Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

Haji Dari Mandailing Era 1800-an

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
  • print Cetak

Catatan: Askolani Nasution

Hari itu tahun 1884. Snouck Horgronje, ahli Islam berkebangsaan Belanda, sedang singgah di Konsulat Belanda di Jeddah. Ia melihat 13 orang jemaah haji dari Mandailing di depan konsulat. Lalu dipotretnya.

Mereka, para jemaah haji itu sedang melengkapi berkas untuk melanjutkan studi di Mekah. Zaman itu, memang orang pergi haji tidak sebatas menunaikan rukun Islam kelima. Banyak juga yang sekalian tinggal di Mekah. Mendalami ilmu agama tentu.

Selain itu, banyak juga yang karena kehabisan duit untuk pulang. Ongkos haji yang sebenarnya hanya f.125, bisa bengkak sampai f.500. Karena banyak cukong pemberangkatan haji yang memeras para jemaah dengan berbagai pungutan.

Beberapa jemaah juga ada yang dicopet barang dan uangnya di kapal. Mereka selama perjalanan berbulan-bulan di atas kapal laut, hanya tidur di antara muatan kapal. Tanpa alas dan bantal. Dalam kondisi begitu, banyak yang dicopet.

Belum lagi penyakit kolera yang belum ada obatnya waktu itu. Singgah di Singapura dan India sebelum ke Yaman dan Jeddah, mereka rentan berbagai penyakit. Kolera terutama. Banyak yang mati dalam perjalanan.

Ada juga yang karena tak punya uang pulang, mereka mencari pinjaman di Jeddah. Sudah ada cukong yang siap menalangi. Sebagai gantinya mereka harus jadi kuli kebun dulu di berbagai perusahaan perkebunan di luar negeri, sampai lunas hutangnya. Ada yang sampai 10 tahun, baru boleh pulang.

Karena itu, di masa dahulu, naik haji itu pertaruhan hidup. Keluarga yang melepasnya sudah iklas untuk tidak bertemu lagi saat kerabatnya pergi haji. Belum lagi pemalsuan gelar haji, karena banyak yang tidak sampai ke Mekah oleh perusahaan perjalanan haji.

Dalam buku “Ngada Niambang” yang terbit di masa kolonial, dikisahkan bagaimana jemaah haji dari Huta Siantar akhirnya tidak pernah kembali karena meninggal dalam kapal laut.

Mengapa orang tetap ingin naik haji? Itu pertanyaan penting pemerintah kolonial. Kata Snouck Horgronje, tidak semata-mata sebatas menunaikan rukun Islam. Ada yang bahkan ingin meninggal di Mekah. Karena Mekah tanah yang dimuliakan.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembeli Itak Poul-poul Juga Dari Medan

    Pembeli Itak Poul-poul Juga Dari Medan

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Sejauh ini yang diketahui masih setia memproduksi dan menjual itak poul-poul di Mandailing adalah Hj. Masna, pengelola warung Simpang Tiga Raya, Kotanopan, Mandailing Natal (Madina). “Untuk melestarikan makanan khas budaya Mandailing ini kita sengaja menjualnya pada hari Jum’at dan Sabtu,“ ujarnya, Jum’at (16/8/2013). Peminatnya cukup banyak. Selain warga Kotanopan, pengendara yang […]

  • Pemukulan Terhadap Polisi di Sipolu-polu Merupakan Sisi Kearifan Lokal

    Pemukulan Terhadap Polisi di Sipolu-polu Merupakan Sisi Kearifan Lokal

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 9Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Peristiwa penangkapan dan pemukulan oleh warga terhadap oknum polisi yang diduga berbuat mesum di Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) harus dilihat dari esensi kearifan lokal Mandailing. Itu dikatakan Camat Panyabungan, Hafizuddin pada acara silaturrahim Kapolres Madina, AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto dengan tokoh-tokoh masyarakat Sipolu-polu, Munggu (22/9/2013) di rumah makan Paranginan […]

  • Kadis PUPR Madina Perintahkan Bongkar Galian Pipa Proyek SPAM di Hutarimbaru

    Kadis PUPR Madina Perintahkan Bongkar Galian Pipa Proyek SPAM di Hutarimbaru

    • calendar_month Senin, 10 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) – Terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM ) di Desa Hutarimbaru, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal yang galian perpipaannya dinilai tidak sesuai kontrak, Pj Kepala Dinas PUPR Madina Evi Yanti Harahap Senin sore 10/7/2023 gerak cepat dan monitoring langsung kelokasi. Alhasil, ditemukan sekitar 500 metes galian perpipaan […]

  • PT.SMGP Berdayakan Petani Dengan 3.500 Bibit Jeruk Manis di Puncak Sorik Marapi

    PT.SMGP Berdayakan Petani Dengan 3.500 Bibit Jeruk Manis di Puncak Sorik Marapi

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Kawasan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal merupakan kawasan yang memiliki potensi penghasil palawija maupun buah-buahan. Hanya saja, kendala modal usaha menjadikan perkebunan buah-buahan di kawasan ini tak mampu berkembang. Bahkan jeruk manis Sibanggor yang terkenal itu sudah lama berkurang produksinya. Dalam peran-sertanya memberdayakan petani mengembangkan perkebunan buah-buahan, PT. […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 46)

    MARSIDAO-DAO (episode 46)

    • calendar_month Jumat, 9 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Songon namargunom doma alai i tano i namangaluk pompar Si Siti i. Martangisan matunguk-nguk marsidokonon sidokononna, paluas lungun ni rohana. Marbolas taon painte-inte boruna, sanga na ijia ngada binoto. On, madung do ro pomparna maroban tompa ni inangna dohot tompa ni amangna. “Mana ibumu, Nak,” ning ompungna. “Ibu kami […]

expand_less