Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Pemkab Madina Gagal Tertibkan Penambang Liar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
  • print Cetak


MADINA-
Meski menimbulkan protes dari masyarakat, namun pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sepertinya ‘membiarkan’ tambang emas tradisional liar itu beroperasi. Soalnya, penambang masih melakukan aktivitasnya di lokasi tambang.
Informasi dihimpun METRO, Senin (14/2) dari sejumlah warga, tambang emas masih sulit dihentikan kegiatannya karena beberapa warga sudah menikmati hasil dari tambang tersebut. Disusul dana penertiban penambang tidak ditampung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Padahal sebelumnya, Pemkab Madina mengucurkan dana sebesar Rp 50 juta sejak tahun 2008 hingga tahun 2010 untuk penertiban tambang illegal di 3 kecamatan yakni Siabu, Panyabungan dan Batang Natal.
Kepala Bidang (Kabid) Pertambangan dan Energi, Parmonangan Hutasuhut ST mengaku tambang tersebut tersebut masih beroperasi. Malah tahun 2011, katanya, jumlah penambang bertambah hampir mencapai ratusan hingga ribuan jiwa. Mereka menggunakan berbagai alat mirip kuali, dan Galundung. Sebagian lagi memakai dompeng, bahkan ada juga yang menggunakan papan pipih. Ironisnya, terang Hutasuhut, pengelola tambang tersebut tidak mengantongi izin dari pemerintah. Sementara diketahui selama tambang beroperasi, sudah banyak warga korban luka bahkan korban jiwa, akibat kecelakaan kerja.
Pemerintah berniat menertibkan lokasi tambang, tapi anggaran penertiban tahun 2011 tak dianggarkan. ”Bagaimana mau ditertibkan karena untuk tahun 2011 dananya tak ditampung,” sebut Monang, Senin (14/2).
Sedangkan anggaran tahun 2010, sebesar Rp 50 juta dikembalikan ke kas daerah dan yang dipakai hanya sekitar Rp 15 juta untuk biaya pembelian ATK dan biaya perjalanan dinas ke Pemprovsu. ”Untuk tahun 2010 kita masih peroleh sebesar Rp 50 juta, namun itu kita kembalikan sekitar Rp 35 juta dan sebagian yang lain untuk perjalanan dinas ke Medan untuk koordinasi dengan Pemprovsu,” terangnya.
Masih Monang mengatakan, penambang akhir-akhir ini bukan hanya masyarakat biasa, tetapi ‘kaum elit’ turut andil. Sementara, Sekretaris Eksekutif Madina Institute (MI), Ahmad Rijal Lubis kepada METRO mengatakan, kondisi masyarakat yang saat ini banyak sekali menjadi penambang ‘liar’ tak memiliki izin justru telah menimbulkan banyak masalah. Semisal pernah terjadi konflik yang sempat ke perkelahian antar sesama warga di Kecamatan Hutabargot, belum lagi persoalan dampak lingkungan yang diketahui akan merusak kesehatan masyarakat. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karang Taruna Miliki Peran Penting Wujudkan Cita-Cita Pembangunan

    Karang Taruna Miliki Peran Penting Wujudkan Cita-Cita Pembangunan

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keberadaan organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna memiliki peran penting dalam mewujudkan cita-cita pembangun daerah. Apalagi Karang Taruna merupakan wadah pembangunan SDM generasi muda. Untuk mewujudkan pembangunan SDM generasi muda, Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar kegiatan Temu Karya Karang Taruna Periode 2021-2026 di aula D’San Hotel, Dalan Lidang pada Kamis […]

  • Pemkab Madina Santuni 4.930 Yatim

    Pemkab Madina Santuni 4.930 Yatim

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menyerahkan tali asih berupa santunan kepada anak yatim dan piatu di Desa Kampung Padang, Kelurahan Kayuajati, dan Desa Panggorengan, Senin (17/3/2025). Dua desa itu dua dari daftar seluruh desa dan kelurahan di Madina yang memperoleh santunan. Penyerahan santunan bertajuk Penyaluran Tali Asih dari […]

  • Dosen penjual ijazah palsu terancam

    Dosen penjual ijazah palsu terancam

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online)- Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Aceh-Sumut, Dian Armanto menegaskan, oknum dosen Sug (50) yang ditangkap Kepolisan Langsa, Aceh menjual ijazah sarjana S-1 palsu kepada warga Langkat bisa diberhentikan. “Perbuatan oknum dosen tersebut, sangat tidak terpuji, memalukan dan harus diproses secara hukum,” katanya ketika dihubungi di Medan, hari ini. Oknum dosen […]

  • Apresiasi Janji Kadisdik Revitalisasi SDN 099, Ketua Komisi I: Semoga Terealisasi Secepatnya

    Apresiasi Janji Kadisdik Revitalisasi SDN 099, Ketua Komisi I: Semoga Terealisasi Secepatnya

    • calendar_month Jumat, 26 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Langkah Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Mandailing Natal (Madina) Arbiuddin Harahap meninjau dan berjanji memperjuangkan revitalisasi gedung SDN 099 Proyek Batang Gadis di Desa Sipapaga mendapat apresiasi dari Ketua Komisi I DPRD Madina Zubaidah Nasution. Apresiasi itu disampaikan ketika dihubungi Mandailing Online di ruang Fraksi Partai Golkar DPRD Madina pada […]

  • Rakyat Tertindas Akibat Pemimpinnya Tidak Ahli

    Rakyat Tertindas Akibat Pemimpinnya Tidak Ahli

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Khutbah Ustaz Yahyauddin Nasution di Mesjid Agung Panyabungan   Panyabungan ( MO)- Figur pimpinan yang tidak tepat salah satu penyebab munculnya ketidakadilan pada berbagai aspek, sehingga rakyat berada pada posisi tertindas. Ketidakberesan urusan pemerintahan diakibatkan dipimpin oleh pemimpin yang bukan ahlinya. Demikian inti khutbah khatib Jum’at Ustaz  H.Yahyauddin Nasution, Lc di mesjid agung An-Nur, […]

  • Calhaj Madina Berangkat 21 dan 24 Oktober Ke Asrama Haji Medan

    Calhaj Madina Berangkat 21 dan 24 Oktober Ke Asrama Haji Medan

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA Calon jamaah haji (calhaj) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang berjumlah 490 orang dan dibagi 2 kloter, yakni, kloter 11 dan kloter 13, akan berangkat ke asrama haji Medan dalam waktu dekat. Kloter 11 diberangkatkan 21 Oktober sedangkan kloter 13 berangkat 24 Oktober. Demikian disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Madina, M Taufik Lubis SH, […]

expand_less