Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Pemukulan wartawan sangat memalukan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
  • print Cetak


MEDAN, (MO) – Berbagai organisasi jurnalistik mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oknum perwira TNI AU pada saat sejumlah wartawan di lokasi jatuhnya Hawk 200 di Pasir Putih, Pandau, Pekanbaru, Riau, hari ini.

Berbagai lembaga kewartawanan di tanah air pun turut angkat bicara mengecam tindakan memalukan yang dilakukan oknum anggota TNI angkatan udara tersebut.

“Ini merupakan sikap arogan yang ditunjukkan aparat kepada insan jurnalis dan kita mengecam tindakan kekerasan tersebut,” kata Ketua PWI Sumut, Muhammad Syahrir kepada Waspada Online, hari ini.
join_facebookjoin_twitter

Syahrir menilai kekerasan yang dilakukan oknum TNI AU tersebut sudah menimbulkan ketidaknyamanan terhadap jurnalis dan masyarakat. Oknum TNI AU sudah mencoba-coba menutup-nutupi kejadian yang sudah disaksikan langsung oleh masyarakat dan wartawan.

Untuk itu, lanjut Syahrir oknum perwira TNI AU harus diproses secara hukum dan dipecat karena peristiwa tersebut sudah menyakiti hati lembaga jurnalistik di Indonesia.

Selain itu, Syahrir juga meminta Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) TNI Angkatan Udara Pekanbaru, Riau dicopot dari jabatannya karena sudah melakukan pembiaran kekerasan yang dilakukan anggotanya terhadap jurnalis. “Itu berdasarkan perintah atasan,” tegasnya.

Dalam kekerasan terhadap jurnalis bukan merupakan hal yang baru, untuk itu presiden harus memberikan pemahaman mengenai jurnalis kepada aparat negara supaya tidak terulang kembali. “Presiden perlu memberikan jaminan kepada jurnalis supaya tidak mendapat kekerasan yang sama dikemudian hari,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan ketua Ikatan Wartawan Hukum (Ikwah) Sumut, Sulaiman Hamzah yang mengutuk keras aksi semena-mena yang dilakukan oknum perwira TNI AU pada sejumlah wartawan di lokasi jatuhnya Hawk 200 di Pasir Putih, Pandau, Pekanbaru, Riau, siang tadi. Bentuk tindakan kekerasan yang dilakukan oknum perwira TNI AU merupakan tindakan kriminalisasi aparat terhadap warga sipil dan wartawan. Hal ini tidak sesuai dengan profesionalisme aparat atau militer yang mengayomi masyarakat.

“Ikwah Sumut mengecam tindakan arogansi aparat Danlanud Pekanbaru, seharusnya pelarangan peliputan ada dialog antara wartawan dan pihak lanud jika demi alasan keselamatan. Tindakan aparat apalagi seorang perwira tidak pantas seperti itu,” beber Ketua IKWAH SUMUT Sulaiman Hamzah dengan kesal saat ditemui di Kantor Ikwah Sumut di Medan, hari ini.

Hamzah mengungkapkan tindakan kekerasan tidak sepatutnya dilakukan oleh aparat dengan dalih pengamanan dan penyelamatan salah satu anggota yang diduga masih selamat dan berada di dalam peswat tidaklah alasan yang tepat dalam melakukan kekerasan apalagi penganiayaan.

Menurut Hamzah bahwa seorang wartwan dalam melaksankan tugas peliputan dilindungi Undang-Undang dan terikat pada kode etik yang telah dietapkan oleh dewan pers. Jadi alasan yang disampaikan untuk melindungi bukanlah suatu alasan yang tepat dan diduga alasan yang tidak masuk akal.

Kecaman juga datang dari Ketua Media Online dan Elektronik, Aliansi Pers Indonesia (API) Sumut, Sastroy Bangun, saat dimintai tanggapannya soal kasus kekerasan terhadap wartawan, yang dilakukan oknum TNI AU di Pekanbaru, Riau.

“Oknum perwira TNI AU itu sudah tidak bisa ditolerir, ini bukan kasus yang pertama terjadi terhadap insan pers. Ini sangat memalukan sekaligus memilukan hati kita. Oknum tersebut lebih pantas jadi tukang pukul, daripada menjadi menjadi perwira TNI. Apalagi TNI itu pengayom masyarakat, pelindung negara. Sungguh tidak pantas,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, perwira TNI tersebut pantas untuk diberhentikan dari jabatannya. “Oknum tersebut harus dipecat, biar bisa merasakan bagaimana mejadi rakyat sipil. Bila perlu, perwira tersebut beralih profesi menjadi wartawan. Ini sebanding dengan tindakan yang dilakukannya,” kata Sastroy.

