Senin, 14 Sep 2026
light_mode

Kisah Pria Korea Selatan Menemukan Kebenaran Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 14 Okt 2013
  • print Cetak

“Aku menemukan harapan dalam Islam, kemudian saya menjadi muslim,” ujar seorang mualaf dari Korea Selatan, Park Dong Shin yang kini mengubah namanya menjadi Abd Ar-Ra’oof. Park memeluk Islam saat usiannya 24 tahun. Sebelum memeluk Islam, ia merasa hidupnya hanya dipenuhi kegelapan, keraguan, kebingungan dan luka.

“Aku menulis ini (artikel kisah perjalanannya menuju Islam) untuk berbagi kepada kalian tentang sesuatu yang penting di hidupku, bagaimana aku menemukan hidup yang dipenuhi kegembiraan dan bagaimana aku menemukan makna hidup yang sebenarnya,” Park memulai kisahnya yang ia share di berbagai medsos miliknya, dari blog, fb, twitter hingga youtube.

Sejak kecil, Park telah tertarik dengan beragam budaya dunia. Pasalnya, sang ayah merupakan seorang teknisi kapal yang mengunjungi berbagai negara di belahan dunia. Park pun seringkali berinteraksi dengan warga asing. Oleh karena itu, Park tak asing pula dengan beragam agama di dunia.

Pencarian hidupnya dimulai ketika terjadi krisis moneter di Korea pada akhir 90-an. Keluarganya jatuh miskin. Orang tuanya bercerai. Ia pun kemudian terpaksa tinggal di asrama sekolah. Park miris melihat kondisi masyarakat yang kapitalis. Bahkan di sekolahnya pun, ia melihat hanya materialisme yang dipentingkan. Disitulah ia kemudian berfikir, ada tujuan hidup yang mulia dibanding sekedar mengejar materi.

Hati dan pikiran pria kelahiran Busan itu pun mulai dipenuhi pertanyaan. “Mengapa aku harus hidup?”, “Apa tujuan hidup itu”, “Dimana Tuhan?”, dan pertanyaan serupa. Ia pun kemudian tertaruk dengan agama. Ia datang ke gereja untuk menempuh jalan yang benar. Namun ia tak mendapatkannya.

Hingga kemudian Park menonton beberapa film hollywood yang kisahnya menyudutkan agama Islam. Bukan terpedaya, Park justru melihat ada kemunaikan di dalamnya. Ia pun mencari kebenaran akan Islam. Ia pergi ke perpustakaan dan membaca buku agama Islam.

“Aku mengunjungi banyak gereja dan mempelajari Al Kitab, namun aku tak berfikir untuk mempelajari Islam. Karena aku tak tahu kalau Islam adalah agama Allah. Aku pun mempelajarinya. Dan Islam, ini adalah kebenaran,” ujar Park.

Park terpesona, Islam menjawab segala pertanyaannya. Islam juga memberikan harapannya untuk tak terpedaya kapitalisme. Materi bukanlah tujuan hidup. Begitu terpesona saat mengenal Islam, yang ada di benak park hanya satu, “Mengapa selama ini aku tak pernah tahu tentang Islam?” ujarnya menyesal baru mengenal Islam.

Park pun kemudian jatuh hati pada Islam. Ia mulai serius mendalami Islam. Park mendaftar keangotaan masyarakat muslim di internet kemudian mendapat konseling dari komunitas muslim. Ia pun kemudian mendatangi Masjid Seoul untuk mendapat bimbingan lebih lanjut.

“Aku pergi ke Masjid Seoul setiap hari Sabtu untuk mengambil kelas bahasa Arab dan Islam. Aku tak mengerti bahasanya, tetapi ajaran Arab dan Quran bagai bahasa langit dan malaikat. Aku pun menjadi yakin bahwa Islam adalah rahmat dan karunia Allah bagi umat manusia. Ada banyak agama di dunia dan mereka adalah buatan manusia , namun Islam adalah agama diungkapkan langsung oleh Allah melalui malaikat dan karenanya dibuat langsung oleh Tuhan,” ujarnya.

Setelah memantapkan hati, Park kemudian mengiucapkan syahadat. Ia mendapati Islam begitu indah. Islam menuntutn pada kebenaran. “Anda akan terkejut setelah Anda mengenal Islam . Bagaimana bisa ada seperti agama yang sempurna dan indah?” ujarnya.

