Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

20 Provinsi Terindikasi Korupsi Bansos

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Des 2010
  • print Cetak


JAKARTA- Dugaan korupsi kembali digulirkan oleh Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA). LSM itu menuding pemerintah daerah di 20 provinsi telah menyelewengkan dana Bantuan Sosial (Bansos) hingga Rp765,36 miliar sepanjang 2009. Sekretariat Nasional FITRA menilai ketidakjelasan prosedur dan peruntukan dana bantuan memicu penyimpangan.

“Kecenderungannya, bantuan hanya dibagikan elit daerah kepada jaringan politik dan pengikutnya saja,” ujar Kepala Divisi Pengembangan Jaringan Daerah FITRA, Hadi Prayitno dalam jumpa pers di Hotel Ambhara, Jakarta, Minggu (19/12).
Modus penyimpangan terjadi dengan pemberian bantuan tanpa pengajuan. Pemberian bantuan lebih dari alokasi terhadap suatu organisasi, pemotongan bantuan, tak adanya pertanggungjawaban penggunaan, dan bantuan fiktif. “Modus baru ini dipraktikkan merata di daerah,” kata dia.
FITRA mencatat Jawa Tengah sebagai peringkat pertama penyimpangan dana Bansos dengan jumlah penyelewengan Rp173,3 miliar pada tahun lalu. Setelahnya ada Sumatera Utara (Rp148,44 miliar) dan Jawa Timur (Rp89,31 miliar). Penyimpangan lain dalam pengelolaan anggaran daerah terjadi pula pada pos belanja penunjang operasional pejabat lokal yakni sebesar Rp58,43 miliar. Sedangkan dana plesiran elit daerah yang diselewengkan adalah Rp50,88 miliar. Adapun bantuan bagi partai politik yang disalahgunakan Rp24,63 miliar. Untuk mengatasi penyelewengan ini, FITRA merekomendasikan pemerintah pusat dan daerah memperketat pengaturan penggunaan dana. FITRA mengolah data penyelewengan anggaran ini dari laporan BPK, Kemenkeu, serta APBD tahun 2009. Adapun 20 provinsi yang dinilai terindikasi melakukan korupsi, Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Babel, Kepri, Jabar, Jateng, Jogjakarta, Jatim, Banten, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalteng. (zul/jpnn)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolri Stop Kasus Rekening Gendut

    Kapolri Stop Kasus Rekening Gendut

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Desakan publik agar rekening tak wajar pejabat kepolisian dituntaskan penyidikannya ternyata tak terwujud. Sebaliknya, Kapolri Jenderal Timur Pradopo menegaskan bahwa permasalahan itu sudah klir saat kepemimpinan Kapolri sebelumnya, yakni BHD. “Semua sudah dijelaskan oleh Pak Bambang, jadi tidak ada masalah lagi,” kata Kapolri menjawab pertanyaan wartawan dalam acara evaluasi kinerja Polri 2010 di Mabes […]

  • Gaji Ke-13 Cair Bulan Juli

    Gaji Ke-13 Cair Bulan Juli

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Gaji ke-13 PNS di lingkungan pemerintah provinsi Sumut dipastikan akan dicairkan pada bulan Juli 2011. Gaji ke-13 notabanenya sudah jelas dan tidak bisa diganggu gugat, karena telah dianggarakan di APBN. “Pasti dicairkan, namun hingga kini belum ada kita peroleh,” kata Assisten Bagian Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sumut, Djaili Azwar kepada www.tribun-medan.com melalui telepon, […]

  • Binsar Nasution: Merangsang Pertumbuhan Investasi Baru di Madina Butuh Waktu

    Binsar Nasution: Merangsang Pertumbuhan Investasi Baru di Madina Butuh Waktu

    • calendar_month Kamis, 2 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oposisi Jangan Mencari Kelemahan, Tapi  Ikut Berperan   Panyabungan (MO)– Pemkab Madina perlu mendorong rangsangan mengalirnya arus investasi sektor swasta ke Madina. Disamping itu, juga perlu upaya merangsang meningkatkanya skil dan kemampuan penduduk usia kerja sesuai dengan standar yang dibutuhkan, kaitannya dengan strategi perluasan lapangan kerja bagi penduduk usia produktif. Menarik investor baru ke […]

  • Sebaran Pengaruh Kerajaan Pagaruyung di Asia Tenggara

    Sebaran Pengaruh Kerajaan Pagaruyung di Asia Tenggara

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kerajaan-kerajaan kecil yang mempunyai hubungan darah dan kekerabatan dengan Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung disebut sebagai “sapiah-balahan, kuduang-karatan, kapak-radai, dan timbang-pacahan” dari Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung. Dari sejarah yang sudah diteliti dan ditulis oleh para ahli mengemukakan bahwa selama tiga setengah abad kerajaan Pagaruyung mengirimkan anak-anaknya untuk menjadi raja atau anak perempuannya […]

  • DPRD Sumut: Kaji ulang ambil alih jembatan timbang

    DPRD Sumut: Kaji ulang ambil alih jembatan timbang

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Kementerian Perhubungan diharapkan mengkaji ulang rencana pengambilalihan pengelolaan jembatan timbang di daerah yang selama ini dikelola Dinas Perhubungan. “Kita berharap agar rencana itu dievaluasi,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut HM Nezar Djoeli di Medan, hari ini. Menurut Nezar, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diharapkan dapat mememahi jika keberadaan jembatan timbang tersebut merupakan salah […]

  • Pemilu perlu ditata ulang

    Pemilu perlu ditata ulang

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) R. Siti Zuhro memandang perlu Indonesia menata ulang pemilihan umum agar menghasilkan pemimpin dan pemerintahan yang efektif dan akuntabel. “Penataan pemilihan umum (pemilu) ke depan diarahkan ke format yang lebih aplikatif dan efektif dengan menerapkan pemilu nasional (Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta […]

expand_less