Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Sekapursirih dari Pementasan “Multatuli” : Humanisme Douwes Dekker dan Sejarah Jalur Ekonomi Kopi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 31 Jul 2017
  • print Cetak

Adegan Multatuli dengan Saijah di drama “Multatuli” (foto : Dahlan Batubara)

 

Pementasan drama “Multatuli” produksi Jeges Art di Taman Raja Batu, Panyabungan, Senin (31/7) sungguh sangat luar biasa. Plot cerita mengalir dengan sempurna, dialog-dialog yang menyentuh serta adegan-adegan yang berkarakter kuat.

Askolani Nasution, sang sutradara, begitu berhasil membangun dimensi emosi yang sangat kuat pada setiap adegan. Pun, para pemain sangatlah pula piawai memerankan peran masing-masing. Drama kian hidup dan memukau oleh polesan musik latar yang mampu membangun ruang dan setting cerita.

Drama “Multatuli” ini bersetting era kolonial Belanda tahun 1800-an menampilkan humanisme Eduard Douwes Dekker atau lebih popular dengan sebutan Multatuli, seorang kontrolir kolonial yang  berkedudukan di Natal.

Askolani Nasution berhasil mencuatkan humanisme dan pemikiran Multatuli yang visioner dalam upaya menggerakkan ekonomi pribumi masa itu lewat gagasan pembukaan infrastruktur jalan sebagai bagian dari rangkaian pengembangan komoditas kopi Mandailing.

Dalam buku “Madina Madani” (2004) karya sejarahwan Mandailing Basyral Hamidi Harahap  mencatat, pembukaan jalur-jalur jalan telah berhasil mempercepat laju distribusi komoditi kopi Mandailing di masa itu, sehingga volume ekspor begitu sangat tinggi.

Pembukaan jalan-jalan itu telah merubah pola angkutan kopi dari cara panggul menjadi angkutan grobak pedati. Ruas-ruas jalan itu didesain oleh Philipus Godon seorang Asisten Residen Mandailing Angkola yang berkedudukan di Panyabungan. Godon adalah sahabat Multatuli. Dalam catatan sejarah, keduanya sama-sama berangkat dari Eropa untuk bertugas di kawasan Mandailing, Hindia Belanda.

Ruas-ruas jalan yang dibangun itu meliputi, jalur Jembatan Merah-Muara Sipongi; jalur Panyabungan-Gunung Baringin; jalur Panyabungan-Jembatan Merah; jalur Jembatan Merah-Tanobato; jalur Tanobato-Natal dan jalur Panyabungan-Sigalangan. Dari Sigalangan, ruas-ruas jalan juga dibuka hingga ke Sidimpuan, Sipirok sampai ke Lumut.

Jalur-jalur darat itu mampu dengan cepat mendistribusikan pergerakan angkutan kopi dari sentra-sentra perkebunan kopi rakyat menuju unit-unit gudang yang dibangun di berbagai titik, seperti gudang di Muarasipongi dan gudang Tanobato.

Pembangunan pelabuhan laut di Sikara-kara, Natal untuk pengapalan biji kopi dari kawasan Mandailing Julu dan Mandailing Godang telah mempercepat ketibaan di Nederland. Begitu juga pelabuhan Lumut untuk layanan distribusi kopi dari kawasan Sipirok.

Karakter seorang Multatuli terasa begitu hidup diperankan oleh Bob Dimas, satu karakter protagonis yang memiliki rasa kemanusiaan tinggi seorang pejabat kolonial.

Tokoh Saijah juga sangat terasa hidup yang diperankan Ika Desika Dahlan Hasan. Figur gadis pribumi pencerah yang visioner.

Dialog-dialog Multatuli dan Saijah dalam berbagai adegan mampu menaikkan emosi penonon sehingga drama ini menjadi begitu hidup.

Saya yang sejak awal hingga pementasan berakhir duduk dan konsentrasi di sudut kiri panggung  begitu khusuk dan sangat terlena mengikuti setiap adengan.

Drama “Multauli” ini tak saja mencuatkan gagasan humanisme, dimensi ekonomi dan gambaran sosial budaya masa 1800-an itu, tetapi Askolani Nasution juga sangat piawai membungkus plot cerita dengan sentuhan emosi hati gadis Saijah. Hubungan cinta antara Multatuli dengan Saijah yang harus kandas oleh faktor perbedaan budaya (Eropa-Melayu) pun telah menguras emosi kesedihan penonton.

Sama seperti film-film produksi Tympanum Novem (kini bermetamofosa menjadi Jeges Art), pemainnya umumnya adalah individu yang tak pernah bersentuhan dengan dunia teater atau dunia akting.

Bayangkan, di drama “Multatuli” ini, hanya Ali Fikri Pulungan (memerankan ayah Saijah) saja yang sudah berkategori makan asam garam peraktingan, serta Ulan Gustina (memerankan ibu kandung Saijah) yang sudah agak sering mengikuti pengambilan gambar untuk film-film produksi Tympanum.

Disinilah keunikan seorang Askolani Nasution yang selalu berhasil menggembleng seseorang menjadi mampu berakting dalam tempo singkat.

