Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Trenggiling diburu bahan sabu-sabu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 4 Mar 2013
  • print Cetak

trenggiling4313

Medan, (MO)  – Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam  (BBKSDA) Provinsi Sumut Istanto menjelaskan bahwa populasi Trenggiling yang paling banyak dapat ditemui di hutan Leuser. Bahkan, jumlahnya pun belum sempat dihitung.

Istanto menyebutkan, selain berkahasiat untuk kosmetik dan bahan baku narkoba jenis  sabu-sabu, kenikmatan daging Trenggiling dan nilai jualnya yang tinggi menjadikan Trenggiling kerap diincar dan diselundupkan ke negara luar.

“Sisiknya untuk kosmetik dan bahan  sabu-sabu. Kemudian untuk obat-obatan dan dagingnya untuk di sup. Harganya berkisar, kalau per-ekor nya dapat dijual mencapai Rp5 juta di negara luar,” ungkapnya.

Istanto juga menyebutkan, dari pemeriksaan yang dilakukan, para penyelundup mengakui kalau di Medan, pihak penyelundup memiliki pengepul.

“Dari pengepul, kemudian dikuliti lalu dikirim ke Singapura, Cina dan Hongkong. Dagingnya di sup dan sangat diminati di Cina. Pengolahannya kalau tidak di Medan di Jakarta. Paling sering para penyelundup ditangkap melalui jalur laut,” sebutnya.

Dia menambahkan bahwa para penyelundup kerap memakai jalur laut karena sulit dideteksi. Terkadang, para penyelundup juga menggunakan kapal tongkang.

“Kita berharap para pelaku penyelundupan Trenggiling sadar akan kelakuannya. Trenggiling ini hewan yang dilindungi dan dia merupakan rantai makanan yang sangat penting. Jika Trenggiling menipis, rayap dan semut semakin banyak,” ucapnya.

Dilanjutkannya lagi , di dalam Undang-undang juga sudah diatur hukuman bagi para penyelundup Trenggiling. Yakni, UU No 5 Tahun 1990 tentang Observasi dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan maksimal denda Rp200 juta.

“Kita terus melakukan pengawasan di sejumlah perbatasan. Kita berharap kedepan tidak ada lagi Trenggiling yang diselundupkan demi kelangsungan mata rantai hewan,” ungkapnya

Sebelumnya  Bea Cukai Belawan berhasil mengamankan 77 ekor satwa liar trenggiling untuk dibawa kelauar negeri. Oleh  Besar Konservasi Sumber Daya Alam, trenggiling  tersebut dilepas di Sibolangit dan  selebihnya dilepas ke penangkaran di Binjai.

Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam Provinsi  Sumut,  Istanto menerangkan bahwa populasi Trenggiling di Sumut saat ini ada lebih 1000 ekor. Dimana populasi yang terbesar ada di beberapa tempat observasi, seperti Aceh dan Riau. Jika di Indonesia,kata Istanto, jumlahnya mencapai ratusan ribu ekor.

“Paling banyak hewan Trenggiling  itu di Kepulauan Karimun, mencapai 40 ribuan. Dan  ada juga di Leuser,” katanya.

Disebutkannya bahwa  dari sejumlah hewan langka yang ada di Sumut, Trenggiling menjadi satwa yang paling sering diselundupkan. Jalur penyelundupan yang paling sering dipakai yakni, Aceh dan Riau.

“Dari Harimau ataupun Gajah, Trenggiling menjadi hewan yang paling sering diselundupkan. Pintu masuknya dari beberapa wilayah Sumut, seperti Aceh, Riau dan Jambi. Terkadang ada juga yang diselundupkan melalui Sumbar, namun tidak terlalu sering,” jelasnya.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Distan Madina Dukung Gerakan Nasional Ekosistem Halal

    Distan Madina Dukung Gerakan Nasional Ekosistem Halal

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Mendukung gerakan nasional untuk menciptakan ekosistem halal yang kuat, terutama di sektor pangan Dinas Pertanian Madina Lebih Spesifik Bidang Peternakan bekerja sama dengan Lpk Bersama Halal Madani (BHN) Padang Sumatera Barat melakukan latihan kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha). Dijelaskan Taufik Zulhandra Ritonga Plt Kadis Pertanian. Kegiatan tersebut harapannya tak hanya sekedar menciptakan […]

  • Dampak Kelangkaan Gas 3 Kg di Panyabungan, Sejumlah Pedagang Makanan Tutup

    Dampak Kelangkaan Gas 3 Kg di Panyabungan, Sejumlah Pedagang Makanan Tutup

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Langkanya tabung LPG 3 kilogram di kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal beberapa minggu terakhir membuat sejumlah pedagang makanan tutup dari biasanya. Seperti warung makan, penjual gorengan, sate, warung kopi, dan mie ayam. Seminggu belakangan, mereka mengaku masih bisa mengirit penggunaan gas agar bisa memperpanjang durasi penjual. Sekarang mereka justru tidak bisa […]

  • UKM : SUMBER EKONOMI MASA DEPAN INDONESIA

    UKM : SUMBER EKONOMI MASA DEPAN INDONESIA

    • calendar_month Selasa, 3 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Alghif Aruni Nur Rukman, S.P Mahasiswa Magister Sains Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor   Masalah yang dihadapi Indonesia saat ini adalah bagaimana kita bisa keluar dari sebutan negara berkembang menjadi negara yang dapat sejajar dengan negara maju. Persoalan ini menjadipentingkarenapotensi Indonesia menjadi negara majumasihterbukaluas, sehingga Indonesia perlumempertahankanpotensi yang adasekaligus juga […]

  • Soal Jalan ke Batu Tunggal, Tokoh Simangambat Angkat Bicara

    Soal Jalan ke Batu Tunggal, Tokoh Simangambat Angkat Bicara

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh masyarakat Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu, Mandailing Natal angkat bicara soal pembukaan jalan dari jembatan Muara Sada menuju bendungan Batu Tunggal. “Bupati tidak pernah menyentuh tanah masyarakat, tetapi hanya merapikan pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Muara Sada,” ungkap Hidayat Hasibuan didampingi Ketua Dewan Kelurahan Simangambat, Mangaraja Martua Hasibuan kepada Mandailing […]

  • Petugas Kebersihan Dipecat, Inspektorat Sumut Surati Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 6 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Inspektorat Provinsi Sumut atas nama Gubsu memerintahkan Bupati Mandailing Natal melakukan penyelidikan kebenaran informasi pemberhentian sekitar 20 petugas kebersihan secara sepihak oleh Kabid Kebersihan Badan LHKP, Firman Lubis. Perintah itu melalui Surat Inspektorat Sumut bernomor 605/R/2013 tertanggal 16 Mei 2013 dan ditandatangani Kepala Inspektorat Sumut Ir H Djalil Azwar MSi. Surat […]

  • Warna-warni Karnaval Curi Perhatian Warga

    Warna-warni Karnaval Curi Perhatian Warga

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Padangsidimpuan menggelar karnaval, Sabtu (15/3). Karnaval yang digelar menjelang kampanye terbuka ini, mengambil start dari Alaman Bolak. Kemudian para caleg dari partai politik peserta pemilu berarak mengelilingi kota salak. Ketua KPUD Psp Ahmad Rasid SPd, kepada wartwan beberapa waktu lalu mengatakan, kegiatan karnaval ini merupakan tahapan pemilu […]

expand_less