Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Sumut resah isu penculikan anak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
  • print Cetak


MEDAN – Sepekan terakhir ini, isu penculikan anak yang disebarkan melalui pesan singkat (SMS) meresahkan warga Sumatera Utara, khususnya Medan.

Pasalnya, ada sekelompok orang jahat khusus melakukan aksi penculikan terhadap anak untuk diambil organ tubuh mereka, seperti ginjal, jantung mata dan hati.

SMS yang menyebar ke warga isinya, “Polsek atau Polres Madina memohon maaf untuk semua. Diumumkan kepada Anda, ada penculikan anak, dewasa, orangtua sudah sampai di Penyabungan.”

Selanjutnya, “Sudah dapat empat anak yang diambil bagian dalam tubuh terutama mata dan jantung. Penculiknya baru tertangkap dua orang.”

Kemudian, “Masih ada 148 orang yang diculik. Semua berita ini kenyataan, tolong bantuan kerja sama, waspadailah mobil APV Abu-abu bernomor polisi B 18xx.”

Sms itu beredar ke ponsel sejumlah warga dari sumber yang mengaku Slamet Riady. Sejumlah orangtua yang ditemui mengaku resah akibat merebaknya isu melalui SMS tentang aksi penculikan tersebut.

Nur Ainun, warga Garu II Gang Melur, misalnya, salah seorang menerima SMS, mengatakan bagaimana tidak resah dan khawatir saat membaca SMStersebut, organ si buah hati kita diambil dengan pihak yang tak bertanggung jawab.

“Organ tubuh itu bakal dijual keluar negeri dengan harga miliaran rupiah,” ujar ibu tiga anak ini, tadi malam, seraya menambahkan kekhawatiran ini diperparah karena dia harus menjaga ketiga anak sendirian karena suaminya bekerja di luar kota.

Lain halnya Erna, warga Jalan Letda Sujono Pasar X, mengaku juga mendengar kabar di Percut ada penculikan organ anak, dan hal itu membuat khawatir dengan anak semata wayang yang masih balita, ditambah lagi dengan SMS diterima dari tetangga membuat takut dan ekstra hati-hati.

“Kami berharap polisi cepat menangkap pelakunya dan jangan sampai setelah ada korban baru bergerak,” ujarnya.

Menurut warga, modus penculikan yang tergolong baru ini mengambil organ tubuh korban serta menjualnya ke luar negeri dan lebih sadisnya korban dibunuh dan dibuang sembarang tempat.

Menanggapi tindakan ini, ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumut, Zahrin Piliang, meminta polisi segera mengusut siapa penyebar isu itu lewat SMS, karena telah meresahkan masyarakat luas.

Menurut Zahrin, benar atau tidak, pelaku penculikan anak telah berulang kali terjadi, khususnya di Medan dengan berbagai modus. Bisa saja SMS ini juga benar. Kasus penculikan anak terjadi di Medan dan korbannya belum ditemukan, salah satunya pada tahun 2008 menimpa kepada Ulfa berusia tiga tahun lima bulan.

Sumber :Waspada Online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maksimalkan Pelayanan, RSUD Panyabungan Tambah 2 Unit Ambulans

    Maksimalkan Pelayanan, RSUD Panyabungan Tambah 2 Unit Ambulans

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PUNYABUNGAN (Mandailing Online) – memberi rasa aman bagi pasien khusus nya evakuasi medik yang merupakan bagian dari pelayanan kesehatan dan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu, BLU RSUD Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) menambah 2 unit ambulans. Pertambahan ambulan itu pun diserahkan langsung oleh Bupati Madina H.M.Jakfar Sukhari Nasution secara simbolis kepada Direktur RSUD […]

  • Polres Tangani Sejumlah Kasus Korupsi Pemkab Madina

    Polres Tangani Sejumlah Kasus Korupsi Pemkab Madina

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolres Madina AKBP.Mardiaz Kusin.D,S,iK,M.Hum menegaskan pihaknya saat ini konsen dalam menindaklanjuti kasus tindak korupsi yang ada di Pemkab Madina, terutama persoalan pengerjakan proyek yang tidak sesuai dokumen dengan kondisi di lapangan. “Ada beberapa kasus yang saat kita tangani diantaranya kasus program cetak sawah pada Dinas Pertanian, kasus pabrik es pada […]

  • Tes Kehamilan Mencegah Pergaulan Bebas, Efektifkah?

    Tes Kehamilan Mencegah Pergaulan Bebas, Efektifkah?

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Baru-baru ini beredar video di media sosial yang menunjukkan sejumlah siswa SMA melakukan tes kehamilan. Tes kehamilan dalam video tersebut dilakukan oleh SMA Sulthan Baruna, Desa Padaluyu, Kecamatan Cikarang, Cianjur. Menurut pihak sekolah, tes kehamilan dilakukan setiap usai liburan semester. Hal ini dipicu, tiga tahun lalu ada orang tua siswa menginformasikan kepada […]

  • Pulang Hajian, Pedagang di Masjid Agung Ketiban Berkah 

    Pulang Hajian, Pedagang di Masjid Agung Ketiban Berkah 

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Online : Ribuan orang sejak sore sampai malam ini padati pelataran Masjid Agung Nur’alannur Aek Godang Panyabungan. Mereka hendak menunggu keluarganya yang hari ini tiba dari tanah suci mekah melaksanakan haji. Memanfaatkan momen tersebut, para pedagang musiman pun bermunculan seolah kesempatan bagi mereka meraup rezeki di kedatangan jamaah haji kloter 3 asal Mandailing […]

  • Babiat Berkeliaran, Warga Pagur Takut Mangguris

    Babiat Berkeliaran, Warga Pagur Takut Mangguris

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Saat ini babiat (harimau) berkeliaran di kawasan Desa Pagur Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Warga ketakutan, resah. Banyak yang takit mangguris (menyadap) karet di kebun. Dalam dua pekan terakhir ini tercatat sudah tiga kali babiat tersebut muncul di areal perkebunan warga. “Dalam dua pekan ini tercatat sudah tiga […]

  • Marsarak Mate

    Marsarak Mate

    • calendar_month Rabu, 30 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen Mandailing Karya : Mustopa Kamal Batubara   Potang ni ari na sangat jogi, i toru ni alibutongan na manorangi. Hajogianna tibo-tibo mago harani rimbus ni udan na ro mangompoti. Ngon bagas papan maralaskon tano, u paligi-ligi rimbus ni udan naso juo maradian. I samping tingkap au martungkol isang painte udan anso siang. “Rahmat, madung […]

expand_less