Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

9.356 Pelanggan PLN Terancam Diputus

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
  • print Cetak


MADINA- Ribuan pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tepatnya 9.356 pelanggan dari total pelanggan listrik yang berjumlah 36.222, terancam diputus. Ancaman pemutusan aliran listrik ini dilakukan untuk pelanggan yang menunggak pembayaran rekening listrik.
“Hal ini dilakukan PLN Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebagai langkah untuk penertiban terhadap pelanggan nakal yang tidak memenuhi kewajiban,” kata supervisor penagihan PLN Panyabungan, Eryan Tresnadi, didampingi supervisior pelayanan, K Sitompul, kepada METRO di ruang kerjanya, Selasa (4/1).
Untuk menerapkan itu, sambung Eryan, pihak PLN Panyabungan akan menerjunkan tim Penertiban dan Pemutusan Tenaga Listrik (P2TL). Tim ini akan langsung bergerak untuk menyikapi persoalan yang ada mengingat jumlah pelanggan yang melakukan tunggakan listrik di wilayah PLN Ranting Panyabungan tinggi.
Disebutkan Eryan, kebanyakan dari mereka (penunggak, red) merupakan pelanggan rumah tangga, kemudian sekolah negeri dan perkantoran pemerintah kabupaten Madina. Dari jumlah itu terpaksa diputus sebanyak ribuan pelanggan.
“Jumlah pelanggan yang menunggak saat ini sekitar 9.356 pelanggan dari seluruh total pelanggan listrik yang berjumlah 36.222. Pelanggan terhitung Desember yang tersebar di Kecamatan Panyabungan, Kecamatan Siabu dan Kecamatan Sayur Matinggi,” sebutnya.
Dijelaskannya lagi, meskipun pihaknya telah melakukan gebrakan dengan cara memutus saluran listrik ke rumah pelanggan yang menunggak pembayaran rekening listrik, namun jumlah pelanggan yang menunggak tetap tinggi hingga berjumlah 9.356 pelanggan.
“Hingga akhir Desember 2010 jumlah rekening listrik yang masih akan ditagih sebesar dari pelanggan nakal yang tak mau membayar rekeningnya lebih dari Rp754 juta,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan, PLN juga mengultimatum pelanggan yang menunggak di atas 1 bulan akan diberikan sanksi yakni pemutusan sambungan dan begitu pelanggan yang menunggak di atas 3 bulan akan dibongkar seluruh fasilitas PLN yang ada dan dipakai.
“Sebenarnya di akhir tahun 2010 target jumlah tunggakan sudah seharusnya tertagih keseluruhan. Namun, karena kurangnya kesadaran bagi pelanggan maka pihak kami masih kesulitan dan terpaksa dilakukan pemutusan, padahal kita ketahui listrik ini merupakan kebutuhan yang tak bisa ditawar-tawar,” katanya.
Sementara itu, supervisor bidang pelayanan, K Sitompul, menceritakan, pihaknya kesulitan saat melakukan pemutusan. Sebab, tak sedikit pelanggan yang emosi hingga marah saat PLN mau melakukan pemutusan. Padahal sebenarnya yang mereka lakukan sudah merupakan prosedur hanya saja pelanggan sendiri yang tak mau patuh aturan.
“Sebagian pelanggan setelah dilakukan pemutusan baru mau membayar tunggakannya sampai lunas, bahkan ada juga setelah dilakukan pembongkaran rampung baru datang melapor dan melunasinya,” ucapnya.
Diungkapkannya, bahwa program pemutusan sambungan bagi pelanggan yang nunggak membawa hasil. Dari sekian jumlah pelanggan yang masuk daftar untuk dikenai sanksi 80 persen di antaranya sudah melapor dan melunasi tunggakannya.
Di tempat terpisah, Manajer PLN Ranting Panyabungan, Pardomuan Nasution, kepada METRO, mengatakan, pemutusan sambungan atau pembongkaran seharusnya tidak perlu terjadi dengan catatan antara pelanggan dengan pihak PLN Ranting Panyabungan bisa bekerjasama.
“Perlu kita ketahui bahwa listrik merupakan kebutuhan penting bagi seluruh masyarakat. Namun, faktanya bisa kita lihat bahwa masyarakat itu lupa, dan ketika listrik padam masyarakat emosi dan marah dan giliran bayar rekening pura-pura lupa,” kata Pardomuan.
Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat pelanggan listrik untuk tepat waktu membayar rekening, setidaknya jangan sampai masuk kategori pemutusan atau pembongkaran. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Nataru Stok Pangan di Madina Aman

