Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Partuturan di Dalam Masyarakat Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2014
  • print Cetak

Bahasa adalah refleksi dan identitas yang paling kokoh dari sebuah budaya. Bahasa Mandailing merupakan identitas orang Mandailing yang dipelihara dan dikembangkan sebagai pengemban kebudayaan dan tata kemasyarakatan Mandailing.

Asal bahasa Mandailing merupakan perkembangan dari Proto- Malayo-Polinesia yang selanjutnya diklasififikasikan ke dalam sub kelompok Malayo Polinesia Barat (Western Malayo-Polynesia) menurut Robert Blust.

Fungsi bahasa Mandailing menurut penulis adalah:
1. Melambangkan kebanggaan dan identitas daerah serta masyarakat penutur dan pendukung bahasa Mandailing.
2. Merupakan alat ekspresi dan komunikasi keluarga.
3. Sebagai media dari kebudayaan daerah Mandailing dan Agama Islam.
4. Sebagai bahasa dan aksara yang digunakan dalam desa adat dan lembaga adat.
5. Sebagai bahasa yang dapat memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia yang saling menunjang dan menghidupi satu dengan yang lainnya.
6. Mengungkapkan budaya dan unsur kreativitas masyarakat penutur serta pendukungnya.
7. Merupakan muatan lokal untuk pendidikan sekolah seperti: SD, SMP dan lainnya.

Dalam kehidupan berkomunikasi sehari-hari di dalam masyarakat Mandailing rasa kekeluargaan dan keakraban diucapkan lewat partuturan. Partuturan biasanya berdasarkan hubungan darah dan perkawinan serta kekerabatan. Partuturan yang berlaku dalam masyarakat Mandailing diciptakan oleh nenek moyangnya sebagai sistem tutur sapaan yang dipergunakan dalam berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari orang Mandailing.

Keunikan bahasa Mandailing terdiri tujuh (7) macam ragam adalah:
1. Bahasa adat (ata adat) bahasa yang dipergunakan pada waktu upacara adat.
2. Untuk bahasa sehari-hari dipergunakan jenis bahasa yang dinamakan ata somal atau ata na biaso.
3. Untuk bahasa ratapan (lamentasi) dipergunakan jenis bahasa yang dinamakan ata andung, ragam bahasa ini tergolong bahasa sastra.
4. Untuk bahasa yang dipergunakan untuk pemyembuhan atau kegiatan yang berkaitan dengan dunia gaib, yang dinamakan ata sibaso.
5. Untuk bahasa yang digunakan ketika berada dalam hutan, yang dinamakan ata parkapur.
6. Untuk bahasa yang digunakan ketika bertengkar berkelahi, yaitu ragam bahasa caci maki yang dinamakan ata bura dohot jampolak.
7. Untuk bahasa yang menggunakan dedaunan sebagai lambang untuk istilah-istilahnya, yang dinamakan ata bulung-bulung.

Pertuturon adalah berisi aturan hubungan antar perorangan atau unsur dalam Dalihan Na Tolu (etika bertutur), dimana tutur menjadi perekat bagi hubungan kekerabatan. Dengan menyebut tutur terhadap seseorang diketahuilah jalur hubungan kekerabatan diantara mereka yang menggunakan dan sekaligus menentukan prilaku atau etika apa yang pantas dan tidak pantas diantara mereka yang bergaul.

Partuturon mengatur dan menentukan bagaimana seseorang bersikap, berbicara terhadap orang lain dan demikian juga sebaliknya. Dari partuturon akan diketahui sejauhmana hubungan seseorang dengan orang lain berdasarkan hubungan darah, hubungan kekerabatan atau hubungan berdasarkan perkawinan.

Pada prinsipnya partuturon merupakan etika, sikap, dan tingkah laku seseorang jika berkomunikasi dengan orang lain, yang bertujuan untuk saling menghormati, semangat persaudaraan, rasa persatuan dan semakin eratnya ikatan kekeluargaan yang harmonis. (H. Pandopotan Nasution, SH, Tabloid Sinondang Mandailing 24/01/08).

Masyarakat Mandailing mempunyai gaya bicara yang khas, yaitu gaya bicara dengan lagu kalimat yang membujuk, memikat (yang disebut gaya bicara pantis) dengan logat, aksen lemah lembut dengan suara yang halus dan sopan santun. Gaya bicara tersebut bersifat diplomatis, sering tidak langsung kepada pokok pembicaraan.

Secara kultural Pemerintah Kolonial Belanda membiarkan masyarakat setempat hidup dengan bahasa mereka sendiri, dengan kesusastraan mereka sendiri dan bahkan dengan pola interaksi mereka yang sudah ada (Edy Effendy, Membaca kembali realitas sastra pasca kolonial, Media Indonesia, 2 Juni 2007).

