Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Dua Pembunuh Wartawan Ditangkap, 4 Lainnya Buron

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Nov 2019
  • print Cetak

Dua tersangka pembunuh wartawan di Labuhanbatu.

 

LABUHANBATU (Mandailing Online) – Dua dari 6 tersangka pembunuh dua wartawan di Labuhanbatu, Sumut ditangkap Polres Labuhanbatu, Selasa (5/11/2019).

Keduanya ditangkap di Kecamatan Panai Hilir sekira pukul 01.30 WIB.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darajot mengatakan, kedua tersangka yang ditangkap masing-masing berinisial VS (49) dan SH. Keduanya warga Dusun VI Sei siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Labuhan Batu.

“Kedua pelaku diketahui memukul korban dengan menggunakan kayu bulat sepanjang satu meter dan memasukkan mayat korban ke dalam parit di kawasan kebun kelapa sawit KSU Amelia,” kata Agus.

Menurut Agus, 4 pelaku lainnya yang saat ini masih dalam pengejaran polisi, yakni JS, S alias PR, M dan P.

“Berdasarkan keterangan pelaku, mereka membunuh kedua korban karena dendam terkait dengan lahan di kebun sawit KSU Amelia,” katanya.

Selain mengamankan kedua pelaku, polisi juga menyita barang bukti sepeda motor Honda Revo hitam BK 5185 VAB.

“Pelaku akan kita jerat dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup,” ucapnya.

Peristiwa pembunuhan dua wartawan merangkap LSM di Labuhanbatu itu terjadi pekan lalu. Kedua korban bernama Maraden Sianipar (55), warga jalan Gajah Mada, Rantauprapat dan Martua P Siregar alias Sanjai, warga Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir.

Kedua korban ditemukan tewas di dalam parit belakang gudang kontainer milik PT SAB/KSU Amelia, yang berada di Dusun VI Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

Jasad Maraden Sianipar ditemukan pihak kepolisian pada Rabu (30/10) sore, di dalam parit sudah tidak beryawa, dengan kondisi sejumlah luka pada bagian kepala, mulut dan tangan kiri putus.

Sementara, jasad Martua P Siregar ditemukan pada Kamis, (31/10) pagi sekitar pukul 10.00 wib. Jasadnya ditemukan sekitar 200 meter dari jasad Maraden Sianipar, di kawasan belakang gudang kontainer milik perusahaan tersebut.

Kondisi jasad Martua P Siregar pun, tidak jauh berbeda dengan Maraden Sianipar, ditubuhnya ditemukan penuh luka bacok pada perut, kepala, punggung dan bagian tubuh lainnya.

Kedua korban yakni, Martua P Siregar alias Sanjai (48) dan rekannya Maraden Sianipar (55), sedang berjuang menangani kasus lahan di tanah negara eks PT SAB / KSU Amalia, Dusun VI, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir.

 

Sumber : iNews / Taslabnews

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seputar Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Panyabungan

    Seputar Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tak Cukup Bukti, H Dipulangkan Polres Madina masih terus melakukan pendalaman kasus pembunuhan ibu dan anak, Hj Sakinah Rangkuti (82), dan Halimahannum (54), di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan dengan memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga telah memulangkan seorang yang dicurigai sebagai tersangka pelaku, karena tidak memiliki bukti yang kuat. Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Hirbak […]

  • DCS Dapil 2 PKP Madina

    DCS Dapil 2 PKP Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 2 PKP Madina

  • Perambahan Hutan Batang Natal dan Lingga Bayu Diduga Dibacking Oknum Aparat dan Dewan

    Perambahan Hutan Batang Natal dan Lingga Bayu Diduga Dibacking Oknum Aparat dan Dewan

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Aktifitas perambahan hutan alias praktek illegal logging di sejumlah kawasan hutan di Kecamatan Batang Natal dan Lingga Bayau Kabupaten Madina terus saja berlangsung secara terang-terangan dan tanpa memperdulikan, lingkungan, aparat dan masyarakat sekitar. Bahkan aktifitas tersebut juga disinyalir merambah sampai ke hutan lindung yang disulap menjadi perkebunan pribadi. Informasi diperoleh Portibi DNP, dari […]

  • MenPAN-RB : Jangan Pernah Ubah Hasil TKD CPNS

    MenPAN-RB : Jangan Pernah Ubah Hasil TKD CPNS

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Hasil tes kompetensi dasar (TKD) CPNS 2013 tak bisa diubah oleh siapapun. Kalau putera daerah tidak lulus, ke depan pemda dapat meningkatkan kapasitas para calon peserta tes, antara lain melalui bimbingan belajar sejak jauh-jauh hari sebelum seleksi CPNS. Penegasan ini disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar menanggapi aksi […]

  • Jembatan Aek Kase Perlancar Warga Huta Tonga AB ke Sentra Produksi

    Jembatan Aek Kase Perlancar Warga Huta Tonga AB ke Sentra Produksi

    • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – “Kami sekarang dapat menggunakan kendaraan menuju sawah dan kebun kami, walaupun musim hujan mendera”. Itu kalimat sumringah dari Abdul Rahman (50) warga Desa HutaTonga AB, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal yang merasakan manfaat pembangunan infrastruktur dari Dana Desa. Itu diungkap Abdul Rahman kepada Mandailing Online, Rabu (27/4/2021) saat dijumpai di dekat jembatan […]

  • Hilangnya Frasa “Agama”, Peta Pendidikan Semakin Kehilangan Arah?

    Hilangnya Frasa “Agama”, Peta Pendidikan Semakin Kehilangan Arah?

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035 yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai polemik.  Pasalnya, dalam draf sementara Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035, frasa ‘agama’ dihapus kemudian digantikan dengan akhlak dan budaya. Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Pendeta Henrek Lokra, turut menanggapi […]

expand_less