi cantik berinisial NWR yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya (UB) Malang. NWR ditemukan warga dalam kondisi tewas di sebelah makam ayahnya pada Kamis (2/12/2021) dengan menenggak racun. Polisi menemukan sisa cairan dalam botol plastik di lokasi […]

expand_less