Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Hama Tikus Hantui Petani

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Des 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Masyarakat petani Kabupaten Mandailing Natal masih merasa was-was dalam memasuki musim tanam kali ini. Pasalnya serangan hama tikus masih mengahantui karena sampai saat ini hama tikus belum bisa dibasmi habis.

“Kita merasa was-was dalam menghadapi musim tanam kali ini karena benih yang kita tabur untuk bibit menghadapi musim tanam kali ini selalu habis dimakan tikus,” jelas Sorkawi (34), salah seorang petani Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Jumat (10/12/2010).

Petani sangat mengharapkan pemerintah daerah dapat mengambil tindakan dalam menghadapi serangan hama tikus yang semakin hari semakin mengganas, karena dalam waktu dekat petani kita akan turun ke sawah memasuki musim tanam.

“Sesuai dengan pengalaman kita pada tahun lalu, hasil panen kita tidak maksimal akibat serangan hama tikus, padahal pada awal musim tanam tahun yang lewat kita sudah melaksanakan perburuan hama tikus,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Huraba II Kasmir Dalimunthe, mengatakan memasuki musim tanam kali ini pihaknya juga akan melaksanakan perburuan hama tikus. Namun bantuan pemerintah daerah juga sangat diharapkan dalam pelaksanaan perburuan hama tikus ini.

“Tahun yang lalu kita juga telah melaksanakan perburuan hama tikus namun hasilnya tidak maksimal, karena pada waktu itu perburuan hama tikus yang kita lakukan hanya mengandalkan alat seadanya,” katanya.

Dalam rencana perburuan hama tikus kali ini kita mengharapkan kepada pemerintah daerah untuk memberikan bantuan alat dalam rencana perburuan hama tikus memasuki musim tanam kali ini.

“Bantuan dari pemerintah daerah dalam menanggulangi serangan hama tikus sangat kita harapkan, baik berupa alat pengasapan maupun yang lainnya sehingga dalam perburuan hama tikus kali ini membuahkan hasil yang sangat maksimal,” katanya.

Ditambahkannya, Kecamatan Siabu ini merupakan salah satu lumbung beras Kabupaten Mandailing Natal namun apabila tikus terus menyerang tanaman padi masyarakat dikhawatirkan Kecamatan Siabu sebagai salah satu lumbung padi Madina akan tinggal kenangan saja.

“Kita tidak mau nama Kecamatan Siabu sebagai salah satu penghasil padi di Kabupaten Mandailing Natal ini menjadi kenangan saja, untuk itu kita terus mengupayakan untuk membasmi hama tikus dengan cara perburuan setiap kali menjelang turun ke sawah, walaupun kita akui selama ini hasilnya tidak maksimal akibat keterbatasan alat,” jelas Kasimir. (BS-026)
Sumber : Berita Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadhan, Pedagang Pakkat Bermunculan di Madina

    Ramadhan, Pedagang Pakkat Bermunculan di Madina

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan, Bulan puasa selalu mendatangkan pedagang musiman seperti penjual Pakkat. Tradisi berjualan Pakkat di sejumlah pasar tradisonal dan Pusat Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menjadi salah satu objek rezeki bulan sebab makanan tersebut sudah menjadi salah satu menu utama orang berbuka puasa saat berbuka dengan variasi harga Rp4.000 sampai Rp6.000 per batang. “Kita […]

  • Penyelidikan Kejari Madina Terhadap Pembangunan Pasangrahan Kota Nopan Ternyata Temuan BPK

    Penyelidikan Kejari Madina Terhadap Pembangunan Pasangrahan Kota Nopan Ternyata Temuan BPK

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Proyek Konservasi Bangunan Pasanggarahan Kota Nopan di Kabupaten Mandailing Natal yang menelan anggaran Rp.2.398.646.000 sumber dana APBD Provinsi Sumatera Utara tahun 2022 yang saat ini sedang dalam penyidikan umum oleh Kejaksaan Negeri Mandailing Natal ternyata menjadi temuan BPKP RI di Sumut. Dari data yang di dapat Mandailing Online, hasil pemeriksaan fisik […]

  • Pemkab Madina Akhirnya Dapat Jatah 100 CPNS

    Pemkab Madina Akhirnya Dapat Jatah 100 CPNS

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    MEDAN, – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akhirnya turut mendapat jatah pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2013. Kaiman Turnip, Kabid Pengadaan dan Pembinaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sumut mengatakan, Pemkab Madina lamban menerima formasi pengadaan CPNS karena pengusulannya tidak secara barengan dengan 14 kabupaten/kota lainnya. “Hari ini baru turun dari Menpan formasi […]

  • Pemkab Madina Gagal Tertibkan Penambang Liar

    Pemkab Madina Gagal Tertibkan Penambang Liar

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Meski menimbulkan protes dari masyarakat, namun pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sepertinya ‘membiarkan’ tambang emas tradisional liar itu beroperasi. Soalnya, penambang masih melakukan aktivitasnya di lokasi tambang. Informasi dihimpun METRO, Senin (14/2) dari sejumlah warga, tambang emas masih sulit dihentikan kegiatannya karena beberapa warga sudah menikmati hasil dari tambang tersebut. Disusul dana penertiban penambang […]

  • Sobir Lubis Reses di Manyabar

    Sobir Lubis Reses di Manyabar

    • calendar_month Senin, 23 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina dari Partai Golkar, Sobir Lubis,SH melakukan reses di Desa Manyabar, Panyabungan, Senin (23/12/2019). Ini merupakan reses pertama Sobir Lubis dan semua anggota DPRD Madina hasil Pemilu 2019. Manyabar merupakan salah satu basis suara Sobir Lubis pada Pemilu lalu disamping desa-desa lain di Kecamatan Panyabungan, Panyabungan Timur […]

  • Kisah Pria Korea Selatan Menemukan Kebenaran Islam

    Kisah Pria Korea Selatan Menemukan Kebenaran Islam

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    “Aku menemukan harapan dalam Islam, kemudian saya menjadi muslim,” ujar seorang mualaf dari Korea Selatan, Park Dong Shin yang kini mengubah namanya menjadi Abd Ar-Ra’oof. Park memeluk Islam saat usiannya 24 tahun. Sebelum memeluk Islam, ia merasa hidupnya hanya dipenuhi kegelapan, keraguan, kebingungan dan luka. “Aku menulis ini (artikel kisah perjalanannya menuju Islam) untuk berbagi […]

expand_less