    Jelang Nataru Stok Pangan di Madina Aman

    • calendar_month Kamis, 30 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Ketapang Madina pastikan sejumlah pasokan stok pangan komoditi tercukupi Jelang Natal Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru). “Berdasarkan pantauan hasil survei pasar dan laporan UPTD Kecamatan, Insya Allah jelang Nataru pasokan bahan komoditi aman,” Kata Taufik Zulhandra Ritonga Kadis Ketapang Melalui Khairul Anwar Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan di […]

  • Harga Karet Naik ke Level 8.600

    Harga Karet Naik ke Level 8.600

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet alam di Panyabungan, Mandailing Natal mengalami kenaikan dalam tiga pekan terakhir. Pantauan di lokasi pertimbangan karet, Gunungtua Iparbondar, Panyabbungan, Kamis (16/1/2020) harga karet basah di terrendah Rp 8.200 per Kg, tertinggi Rp 8.600 per Kg. Sahrin Nasution, penyadap karet dari Gunungtua Julu mengungkapkan harga karet alam ini mengalami […]

  • Harga getah melorot di Madina

    Harga getah melorot di Madina

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Harga “apea” atau getah alam melorot dalam dua pekan terakhir di Mandailing Natal (Madina). Posisi harga di tiga pusat penjualan di Kecamatan Siabu yakni pasar Sihepeng, pasar Simangambat dan Hutabaringin menurun sejak 2 pekan lalu. Harga di tiga pusat penjualan itu masih berada di kisaran antara Rp 7.500 hingga Rp 8.000 […]

  • Gemasu Unjukrasa, Dukung Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Taman Raja Batu

    Gemasu Unjukrasa, Dukung Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Taman Raja Batu

    • calendar_month Rabu, 7 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sumatera Utara (Gemasu) berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera  Utara (Kejatisu), Selasa (6/3). Massa menyatakan mendukung penuh terhadap langkah Kejatisu dalam penyelidikan dugaan korupsi pembangunan objek wisata  Taman Raja Batu dan Tapian Siri-siri Syariah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang diduga […]

  • Saparuddin-Miswaruddin Dinilai Mampu Kelola SDA Madina Untuk Sejahterakan Rakyat

    Saparuddin-Miswaruddin Dinilai Mampu Kelola SDA Madina Untuk Sejahterakan Rakyat

    • calendar_month Minggu, 6 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ‎ PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Madina sungguh kaya sumber daya alam, tapi sesungguhnya belum bisa memberikan kesejahteraan bagi rakyat. Kebijakan-kebijakan pemerintah belum berpihak kepada rakyat, sehingga banyak terjadi ketimpangan yang berujung penderitaan bagi rakyat. “Melihat latar belakang pasangan Saparuddin Haji-Miswaruddin gabungan ekonom akademisi, saya yakin pasangan ini bersama DPRD akan mampu membuat langkah strategis […]

  • Razman Arif: Harus Kebijakan Radikal Hadapi Sorikmas Mining

    Razman Arif: Harus Kebijakan Radikal Hadapi Sorikmas Mining

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Direktur Eksekutif Indonesia Constitutional Watch, Razman Arif Nasution menyatakan harus ada kebijakan yang radikal dalam menghadapi renegosiasi tambang PT. Sorikmas Mining. Itu dikatakan Razman yang juga caleg DPR RI Partai Grindra dari Dapil Sumut 2 ini menjawab wartawan usai acara temu silaturrahim dengan masyarakat Madina di aula Hotel Rindang, Panyabungan, Rabu […]

expand_less