Senin, 20 Apr 2026
light_mode

BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Mei 2014
  • print Cetak

Oleh: Edi Nasution

Di Mandailing, berbagai macam bentuk ornamen (hiasan) tradisional dapat kita temukan pada bagian Tutup Ari dari Sopo Godang (Balai Sidang Adat) dan Bagas Godang (Rumah Besar Raja).

Dalam bahasa Mandailing, ornamen-ornamen tersebut disebut bolang yang juga berfungsi sebagai simbol atau lambang memiliki makna-makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Mandailing.

Di dalamnya terkandung nilai-nilai, gagasan-gagasan, konsep-konsep, norma-norma, kaidah-kaidah, hukum dan ketentuan adat-istiadat yang menjadi landasan dan pegangan dalam mengharungi bahtera kehidupan. Bolang atau ornament tradisional Mandailing yang digunakan sebagai Tutup Ari perlambang itu terbuat dari tiga jenis material:

(1) tumbuh-tumbuhan, seperti batang bambu yang melambangkan huta atau bona bulu; burangir atau aropik melambangkan Raja dan Namora Natoras sebagai tempat meminta pertolongan; pusuk ni robung yang disebut bindu melambangkan adat Dalian Na Tolu atau adat Markoum-Sisolkot;

(2) hewan atau binatang, seperti hala dan lipan melambangkan “bisa” yang mempunyai kekuatan hukum; ulok melambangkan kebesaran dan kemuliaan; parapoti melambangkan kegiatan mencari nafkah untuk menghidupi keluarga; tanduk ni orbo melambangkan bangsawanan;

(3) peralatan hidup sehari-hari, seperti timbangan dan podang melambangkan keadilan; takar melambangkan pertolongan bagi yang membutuhkan; loting melambangkan usaha-usaha dalam mencari nafkah, dan lain sebagainya.

Pembuatan bolang pada Sopo Godang dan Bagas Godang ini dilakukan dengan cara menganyam atau menjalin dan ada pula yang diukir. Bahan yang dipakai sebagai bahan anyaman adalah lembaran-lembaran bambu yang telah diarit dengan bentuk-bentuk terentu dan kemudian dipasang pada bagian tutup ari.

Ornamen-ornamen itu sebagian besar diberi warna na rara (merah), na lomlom (hitam) dan na bontar (putih) yang erat kaitannya dengan kosmologi Mandailing. Dalam hal ini, na rara melambangkan kekuatan, keberanian dan kepahlawanan; na bontar melambangkan kesucian, kejujuran dan kebaikan; na lomlom melambangkan kegaiban (alam gaib) dalam sistem kepercayaan animisme yang disebut Sipelebegu. (penulis adalah Enomusikolog)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAMI BUKAN PKI

    KAMI BUKAN PKI

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Kami ini bukan PKI, kami ini bukan pemberontak, kami juga bukan teroris.  Masa begini dibuat,” kata seorang ibu rumah tangga. Perempuan ini berteriak ditengah kerumunan ribuan massa yang memblokir jalan negara Lintas Sumatera di titik Desa Jambur Padang Matinggi, Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina), Jum’at 22 Maret 2013. Dia berteriak bahwa […]

  • Bentuk Rasa Syukur, SMSI Madina Berbagi Nasi Kotak

    Bentuk Rasa Syukur, SMSI Madina Berbagi Nasi Kotak

    • calendar_month Jumat, 15 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Sebagai bentuk rasa syukur setahun Serikat Media Siber Indonesia ( SMSI ) berdiri di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ), pengurus bagikan nasi kotak kepada jamaah masjid usai sholad jum’at 15/9/2023. Pembagian nasi kotak ini dilakukan di dua Masjid yang berbeda yakni Mesjid Agung Nur Ala Nur dan Mesjid Raya Al Qurro’ […]

  • Upaya Darul Mursyid Jadi Barometer Pesantren di Indonesia

    Upaya Darul Mursyid Jadi Barometer Pesantren di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga pengelola Pesantren Darul Mursyid, Jafar Syahbuddin Ritonga menyatakan keberhasilan Darul Mursyid meloloskan dua orang siswanya ke Olimpiade Sains Nasional adalah karena program pembinaan yang kontiniu. “Kita memang menargetkan anak-anak kita lolos ke tingkat nasional dan alhamdulillah tercapai sudah,” kata Jafar, Selasa (16/7/2013) “Selain program […]

  • Wadow!!! Kapolsek Medan Kota Kok Marah-marah

    Wadow!!! Kapolsek Medan Kota Kok Marah-marah

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN KOTA – Kapolsekta Medan Kota AKP M Sandi S, marah-marah ketika mau di komfirmasi Tribun kemarin, Selasa (30/11) terkait kelanjutan perkara pembocoran rahasia perusahaan yang dilaporkan Gunawan seorang Maneger Valas PT Milenium Penata cabang Multatuli beberpa waktu yang lalu. Sebelumnya berdasarkan informasi Ali adik Gunawan kepada Tribun, abangnya telah melaporkan mengenai pembocoran rahasia perusahaan […]

  • Kasus Bocah 12 Tahun Jadi Tersangka Kapolsekta Patumbak Salah Kaprah

    Kasus Bocah 12 Tahun Jadi Tersangka Kapolsekta Patumbak Salah Kaprah

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Penetapan status tersangka bocah usia 12 tahun, Fahmi, warga Jalan Panglima Denai Gang Seser Medan Amplas bertentangan dengan koridor hukum. Kasus anak bukan ditangani di Polsekta, melainkan harus dilakukan di Polresta Medan melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Pernyataan itu dikatakan Ketua Pokja Pengaduan Komisi Perlindungan Anak Daerah Indonesia (KPAID) Sumut, Muslim Harahap, […]

  • Peringatan Merdeka di Tambangan Hikmat

    Peringatan Merdeka di Tambangan Hikmat

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia berlangsung hikmat di Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Upacara berlangsung di lapangan SMA Negeri Tambangan, Rabu (17/8/2022) dipimpin Camat Tambangan, Muslih Lubis selaku inspektur upacara. Pembacaan teks proklamsi oleh Anggota DPRD Madina, Nissad Sidik Nasution sangat menggugah yang dikuatkan derap pasukan pengibar bendera ketika tahap demi […]

expand_less