Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Anggota DPRD Bantah Memperkosa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Kuasa Hukum Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) BEH, Ridwan Rangkuti SH MH, membantah kliennya memperkosa TH. Diduga laporan palsu yang dibuat korban hanya berniat memeras BEH.

“Kami menduga TH dan PH, oknum LSM yang menggiring pengaduan tersebut diduga bertujuan ingin memeras BEH,” ujar Ridwan Rangkuti di Panyabungan, Ahad (28/11/2010).

Sebab, berdasarkan pemeriksaan TKP oleh Satreskrim Polres Madina, TH tidak konsisten dengan pengaduannya. Seperti, TH mengaku diperkosa di di dalam mobil BEH di Kafe Bawah Panyabungan. Namun setelah dilakukan cek TKP, TH mengaku tidak diperkosa di Kafe Bawah.

“Memang sejak semula kita sudah menduga bahwa TH cs membuat laporan palsu diduga hanya bertujuan untuk memeras klien saya,” beber Ridwan.

Diduga, karena BEH tidak mau memberikan uang, TH bersama bersama oknum LSM berinisial PH melaporkan BEH ke Polres Madina kemudian membeberkannya di media massa.

Misi mereka berhasil sebab TH dan PH, di hadapan dan ayah kandung TH, RH, mereka menerima uang sebanyak Rp 12 juta dari BEH melalui utusannya AL, GMH dan AH, sebagaimana tertulis dalam surat perdamaian, 14 November 2010.

Ternyata sebelumnya TH sudah mengadu ke Polres Madina dengan tuduhan pemerkosaan. Padahal dalam surat perdamaian bukan pemerkosaan, karena sebelumnya TH mengatakan tidak pernah disetubuhi apalagi diperkosa oleh BEH, papar Ridwan.

Demi harkat dan martabat BEH selaku Anggota DPRD Madina, Rudwan akan melaporkan tindak pemerasan, penipuan dan pengaduan palsu yang dilakukan TH dan PH.

Karena secara moral, harga diri BEH telah hancur di mata publik akibat pemberitaan tanpa azas praduga tak bersalah yang diterbitkan oleh media cetak mingguan terbitan Medan, edisi 22-29 November 2010.

“Sebab di media cetak mingguan tersebut klien saya ditulis dan divonis telah memperkosa TH oknum wartawati yang tidak jelas kewartawanannya,” beber Ridwan.

Ridwan berharap, masyarakat dan penegak hukum maupun wartawan bisa secara jernih dan proporsional menyikapi masalah ini. Sebab Ridwan menilai terlalu banyak kejanggalan dalam masalah ini setelah dilakukan pemeriksaan terhadap TH selaku pelapor dan saksi terhadap kasus ini.

“Belum lagi analisis visum yang diduga tidak menunjukkan adanya pemerkosaan terhadap TH,” tandas Ridwan. (BS-026)
Sumber : Berita Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Madina Temukan Ladang Ganja 1 Hektar

    Polres Madina Temukan Ladang Ganja 1 Hektar

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN,( Mandailing Online )-Polisi dari Polrea Mandailing Natal ( Madina ) kembali temukan ladang ganja seluas 1 hektar di perbukitan tor sihite, Desa Pardomuan, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina. Dipimpin Kasat Narkoba AKP Irwan , tim menelusuri perbukitan dengan berjalan kaki. Dibutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk sampai ke lokasi. Tiba di lokasi, tim melihat ladang […]

  • Candi Sipamutung

    Candi Sipamutung

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Candi Sipamutung di Desa Siparau Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas merupakan bukti sejarah peradaban yang diperkirakan berdiri pada abad XI. Candi yang dikelilingi oleh rangkaian perbukitan rendah tersebut  terletak, di dipinggir Sungai Barumun yang membelah dataran Padanglawas dan berjarak sekitar 40 Km dari ibukota Kabupaten Padanglawas, Sibuhuan dan dari kota Padangsidimpuan berjarak -+ 70 Km […]

  • Kejar Target WTP, Inspektorat Madina Pacu Integritas Internal

    Kejar Target WTP, Inspektorat Madina Pacu Integritas Internal

    • calendar_month Selasa, 13 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, melakukan upaya penting dalam menghambat  potensi korupsi di daerah ini. Instrumennya antara lain pengawasan serius di internal Inspektorat Madina sendiri; juga menghambat peluang berbuat “nakal” para pejabat Inspektorat saat melakukan pemeriksaan reguler di seluruh institusi pemerintah. Upaya ini merupakan arahan Wakil Bupati Mandailing Natal, […]

  • Jalan lingkungan yang dirusak desa tanpa ada pelepasan aset daerah ( ist )

    Skandal Pengrusakan Aset Daerah Oleh Kades Jambur Baru Batang Natal. Usai Lebaran Akan di Proses

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ||Mandailing Online-Kehawatiran Riswan Haedy, Kepala Desa Jambur Baru, Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), akan terbongkarnya pengrusakan aset daerah yang dilakukan desa akhirnya terkuak. Pengakuan warga desa mengungkapkan bahwa proyek pembukaan jalan Unte Albung didesanya diduga kuat dikerjakan oleh Kepala Desa sendiri, dengan menggunakan anggaran APBDes tahun 2024 dan 2025. Fakta mengejutkan adalah, proyek […]

  • Disdik Madina Sosialisasi Peraturan UN

    Disdik Madina Sosialisasi Peraturan UN

    • calendar_month Minggu, 5 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Dinas Pendidikan (Disdik) Mandailing Natal (Madina) mensosialisasikan aturan soal ujian nasional tahun ajaran 2011/2012, di aula SMKN 2 Panyabungan, Kamis (2/2). Kegiatan itu diikuti 171 peserta dari SMP, MTs, SMA, MA, SMK. Acara dibuka Kadisdik H Imron Lubis, dengan narasumber Erwin Ahmad menyampaikan materi kisi-kisi UN, Mustamin membahas Permendikbud dan peraturan operasional standar (POS) […]

  • Pengangguran Era Gen-Z, Menagih Tanggungjawab Negara Ciptakan Lapangan Kerja

    Pengangguran Era Gen-Z, Menagih Tanggungjawab Negara Ciptakan Lapangan Kerja

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan Pemerhati umat Potret generasi hari ini dikejutkan dengan berita membludaknya pencari kerja dari golongan Gen-Z. Antrian panjang pencari kerja terlihat hampir di setiap kota. Gen-z yang berusia antara 15-24 tahun banyak menjadi pengangguran atau tanpa kegiatan (not in employment, education, and training/NEET), lantaran sedikitnya peluang lapangan kerja yang tersedia. (Kompas.Com […]

expand_less