Senin, 20 Apr 2026
light_mode

Pemukulan wartawan sangat memalukan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
  • print Cetak


MEDAN, (MO) – Berbagai organisasi jurnalistik mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oknum perwira TNI AU pada saat sejumlah wartawan di lokasi jatuhnya Hawk 200 di Pasir Putih, Pandau, Pekanbaru, Riau, hari ini.

Berbagai lembaga kewartawanan di tanah air pun turut angkat bicara mengecam tindakan memalukan yang dilakukan oknum anggota TNI angkatan udara tersebut.

“Ini merupakan sikap arogan yang ditunjukkan aparat kepada insan jurnalis dan kita mengecam tindakan kekerasan tersebut,” kata Ketua PWI Sumut, Muhammad Syahrir kepada Waspada Online, hari ini.
join_facebookjoin_twitter

Syahrir menilai kekerasan yang dilakukan oknum TNI AU tersebut sudah menimbulkan ketidaknyamanan terhadap jurnalis dan masyarakat. Oknum TNI AU sudah mencoba-coba menutup-nutupi kejadian yang sudah disaksikan langsung oleh masyarakat dan wartawan.

Untuk itu, lanjut Syahrir oknum perwira TNI AU harus diproses secara hukum dan dipecat karena peristiwa tersebut sudah menyakiti hati lembaga jurnalistik di Indonesia.

Selain itu, Syahrir juga meminta Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) TNI Angkatan Udara Pekanbaru, Riau dicopot dari jabatannya karena sudah melakukan pembiaran kekerasan yang dilakukan anggotanya terhadap jurnalis. “Itu berdasarkan perintah atasan,” tegasnya.

Dalam kekerasan terhadap jurnalis bukan merupakan hal yang baru, untuk itu presiden harus memberikan pemahaman mengenai jurnalis kepada aparat negara supaya tidak terulang kembali. “Presiden perlu memberikan jaminan kepada jurnalis supaya tidak mendapat kekerasan yang sama dikemudian hari,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan ketua Ikatan Wartawan Hukum (Ikwah) Sumut, Sulaiman Hamzah yang mengutuk keras aksi semena-mena yang dilakukan oknum perwira TNI AU pada sejumlah wartawan di lokasi jatuhnya Hawk 200 di Pasir Putih, Pandau, Pekanbaru, Riau, siang tadi. Bentuk tindakan kekerasan yang dilakukan oknum perwira TNI AU merupakan tindakan kriminalisasi aparat terhadap warga sipil dan wartawan. Hal ini tidak sesuai dengan profesionalisme aparat atau militer yang mengayomi masyarakat.

“Ikwah Sumut mengecam tindakan arogansi aparat Danlanud Pekanbaru, seharusnya pelarangan peliputan ada dialog antara wartawan dan pihak lanud jika demi alasan keselamatan. Tindakan aparat apalagi seorang perwira tidak pantas seperti itu,” beber Ketua IKWAH SUMUT Sulaiman Hamzah dengan kesal saat ditemui di Kantor Ikwah Sumut di Medan, hari ini.

Hamzah mengungkapkan tindakan kekerasan tidak sepatutnya dilakukan oleh aparat dengan dalih pengamanan dan penyelamatan salah satu anggota yang diduga masih selamat dan berada di dalam peswat tidaklah alasan yang tepat dalam melakukan kekerasan apalagi penganiayaan.

Menurut Hamzah bahwa seorang wartwan dalam melaksankan tugas peliputan dilindungi Undang-Undang dan terikat pada kode etik yang telah dietapkan oleh dewan pers. Jadi alasan yang disampaikan untuk melindungi bukanlah suatu alasan yang tepat dan diduga alasan yang tidak masuk akal.

Kecaman juga datang dari Ketua Media Online dan Elektronik, Aliansi Pers Indonesia (API) Sumut, Sastroy Bangun, saat dimintai tanggapannya soal kasus kekerasan terhadap wartawan, yang dilakukan oknum TNI AU di Pekanbaru, Riau.

“Oknum perwira TNI AU itu sudah tidak bisa ditolerir, ini bukan kasus yang pertama terjadi terhadap insan pers. Ini sangat memalukan sekaligus memilukan hati kita. Oknum tersebut lebih pantas jadi tukang pukul, daripada menjadi menjadi perwira TNI. Apalagi TNI itu pengayom masyarakat, pelindung negara. Sungguh tidak pantas,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, perwira TNI tersebut pantas untuk diberhentikan dari jabatannya. “Oknum tersebut harus dipecat, biar bisa merasakan bagaimana mejadi rakyat sipil. Bila perlu, perwira tersebut beralih profesi menjadi wartawan. Ini sebanding dengan tindakan yang dilakukannya,” kata Sastroy.

