Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Kontektualitas PKI di Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
  • print Cetak

Grafis

Catatan: Askolani Nasution
Budayawan

Di Tugu Perintis Kotanopan, ada tulisan tentang Pemberontakan Rakyat tahun 30-an. Tak banyak yang tahu kalau pemberontakan yang meluas di nyaris semua wilayah Hindia Belanda itu berkaitan dengan Pemberontakan Silungkang malam tahun baru 1927 di Sumatera Barat. Lalu menjalar ke berbagai wilayah, termasuk ke kawasan Mandailing.

Ada tiga kelompok perjuangan penting di Mandailing masa awal 30-an: Partindo yang berafiliasi ke Soekarno, Permi yang yang dimotori kelompok nasionalis Islam, dan PKI. Ketiganya mengusung isu kemerdekaan dengan ideologi yang berbeda. PKI misalnya mengusung jargon membubarkan pemerintahan kolonial di Indonesia.

Partindo basisnya di Hutapungkut. Permi basisnya di Pesantren Subulus Salam Sayurmaincat, dan PKI menyebar di wilayah Mandailing Julu dan Mandailing Godang.

PKI belum menonjolkan ideologi anti tuhan dalam bayangan kita, tetapi lebih kepada pola-pola perjuangannya, aksi massa, isu tentang kemiskinan dan penderitaan rakyat, dst. Partindo, Permi, dan PKI sama-sama luas pendukungnya.

Setelah Partindo dibubarkan, orang-orangnya beralih ke PNI, Permi masuk Masyumi. Dalam Pemilu 1955, PNI, Masyumi, dan PKI sama-sama menjadi peraih suara terbanyak. Tapi Masyumi mendominasi wilayah Mandailing. Ini menjadi persoalan baru.

Masyumi awalnya didukung NU dan Muhammadiyah. Lalu karena menjadi pemenang pemilu, Masyumi mendapat kue besar untuk mengisi jabatan-jabatan pemerintahan di Mandailing. Namanya pejabat pemerintah, mereka tidak boleh pakai sarung.

Menjadi persoalan karena yang basic NU di Masyumi tidak mau menanggalkan sarung. Padahal mereka akan menjadi asisten wedana (camat), dan lain-lain. Karena itu semua jabatan pemerintahan didominasi oleh orang Muhammadiyah. Itu yang menguatkan keluarnya NU dari Masyumi dan membentuk partai sendiri.

Tahun 57, Masyumi mendukung PRRI di Mandailing. PKI mendukung pemerintahan pusat. Maka rivalitas antara Masyumi dan PKI makin meruncing. Ketika Pusat kemudian memadamkan pemberontakan tahun 1958 — masa itu disebut “margabung” di Mandailing — orang-orang Masyumi mulai tersingkir dari pemerintahan. Digantikan oleh PNI, NU, dan PKI.

Tahun 1958 sampai 1965, itu masa jaya PKI di Mandailing. Tokoh-tokoh PKI mendominasi berbagai akses ekonomi. Hutan misalnya, hak tebang kayu diserahkan kepada orang-orang PKI. PKI juga mendomasi pemerintahan desa. Bahkan tukang cukur pun didomonasi orang PKI. Sebaliknya, orang-orang masyumi mendapat perendahan yang luar biasa.

Askolani Nasution

Orang-orang Masyumi membangun kedekatan dengan tentera melalui Buterpera (Koramil). Karena TNI-AD memang menjadi lawan politik utama PKI, terutama faksi Jenderal Nasution.

Bagaimana selanjutnya orang-orang PKI dibantai di Mandailing? Ah, itu top secret.

 

Naskah: dicopy dari akun facebook Askolani II.

Judul artikel: Mandailing Online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Naposo Bulung di Aceh Galang Dana Untuk Banjir Sidimpuan dan Madina

    Naposo Bulung di Aceh Galang Dana Untuk Banjir Sidimpuan dan Madina

    • calendar_month Jumat, 31 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ACEH (Mandailing Online) – Naposo Nauli Bulung Tapanuli Bagian Selatan yang berada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam melakukan penggalangan dana untuk korban banjir bandang Kota Padang Sidimpuan dan Mandailing Natal. Penggalangan dana ini dilaksanakan di beberapa titik di Kota Banda Aceh sejak 29 Maret hingga 1 April 2017 dan akan disalurkan di beberapa titik banjir […]

  • Empat Orang Keluar Dari Fraksi Golkar Plus

    Empat Orang Keluar Dari Fraksi Golkar Plus

    • calendar_month Jumat, 27 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kisruh DPRD Madina PANYABUNGAN, Gelombang aksi para anggota DPRD Madina tidaksaja melayangkan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Madina, As Imran KahytamiDauay, SH. Aksi keluar dari Fraksi Gokar Plus juga terjadi, pada Jum’at (27/1). Sebanyak 4 orang anggota Fraksi Gokar Plus melayangkan surat pernyataan keluardari fraksi itu yang dibacakan pada rapat paripurna DPRD Madina, Jum’at […]

  • Suporter Sriwijaya FC Kecewa Dengan Kinerja Ivan Kolev

    Suporter Sriwijaya FC Kecewa Dengan Kinerja Ivan Kolev

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kelompok suporter Sriwijaya FC tidak ingin melihat Ivan Kolev melatih klub kesayangan mereka lagi musim depan. Performa tidak stabil yang diperlihatkan oleh Sriwijaya FC Palembang tampaknya tidak memuaskan suporter fanatik mereka. Oleh karena itu, suporter Sriwijaya meminta kepada manajemen agar tidak memperpanjang kontrak Ivan Kolev. Seperti yang dilansir oleh Sriwijaya Pos, dua kelompok suporter Sriwijaya […]

  • Kemasan Plastik Daur Ulang, Halalkah?

    Kemasan Plastik Daur Ulang, Halalkah?

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Akhir-akhir ini banyak pesan broadcast yang tersebar secara berantai mengenai dampak pemakaian plastik daur ulang kemasan berwarna hitam yang membahayakan tubuh. Selain bahaya terhadap kesehatan perlu diperhatikan juga kehalalan bahan pembuatnya. Dr Roy Sparringa, Deputi Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) mengatakan, plastik hitam atau yang sering disebut sebagai […]

  • 264 Jaringan Irigasi Akan Diperbaiki di Madina

    264 Jaringan Irigasi Akan Diperbaiki di Madina

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailingonline) – Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Mandiling Natal (Madina), Dinas Pertanian terus melakukan gebrakan bekerja sama dengan TNI AD, Senin (9/2/2015). Peletakan batu pertama pembangunan jaringan irigasi dilaksanakan di Desa Sitinjak, Kecamatan Batang Natal untuk memudahkan petani memperoleh air. Demikian disampaikan Kadis Pertanian Madina M Taufik Zulhendra Ritonga. Dikatakannya, sebanyak 264 jaringan […]

  • PP Tentang Desa Diharapkan Dongkrak Sinergitas Pemerintahan Desa

    PP Tentang Desa Diharapkan Dongkrak Sinergitas Pemerintahan Desa

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Jika Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43/2014 yang mengatur pelaksanaan UU Nomor 6/2014 Tentang Desa direalisasikan kelak diharapkan akan meningkatkan sinergitas pemerintahan desa dalam pelayanan masyarakat. Itu dikatakan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Mandailing Natal (Madina) Zulkhairi Pulungan, Selasa (24/6/2014). PP ini mengatur sistem penggajian kepala desa yang selama ini masih bersifat honor […]

expand_less