Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Trenggiling diburu bahan sabu-sabu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 4 Mar 2013
  • print Cetak

trenggiling4313

Medan, (MO)  – Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam  (BBKSDA) Provinsi Sumut Istanto menjelaskan bahwa populasi Trenggiling yang paling banyak dapat ditemui di hutan Leuser. Bahkan, jumlahnya pun belum sempat dihitung.

Istanto menyebutkan, selain berkahasiat untuk kosmetik dan bahan baku narkoba jenis  sabu-sabu, kenikmatan daging Trenggiling dan nilai jualnya yang tinggi menjadikan Trenggiling kerap diincar dan diselundupkan ke negara luar.

“Sisiknya untuk kosmetik dan bahan  sabu-sabu. Kemudian untuk obat-obatan dan dagingnya untuk di sup. Harganya berkisar, kalau per-ekor nya dapat dijual mencapai Rp5 juta di negara luar,” ungkapnya.

Istanto juga menyebutkan, dari pemeriksaan yang dilakukan, para penyelundup mengakui kalau di Medan, pihak penyelundup memiliki pengepul.

“Dari pengepul, kemudian dikuliti lalu dikirim ke Singapura, Cina dan Hongkong. Dagingnya di sup dan sangat diminati di Cina. Pengolahannya kalau tidak di Medan di Jakarta. Paling sering para penyelundup ditangkap melalui jalur laut,” sebutnya.

Dia menambahkan bahwa para penyelundup kerap memakai jalur laut karena sulit dideteksi. Terkadang, para penyelundup juga menggunakan kapal tongkang.

“Kita berharap para pelaku penyelundupan Trenggiling sadar akan kelakuannya. Trenggiling ini hewan yang dilindungi dan dia merupakan rantai makanan yang sangat penting. Jika Trenggiling menipis, rayap dan semut semakin banyak,” ucapnya.

Dilanjutkannya lagi , di dalam Undang-undang juga sudah diatur hukuman bagi para penyelundup Trenggiling. Yakni, UU No 5 Tahun 1990 tentang Observasi dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan maksimal denda Rp200 juta.

“Kita terus melakukan pengawasan di sejumlah perbatasan. Kita berharap kedepan tidak ada lagi Trenggiling yang diselundupkan demi kelangsungan mata rantai hewan,” ungkapnya

Sebelumnya  Bea Cukai Belawan berhasil mengamankan 77 ekor satwa liar trenggiling untuk dibawa kelauar negeri. Oleh  Besar Konservasi Sumber Daya Alam, trenggiling  tersebut dilepas di Sibolangit dan  selebihnya dilepas ke penangkaran di Binjai.

Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam Provinsi  Sumut,  Istanto menerangkan bahwa populasi Trenggiling di Sumut saat ini ada lebih 1000 ekor. Dimana populasi yang terbesar ada di beberapa tempat observasi, seperti Aceh dan Riau. Jika di Indonesia,kata Istanto, jumlahnya mencapai ratusan ribu ekor.

“Paling banyak hewan Trenggiling  itu di Kepulauan Karimun, mencapai 40 ribuan. Dan  ada juga di Leuser,” katanya.

Disebutkannya bahwa  dari sejumlah hewan langka yang ada di Sumut, Trenggiling menjadi satwa yang paling sering diselundupkan. Jalur penyelundupan yang paling sering dipakai yakni, Aceh dan Riau.

“Dari Harimau ataupun Gajah, Trenggiling menjadi hewan yang paling sering diselundupkan. Pintu masuknya dari beberapa wilayah Sumut, seperti Aceh, Riau dan Jambi. Terkadang ada juga yang diselundupkan melalui Sumbar, namun tidak terlalu sering,” jelasnya.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Penebangan Pohon Pelindung di Jl. Haris Nasution, Kabid Pertamanan Sudah Peringati

    Kasus Penebangan Pohon Pelindung di Jl. Haris Nasution, Kabid Pertamanan Sudah Peringati

    • calendar_month Selasa, 23 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aktivitas pengerukan isrigasi Batang Gadis masih terus membabat pohon-pohon pelindung di Jl. Jend. Haris Nasution, Panyabungan. Pantauan Mandailing Online, dalam tiga hari terakhir alat berat jenis beko masih malakukan penumbangan pohon Trembesi di bahu jalan yang berbatasan dengan dinding irigasi. “Satu dua pohon masih ditumbangi,” kata warga, Selasa (23/5/2017). […]

  • DCS Dapil 5 GERINDRA Madina

    DCS Dapil 5 GERINDRA Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari GERINDRA Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

  • Atika dan Realitas Birokrasi, Peluang dan Kendala

    Atika dan Realitas Birokrasi, Peluang dan Kendala

    • calendar_month Kamis, 22 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Askolani Nasution Setelah melewati perjalanan yang tidak mudah, akhirnya  M Ja’far Sukhairi Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal. Saya membayangkan saja apa yang ada dalam pikiran beliau. Terutama Atika. Saya yakin, ada moment ketika Atika merenung. Duduk, mungkin sambil senyum, karena tiba-tiba berada di jalur pemerintahan. […]

  • Jalan Sopo Batu-Siobon Akan Dibuka

    Jalan Sopo Batu-Siobon Akan Dibuka

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jalan menghubungkan Desa Sopo Batu dengan Desa Siobon Jae akan dibuka. Jarak tempuhnya sekitar 2,5 kilometer. Targetnya dapat dilalui roda empat. Jika kelak jalan ini terbuka maka warga Sopo Batu tak lagi harus melewati jalan lama Sopo Batu – Sigalapang Julu sepanjang sekitar 7 km yang sangat sulit dilalui, yang selama […]

  • Tujuh Tuntutan Rakyat Penambang

    Tujuh Tuntutan Rakyat Penambang

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terdapat 7 poin tuntutan rakyat penambang emas kepada DPRD dan Pemkab Mandailing Natal (Madina). Ketujuh tuntutan itu tertuang dalam surat pernyataan yang diorasikan di halaman DPRD Madina dalam aksi unjukrasa melibatkan sekitar 5.000 orang, Kamis (12/12/2019). Poin-poin tuntutan diantaranya : Pertama : Meminta DPRD Madina untuk segera membentuk Panitia […]

  • 11 Ranperda dan Kemauan Politik

    11 Ranperda dan Kemauan Politik

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pihak Badan Legislasi (Baleg) DPRD Mandailing Natal (Madina) pertengahan Juli 2013 menyatakan sikap menunda pembahasan 11 Ranperda yang diajukan pemerintah daerah. Alasan yang diusung terkait anggaran dana bagi kegiatan koordinasi atau kunjungan kerja ke Jakarta. Koordinasi atau kunjungan kerja yang dimaksud pihak Baleg DPRD Madina sangat krusial, karena memiliki keterkaitan dengan kebijakan departemen di Jakarta. […]

expand_less