Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Agincourt Rumahkan 300 Karyawan Lagi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
  • print Cetak

Medan, (MO) – Dua minggu pasca berhentinya operasi Tambang Emas Martabe di Batangtoru, Tapanuli Selatan, tercatat jumlah karyawan yang dirumahkan semakin banyak. Saat ini, jumlahnya mencapai 1.200 orang atau bertambah sekitar 300 orang dari sepekan sebelumnya.
“Tadi saya cek, jumlahnya malah bertambah,” kata Communication Manager PT Agincourt Resources, pengelola tambang emas Martabe di Batangtoru, Katarina Siburian, kepada MedanBisnis, Selasa (16/10).

PT Agincourt Resources selaku pengelola Tambang Emas Martabe menghentikan operasionalnya sejak 1 Oktober 2012. Langkah itu terpaksa dipilih perusahaan karena pemerintah daerah (pemda), baik Pemkab Tapsel maupun Pempropsu, gagal menyelesaikan polemik mereka dengan masyarakat terkait pembuangan limbah perusahaan itu ke Sungai Batangtoru. Dampaknya sekitar 2.000 karyawan yang bekerja di perusahaan asal Hongkong tersebut terancam dirumahkan.

Katarina mengatakan perusahaan tidak bisa menjamin ada lagi atau tidak karyawan yang dirumahkan ke depan. Menurutnya, sepenuhnya tergantung pada bisa tidaknya pemasangan pipa pembuangan air sisa pemurnian.

Namun, jelas Katarina, karyawan yang dirumahkan tersebut bukan pemutusan hubungan kerja, melainkan diberhentikan sementara menunggu ada kepastian apakah boleh atau tidaknya pipa pembuangan air sisa pemurnian dipasang.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut, H Gatot Pujo Nugroho ST mengatakan, upaya untuk terus mempekerjakan karyawan tetap dilakukan Pemerintah Propinsi Sumut (Pempropsu). Dia mengatakan akan membicarakan nasib karyawan yang dirumahkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun sejauh ini, upaya ini belum terlaksana.

Dari hasil kinerja Badan Lingkungan Hidup (BLH) Propinsi Sumut yang sebelumnya ditugaskan Gatot memonitoring perkembangan tambang, Gatot menyebutkan bahwa jam-jam kerja termasuk lembur karyawan dikurangi perusahaan.

Jhon Tafbu Ritonga dari Angel for Sustainable Development Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (FE USU), mengatakan, tambang emas tersebut sangat menjanjikan bagi investasi ekonomi masyarakat Batang Toru, bagi Tapsel, Sumut bahkan Indonesia.”Sebaiknya masyarakat memberi kesempatan dilakukannya pemasangan pipa seraya ikut mengawasi bilamana terjadi kerusakan sebagai akibat dari pembuangan air sisa proses ke Sungai Batang Toru. Artinya mari kita dukung bersama ka rena tambang ini memberi dampak pembangunan yang berkelanjutan,” katanya. (medan bisnis/benny pasaribu)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Madina Kembali Turun ke KPK Plus Kejagung

    Mahasiswa Madina Kembali Turun ke KPK Plus Kejagung

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Mahasiswa Peduli Mandailing Natal (FMMP Madina) kembali melalukan aksi Jilid 2  di depan gedung KPK RI dan KEJAGUNG RI, Rabu (24/2/2021) di Jakarta. Dalam tuntutannya FMMP meminta  ketua KPK agar segera memanggil dan memeriksa seluruh oknum yang terlibat dalam menggunakan anggaran penanganan dana covid 19 […]

  • Oji Ganding Batal Dilantik

    Oji Ganding Batal Dilantik

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – 39 orang dilantik dan diambil sumpahnya menjadi anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) priode 2014-2019 hasil Pemilu 2014 pada rapat paripurna istimewa di gedung DPRD Madina, Selasa (2/9/2014). Sejatinya jumlah yang dilantik sebanyak 40 orang, namun Ali Makmur Nasution alias Oji Ganding tidak bisa hadir. Informasi di gedung dewan menyebutkan bahwa Oji […]

  • Sah! UMK Madina ditetapkan Rp.2.911.736

    Sah! UMK Madina ditetapkan Rp.2.911.736

    • calendar_month Kamis, 7 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasarkan keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/911/KPTS 2023 Upah Minimum Kota Atau Kabupaten Mandailing Natal( Madina )  ditetapkan senilai Rp.2.911.736. Sebelumnya, Pada bulan November 2023 lalu. Dewan Pengupahan Kabupaten Madina membuat membuat rekomendasi upah minimum di angka Rp.2.911.736. Yang secara langsung di tanda tangani Bupati Madina H.M. Ja’far Sukhairi Nasution. Kata […]

  • 10,5 Hektar Sawah dan Kebun Terendam, Satu Unit Jembatan Ambruk di Tapsel

    10,5 Hektar Sawah dan Kebun Terendam, Satu Unit Jembatan Ambruk di Tapsel

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Akibat guyuran hujan selama dua hari dua malam, 10,5 hektar sawah dan kebun siap panen, terendam air di Dusun Goa Asom Desa Janji Matogu Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (3/11). Pantauan Analisa, terendamnya sawah 6 Ha berumur 1 bulan, kebun cabe 1,5 Ha dan jagung 3 Ha siap panen ini, disebabakan […]

  • Jenguk Penderita Tumor, Saipullah Kasih Bantuan Biaya

    Jenguk Penderita Tumor, Saipullah Kasih Bantuan Biaya

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Calon Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Saipullah Nasution membantu biaya pendampingan pasien Anni Sobariah (39), penderita tumor ganas rahim asal Desa Hutarimbaru, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina. Bantuan biaya pendampingan berupa uang tunai untuk pasien dari keluarga kurang mampu untuk berobat ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan, itu diserahkan […]

  • Kontradiktif Rezim Sekuler, Ajarannya Ditolak Dananya Ditarik

    Kontradiktif Rezim Sekuler, Ajarannya Ditolak Dananya Ditarik

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Masalah Keumatan, tinggal di Sidikalang Negeri kaya raya itu bergelar sebagai bumi gemah rifah loh jinawi, apa yang tak ada bumi pertiwi ini. Hutannya terhampar menyimpan kekayaan alam yang tak terhitung jumlahnya. Laut, sungai, danau, teluknya terbentang luas memiliki keaneka ragaman hayati yang tak ternilai. Kiranya dengan setumpuk sumber […]

expand_less