Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Pemkab Kurang Berani Berinvestasi Di Sektor Perkebunan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 14 Jan 2013
  • print Cetak

akfar Sukahiri 140113
PANYABUNGAN (Mandailing Online)
– Pemkab Mandailing Natal (Madina) dinilai kurang berani membuka perkebunan milik pemkab. Padahal potensi perkebunan sangat hebat meningkatkan pendapatan daerah menuju otonomi daerah yang lebih mandiri.

“Fakta yang ada ternyata sampai sekarang Pemkab Madina belum pernah mengalokasikan anggaran belanja-nya untuk belanja modal secara serius, terencana dan terukur untuk investasi di bidang perkebunan,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD Madina, Ja’far Sukhairi Nasution kepada wartawan, Senin (14/1) diruang kerjanya.

“Kami menilai yang terjadi di Pemkab Madina ini bukan saja aneh. Banyak orang pribadi atau perusahaan swasta yang memiliki kebun luas mencapai ribuan hektar di Madina, sementara Pemkab Madina yang punya modal cukup, sama sekali tidak memiliki areal perkebunan milik sendiri,”katanya.

Karena itu, dia dan Fraksi PKB sudah meminta agar pemkab dapat mengalokasikan anggaran untuk belanja modal berupa areal perkebunan untuk selanjutnya dapat membangun perkebunan milik pemkab Madina sendiri.

“Menurut hemat kami, kita tidak membutuhkan modal yang terlalu besar untuk mulai merealisasikan pemikiran visioner ini,” tegasnya.

Dalam beberapa tahun ke depan, tentunya perkebunan itu sudah membuahkan hasil dan tentu saja Pemkab Madina dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selanjutnya, hasil itu dapat digunakan untuk mendanai program pendidikan gratis, kesehatan gratis dan sekaligus juga pembukaan lapangan kerja baru.

“Pemkab Madina juga masih lemah dalam pengelolaan potensi dan hasil alam. Alhamdulillah, bumi Mandailing Natal dikaruniai Allah SWT begitu banyak sumber daya alam, termasuk tambang emas dan mineral lainnya. Ada dua hal yang menurut kami sangat kontras,” imbuhnya.

Pertama, fakta tentang minimnya hasil dari perusahaan pertambangan besar, seperti PT. Sorikmas Mining. Kedua, fakta tentang secanggih apapun peralatan yang digunakan dan sesederhana apapun motode kerja pengolahan yang digunakan masyarakat, seperti di daerah Hutabargot dan Naga Juang, hasilnya terbukti berdampak besar pada peningkatan perekonomian masyarakat pada umumnya,” ungkapnya.

Karena itu, dia berharap agar pemerintah punya visi dan keberanian untuk memanfaatkan potensi alam Madina sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat Mandailing Natal. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SEKULARISME-RADIKAL HANYA MENGHASILKAN “NEW ABNORMAL”

    SEKULARISME-RADIKAL HANYA MENGHASILKAN “NEW ABNORMAL”

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Salah satu isu konstroversial yang banyak menyita perhatian publik akhir-akhir ini adalah RUU-HIP (Haluan Ideologi Pancasila). Kelompok sekular-radikal dicurigai berada di balik usulan RUU-HIP ini. Mereka inilah—bukan HTI—yang terbukti ingin ‘mengubah’ Pancasila meski dengan sekadar ‘memeras’ Pancasila menjadi Trisila, bahkan Ekasila. Apalagi mereka tidak mau mencantumkan dalam RUU-HIP itu konsiderans TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang […]

  • PT SM Tidak Pernah Menuduh Warga Madina Perampok

    PT SM Tidak Pernah Menuduh Warga Madina Perampok

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Goverment and Media Relations Superintendent PT.Sorikmas Mining, Nurul Fazrie menyatakan, Paul Wills selaku pimpinan PT. SM tidak pernah melontarkan tuduhan perampok terhadap warga Madina, secara lisan maupun tulisan. Kepada Mandailing Online (20/2), Nurul mengungkapkan ini terkait adanya tudingan dari beberapa elemen yang menyatakan pimpinan PT.SM menuduh masyarakat Madina perampok. Dia menghimbau sebaiknya […]

  • PTPN 4 Jangan Kerasukan Roh Kolonialisme

    PTPN 4 Jangan Kerasukan Roh Kolonialisme

    • calendar_month Kamis, 26 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebagai perusahaan milik negara semestinya PTPN 4 lebih mengedepankan kepentingan rakyat daripada kepentingan bisnis yang terkesan seperti kerasukan roh kolonialisme seperti yang saat ini dipertunjukkan. “Kita minta segeralah sadar, jangan terus–terusan kerasukan roh kolonialis,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Madina Arsidin Batubara ketika dimintai keterangan terkait sengketa lahan di Kampung Kapas […]

  • Kabag Keuangan Langkat Ditahan

    Kabag Keuangan Langkat Ditahan

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Pemkab Langkat Taufik, secara resmi ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, sebagai tersangka kasus korupsi pematangan lahan di Taman Wisata Bukti Lawang senilai Rp 1,7 miliar, Selasa (21/12/2010) sore, usai diperiksa selama 7 jam di Kantor Kejatisu. Kajatisu Sution Usman Adji mengatakan, setelah pihaknya menetapkan Taufik sebagai tersangka dalam […]

  • Saparuddin-Miswaruddin Gabungan Ekonom Akademisi

    Saparuddin-Miswaruddin Gabungan Ekonom Akademisi

    • calendar_month Minggu, 6 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan Saparuddin Haji Lubis-Miswaruddin Daulay merupakan pasangan ekonomo dam akademisi, sehingga dinilai cocok memimpin Madina ke depan. Saparuddin Haji telah lama malangmelintang di organisasi ekonomi, mulai dari Ketua HIMPI (Himpunan Penguasaha Muda Indonesia) Madina, dan kini ketua Kadin (Kamar Dagang Industri) Madina. Sedangkan Miswaruddin Daulay telah lama pula sebagai dosen. Gabungan […]

  • Radiasi Nuklir Picu Eksodus WNI

    Radiasi Nuklir Picu Eksodus WNI

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Gelombang pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) ke Tanah Air terus mengalir. Hingga tadi malam puluhan WNI terus berdatangan baik dengan penerbangan reguler dari Jepang. Sebagian ikut dalam rombongan evakuasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) namun ada juga yang pulang dengan biaya pribadi. Salah seorang WNI bernama Susi misalnya, dia mengatakan bahwa banyak WNI yang panik […]

expand_less