Jumat, 15 Mei 2026
light_mode

Itak Poul-poul Tradisi “Pamijur Danak”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
  • print Cetak

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Warga Mandailing memproduksi itak poul-poul biasanya ketika hajatan “pamijur danak” (harfiahnya menurunkan bayi-suatu tradisi di Mandailing membawa bayi pertama kali keluar rumah).

Sang bayi belum boleh digendong ke luar rumah sebelum usia seminggu. Acara “pamijur danak” dipestakan dengan memproduksi itak poul-poul oleh para gadis dan dibagikan kepada tetangga keluarga si bayi. Itak poul-poul itu juga sebagian disematkan di tali ayunan bayi sebelum digendong ke luar rumah.

Kelezatan itak poul-poul ini dulunya tidak saja diproduksi untuk hajatan “paijur danak”, tetapi juga menyebabkan banyak orang Mandailing memproduksinya untuk dijual.

“Makanan itak poul-poul belakangan ini memang mulai hilang, sangat jarang orang membuatnya sekarang, apalagi menjualnya,” ungkap salah seorang warga Kotanopan, Duski Lubis, Jum’at (16/8/2013).

“Saya masih teringat dulu sekitar tahun 70 hingga 80-an, asal datang tamu ke rumah, makanan yang disediakan adalah itak poul-poul. Bukan itu saja, kalau dulu makanan ini juga digunakan saat pesta perkawinan. Oleh-oleh yang dibawa keluarga penganten laki-laki biasanya itak poul-poul dan kalau daerah lain masih bisa dijumpai itu ketika anak lahir dalam keluarga biasanya dibuatlah itak pooul-poul,” jelasnya.

Namun, menurutnya, sekarang hal itu tidak dijumpai lagi, padahal cara membuatnya tidak begitu susah. Masalahnya mungkin orang sekarang tidak mau repot-repot membuatnya. Akhirnya, jenis makanan ini seperti hilang begitu saja.

“Bukan itu saja, saya yakin generasi belakangan ini banyak yang sudah tidak pandai membuat itak poul-poul,” ujarnya.

Jika dilihat dari namannya, itak poul-poul terdiri dari dua kata, itak (tepung beras), sedangkan poul-poul (dikepal-kepal). Jadi itak poul-poul adalah makanan yang terbuat dari tepung beras dan campuran lainnya yang kemudian cara pembuatannya dikepal-kepal sehingga menimbulkan bekas jari tangan di kue tersebut.

Peliput : Lokot Husda Lubis
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 1)

    BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Mengapa JB AH Nasution Tidak Bisa Hidup Hanya dengan Politik dan Landasan Pacu Pertemuan Bupati Madina H. Saipullah Nasution dengan pemilik Lion Air, Rusdi Kirana, yang dikawal Marwan Dasopang, memberi satu sinyal penting: Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (JB AH Nasution) belum menyerah. Rute Medan–Madina dan Madina–Padang yang […]

  • Doa Untuk Muslim Thailand Selatan (1)

    Doa Untuk Muslim Thailand Selatan (1)

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEREKA HENDAK MENGGANTI BAHASA KAMI (Liputan Rizki Lesus, wartawan Alhikmah, tim Jurnalis Islam Bersatu dalam Road4Peace, Ahad 17 November 2013) “Drr…drr…drr..” desing Helikopter hilir mudik menggantung di langit Yala, Thailand. Malam itu, di atas Mesjid Besar Darul Muhajirin, di jantung kota, suaranya berderu kencang. Kelap-kelip merah berputar-putar di atas kota Yala. Entah tak tahu mengapa […]

  • Masyarakat Naga Juang Kembangkan Coklat Melalui KUD

    Masyarakat Naga Juang Kembangkan Coklat Melalui KUD

    • calendar_month Selasa, 29 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) – Masyarakat Kecamatan Naga Juang dan Malintang mengembangkan kebun coklat dengan mendirikan KUD Dalihan Natolu Satahi, yang bertujuan membantu masyarakat petani coklat dalam pengembangan dan pemeliharaan kebun coklat hingga ke tingkat pemasaran, supaya kebun coklat terpelihara baik, dan harga coklat masyarakat tidak terjebak dalam permainan “tengkulak”. Koperasi itu dibina PT Sorikmas Mining (SM) […]

  • Enni Sopiah Anak Petani Miskin, Duta Madina di Olimpiade MIPA Sumut

    Enni Sopiah Anak Petani Miskin, Duta Madina di Olimpiade MIPA Sumut

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) –  Gadis cilik itu berasal dari keluarga miskin. Tetapi kecerdasannya akan membawa nama Kabupaten Madina di Olimpiade MIPA Sumut. Namanya Enni Sopiah Lubis, pelajar kelas VI SD Negeri 161 Bangun Purba, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina), anak dari seorang petani miskin di Desa Bangun Purba. Dia dijadwal akan […]

  • Angka Kemiskinan Semakin Tinggi, Bagaimana Solusinya?

    Angka Kemiskinan Semakin Tinggi, Bagaimana Solusinya?

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Intan Marfuah Aktivis Muslimah Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, mencatat, angka kemiskinan ekstrem di Bumi Daya Taka per 2024 sudah berada pada 0,2 persen. Dari 10 Kecamatan, 4 di antaranya berada pada angka 0 persen atau bebas dari kemiskinan ekstrem. Kepala Dinsos Kabupaten Paser, Hasanuddin menyatakan, kemiskinan ekstrem merupakan ketidakmampuan masyarakat untuk […]

  • Rusdi Batubara Calon Ketua KWRI Madina, Dukungan Mengalir

    Rusdi Batubara Calon Ketua KWRI Madina, Dukungan Mengalir

    • calendar_month Rabu, 1 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang Muscab KWRI (Komite Wartawan Reformasi Indonesia) Madina, dukungan kepada Rusdi Batubara terus bertambah. Sejumlah anggota KWRI sudah mulai bergerak memenangkan Rusdi untuk memimpin organisasi itu ke depan. Rusdi dinilai sosok wartawan murni, yang hanya mendedikasikan diri pada jurnalis. Sementara itu, suara dukungan dari wartawan senior juga mengalir untuk Rusdi. Salah […]

expand_less