Rabu, 12 Agu 2026
light_mode

250 Napi hanya Dijaga 20 Petugas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
  • print Cetak


Rochidam Kalapas Panyabungan
MADINA-

Sedikitnya 250 narapidana atau biasa disebut napi di Lapas Klas II B Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, hanya dijaga 20 petugas.
Hal ini terungkap pada serah terima jabatan (Sertijab) Rochidam BcIP SSos MSi menjadi Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) klas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (22/2). Rochidam menggantikan Bambang Basuki BcIP SH.
Bambang Basuki, Kalapas yang melepas jabatannya, mengatakan, ia telah bertugas di Lapas Panyabungan selama 2 tahun 10 bulan 22 hari. Hal itu merupakan suatu pengabdian besar dalam melakukan pembinaan kepada warga penghuni Lapas klas II B Panyabungan. Sebab, prinsip pembinaan yang ditanamkannya, diawali dari segi keagamaan. Dalam seminggu ada 2 kali pengajian di Lapas itu.
“Saya bersyukur dan senang bertugas selama hampir 3 tahun di Madina. Selama menjabat tak ada persoalan-persoalan yang cukup penting dan seluruhnya kooperatif. Semoga pejabat baru bisa melanjutkan apa yang telah ada dan tetap berupaya meningkatkan pelayanan di lapas ini,” sebut Bambang.
Bambang yang akan bertugas di sebagai Kalapas Klas IIB di Tanjung Balai, menambahkan, saat ini, jumlah napi di Lapas Panyabungan sekitar 250 orang dengan kapasitas ruangan 300-an orang.
“Mereka dilatih dengan sejumlah keahlian baik merakit jaring ikan dan keahlian sebagainya, di samping pembinaan agama,” sebutnya.
Namun, sambungnya, masih ada sejumlah kendala yang dirasakan selama bertugas, di antaranya adalah kurangnya jumlah personel keamanan dan sarana lainnya. ”Hanya ada sekitar 20-an orang tenaga kemanan di Lapas ini, sedangkan napi mencapai 250 orang. Artinya jumlah pengamanan ini sudah semestinya ditambah, begitu juga dengan sarana untuk pembinaan keahlian bagi napi. Selain itu, di Lapas ini juga masih banyak kekurangan,” bebernya.
Dalam sertijab itu, Sekdakab Madina, Gozali SH MM, mengaku pihaknya akan berupaya untuk membantu Lapas Panyabungan, baik dari sarana dan prasarana atau hal lainnya yang dianggap perlu untuk meningkatkan pembinaan narapidana di Lapas Panyabungan.
“Pemkab Madina siap membantu sarana dan prasarana yang dibutuhkan Lapas. Namun, dengan catatan tak melanggar peraturan dan mekanisme yang ada. Kami akan mempelajarinya.Asal demi peningkatan Pemkab Madina siap membantu,” sebutnya.
Sementara itu, Rochidam, Kalapas yang baru yang sebelumnya bertugas sebagai Karutan Sulawesi Selatan, mengaku, telah berkomitmen untuk melanjutkan prestasi yang telah diraih oleh Kalapas yang lama. Selain itu, juga akan berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan Lapas Panyabungan dengan tak menyalahi aturan yang ada.
”Namun untuk menciptakan itu, saya tak akan mampu melanjutkan prestasi itu tanpa dukungan dan kerja sama yang baik dengan seluruh personel yang ada di lapas ini, begitu juga dengan Unsur Muspida yang ada di Madina. Saya sangat butuh dukungan dari seluruh elemen dalam menjalankan tugas saya,” imbuhnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan, Kajari Panyabungan, Danang Purwoko SH, dan unsur muspida lainnya.
Sertijab juga dihadiri sejumlah kalapas baik dari Psp, Kalapas Syiak, Kalapas Maninjau Sumatera Barat, dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian hukum dan Hak azasi manusia regional Sumut. (wan/ann)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadisbun Madina: Pemberian Izin PT.ALN Sesuai Prosedur

    Kadisbun Madina: Pemberian Izin PT.ALN Sesuai Prosedur

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengakuan Bupati Mandailing Natal non aktif Hidayat Batubara bahwa dia tidak pernah mengeluarkan izin lokasi perkebunan kepada PT. Agro Lintas Nusantara (ALN), membuat Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan Madina, Mara Ondak membela diri. Kepada wartawan di sela-sela pembahasan R.APBD Madina, Selasa (10/12/2013) Mara Ondak membantah pemberian izin kepada PT.ALN sebagai prosedur terburu-buru. […]

  • Balada Keterpaksaan Impor Garam, Sampai Kapan?

    Balada Keterpaksaan Impor Garam, Sampai Kapan?

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah S.Pd Guru dan Pegiat Literasi Islam Garam oh garam kenapa engkau murah? Macam mana aku tak murah karena banyak garam impor. Impor oh impor kenapa garam di impor? Macam mana aku tak diimpor….karena terpaksa impor. Itulah sepenggalan lagu bernada mirip lagu bersambung dalam tontonan serial anak-anak Upin dan Ipin. Muatan lagu ini senada […]

  • Jelang Lebaran, Kota Panyabungan Tiap Hari Macet

    Jelang Lebaran, Kota Panyabungan Tiap Hari Macet

    • calendar_month Selasa, 12 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jalan raya di sekitar Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal, langganan macet sejak beberapa hari terakhir. Titik macet mulai dari depan Mitra Tani hingga depan restauran Mie Aceh. Kondisi macet itu telah berlangsung sejak sepekan sebelum lebaran atau H-7 Idul Fitri. Pantauan Mandailing Online, Selasa (12/6/2018) di depan Pasar Baru Panyabungan, kemacetan […]

  • Tak Lulus Akreditasi, 483 Prodi Harus Dibubarkan

    Tak Lulus Akreditasi, 483 Prodi Harus Dibubarkan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek-Dikti) Muhammad Nasir merespon banyaknya program studi (prodi) kampus negeri yang tidak lulus akreditasi. Dia mengatakan, prodi-prodi itu dilarang menerima mahasiswa baru. Nasir menuturkan pengelola PTN harus fair terhadap penilaian dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Ketika hasil penilaian BAN-PT menetapkan ada prodi yang tidak lulus […]

  • Mahasiswa minta Saipullah Mundur Apabila Persoalan Perkebunan di Madina tak Selesai

    Mahasiswa minta Saipullah Mundur Apabila Persoalan Perkebunan di Madina tak Selesai

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – seratusan Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat Reformasi Mandailing Natal (AMPMRM) demo di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina. Mereka menyampaikan 15 tuntutan aksi. Dari 15 tuntutan Mahasiswa tersebut salah satu poinnya meminta Bupati Madina Saipullah Nasution untuk mundur apabila tidak mampu menyelesaikan permasalahan perkebunan di wilayah Pantai […]

  • Gagasan Memproduksi Film “Sibaroar” Kian Menguat

    Gagasan Memproduksi Film “Sibaroar” Kian Menguat

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Gagasan untuk mewujudkan film “Sejarah Sibaroar Nasution” makin menguat dalam pertemuan terbatas di Hotel Madani, Medan, pada Rabu (31/1). Pertemuan itu digagas oleh Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Sumatera Utara plus Naposo Nauli Bulung Ikanas Medan. Sutradara film Mandailing dari Jeges Art, Askolan Nasution diundang mewakili bakal penulis skenario, plus Adenin […]

expand_less