Sebagaiman diketahui sejumlah wartawan foto dan kameramen televisi menjadi sasaran pemukulan dan perampasan kemera saat terjatuhnya Hawk 200 yang jatuh di samping rumah warga pada Selasa Pagi.

Enam wartawan yang mendapat tindakan kekerasan oknum AURI tersebut antara lain Didik (Riau Pos), Ryan Fb Anggoro (LKBN Antara), Ari Nadem (Tv-One), dan Robi (RTv). Selain wartawan, dua mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) juga ditinju oknum anggota TNI AU karena kedapatan mengambil foto bangkai pesawat Hawk 200 yang jatuh di samping rumah warga. (wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kalau Kondisi Memungkinkan, Prabowo Akan ke Palestina jika Terpilih

    Kalau Kondisi Memungkinkan, Prabowo Akan ke Palestina jika Terpilih

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Calon Presiden Prabowo Subianto membuka peluang mengunjungi langsung Palestina jika dirinya terpilih menjadi presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 mendatang. Namun, dia masih mempertimbangkan kondisi yang ada di sana nantinya. "Insya Allah, kalau memang memungkinkan keadaannya di sana, kenapa tidak?" Kata Prabowo seusai menghadiri aksi damai untuk Palestina di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (11/7/2014) […]

  • Warga Tapus Unjuk Rasa ke DPRD Madina, Minta Izin PT.M3 Dicabut

    Warga Tapus Unjuk Rasa ke DPRD Madina, Minta Izin PT.M3 Dicabut

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 300 warga Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu melakukan unjukrasa ke DPRD Mandailing Natal (Madina), Rabu (12/8) meminta pencabutan izin PT. Madinah Madani Mining (M3) yang melakukan usaha penambangan emas di kawasan Desa itu. Massa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu tiba di gedung DPRD Madina sekira pukul 14.00 Wib […]

  • PKL “Pejuang Kesejahteraan Lokal”

    PKL “Pejuang Kesejahteraan Lokal”

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Supardi S.H.I Founder Business Owners Community-Panyabungan     PKL singkatan Pedagang Kaki Lima, pedagang yang memajang dagangan di pinggir jalan. Disebut pedagang kaki lima mungkin karena selama ini – kalau anda pelaku pedagang kaki lima – harus punya banyak kaki agar mudah berlari menyelamatkan dagangan ketika terkena penggusuran. PKL bukan Sampah Visual Setiap kali […]

  • Gapoktan se Panyabungan Musyawarahkan Pola Tanam

    Gapoktan se Panyabungan Musyawarahkan Pola Tanam

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Gabungan kelompok tani (Gapoktan) se Kecamatan Panyabungan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina ), Kamis, (9/8) musyawarahkan pola tanam dan tertib tanam padi di Kecamatan Panyabungan. Musyawarah yang ditempatkan di sopo godang Kelurahan Hutasiantar Kec.Panyabungan juga dihadiri oleh para PPL dan Badan Ketahanan Pangan Kab. Mandailing Natal (hol)

  • Surat Edaran Gubsu, Kapolres Diminta Tindak Tegas Galian C Tanpa Izin

    Surat Edaran Gubsu, Kapolres Diminta Tindak Tegas Galian C Tanpa Izin

    • calendar_month Senin, 10 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP HM. Reza Chairul AS, diminta untuk tegas menindak Galian C tanpa izin di kawasan Kabupaten Madina. Hal ini diungkapkan oleh Zakaria Rambe, selaku Ketua Jaringan Masyarakat Pemantau Kepolisian (Jampi) yang menanggapi keluarnya Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara No 900.1.13.1/7845/2023, tentang penggunaan material pekerjaan kontruksi dari […]

  • Banyak hakim masuk neraka

    Banyak hakim masuk neraka

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online)- Dua dari tiga hakim masuk neraka karena perilaku yang tidak adil dalam setiap putusannya. Hal tersebut disampaikan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva, usai pengambilan sumpah jabatannya. “Hanya hakim yang memegang teguh kejujuran masuk surga. Sedangkan dua hakim yang tidak adil itu masuk neraka,” kata Hamdan di lantai dua, Gedung MK, hari […]

expand_less