Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Prospek Bandara Mandailing Natal

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
  • print Cetak

Oleh : Zainuddin JR Lubis.Anggota TP2D Madina

Cukup menarik perhatian mengikuti perkembangan pembangunan bandar udara (bandara) Bukit Malintang yang berada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), provinsi Sumatera Utara. Hingga dengan pekan lalu dikhabarkan, progres atau laporan kemajuan pembangunan bandara itu sudah mencapai 50 persen. Gubernur Sumatera Utara Eddy Rahmayadi didampingi Wakil Bupati Madina, Atika Nasution juga sempat meninjau pembangunan bandara pekan lalu. Pembangunan itupun terus dimonitor oleh Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Madina, Todung Mulya Lubis. Salah satunya lewat percakapan di grup WA TP2D Kab Madina itu. Apalagi sekitar dua bulan lalu dia sudah mengunjungi lokasi pembangunan bandara Bukit Malintang yang didamping Bupati Madina Jakfar Suhairi Nasution. Saat kunjungan itu bertemu langsung dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) bandara.

Potensi Bandara Bukit Malintang 

Hingga dengan akhir bulan Agustus 2023, operasional bandara Aek Godang di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) belum beroperasi kembali. Bandara ini juga dekat dengan Kota Padang Sidempuan di provinsi Sumatera Utara. Pengecekan itu dilakukan secara sampling dengan mencoba membooking tiket penerbangan dari bandara Kuala Namu, Deli Serdang ke bandara Aek Godang itu. Dari dua layanan pembelian tiket seperti Traveloka.com dn Tiket.com. Ditemukan jawaban bahwa penjualan tiket dari Kuala Namu ke bandara Aek Godang tidak tersedia. Seperti diketahui penerbangan di bandara Aek Godang berhenti setelah munculnya wabah pandemi Covid-19 sekitar tahun 2020 lalu melanda Indonesia dan dunia.

Pembangunan terminal Bandar Udara Mandailing Natal ( ist )

Sejak tahun 2016 lalu maskapai penerbangan Wings Air telah membuka penerbangan dari Kuala Namu ke Aek Godang setiap hari. Penerbangan itu menggunakan pesawat jarak pendek dengan baling baling jenis pesawat ATR 72 600 yang berkapasitas penumpang 70 seat. Penulis juga sempat menggunakan penerbangan itu lebih dari sekali untuk satu urusan menjelang pilkada di Madina tahun 2020 lalu.

Selain maskapai penerbangan Wings Air, tahun 2019 lalu dilaporkan maskapai penerbangan Citilink juga sempat membuka penerbangan Kuala Namu ke Aek Godang. Penerbangan itu dilakukan tiga kali dalam seminggu. Maskapai juga menggunakan jenis pesawat yang sama dengan Wings Air yaitu ATR 72 600.

Tentunya apabila bandara Aek Godang belum beroperasi hingga tahun 2024 potensi bandara Bukit Malintang cukup bagus. Sebab penumpang pesawat terbang yang selama ini dari bandara itu akan memiliki alternatif lewat bandara Bukit Malintang. Aoalagi jarak dari bandara Aek Godang ke bandara Bukit Malintang hanya sekitar satu setengah jam perjalanan dengan kendaraan atau mobil. Lebih dekat dibanding ke bandara Sibolga, Tapanuli Tengah.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2019 lalu jumlah penumpang yang datang ke bandara Aek Godang sebanyak 10800 orang. Sementara penumpang yang berangkat dari bandara sebanyak 10749 orang. Jumlah kedatangan dan keberangkatan itu menurun dibanding tahun sebelumnya tahun 2018 dan begitu juga dibanding tahun 2017 lalu. Tidak diketahui dan tidak dijelaskan penurunan jumlah penumpang itu

Akan tetapi apabila bandara Aek Godang telah beroperasi kembali tahun 2023 ini atau tahun depan tentu ceritanya akan berbeda. Dua bandara itu nantinya akan sama sama menjaring calon penumpang dari luar dan dari kawasan Tapanuli bagian Selatan (Tabagsel). Dan tentunya juga calon penumpang dari luar dan Tabagsel dan dari Kabupaten Madina sendiri yang diharapkan bisa menggunakan bandara Bukit Maluntang itu. Selain itu, maskapai penerbangan juga bisa melirik potensi rute penerbangan dari bandara Bukit Malintang ke Padang, provinsi Sumatera Barat dan atau ke Pekan Baru provinsi Riau. Hal itu akan mendukung peran bandara perintis itu untuk mempermudah konektivitas antar daerah dan antar provinsi.

