Jumat, 14 Agu 2026
light_mode

Dari Focus Group Discussion : Batak itu Ahistoris, Tak Ditemukan dalam Hasanah Kuno

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 24 Okt 2017
  • print Cetak

Dr Phil Ichwan Azhari dan Prof Usman Pelly dalam Focus Group Discussion di Hotel Madani, Medan, Senin (23/10/2017)

Mandailing menolak secara tegas disebut atau bagian dari Batak, bahkan perbantahan etnik Mandailing dikelompokkan dalam etnik Batak telah berlangsung lebih dari 100 tahun.Karena Batak adalah istilah atau pelabelan oleh orang asing khususnya Belanda.

Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Mandailing bukan Batak yang berlangsung di VIP Restoran Hotel Madani, Senin (23/10/2017).

Hadir dalam FGD peneliti dan sejarawan Dr Phil Ichwan Azhari, antropolog Prof Usman Pelly, dan juga peneliti Pussis Universitas Negeri Medan (UNIMED) Erron Damanik serta puluhan peserta dari berbagai kalangan. Hadir juga kalangan wartawan.

Eron Damanik mengungkapkan, Mandailing telah menolak disebut Batak sejak 1922, Karo menolak disebut Batak sejak 1952, Simalungun menolak disebut Batak sejak 1963, lalu Pakpak menolak disebut Batak sejak 1964, juga Nias menolak disebut Batak sejak 1952, namun Toba dan Angkola tetap kukuh menerima disebut Batak. Mengutip Vinner (1980) perbedaan mendasar dari kelompok etnik yang disatukan adalah bahasa. Keenam etnik tersebut memiliki perbedaan bahasa yang mencolok.

“Tidak ada yang disebut Batak, yang ada adalah Mandailing, Toba, Pakpak, Karo, Simalungun dan Angkola. Batak adalah ahistoris,” tegasnya seraya menyebut itu diketahuinya berdasarkan teori yang ada.

Antropolog Usman Pelly mengungkapkan, “tidak ada satu pun kata Batak yang bisa ditemukan dalam khasanah atau pun manuskrip kuno baik dari khasanah Toba, Angkola, Karo, Pakpak, Simalungun apalagi Mandailing. “Misalnya dalam stempel Raja Sisingamangaraja XII hanya tertulis Ahu Si Raja Toba, tidak ada si Raja Batak. Batak tidak ada dalam khasanah pustaka baik Toba, Angkola, apalagi Mandailing,” kata Usman Pelly.

Hal ini menurut Usman, adalah pendapat akademis. Bukan pendapat untuk memecah belah persatuan apalagi pendapat dalam konteks kepentingan politik elektoral.

Sejarawan Ichwan Azhari mengungkapkan berdasarkan banyak literatur, Batak digunakan para peneliti asing untuk menunjukkan lokasi geografis masyarakat. Batak digunakan untuk mendeskripsikan masyarakat yang mendiami wilayah hinterland atau dataran tinggi. Sedangkan masyarakat pesisir diidentikan dengan melayu.

Istilah Batak awalnya digunakan peneliti asing untuk menyebut masyarakat tak beradab, atau istilah yang tidak diinginkan lalu bergeser menjadi istilah untuk menggambarkan masyarakat di pegunungan, kemudian berproses menjadi identitas dan kebanggaan.

Identitas ini kemudian mendapat perbantahan utamanya dari masyarakat Mandailing. Mandailing menolak disebut sebagai Batak. “Tidak ada yang konsisten menolak Batak selain Mandailing,” kata Ichwan.

Batak menurut Ichwan, muncul karena adanya penulis yang setuju penggunaan istilah Batak untuk menggambarkan etnik-etnik yang ada mulai dari Mandailing, Toba, Angkola, Karo, Pakpak hingga Simalungun. Kondisi ini diperparah dengan minimnya riset yang dilakukan. Riset-riset selama ini justru didominasi oleh peneliti asing. “Untuk bisa melawan itu sebanyak mungkin bisa menulis melakukan riset-riset, kegelisahan-kegelisahan ini bisa melahirkan kajian-kajian,” ungkapnya.