Belajar ke Haramain

Park benar-benar terpesona dengan ajaran Islam. Ia tak pernah puas mempelajari dinnullah di tempat tinggalnya di Seoul. Ia ingin menempa lebih banyak ilmu. Maka berankatlah ia ke Haramain untuk belajar langsung di tanah kelahiran Islam.

Park begitu bersemangat. Ia berkeinginan dapat mendakwahkan Islam dengan baik. “Aku pergi ke Arab Saudi untuk belajar Al Qur’an dan Al Hadits. Aku juga membutuhkan pemahaman untuk dakwah. Bahkan setelah datang ke Madinah Al Munawarah, aku telah memulai dakwah melalui online. Aku membuat website dan berbincang dengan banyak orang Korea untuk mengenalkan mereka pada Islam,” tuturnya.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Gunungtua Jae Cek Penanganan Kasus Kepdes di Polres Madina

    Warga Gunungtua Jae Cek Penanganan Kasus Kepdes di Polres Madina

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Gunungtua Jae, Panyabungan mendatangi Polres Madina untuk menanyakan progres penanganan kasus kepala desa yang diberhentikan sementara. Sekitar 6 warga menemui pejabat kepolisian di ruang Tipikor Polres Madina, Selasa (2/6/2020). “Alhamdulillah, kami diterima dengan baik,” ujar Daud Lubis salah satu warga. Dikatakan, pihak penyidik polres hingga saat ini terus melanjutkan […]

  • Dispora Madina Tak Diberitahu Soal Turnamen Mobile Legends

    Dispora Madina Tak Diberitahu Soal Turnamen Mobile Legends

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pemuda dan Olahraga Mandailing Natal menyatakan tidak mengetahui rencana turnamen Mobile Legends. “Bahkan pihak panitia juga tidak ada konfirmasi ke kita,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mandailing Natal, Rahmat menjawab Mandailing Online via WhatsAap, Jum’at malam (22/4/2022). Dia menyatakan Dispora Madina tidak tahu tentang rencana turnamen itu karena […]

  • Catat Rekor, Bus ALS Armada Penjelajah Terjauh di Indonesia

    Catat Rekor, Bus ALS Armada Penjelajah Terjauh di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 17 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Bus ALS (Antar Lintas Sumatera) adalah armada pemilik rute perjalanan terjauh di Indonesia. ALS pun merupakan salah satu perusahaan otobus legendaris dari tanah Sumatera.  Bus ini memiliki keunikan tersendiri karena ada armadanya yang mengangkut penumpang sekaligus barang di bagian atapnya. Seperti apa sejarah ALS? Dikutip dari situs Traveloka, PO ALS pertama kali beroperasi pada […]

  • Gaji Ke-13 Cair Bulan Juli

    Gaji Ke-13 Cair Bulan Juli

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Gaji ke-13 PNS di lingkungan pemerintah provinsi Sumut dipastikan akan dicairkan pada bulan Juli 2011. Gaji ke-13 notabanenya sudah jelas dan tidak bisa diganggu gugat, karena telah dianggarakan di APBN. “Pasti dicairkan, namun hingga kini belum ada kita peroleh,” kata Assisten Bagian Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sumut, Djaili Azwar kepada www.tribun-medan.com melalui telepon, […]

  • Guru Hendak Buang Air, Harus Numpang di Rumah Warga

    Guru Hendak Buang Air, Harus Numpang di Rumah Warga

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) : Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Madina) didesak untuk melengkapai fasilitas penunjang di SD Negeri 380 Kunkun Kecamatan Natal. Pasalnya, di SD ini belum ada WC, akibatnya para tenaga pendidik yang ingin buang air harus selalu menumpang ke rumah warga terdekat. Sedangkan jika murid-murid ingin buang air kecil harus ke belakang gedung […]

  • 357 Pajabat Dilantik

    357 Pajabat Dilantik

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) melalui Sekretaris Daerah melantik sebanyak 357 pejabat struktural eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madina. Pelantikan ini digelar di Gedung Serba Guna sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (15/4). Pj Bupati Madina Ir Aspan Sofian Batubara MM yang dibacakan Sekdakab Madina, H Gozali SH MM mengatakan, pelantikan ini […]

expand_less