Semoga pembangunan bandara Bukit Malintang itu selesai sesuai jadwal pada akhir tahun 2023. Dan mulai beroperasi yang direncanakan tahun 2024 nanti.

Bandara Bukit Malintang dibangun oleh Kementerian Perhubungan mulai sekitar tahun 2022 lalu dengan anggaran sekitar Rp 718 Milyar yang menggunakan anggaran multi years (tahun jamak). Data tersebut dari website Kementerian Perhubungan. Panjang runway ataupun landas pacu bandara 1450 meter x 30 meter. Sementara lahan pertapakan untuk bandara dan bangunan penunjang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Madina.

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyakit Masyarakat Marak di Madina? 

    Penyakit Masyarakat Marak di Madina? 

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Penyakit masyarakat diakui Satpol PP Madina sudah mengkhawatirkan. Penyakit masyarakat yang dimaksud seperti pasangan yang bukan suami istri diamankan dari hotel. Dari data Satpol PP Madina Selama Tahun 2024 Januari hingga Juli Satpol PP telah menjaring 60 pasangan yang tak mempunyai legalitas di beberapa hotel. “sejak Januari hingga bulan Juli ini, […]

  • Penahanan Syamsul diperpanjang 40 hari

    Penahanan Syamsul diperpanjang 40 hari

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin, sejak Jumat (22/10) lalu remsi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat TA 2000-2007 sebesar Rp102,7 miliar. Rabu (10/11) mendatang, masa penahanan pertama Syamsul Arifin selama 20 hari akan habis. KPK sendiri akan memperpanjang masa penahanan kedua selama 40 hari terhadap Syamsul Arifin, […]

  • Maksimalkan Peran Pemuda dalam Perubahan

    Maksimalkan Peran Pemuda dalam Perubahan

    • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Hadijah, S.Pdi Pengamat Kebijakan Publik Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melakukan sosialisasi mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya kepada generasi muda melalui acara ‘Nusantara Goes  to Campus’ di Gedung Auditorium Universitas Mulawarman, pada Senin (07/08/2023), Poskaltim.id. Nusantara Goes to Campus merupakan rangkaian acara yang dilakukan oleh OIKN untuk memberikan pemahaman terkait pembangunan dan […]

  • Sumtra Sudah Ngebet segera Disahkan

    Sumtra Sudah Ngebet segera Disahkan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Target dimulainya lagi pembahasan lima Rancangan Undang-undang (RUU) pemekaran di wilayah Sumut dipastikan bakal molor lagi. Jika sebelumnya dijanjikan pembahasan dilakukan setelah kelarnya revisi UU pilkada dan UU pemda, kini muncul alasan baru. Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarulzaman mengatakan, pihaknya belum memastikan tanggal dimulainya pembahasan 65 RUU pemekaran, yang empat di antaranya […]

  • Salurkan Bantuan, KPPG Madina Langsung Turun ke Rumah Warga

    Salurkan Bantuan, KPPG Madina Langsung Turun ke Rumah Warga

    • calendar_month Senin, 20 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    Aek Garut (Mandailing Online) – Sesuai arahan Ketua Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah dan Katua DPD Golkar Mandailing Natal (Madina) H. Aswin Parinduri, Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) menyalurkan bantuan sembako dan makanan kepada warga terdampak banjir di Aek Garut, Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu, Senin (20/12). KPPG dalam menyalurkan bantuan tersebut […]

  • SEKULARISME-RADIKAL HANYA MENGHASILKAN “NEW ABNORMAL”

    SEKULARISME-RADIKAL HANYA MENGHASILKAN “NEW ABNORMAL”

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Salah satu isu konstroversial yang banyak menyita perhatian publik akhir-akhir ini adalah RUU-HIP (Haluan Ideologi Pancasila). Kelompok sekular-radikal dicurigai berada di balik usulan RUU-HIP ini. Mereka inilah—bukan HTI—yang terbukti ingin ‘mengubah’ Pancasila meski dengan sekadar ‘memeras’ Pancasila menjadi Trisila, bahkan Ekasila. Apalagi mereka tidak mau mencantumkan dalam RUU-HIP itu konsiderans TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang […]

expand_less