250 Ribu Bibit Kakao Masuk Madina. Kadistan Ngaku Belum Tau Rincian Anggarannya
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

PANYABUNGAN, (Mandailing Online )- Sebanyak 250 ribu batang bibit kakao sambung pucuk bersertifikat membanjiri Kabupaten Mandailing Natal. Program dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Medan itu menelan total pagu Rp4,55 miliar untuk 350 ribu batang untuk Madina dan Asahan
Dari total 350 ribu batang, Madina mendapat jatah terbesar 250 ribu batang, Asahan 100 ribu batang.
Ironisnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Madina, Syail Lubis, yang menjadi ujung tombak penyaluran di lapangan, mengaku tidak mengetahui rincian anggaran Rp4,55 miliar tersebut.
“Benar, yang diterima langsung adalah 250.000 batang bibit dan sudah bersertifikat. Hari ini akan dibagikan ke Panyabungan Timur, yakni Kelurahan Gunung Baringin dan Desa Pardomuan,” ujar Syail di ruang kerjanya, Rabu (4/11/2026).
Saat ditanya soal Rincian Anggaran Biaya (RAB), HPS, dan sumber dana apakah APBN atau APBD Provinsi, Syail justru melempar bola.
“Saya sendiri mungkin belum dapat data itu ya. Saya harus berkoordinasi dulu dengan tim saya di bidang perkebunan,” kilahnya.
Pernyataan Plt Kadis yang tidak menguasai anggaran miliaran rupiah di dinasnya sendiri menimbulkan tanda tanya besar soal transparansi dan akuntabilitas.
Dalam proses distribusi di lapangan, selain Bupati Madina dan jajaran Dinas Pertanian, pihak vendor penyedia bibit juga terlihat hadir langsung mendampingi pembagian.
Program yang diklaim diusulkan sejak 2025 itu memang diharapkan mendongkrak ekonomi petani di tengah harga kakao kering yang tembus Rp100 ribu per kilogram.
Syail berharap program ini tidak hanya bagi-bagi bibit, tapi berkelanjutan sehingga mampu mendongkrak ekonomi masyarakat.(fikfi )
- Penulis: Muhammad Hanapi