Peneliti Erron Damanik secara rinci menegaskan dijadikan enam etnis menjadi sub etnik dalam batak dimulai dari Payung Bangun. Payung kemudian menginspirasi antropolog Koentjaraningrat yang menulis buku “Manusia dan Kebudayaan” yang kemudian menjadi referensi. Dalam salah satu bab buku tersebut, ada bab yang menjelaskan Batak dan memasukkan Mandailing, Toba, Angkola, Karo, Pakpak hingga Simalungun kedalam Batak. “Marsden menolak itu tidak homogen,” katanya. (http://sentralberita.com/husni)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PBB Terkejut Atas Kondisi Muslim Myanmar

    PBB Terkejut Atas Kondisi Muslim Myanmar

    • calendar_month Kamis, 6 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NEW YORK, (MO) – Pejabat kemanusiaan PBB Valerie Amos mengatakan ia sangat terkejut melihat kondisi warga Muslim Rohingya yang mengungsi akibat konflik di Myanmar barat. Lebih dari 135.000 orang tinggal di kamp-kamp sementara di negara bagian Rakhine, sebagian besar adalah pengungsi Rohingya. Wartawan BBC Jonah Fisher yang melakukan perjalanan bersama Amos ke Rakhine mengatakan ribuan […]

  • Eli Mahrani Ikuti Seminar Kesehatan Kanker Serviks

    Eli Mahrani Ikuti Seminar Kesehatan Kanker Serviks

    • calendar_month Selasa, 25 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua TP PKK Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ny Eli Mahrani Jafar Sukhairi Nasution Menghadiri Workshop dan Seminar Kesehatan di Hotel Rindang, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Minggu (25/10/2022). Seminar kesehatan tersebut mengangkat tema tata laksana deteksi dini kanker serviks dengan metode pemeriksaan IVA test di masa pandemi Covid-19. Eli menyampaikan perempuan sebagai […]

  • Korupsi? Pengurus Kelompok Tani Akui Dana SRI Disetorkan Lagi Kepada Pejabat Dinas Pertanian Madina

    Korupsi? Pengurus Kelompok Tani Akui Dana SRI Disetorkan Lagi Kepada Pejabat Dinas Pertanian Madina

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Program optimilisasi sawah melalui program SRI (System of Rice Intensification) untuk Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai gagal. Kegagalan itu ditengarai akibat anggaran yang bersumber dari APBN tersebut diduga hanya dinikmati oleh oknum-oknum yang ada di Dinas Pertanian Peternakan Madina. Berdasar pengakauan salah seorang ketua kelompok tani kepada wartawan, Jum’at (6/6) lalu […]

  • Mantan Kepala Kemenag Madina Ditahan Kejatisu

    Mantan Kepala Kemenag Madina Ditahan Kejatisu

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menahan mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumut, Iwan Zulhami (IZ) dan Zainal Arifin (ZA), mantan Plt Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mandailing Natal. Penahanan keduanya dilakukan Selasa (23/2/2021) petang, dalam kasus dugaan suap jabatan di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Utara (Sumut). Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar […]

  • Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Tengah Maraknya Tren Tawuran Remaja

    Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Tengah Maraknya Tren Tawuran Remaja

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muttaqin Kholis Ali Guru Informatika SMA Negeri 1 Tambangan, Mandailing Natal PENDAHULUAN “Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan itu Anda dapat mengubah dunia,” demikian ungkapan Nelson Mandela yang masih relevan hingga saat ini. Namun, ironi terjadi ketika senjata ini justru digunakan untuk melukai sesama. Fenomena tawuran pelajar yang kembali marak belakangan […]

  • 3 November Ujian Tulis CPNS

    3 November Ujian Tulis CPNS

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) melansir jadwal resmi pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CNPS) baru 2013. Tes tulis dijadwalkan dilaksanakan pada 3 November. Secara garis besar tes CPNS 2013 ini terbagi menjadi tiga kelompok. Yakni tes untuk pelamar tenaga honorer kategori 2 (K2), pelamar umum dengan sistem tes […]

expand_less