Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Sumut resah isu penculikan anak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
  • print Cetak


MEDAN – Sepekan terakhir ini, isu penculikan anak yang disebarkan melalui pesan singkat (SMS) meresahkan warga Sumatera Utara, khususnya Medan.

Pasalnya, ada sekelompok orang jahat khusus melakukan aksi penculikan terhadap anak untuk diambil organ tubuh mereka, seperti ginjal, jantung mata dan hati.

SMS yang menyebar ke warga isinya, “Polsek atau Polres Madina memohon maaf untuk semua. Diumumkan kepada Anda, ada penculikan anak, dewasa, orangtua sudah sampai di Penyabungan.”

Selanjutnya, “Sudah dapat empat anak yang diambil bagian dalam tubuh terutama mata dan jantung. Penculiknya baru tertangkap dua orang.”

Kemudian, “Masih ada 148 orang yang diculik. Semua berita ini kenyataan, tolong bantuan kerja sama, waspadailah mobil APV Abu-abu bernomor polisi B 18xx.”

Sms itu beredar ke ponsel sejumlah warga dari sumber yang mengaku Slamet Riady. Sejumlah orangtua yang ditemui mengaku resah akibat merebaknya isu melalui SMS tentang aksi penculikan tersebut.

Nur Ainun, warga Garu II Gang Melur, misalnya, salah seorang menerima SMS, mengatakan bagaimana tidak resah dan khawatir saat membaca SMStersebut, organ si buah hati kita diambil dengan pihak yang tak bertanggung jawab.

“Organ tubuh itu bakal dijual keluar negeri dengan harga miliaran rupiah,” ujar ibu tiga anak ini, tadi malam, seraya menambahkan kekhawatiran ini diperparah karena dia harus menjaga ketiga anak sendirian karena suaminya bekerja di luar kota.

Lain halnya Erna, warga Jalan Letda Sujono Pasar X, mengaku juga mendengar kabar di Percut ada penculikan organ anak, dan hal itu membuat khawatir dengan anak semata wayang yang masih balita, ditambah lagi dengan SMS diterima dari tetangga membuat takut dan ekstra hati-hati.

“Kami berharap polisi cepat menangkap pelakunya dan jangan sampai setelah ada korban baru bergerak,” ujarnya.

Menurut warga, modus penculikan yang tergolong baru ini mengambil organ tubuh korban serta menjualnya ke luar negeri dan lebih sadisnya korban dibunuh dan dibuang sembarang tempat.

Menanggapi tindakan ini, ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumut, Zahrin Piliang, meminta polisi segera mengusut siapa penyebar isu itu lewat SMS, karena telah meresahkan masyarakat luas.

Menurut Zahrin, benar atau tidak, pelaku penculikan anak telah berulang kali terjadi, khususnya di Medan dengan berbagai modus. Bisa saja SMS ini juga benar. Kasus penculikan anak terjadi di Medan dan korbannya belum ditemukan, salah satunya pada tahun 2008 menimpa kepada Ulfa berusia tiga tahun lima bulan.

Sumber :Waspada Online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • HIPMI Madina dan Rendahnya Jumlah Usahawan

    HIPMI Madina dan Rendahnya Jumlah Usahawan

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Dahlan Batubara   Saya teringat seorang teman etnis Tionghoa di Medan tahun 1993. Dia masih berusia 23 tahun. Bersama pamannya mendirikan pabrik bolu di belakang rumah sang paman, rumah kecil berdinding tepas. Mereka berdua yang mendirikan pabrik itu dan hanya mereka dua saja pekerjanya merangkap pimpinan pabrik. Maklum, pabrik itu masih kecil, hanya […]

  • Pencuri Lari ke Tapian Adaboru, Dibalbal Warga Dekat Lopo

    Pencuri Lari ke Tapian Adaboru, Dibalbal Warga Dekat Lopo

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang residivis babak belur dihajar warga Kayujati, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut. Beruntung polisi cepat datang, sehingga nyawa lelaki berbadan kecil itu bisa diselamatkan. Residivis ini juga target operasi (TO) pihak kepolisian selama ini. Kejadian ini terjadi di Lingkungan 6, Kelurahan Kayujati, Senin (25/11), sekitar pukul 05.30. Belum jelas […]

  • Mengenal Bahasa Mandailing (bagian 1)

    Mengenal Bahasa Mandailing (bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 17 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Basyral Hamidi Harahap (in memoriam) LANGGAM BICARA Langgam bicara orang Mandailing disebut pantis, irama dan intonasinya disebut landung, lemah lembut dan berirama yang diucapkan dengan nada yang rendah. Cara bertutur seperti ini merupakan pengaruh lingkungan Mandailing yang subur. Banyak pohon dan kurang berangin. Sehingga dengan suara yang bernada rendah sudah cukup untuk berbicara atau […]

  • Tiga Calon Haji dari Panyabungan Timur

    Tiga Calon Haji dari Panyabungan Timur

    • calendar_month Rabu, 3 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Jumlah calon haji dari Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal tahun ini sebanyak 3 orang. Ketiganya berasal dari desa Sirangkap. Itu diketahui pada acara pelepasan oleh pihak Muspika di aula Kantor Camat Panyabungan Timur, Rabu,(3/8). Acara ini dihadiri Camat Panyabungan Timur,  Aidil Faturrahman S.Sos; Kepala KUA Panyabungan Timur, H.Naziruddin, Lc; pihak Babinsa, Kapospol, […]

  • Siswa Injak Alquran, Oknum Guru Panen Kecaman

    Siswa Injak Alquran, Oknum Guru Panen Kecaman

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    SUKARAJA, – Kabupaten Seluma dan masyarakat Bengkulu umumnya dihebohkan peristiwa pembakaran buku surat Yasin dan sajadah masjid oleh orang gila. Kali ini digemparkan kejadian injak Alquran. Tindakan yang tak wajar ini memunculkan kecaman dan desakan masyarakat agar oknum guru SMAN 6 Seluma berinisial AA yang meminta 8 siswa di sekolah itu bersumpah dengan menginjak Alquran […]

  • Kontraktor Mulai Kerjakan Peningkatan Jalan Simpang Siobon-Aek Mata dan Aek Godang -Hutabargot

    Kontraktor Mulai Kerjakan Peningkatan Jalan Simpang Siobon-Aek Mata dan Aek Godang -Hutabargot

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ):Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Madina lewat pemenang tender proyek mulai mengerjakan Pembangunan ruas jalan simpang Siobon – Aek Mata Kecamatan Panyabungan. Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Madina Rajab Asri mengatakan Pembangunan jalan tersebut dikerjakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024.” Ruas Jalan tersebut dibangun secara bertahap, tahun […]

expand_less