Selasa, 14 Apr 2026
light_mode

Sumut resah isu penculikan anak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
  • print Cetak


MEDAN – Sepekan terakhir ini, isu penculikan anak yang disebarkan melalui pesan singkat (SMS) meresahkan warga Sumatera Utara, khususnya Medan.

Pasalnya, ada sekelompok orang jahat khusus melakukan aksi penculikan terhadap anak untuk diambil organ tubuh mereka, seperti ginjal, jantung mata dan hati.

SMS yang menyebar ke warga isinya, “Polsek atau Polres Madina memohon maaf untuk semua. Diumumkan kepada Anda, ada penculikan anak, dewasa, orangtua sudah sampai di Penyabungan.”

Selanjutnya, “Sudah dapat empat anak yang diambil bagian dalam tubuh terutama mata dan jantung. Penculiknya baru tertangkap dua orang.”

Kemudian, “Masih ada 148 orang yang diculik. Semua berita ini kenyataan, tolong bantuan kerja sama, waspadailah mobil APV Abu-abu bernomor polisi B 18xx.”

Sms itu beredar ke ponsel sejumlah warga dari sumber yang mengaku Slamet Riady. Sejumlah orangtua yang ditemui mengaku resah akibat merebaknya isu melalui SMS tentang aksi penculikan tersebut.

Nur Ainun, warga Garu II Gang Melur, misalnya, salah seorang menerima SMS, mengatakan bagaimana tidak resah dan khawatir saat membaca SMStersebut, organ si buah hati kita diambil dengan pihak yang tak bertanggung jawab.

“Organ tubuh itu bakal dijual keluar negeri dengan harga miliaran rupiah,” ujar ibu tiga anak ini, tadi malam, seraya menambahkan kekhawatiran ini diperparah karena dia harus menjaga ketiga anak sendirian karena suaminya bekerja di luar kota.

Lain halnya Erna, warga Jalan Letda Sujono Pasar X, mengaku juga mendengar kabar di Percut ada penculikan organ anak, dan hal itu membuat khawatir dengan anak semata wayang yang masih balita, ditambah lagi dengan SMS diterima dari tetangga membuat takut dan ekstra hati-hati.

“Kami berharap polisi cepat menangkap pelakunya dan jangan sampai setelah ada korban baru bergerak,” ujarnya.

Menurut warga, modus penculikan yang tergolong baru ini mengambil organ tubuh korban serta menjualnya ke luar negeri dan lebih sadisnya korban dibunuh dan dibuang sembarang tempat.

Menanggapi tindakan ini, ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumut, Zahrin Piliang, meminta polisi segera mengusut siapa penyebar isu itu lewat SMS, karena telah meresahkan masyarakat luas.

Menurut Zahrin, benar atau tidak, pelaku penculikan anak telah berulang kali terjadi, khususnya di Medan dengan berbagai modus. Bisa saja SMS ini juga benar. Kasus penculikan anak terjadi di Medan dan korbannya belum ditemukan, salah satunya pada tahun 2008 menimpa kepada Ulfa berusia tiga tahun lima bulan.

Sumber :Waspada Online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumtra Sudah Ngebet segera Disahkan

    Sumtra Sudah Ngebet segera Disahkan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Target dimulainya lagi pembahasan lima Rancangan Undang-undang (RUU) pemekaran di wilayah Sumut dipastikan bakal molor lagi. Jika sebelumnya dijanjikan pembahasan dilakukan setelah kelarnya revisi UU pilkada dan UU pemda, kini muncul alasan baru. Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarulzaman mengatakan, pihaknya belum memastikan tanggal dimulainya pembahasan 65 RUU pemekaran, yang empat di antaranya […]

  • Dugaan Korupsi Dilimpahkan

    Dugaan Korupsi Dilimpahkan

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kejaksaan Negeri Panyabungan melimpahkan kasus dugaan korupsi di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan tersangka Kepala Satpol PP Ali Atas Nasution serta Bendahara Yusnila Hayati ke Pengadilan Negeri Panyabungan. Hal ini dikatakan Kepala Kejari Panyabungan Danang Porwoko Adji Suseno SH MH kepada wartawan di ruang kerjanya di Panyabungan, […]

  • Generasi Muda Mandailing Mengalami Krisis “Partuturon”

    Generasi Muda Mandailing Mengalami Krisis “Partuturon”

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Generasi muda Mandailing saat ini mulai mengalami gejala krisis “partuturon” (tutur sapa). Bahkan sudah banyak yang tak mengetahui dan memahami tentang “partuturon”. Padahal, masyarakat Mandailing selama ini dikenal sebagai masyarakat yang sangat menjunjung tinggi etika. Dan salah satu unsur penting etika adalah “partuturon”. “Untuk itu, penguasaan tentang “partuturon” harus diajarkan agar […]

  • Batang Angkola Surplus Beras 70,14 Ton

    Batang Angkola Surplus Beras 70,14 Ton

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bupati : Mari Tanam Serentak TAPSEL-Bupati Tapsel, H Syahrul M Pasaribu mengajak seluruh petani sawah untuk kembali menerapkan pola tanam serentak. Dengan sistem ini dapat meningkatkan hasil panen dan menghindarkan tanaman padi dari serangan hama. “Musuh utama petani di Batang Angkola ini adalah hama tikus. Minimal sekali dua minggu masyarakat bergotong-royong memburu tikus. Tapi yakinlah, […]

  • Usai Ribuan Massa Blokir Jalan Selama 21 Jam, 62 Warga Dibebaskan

    Usai Ribuan Massa Blokir Jalan Selama 21 Jam, 62 Warga Dibebaskan

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Akhirnya, 62 warga Desa Tolang Jae,Kecamatan Sayur Matinggi,Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yang ditahan polisi karena diduga membakar 10 rumah di Dusun Adian Goti, dibebaskan. Pembebasan mereka dilakukan setelah ribuan warga dari 3 desa yaitu Tolang Jae, Sipange Godang, dan Sipange Julu, memblokir jalan negara atau Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) antara Tapsel ke Kabupaten Mandailing (Madina) […]

  • Pemilukada Ulang Madina diharapkan tahun 2010

    Pemilukada Ulang Madina diharapkan tahun 2010

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelaksanaan Pemilu-kada ulang Mandailing Natal diharapkan tetap tahun 2010 dan tidak menunggu sampai tahun 2011. Pemkab Madina diharapkan agar segera mengupayakan alokasi dana di tahun 2010 dan kepada Kpud Madina agar menetapkan Jadwal Pilkada ulang. Hal ini di sampaikan Anggota DPRD Madina H.M Jafar Suhkairi dari Fraksi PKB dalam pandangan fraksi LKPJ akhir masa Bupati […]

expand_less