Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

KASUS NAGA JUANG KE KOMNAS HAM

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 25 Mar 2013
  • print Cetak

 

Kapolres: Bukan Penangkapan

ditangkap dan diikat 220313ababPANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perlakuan pasukan polisi terhadap para penambang di bukit Sihayo, Kecamatan Naga Juang, Mandailing Natal (Madina) akhirnya diadukan ke Komnas HAM, Senin (25/3).

Naskah pengaduan resmi diterima salah seorang Komisioner Komnas HAM, Natalis Pigai, di kantor Komnas HAM, Jakarta.

Rombongan yang membawa pengaduan meliputi Ketua Lingkar Madani, Ray Rangkuty yang juga tokoh Madina di Jakarta; Kemal Idris dari Jatram (Jaringan Advokasi Tambang Rakyat Madina) serta pemuda Madina Irwansyah Nasution dan Irwan Daulay.

Pasukan polisi pada Jum’at (22/3) melakukan penangkapan terhadap lebih dari seratus penambang di bukit Sihayo, lokasi nyang bersentuhan dengan wilayah kontrak karya PT.Sorikmas Mining.

Foto-foto memperlihatkan polisi mengikat tangan penambang dengan kondisi kemeja dilepaskan dan dikumpulkan dalam satu hamparan lokasi sebelum akhirnya dibebaskan pada sore harinya.

“Pertemuan (dengan Komnas HAM) itu sendiri berlangsung cukup alot dan Komnas HAM sangat mengutuk pemberlakukan dari oknum Brimob kepada masyarakat setelah melihat foto-foto,” ungkap Irwan Daulay

Malah, Ray Rangkuty pada kesempatan itu menyebutkan bahwa Belanda saja tidak pernah memberlakukan warga Madina sekeji itu.

Dikatakan Irwan Daulay, pihaknya sangat berterima kasih kepada Ray Rangkuty yang begitu peduli dan bersedia memfasilitasi pertemuan dengan Komnas HAM.

Pihak Komnas HAM menyatakan akan segera turun ke Madina untuk menindaklanjutinya. Hanya saja sejauh ini belum ada jadwal pastinya.

 

Kapolres: Bukan Penangkapan

Sementara itu, Kapolres Madina AKBP.Fauzi Dalimunthe Sik menyatakan bahwa aksi polisi di lokasi tambang perbukitan Sihayo tersebut bukan aksi penangkapan, melainkan kegiatan menginventarisir dan mendata jumlah penambang yang aktif.

Karena bukan penangkapan, makanya tidak ada penahanan. “Bukan penangkapan, tetapi kegiatan menginventarisir atau mendata jumlah penambang,” sebutnya menjawab wartawan, Minggu (24/3) via telefon seluler.

Terkait aksi polisi yang mengikat tangan para penambang dan buka baju sebagaimana yang tergambar dalam foto-foto yang beredar, menurut kapolres, itu terkait situasi di lokasi yang sangat memberikan peluang kerawan bentrok antara penambang dengan polisi yang melakukan pendataan.

Sebab, para penambang dalam melakukan aktivitas tentu memiliki senjata tajam seperti linggis, parang, cangkul, pahat dan alat lainnya. Jika terjadi bentrok, pasti menimbulkan korban di pihak penambang dan pihak polisi. (mar)

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • BI Bekukan 1.075 Rekening Penipu via SMS

    BI Bekukan 1.075 Rekening Penipu via SMS

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Penipuan transfer rekening melalui pesan singkat (Short Messages Service/SMS) semakin marak. Selama 2011, Bank Indonesia (BI) menerima 1.084 laporan penipuan transfer rekening via SMS, dimana sebanyak 1.075 rekening yang terbukti milik penipu akhirnya dibekukan. Ketua Tim Mediasi Perbankan Bank Indonesia Sondang Martha Samosir mengemukakan di Jakarta, Jumat (6/1). “Sebagai bentuk tindak lanjut atas makin […]

  • 10,5 Hektar Sawah dan Kebun Terendam, Satu Unit Jembatan Ambruk di Tapsel

    10,5 Hektar Sawah dan Kebun Terendam, Satu Unit Jembatan Ambruk di Tapsel

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Akibat guyuran hujan selama dua hari dua malam, 10,5 hektar sawah dan kebun siap panen, terendam air di Dusun Goa Asom Desa Janji Matogu Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (3/11). Pantauan Analisa, terendamnya sawah 6 Ha berumur 1 bulan, kebun cabe 1,5 Ha dan jagung 3 Ha siap panen ini, disebabakan […]

  • Hiii… Kodok Monster Ini Makannya Tikus

    Hiii… Kodok Monster Ini Makannya Tikus

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kodok berukuran besar yang hidup di selatan Afrika ini pantas disebut mosnter. Bagaimana tidak, kalau kodok umumnya makan nyamuk atau hewan kecil sejenisnya, lha kodok ini makannya tikus, bahkan ular. Bisa dibayangkan berapa besar ukuran mulutnya saat kodok tersebut menangkap mangsanya. Ukurannya memang jumbo. Satu ekor kodok dewasa beratnya bisa mencapai 2 kilogram. Ini merupakan […]

  • Ratusan Warga Serbu Polsek Panyabungan

    Ratusan Warga Serbu Polsek Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 23Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ratusan penduduk Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyerbu Mapolsek Panyabungan, Jumat sore (20/9/2013) Warga merusak sebagian fisik kantor Mapolsek. Kaca penyekat ruangan di bagian pos pecah. Sementara kantor Unit Lantas Panyabungan yang berjarak sekira 200 meter dari mapolsek juga kena sasaran amuk massa. Saat massa melewati unit lantas ini […]

  • Kabid Dikmenum Madina Raker Tingkatkan Mutu Pelajaran SMP-SMK

    Kabid Dikmenum Madina Raker Tingkatkan Mutu Pelajaran SMP-SMK

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seluruh kepala sekolah SMP dan SMK sederjat hadiri rapat kerja untuk meningkatkan mutu pelajaran disekolah untuk menghadapi ijian-ujian yang kan datang pada tahun 2010/ 2011 dan untuk meningkatkan proses belajar mengajar yang lebih baik, mencetak siswa/ siswi yang handal dan propesional untuk menuju masa depan siswa / siswi yang cerah di masa yang akan datang. […]

  • Ketika Cinta Ditolak, Iman Ditabrak?

    Ketika Cinta Ditolak, Iman Ditabrak?

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Cinta ditolak, dukun bertindak! Begitulah kalimat yang dulu sempat popular bagi pejuang cinta yang menabrak akal sehatnya demi mengejar atau juga melampiaskan sakit hati pada lawan jenisnya. Namun saat ini, dukun tidak lagi diminati. Karena mungkin, kerjanya terlalu bertele-tele apalagi jika sampai merogok kocek yang hingga kendor. […]

expand_less