Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Pemprovsu Harus Tinjau Proyek Dek Rantopuran di Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
  • print Cetak

 

Muhammad Rusdi Batubara

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diminta memeriksa pelaksanaan pembanguan dek penahan banjir Sungai Rantopuran di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina).

Pasalnya, terjadi perbedaan pandang antara pihak kontraktor dengan pihak UPT SDA Batang Gadis Batang Natal soal bahan material untuk cor dek.

Itu dikatakan Muhammad Rusdi Batubara dari Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Madina kepada Mandailing Online di Panyabungan, Senin (28/10/2019).

Rusdi yang akrab dipanggil Parkuas ini menyatakan, perbedaan pendapat antara pihak kontraktor dengan UPT SDA Batang Gadis mengindikasikan adanya ketidakberesan mutu bangunan.

Dia menyatakan, berdasar klasifikasi mutu untuk K 175, campuran material harusnya perbandingan semen 326 kg, pasir 760 kg dan krikil 1.029 kg.

“Jika pasir dan krikil langsung diambil dari sungai bagaimana mereka menakarnya?,” imbuh Rusdi.

Oleh karena itu, dia mendesak Pemprovsu untuk melakukan pemeriksaan material serta mengkaji ulang apakah pengawasan berjalan dengan baik atau tidak.

Rusdi juga melihat anggaran dana untuk proyek ini sebesar 2, 2 mlyar rupiah terlalu mahal, sebab material pasir dan krikil sebagai bahan utama diambil di sungai lokasi proyek.

Pekerja sedang mengaduk material untuk pembangunan dek penahan banjir Sungai Rantopuran

Di sisi lain, pembesian juga dinilai janggal berdasar amatan JPKP Madina. Pasalnya terjadi beda pendapat antara PPTK dengan pihak kontraktor.

“Pemprovsu harus tegas memberikan kepastian apakah 30 cm jarak antar tulang besi atau 25 cm. Agar masyarakat tidak dibingungkan. Sebab, keterangan yang kami terima berbeda antara yang disampaikan pihak kontraktor dengan PPTK UPT SDA” ujarnya.

Tulang besi dek di pembangunan dek penahan banjir Sungai Rantopuran TA 2019

“Aneh PPTK tak bawa bestek saat meninjau pekerjaan. Katanya di medan. Bagaimana mereka bisa kontrol tanpa bawa RAB?,” katanya.

Sementara itu, PPTK Rehabilitasi Pengandalian Banjir Sungai Aek Rantopuran, Sugiono ketika dikonfirmasi Mandailing Online di kantornya, Panyabungan, Senin (21/10/2019) menjelaskan dan membenarkan bahwasanya material yang dipakai pada proyek Rehabilitasi Pengandalian Banjir Sungai Rantopuran diambil dari lokasi proyek.

Sugino menjelaskan bahwa campuran beton proyek Rehabilitasi Pengendalian Banjir Sungai Rantopuran itu adalah semen, pasir dan siplit.

Sugiono membantah jika pasir yang dipakai untuk beton Rantopuran itu pasir jenis uruk.

“Sesuai pengawasan kami, tidak ada dipakai pasir uruk. Yang dipakai adalah pasir siplit,” katanya.

Sebelumnya, Qualiti Control CV Denny Utama, Irpan Syuhdi Pulungan menjawab Mandailing Online, Minggu (20/10/2019) di lokasi, menyatakan pasir yang dipakai jenis pasir uruk.

Pasir uruk itu diambil dari badan sungai lokasi proyek.

Dan menurut Irpan, jenis pasir yang dipakai itu sudah sesuai dengan kontarak kerja dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan ini.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus korupsi Poltekes rampung

    Kasus korupsi Poltekes rampung

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Poltekes senilai Rp9,3 miliar, kepada Jermias Sinaga sudah tuntas, kata Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Medan, pagi ini. “Sudah selesai tinggal dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan, ” tambah Dharmabella Tymbasz. Begitu tersangka pulih dari sakitnya, lanjut Dharmabella, langsung dilimpahkan. Dharmabelle menegaskan, timnya telah sudah menuntaskan penyelidikan […]

  • Bahasa Ibu Dulu, Kini dan Esok

    Bahasa Ibu Dulu, Kini dan Esok

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Oleh : Edi Nasution Terjadinya proses evolusi sehubungan dengan seleksi alam yang menimpa makhluk hidup, kini mungkin terjadi pula pada bahasa manusia. Terlepas dari kontroversi teori evolusi yang dirumuskan oleh Charles Darwin (1809-1882) itu, lalu muncul kekhawatiran karena cukup fakta yang menunjukkan bahwa sejumlah Bahasa Ibu di dunia terancam punah. Kekhawatiran akan punahnya sejumlah Bahasa […]

  • Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenaga Kerjaan Madina Pastikan Penanganan Pasien Efektif di RSU

    Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenaga Kerjaan Madina Pastikan Penanganan Pasien Efektif di RSU

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Dalam rangka Hari Pelanggan Nasiona yang jatuhpada  hari ini Senin 4/9/2023, BPKJS Ketenaga Kerjaan Mandailing Natal ( Madina ) mengunjungi sejumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Panyabungan. Mereka yang dikunjungi merupakan pasien yang juga terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenaga Kerjaan. Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan […]

  • Demi Poles Wajah Kota Panyabungan, Dinas PUPR Lembur Sampai Malam

    Demi Poles Wajah Kota Panyabungan, Dinas PUPR Lembur Sampai Malam

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Demi memoles wajah ibu kota Kabupaten Mandailing yakni Kota Panyabungan, Dinaa PUPR beserta Kontraktor rela lembur untuk melakukan pengaspalan jalan lintas barat sekitar pasar baru sampai Puskesmas Panyabungan Jae Sabtu malam 29/7/2023. Warga sekitar pun terlihat sumbringa, karena akses jalan utama lintas barat telah diperbaiki ( hotmik ) karena tahun lalu […]

  • Malaysia Belajar Tangani Napi ke Indonesia

    Malaysia Belajar Tangani Napi ke Indonesia

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Penyebutan penjara di Indonesia dengan “pemasyarakatan” menarik perhatian pihak Maktab Penjara Kerajaan Malaysias. Mereka juga salut melaihat keterampilan warga binaan LP Klas I Tanjung Gusta Medan, khususnya dalam budidaya jangkrik. Komandan Maktab Penjara Kerajaan Malaysia Nawawi Bin Hamid dalam kunjungannya sekaligus studi banding 54 taruna Maktab Penjara Kerajaan Malaysia atau Akademi Pemasyarakatan ke di […]

  • Gerindra mau bongkar permainan renovasi ruang Banggar

    Gerindra mau bongkar permainan renovasi ruang Banggar

    • calendar_month Senin, 23 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Partai Gerindra langsung menindaklanjuti kasus renovasi ruang Badan Anggaran (Banggar DPR) senilai Rp20,3 milyar dengan memanggil kadernya yang juga Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Pius Lustrilanang. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan tadi malam, DPP Partai Gerindra telah memanggil Pius Lustrilanang. Dalam pemanggilan itu pihak DPP yang dihadiri oleh […]

expand_less