Akting taklah sekedar menguasai dan menghayati gerakan, mimik wajah ataupun mengolah emosi dan melakoni sifat orang lain, lebih dari itu emosi bahasa juga sangat penting. Semua itu bukan perkara mudah.

Akhir kata, bagi saya, drama “Multatuli” telah menempatkan kawan-kawan seniman di Jeges Art berada dalam pencapaian yang membangakan. Dan lebih dari itu, Jeges Art telah mampu menghidupkan perteateran di Mandailing Natal, seperti Teater Kartupat di Medan.

Dan, dari dimensi lain, drama “Multatuli” ini bukan lagi sebuah segmen dalam daftar penutupan TTG 2017 di Taman Raja Batu, tetapi pementasan ini telah menjelma menjadi “cambukan visi” bagi kita semua, baik Pemerintah Daerah maupun masyarakat luas untuk lebih menyadari bahwa masa depan ekonomi Madina atau Sumatera Utara berada “di tangan” infrstruktur sebagaimana yang diperlihatkan sejarah kegemilangan kopi Mandailing yang diprakarsai Multatuli dan Godon di masa lalu. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika Sebut Pembangunan Hapus Stigma Pantai Barat Anak Tiri

    Atika Sebut Pembangunan Hapus Stigma Pantai Barat Anak Tiri

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution memaparkan hasil pembangunan infrastruktur jalan di kawasan pantai barat Madina pada masa pemetintahan Sukhairi-Atika. Hal itu dia sampaikan dalam setiap pertemuan dengan warga di beberapa desa dalam lima hari kampanye di kawasan pantai barat, yakni Kecamatan Muara Batang Gadis, Sinunukan, […]

  • Kebijakan Pemkab Madina 2023 Masih Fokus Pemulihan Ekonomi

    Kebijakan Pemkab Madina 2023 Masih Fokus Pemulihan Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 11 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebijakan Pemkab Mandailing Natal (Madina) tahun 2023 masih fokus pemulihan ekonomi dampak covid-19. Itu tercermin dari pengantar KUA PPS tahun 2023 yang disampikan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution di hadapan rapat paripurna DPRD Madina, Jum’at (11/11/2022). Menurutnya, Rancangan KUA dan PPAS tahun 2023 ini disusun dengan melihat hasil […]

  • Warga Kota Panyabungan Keluhkan Debu Pengerjaan Jalan

    Warga Kota Panyabungan Keluhkan Debu Pengerjaan Jalan

    • calendar_month Minggu, 29 Okt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga kota Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, Sabtu, (28/10/2023) mengeluhkan debu yang timbul dari pelebaran dan pengaspalan Jalan Willem Iskander, Panyabungan. Pelebaran jalan di kota Panyabungan sejauh ini dikerjakan PT. Jaya Konstruksi. Sejumlah pengendara kepada Mandailing Online sejak dimulainya proyek pengerjaan jalan itu warga yang melintas sering terkena semprotan abu dari alat […]

  • Iskandar Hasibuan : Fungsionaris Abu-abu Silahkan Mundur

    Iskandar Hasibuan : Fungsionaris Abu-abu Silahkan Mundur

    • calendar_month Kamis, 26 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di tengah kuatnya goyangan dan gangguan, geliat pergerakan konsolidasi PDI Perjuangan Kabupaten Mandailing Natal terus menguat. Fungsionaris yang abu-abu atau setengah hati, silahkan mengundurkan diri. Jangan menjadi duri di dalam tubuh partai. Ketua DPC PDI Perjuangan Mandailing Natal Iskandar Hasibuan mengutarakan sejak Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan amanah […]

  • Lobi dan Kerja Keras Untuk Lompatan Pembangunan Madina

    Lobi dan Kerja Keras Untuk Lompatan Pembangunan Madina

    • calendar_month Jumat, 21 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Adventorial Lobi dan Kerja Keras Bupati Madina Untuk Lompatan Pembangunan Madina   Pembangunan Kabupaten Mandailing Natal itu harus dikebut. Bahkan perlu lompatan. Agar terget-target menuju kemajuan di sektor-sektor strategis dapat diraih. Tetapi, semua itu membutuhkan kerja keras, kecerdasan, membutuhkan tim dari berbagai lini, berbagai kalangan, berbagai kekuatan. Mengebut pembangunan tak bisa jika bergantung pada APBD, […]

  • Rusdi Batubara Calon Ketua KWRI Madina, Dukungan Mengalir

    Rusdi Batubara Calon Ketua KWRI Madina, Dukungan Mengalir

    • calendar_month Rabu, 1 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang Muscab KWRI (Komite Wartawan Reformasi Indonesia) Madina, dukungan kepada Rusdi Batubara terus bertambah. Sejumlah anggota KWRI sudah mulai bergerak memenangkan Rusdi untuk memimpin organisasi itu ke depan. Rusdi dinilai sosok wartawan murni, yang hanya mendedikasikan diri pada jurnalis. Sementara itu, suara dukungan dari wartawan senior juga mengalir untuk Rusdi. Salah […]

expand_less