Setelah Republik Indonesia sampai saat ini khusus Bahasa Daerah hampir di seluruh Indonesia khususnya bahasa Mandailing tersisih akibat dominasi dari Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Maka perlu generasi muda melestarikan Bahasa Mandailing, Tata cara/etika interaksi di masyarakat Mandailing dan kesusastraan Mandailing agar tidak punah dalam era globalisasi pada saat ini maupun akan datang.

Menurut Penulis punahnya bahasa (tutur) daerah berarti hilangnya sebagian kebudayaan dan nilai serta kearifan local yang terkandung di dalamnya. (Patuan Dolok III/blog patuan dolok raja panusunan tamiang)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Massa M-Four Demo Insfektorat Madina

    Massa M-Four Demo Insfektorat Madina

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sekdes Jadi CPNS Penuh Kecurangan MADINA- Sekitar 20-an orang yang menamakan diri dari Dewan Pengurus Pusat Majelis Mahasiswa Muslim Mandailing Natal (DPP M-Four), Kamis (26/5) mendemo Kantor Inspektorat Pemkab Madina. Mereka meminta pertanggung jawaban Inspektorat Madina sebagai verifikasi dan validasi data pengangkatan Sekretaris Desa (Sekdes) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dasarnya, menurut demonstran, pengangkatan […]

  • Oknum Guru PPPK di Natal Jadi Anggota BPD Desa Hutarimbaru

    Oknum Guru PPPK di Natal Jadi Anggota BPD Desa Hutarimbaru

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gempar Alam warga desa Hutarimbaru, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) adalah seorang Guru Pegawai Pemerintah Perjanjian dengan Kerja (PPPK). di SDN 378 Sikara Kara, Kecamatan Natal.selain seorang guru, ternyata ia juga aktif sebagai anggota BPD Desa Hutarimbaru di Kecamatan Panyabungan Timur. Selidik punya selidik ternyata Gempar Alam […]

  • Parkir Tak Jelas, Pasar Panyabungan Semrawut

    Parkir Tak Jelas, Pasar Panyabungan Semrawut

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Kesemrawutan di jalan protokol Kota Panyabungan sebagai pusat kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) disebabkan areal parkirnya tidak jelas. Sehingga, di jam lalulintas padat, pengendara akau sulit melewati ruas jalan tersebut. Amatan METRO, Selasa (24/1) Kabupaten Madina mekar dari Kabupaten Tapsel tahun 1998 lalu, kondisi jalinsum Kota Panyabungan masih tetap seperti dulu. Di kiri kanan […]

  • Walbup Sampaikan LKPJ Bupati 2012

    Walbup Sampaikan LKPJ Bupati 2012

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution menyampaikan nota pengantar Laporan Pertanggungjawaban Bupati tahun 2012 pada paripurna DPRD Madina, Selasa (1/10/2013). Dalam nota pengantar disebutkan, realisasi pendapatan daerah sebesar Rp.791.409.493.295. Angka melenceng dari rencana pendepatan yang ditarget sebesar Rp.820.534.052.297 atau hanya tercapai 96,45 persen. Pendapatan itu terdiri dari PAD (Pendapatan […]

  • Lagi Pekerja Tambang Emas Ilegal di Madina Tewas Tertimbun Galian Saat Aktifitas Kerja

    Lagi Pekerja Tambang Emas Ilegal di Madina Tewas Tertimbun Galian Saat Aktifitas Kerja

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Linggabayu ( Mandailing Online ): Praktek pembiaran terhadap pelaku tambang emas ilegal di wilayah Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terus membawa korban. Kali ini seorang pekerja tambang ditemukan tidak bernyawa tertimbun material longsor di areal pertambangan. ” pak ini ada korban longsor di lokasi tambang emas. Dia ditemukan sudah meninggal tertimbum material […]

  • 264 Jaringan Irigasi Akan Diperbaiki di Madina

    264 Jaringan Irigasi Akan Diperbaiki di Madina

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailingonline) – Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Mandiling Natal (Madina), Dinas Pertanian terus melakukan gebrakan bekerja sama dengan TNI AD, Senin (9/2/2015). Peletakan batu pertama pembangunan jaringan irigasi dilaksanakan di Desa Sitinjak, Kecamatan Batang Natal untuk memudahkan petani memperoleh air. Demikian disampaikan Kadis Pertanian Madina M Taufik Zulhendra Ritonga. Dikatakannya, sebanyak 264 jaringan […]

expand_less