Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Ahmad Patra Keluar Ponpes Tanpa Izin

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
  • print Cetak


SIPIROK- Sejak 16 Nopember 2010 lalu, Ahmad Patra Hutagalung (14), santri kelas IV Pondok Pesantren (Ponpes) KH Ahmad Dahlan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan meninggalkan ponpes dengan alasan tidak jelas. Bahkan, Ahmad Patra tidak mengantongi izin keluar dari wilayah ponpes.

Direktur Ponpes KH Ahmad Dahlan Sipirok, Jalaluddin Pane SH melalui Wakil Direktur Bidang Kesiswaan, Kemis SPd kepada METRO, Selasa (30/11), mengatakan Ahmad Patra adalah santri suka bolos pada jam pelajaran berlangsung dan selalu keluar wilayah ponpes dari jalur tertentu (bukan dari gerbang). Selain itu, Ahmad juga sering mangkal di tempat Play Station di Langsar, atau sekitar dua kilometer dari ponpes.

“Dia itu suka cabut. Hampir setiap hari jika bertemu selalu ditegur, dan diberi nasehat, dan terus berjanji akan berubah. Tapi dia tidak pernah berubah,” ujar Kemis. Ditambahkan Kemis, selain suka bolos pada jam pelajaran berlangsung, Ahmad Patra juga harus dibangunkan ketika pagi hari, dan suka keluyuran keluar wilayah ponpes. “Dia itu juga susah diatur. Hampir setiap bangun tidur, harus saya dan guru yang membangunkannya ke kamarnya. Ini sudah mulai tampak sejak kelas 3 lalu,” katanya.

Sementara kepala asrama, Ardi yang juga merupakan petugas pemberi izin keluar bagi santri kepada METRO menjelaskan, kepergian Ahmad Patra tanggal 16 November lalu tidak atas sepengetahuannya.

“Dia keluar tidak ada izin dari kita. Memang dia itu sering keluar dari wilayah pondok, tapi bukan melalui gerbang secara resmi melainkan melalui jalan pintas memotong dari semak dan lahan pertanian warga. Dan biasanya dia mangkal di desa terdekat. Kalau izin, tak pernah kita berikan, apalagi dengan alasan yang tak jelas,” ungkap Ardi.

Sementara teman dekat Ahmad Patra, Raja (17), dan Rieki (17), yang merupakan kakak kelas Ahmad kepada METRO, mengakui mereka memang sering bermain hingga keluar wilayah Ponpes.

Diutarakan mereka, terakhir mereka bertemu dengan Ahmad pada tanggal 16 Nopember lalu, dan selanjutnya tak pernah bertemu lagi. Selama ini, terang keduanya, Ahmad sering mengeluhkan kiriman orang tua tidak sesuai dengan harapannya. “Yang sering dikeluhkannya pada kami adalah kiriman orang tuanya sering terlambat, dan kadang tidak sesuai dengan keinginannya,” kata keduanya.

Sementara orang tua Ahmad Hutagalung kepada METRO melalui telepon selulernya mengatakan, menurut penglihatan orang pintar, anaknya sekarang berada di antara wilayah Siabu dan Simangambat, Kabupaten Mandailing Natal. “Menurut penglihatan orang pintar, anak saya sekarang berada di wilayah Siabu dan Simangambat, kalau ada kawan di sana tolonglah carikan infonya,” sebutnya. (ran)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Cari Untung Berkedok Ormas

    Jangan Cari Untung Berkedok Ormas

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Sudah menjadi rahasia umum, banyak sekali oknum-oknum dari ormas-ormas yang tidak jelas kiprahnya, membuat resah masyarakat dan instansi-instansi pemerintah, termasuk kalangan swasta. Menanggapi masalah tersebut, Kasubdit Ormas Ditjen Kesbangpol Kemendagri, Bahtiar, menjelaskan, dengan adanya UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan diharapkan hal-hal buruk tersebut bisa dieliminir. “Karena Undang-undang Nomor […]

  • Panyabungan Salah Satu Barometer Investor

    Panyabungan Salah Satu Barometer Investor

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Salah satu barometer investor melirik daerah adalah situasi dan kondisi pusat kota. Payabungan sebagai ibu kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memerlukan labih baik lagi penataannya. Sekretaris Keluarga Besar Mahasiswa (Gabema) Madina, Musliadi Nasution, SPd kepada Mandailing Online di Panyabungan, Senin (20/2), menyatakan keindahan pusat kota di suatu daerah merupakan salah satu referensi […]

  • Sipir Lapas Pemukul Santri Dipindah ke Polres Madina

    Sipir Lapas Pemukul Santri Dipindah ke Polres Madina

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Sipir penjara Lembaga Pemasyarakatan Natal, Derman Gultom ditengarai akan ditahan di Polres Mandailing Natal. Sejumlah polisi berpakaian preman terlihat menggiring Derman Gultom keluar dari sel tahanan Polsek Natal, Rabu (22/9/2021). Derman ditahan karena dugaan menganiaya Said Rahman, pelajar Pondok Pesantren Mustafawiyah beberapa waktu lalu. Dengan tangan diborgol, Derman Gultom terlihat menunduk […]

  • Buntut Pembunuhan di Muara Sipongi, Satu Rumah Dibakar Massa

    Buntut Pembunuhan di Muara Sipongi, Satu Rumah Dibakar Massa

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA SIPONGI (Mandailing Online) : Pembunuhan sadis terhadap Abdullah (22) di Muara Sipongi, Mandailing Natal Senin lalu, berbuntut panjang. Satu rumah dibakar massa pada Selasa (2/2) malam. Rumah yang dibakar adalah milik Yadni di Dusun Ai Molili Desa Ranjau Batu. Yadni merupakan orangtua kandung H, pria yang diduga warga sebagai tersangka pelaku pembunuhan terhadap Abdullah. Informasi yang […]

  • Tuntutan Belum Direspon, Warga Batu Sondat Batahan Larang Pengangkut CPO Milik PTPN IV Beroperasi

    Tuntutan Belum Direspon, Warga Batu Sondat Batahan Larang Pengangkut CPO Milik PTPN IV Beroperasi

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : sejak minggu malam sampai senin pagi ini 15/7, jalan utama truk pengangkut CPO milik PTPN IV gang beroperasi di Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) masih di tutup warga. Aksi penutupan jala truk CPO ini dilakukan warga sebagai bentuk kekecewaan belum dipenuhinya tuntutan terkait kekurangan lahan […]

  • Ketika Pendidikan Sekuler Gagal, Bullying Jadi Tradisi

    Ketika Pendidikan Sekuler Gagal, Bullying Jadi Tradisi

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nesty Laila Sari Siswa korban perundungan atau bullying di Tangerang Selatan, MH (13), meninggal dunia setelah sepekan dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia) Informasi meninggalnya korban bullying itu dibenarkan oleh kuasa hukum keluarga, Alvian Adji Nugroho. “Pada pukul enam pagi, keluarga yang ada di rumah mendapat kabar dari paman korban yang […]

expand_less