Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

CPNS: Pukul 01.30 Lulus, Pukul 07.00 Kalah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
  • print Cetak

Medan, Pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (DPRD) Kota Medan menuai konflik. Lima peserta yang dinyatakan lulus melalui situs www.pcpns.pemkomedan.go.id, namun tidak tercantum di berbagai media yang ada pengumuman CPNSD Kota Medan, mendatangi Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Kamis (23/12), untuk mengungkapkan kekesalan mereka dan berharap wakil rakyat bisa menindaklanjuti.

Kelima peserta tersebut, Basana Lestari alumni dari Akbid Pemko Tebing Tinggi dengan kualifikasi pendidikan D-III Kebidanan dan nomor ujian 3152020448, Inri Andata Sitepu alumni dari STMIK Triguna Dharma dengan kualifikasi pendidikan D-III Ilmu Komputer dengan nomor ujian, 3283081171, Sabrina lulusan dari Ekonomi Akuntansi UISU dengan nomor ujian 2213011782, Dosmalasnirda alumni perawat dan mengikuti kuailikasi D-III Akper dengan nomor 3132010148 dan Dedi Prayuda sembiring.

Menurut Dedi Prayuda, ia heran dengan pengumuman seleksi penerimaan CPNS di Pemko Medan. Pasalnya namanya sewaktu dilihat (22/12) sekitar pukul 01.30 Wib masih dinyatakan lulus, namun sekitar pukul 07.00 Wib, namanya sudah dinyatakan tidak lulus. “Merasa tidak percaya, saya membuka situs pcpns.pemkomedan.go.id dan membuka forum tanya jawab. Saya menuliskan kenapa nama saya tiba-tiba tidak lulus padahal sekitar pukul 01.30 Wib nama saya masih dinyatakan lulus. Terus diforum tanya jawab membalasnya dengan kata-kata minta maaf, dan mengatakan itu merupakan kesalahan teknis,” katanya.

Setelah mendengarkan kelima peserta yang dirugikan, Ketua Komisi A DPRD Kota Medan, Landen Marbun didampingi Sekretaris Komisi A, Ilhamsyah, mengatakan pihaknya akan melihat hasil ranking dari USU. Karena pihaknya menilai, USU masih bisa dipercaya. Jadi sesegera mungkin pihaknya akan melihat hasil dari USU dan membandingkannya dengan milik Pemko Medan.

“Data yang obyektif itu ada di USU, karena USU yang mengoreksi dan menetukan ranking untuk penerimaan CPNSD Kota Medan. Setelah kita melihat hasil dari USU, kita akan kita bandingkan dengan Pemko Medan,” katanya lagi.

Sementara itu, Walikota Medan, Rahudman Harahap dalam konfrensi persnya mengatakan, Admin mengirimkan file data pelamar CPNS yang lulus dan mengirimkan halaman website pengumuman CPNS ke server. Kesalahan terjadi pada script login website, bukan pada data pelamar CPNS yang lulus. “Data yang diterima admin dari BKD adalah data yang sama diterima oleh masyarakat,” katanya.

Di tempat terpisah, Kepala BKD Kota Medan, Lahum Lubis mengatakan, untuk konfirmasi perbedaan data pengumuman CPNS dari website www.pcpns.pemkomedan.go.id, silahkan mengecek secara langsung ke website www.usu.ac.id/cpns2010.(AKB/MBB)
Sumber : Starberita

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Tapsel Bisa Dipidana

    DPRD Tapsel Bisa Dipidana

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Sikap sejumlah anggota DPRD Tapanuli Selatan Periode 2004-2009 yang hingga kini masih membandel dan belum melakukan pengembalian atas tunjangan komunikasi intensif (TKI) dan dana operasional (DO) pimpinan dinilai merupakan perwujudan tindakan melawan hukum. “Pemberian TKI dan DO itu diatur dalam Peraturan Pemerintah 37 Tahun 2006 yang telah direvisi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun […]

  • Simalungun Akan Menjadi Kabupaten Terkaya di Sumut

    Simalungun Akan Menjadi Kabupaten Terkaya di Sumut

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gagasan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sei Mangke Kabupaten Simalungun merupakan ide brilian dari putra Sumatera Utara dan telah masuk dalam program nasional yaitu Master Plan Pembangunan Percepatan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Sebentar lagi Simalungun akan menjadi sebuah kabupaten kayaraya dan terkaya di antara seluruh kabupaten yang ada di Sumut. Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan […]

  • Kejari Madina : Kasus Smart Village DD 2023 Sudah Pulbaket dan Diteruskan ke Kejatisu

    Kejari Madina : Kasus Smart Village DD 2023 Sudah Pulbaket dan Diteruskan ke Kejatisu

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Kejaksaan Negeri (Kejari) Mandailing Natal (Madina) telah melakukan pengumpulan data (Pulbaket) dan Pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terkait dugaan korupsi program Smart Village desa digital sumber Dana Desa (DD) 2023. Demikian dijelaskan Kajari Madina, Dr Muhammad Iqbal, SH, MH melalui Kasi Intelijen, Jupri W Banjarnahor, SH, MH kepada wartawan, Rabu (21/05/2025). […]

  • Naposo Bulung Kota Siantar Tanyakan Rekomendasi PKB

    Naposo Bulung Kota Siantar Tanyakan Rekomendasi PKB

    • calendar_month Rabu, 2 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kalangan Naposo Bulung Kelurahan Kota Siantar Kecamatan Panyabungan mendatangi kantor DPC PKB Mandailing Natal (Madina), Selasa (1/11) mendesak pelantikan anggota DPRD  Madina dari PKB. Sebab, sudah lebih setahun pihak DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Madina enggan merekomendasi persetujuan pengangkatan kadernya mengisi kursi kosong DPRD Madina setelah ditinggalkan Jakfar Sukhairi Nasution. Pengisian […]

  • Madina Zona Merah, Tak Bermasker Push Up 10 Kali

    Madina Zona Merah, Tak Bermasker Push Up 10 Kali

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut ditetapkan zona merah Covid-19. Pemda Madina pun menerbitkan regulasi pencegahan dan penanggulangan sebaran virus corona, termasuk sanksi bagi warga yang tak bermasker di tempat umum. Salah satu sanksi yang diterapkan adalah hukuman push up 10 kali. Aturan itu ditegaskan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 30 Tahun […]

  • Pemukulan wartawan sangat memalukan

    Pemukulan wartawan sangat memalukan

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Berbagai organisasi jurnalistik mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oknum perwira TNI AU pada saat sejumlah wartawan di lokasi jatuhnya Hawk 200 di Pasir Putih, Pandau, Pekanbaru, Riau, hari ini. Berbagai lembaga kewartawanan di tanah air pun turut angkat bicara mengecam tindakan memalukan yang dilakukan oknum anggota TNI angkatan udara tersebut. “Ini merupakan […]

expand_less