Sebagaiman diketahui sejumlah wartawan foto dan kameramen televisi menjadi sasaran pemukulan dan perampasan kemera saat terjatuhnya Hawk 200 yang jatuh di samping rumah warga pada Selasa Pagi.

Enam wartawan yang mendapat tindakan kekerasan oknum AURI tersebut antara lain Didik (Riau Pos), Ryan Fb Anggoro (LKBN Antara), Ari Nadem (Tv-One), dan Robi (RTv). Selain wartawan, dua mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) juga ditinju oknum anggota TNI AU karena kedapatan mengambil foto bangkai pesawat Hawk 200 yang jatuh di samping rumah warga. (wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina dan PLN Bahas Kebutuhan Gardu Induk di Pantai Barat

    Madina dan PLN Bahas Kebutuhan Gardu Induk di Pantai Barat

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Upaya percepatan pemasangan gardu induk di Kecamatan Natal, Mandailing Natal (Madina), Sumut menjadi pembahasan di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Pertemuan antara Bupati Madina Saipullah Nasution dengan Executive Vice Presiden PLN Distribusi Sumatera-Kalimantan Saleh Siswanto itu membahas beberapa poin lainnya. Yakni upaya elektrifikasi desa-desa di Madina yang masih belum terjangkau PLN dan […]

  • Pilkada Madina, Kuasa Hukum Ungkap Pelibatan Kadis Pendidikan, Kadis PMD dan Camat Morsip

    Pilkada Madina, Kuasa Hukum Ungkap Pelibatan Kadis Pendidikan, Kadis PMD dan Camat Morsip

    • calendar_month Jumat, 15 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pasangan calon nomor urut 01 Pilkada Serentak 2020 Mandailing Natal menggugat dan meminta Mahkamah Konstitusi membatalkan hasil pilkada yang memenangkan bupati petahana Dahlan Hasan Nasution, karena curang secara masif dan mengerahkan aparatur sipil negara tersistematis dalam memenangkan pilkada. Kuasa hukum pasangan calon nomor urut 01 Sukhairi-Atika, Adi Mansar dalam keterangan persnya yang […]

  • Presiden: Jangan Biarkan Setiap Upaya Ingin Robek Perdamaian Aceh

    Presiden: Jangan Biarkan Setiap Upaya Ingin Robek Perdamaian Aceh

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Banda Aceh, Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, duduk di kursi perdamaian yang diserahkan oleh rakyat Aceh kepada Presiden, Senin (29/11). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengajak seluruh rakyat Indonesia dan Aceh khususnya untuk terus mempertahankan dan menjaga perdamaian yang dicapai setelah melalui jalan panjang dan perjuangan yang […]

  • KAMI BUKAN PKI

    KAMI BUKAN PKI

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Kami ini bukan PKI, kami ini bukan pemberontak, kami juga bukan teroris.  Masa begini dibuat,” kata seorang ibu rumah tangga. Perempuan ini berteriak ditengah kerumunan ribuan massa yang memblokir jalan negara Lintas Sumatera di titik Desa Jambur Padang Matinggi, Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina), Jum’at 22 Maret 2013. Dia berteriak bahwa […]

  • Jalan Panyabungan Timur Hancur

    Jalan Panyabungan Timur Hancur

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Minimnya Drainase di sepanjang jalan menuju Kecamatan Panyabungan Tiur Kabupaten Mandailing Natal membuat jalan hancur berlobang akibat dari kikisan air.(MO)

  • Palas Layak Miliki Perpustakaan Daerah

    Palas Layak Miliki Perpustakaan Daerah

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS- Kabupaten Padang Lawas (Palas) sudah selayaknya memiliki perpustakaan daerah yang menyajikan berbagai buku untuk dibaca masyarakat. Hal ini mengingat Palas belum memiliki perpustakaan daerah. Demikian disampaikan Wakil Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Palas, Bidang Pengkajian Pendidikan, Husni Mubarrok Nasution, kepada METRO, Rabu (5/1). Pihaknya menilai apa yang sudah dilakukan Bupati Palas, Basyrah Lubis […]

expand_less