Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Hama Tikus Hantui Petani

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Des 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Masyarakat petani Kabupaten Mandailing Natal masih merasa was-was dalam memasuki musim tanam kali ini. Pasalnya serangan hama tikus masih mengahantui karena sampai saat ini hama tikus belum bisa dibasmi habis.

“Kita merasa was-was dalam menghadapi musim tanam kali ini karena benih yang kita tabur untuk bibit menghadapi musim tanam kali ini selalu habis dimakan tikus,” jelas Sorkawi (34), salah seorang petani Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Jumat (10/12/2010).

Petani sangat mengharapkan pemerintah daerah dapat mengambil tindakan dalam menghadapi serangan hama tikus yang semakin hari semakin mengganas, karena dalam waktu dekat petani kita akan turun ke sawah memasuki musim tanam.

“Sesuai dengan pengalaman kita pada tahun lalu, hasil panen kita tidak maksimal akibat serangan hama tikus, padahal pada awal musim tanam tahun yang lewat kita sudah melaksanakan perburuan hama tikus,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Huraba II Kasmir Dalimunthe, mengatakan memasuki musim tanam kali ini pihaknya juga akan melaksanakan perburuan hama tikus. Namun bantuan pemerintah daerah juga sangat diharapkan dalam pelaksanaan perburuan hama tikus ini.

“Tahun yang lalu kita juga telah melaksanakan perburuan hama tikus namun hasilnya tidak maksimal, karena pada waktu itu perburuan hama tikus yang kita lakukan hanya mengandalkan alat seadanya,” katanya.

Dalam rencana perburuan hama tikus kali ini kita mengharapkan kepada pemerintah daerah untuk memberikan bantuan alat dalam rencana perburuan hama tikus memasuki musim tanam kali ini.

“Bantuan dari pemerintah daerah dalam menanggulangi serangan hama tikus sangat kita harapkan, baik berupa alat pengasapan maupun yang lainnya sehingga dalam perburuan hama tikus kali ini membuahkan hasil yang sangat maksimal,” katanya.

Ditambahkannya, Kecamatan Siabu ini merupakan salah satu lumbung beras Kabupaten Mandailing Natal namun apabila tikus terus menyerang tanaman padi masyarakat dikhawatirkan Kecamatan Siabu sebagai salah satu lumbung padi Madina akan tinggal kenangan saja.

“Kita tidak mau nama Kecamatan Siabu sebagai salah satu penghasil padi di Kabupaten Mandailing Natal ini menjadi kenangan saja, untuk itu kita terus mengupayakan untuk membasmi hama tikus dengan cara perburuan setiap kali menjelang turun ke sawah, walaupun kita akui selama ini hasilnya tidak maksimal akibat keterbatasan alat,” jelas Kasimir. (BS-026)
Sumber : Berita Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan BG ngambang, negara tersandera

    Pelantikan BG ngambang, negara tersandera

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Joko Widodo didesak segera memutuskan dilantik atau tidaknya Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan menjadi Kapolri. Keputusan Jokowi dinilai penting untuk memberikan kepastian bagi banyak pihak. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat menilai ketidakpastian ini menyandera banyak pihak. "Kami di Komisi III DPR betul-betul tersandera. Saya kira bangsa kita […]

  • Keluarga Maslin Batubara Hibahkan Lahan Untuk Asrama Haji Madina

    Keluarga Maslin Batubara Hibahkan Lahan Untuk Asrama Haji Madina

    • calendar_month Senin, 20 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keluarga besar Almarhum H Maslin Batubara menghibahkan lahan untuk pertapakan pembangunan asrama haji di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Lahan itu seluas 4000 M² berada di Parbangunan, Panyabungan. Almarhum Maslin Batubara adalah ayah kandung Hidayat Batubara (bupati Madina masa bakti 2011-2013). Hibah lahan itu diberikan kepada Pemkab Madina. Sertifikatnya diterima […]

  • DAS Sijorni Jadi Tempat MCK

    DAS Sijorni Jadi Tempat MCK

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TAPSEL – Masyarakat di sekitar sungai Sijorni di Kecamatan Sayurmatinggi, Tapsel, hingga kini masih ada yang menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, seperti Mandi, Cuci dan Kakus (MCK). Menurut beberapa warga, mereka memang masih sangat membutuhkan aliran air Sijorni karena belum adanya air bersih yang di kediaman mereka. Untuk itu mereka berharap agar pemerintah segera […]

  • Baliho Caleg Semrawut, KPU Harus Sosialisasi Aturan Kampanye

    Baliho Caleg Semrawut, KPU Harus Sosialisasi Aturan Kampanye

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    SIANTAR, – Spanduk dan baliho para calon legislatif (caleg) bertebaran di sembarang tempat di Simalungun dan Kota Siantar. Terkesan tak ada aturan, padahal sudah ada peraturan tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Demikian disampaikan Anggota Panwas Simalungun Adil Saragih, Ketua Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu Simalungun, kepada METRO, Selasa (17/9). Adil […]

  • Jaksa Akan Cek Kesehatan Ali Makmur di RSU Bunda Tamrin

    Jaksa Akan Cek Kesehatan Ali Makmur di RSU Bunda Tamrin

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – (Mandailing Online) – Kejaksaan Negeri Panyabungan akan segera melakukan pemeriksaan kesehatan Ali Makmur Nasution yang divonis Mahkamah Agung 2 tahun penjara kasus penggelapan kos politik masa Pilkada Madina tempo hari. Kasi Intel Kejari Panyabungan, Muhammad Yusuf diruang kerjanya, Selasa (4/2/2014) menjawab wartawan menyatakan akan segera melakukan pemeriksaan kesehatan Ali Makmur yang dinyatakan sedang […]

  • Satu Bayi Ditemukan Dalam Keranjang

    Satu Bayi Ditemukan Dalam Keranjang

    • calendar_month Kamis, 29 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang bayi ditemukan di keranjang tergeletak di RSU Panyabungan, Kamis pagi (29/9). Bayi yang diperkirakan berumur 8 hari itu diduga diletakkan ibu yang melahirkannya agar diadopsi orang lain. Informasi yang di peroleh wartawan, penemu bayi pertama adalah salah seorang keluarga pasien RSU Panyabungan, sekitar pukul 5.45 wib, melihat bayi di dalam […]

expand_less