Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Candi Sipamutung

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Nov 2016
  • print Cetak

Candi Sipamutung

Candi Sipamutung

Candi Sipamutung di Desa Siparau Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas merupakan bukti sejarah peradaban yang diperkirakan berdiri pada abad XI. Candi yang dikelilingi oleh rangkaian perbukitan rendah tersebut  terletak, di dipinggir Sungai Barumun yang membelah dataran Padanglawas dan berjarak sekitar 40 Km dari ibukota Kabupaten Padanglawas, Sibuhuan dan dari kota Padangsidimpuan berjarak -+ 70 Km (ongkos Rp 25.000/@) kalau bisa naik taksi cv. Mandiri karena loket taksi ini tepat disimpang candi kemudian baru berjalan melewati rambin.  

Menuju lokasi candi, jalan aspal  hanya sampai di Desa Binanga dan melewati jalan desa sepanjang  tiga km. Kemudian meniti  jembatan gantung yang berada di atas sungai Barumun. Komplek candi berjarak 250 meter dari pinggir aliran Sungai Barumun.Sejumlah pendapat mengatakan, lokasi tersebut merupakan titik awal dari asal-usul manusia jaman dahulu memasuki wilayah Padanglawas dan sekitarnya, karena pada saat itu perjalanan hanya dapat dilalui melalui jalur laut dan sungai.

Pendapat itu menyatakan para leluhur memasuki Padanglawas  melalui Laut Labuhan Bilik (Labusel) kemudian berangsur menuju Sungai Barumun dan  menemukan Padanglawas sebagai tanah harapan. Melihat keadaan lokasi dari luar komplek candi, kemungkinan kawasan yang jadi perkampungan Desa Siparau dan didiami 160 KK tersebut,  adalah  bekas sebuah benteng yang juga tempat pemujaan, karena masih terdapat bekas dinding dari bahan tanah  dan paret pembatas mengelilingi komplek candi  diperkirakan seluas 100 hektar. Hal ini sesuai dengan pendapat  warga asli yang telah bertempat tinggal  daerah itu sejak dari moyang mereka yang umumnya bermarga Harahap, Siregar, Hasibuan dan Daulay.

Beberapa kalangan menyebut Candi Sipamutung merupakan  satu-satunya candi yang didirikan Ummat Budha dan paling megah di antara candi yang terdapat di Kab. Padang Lawas dan Padang Lawas Utara yang umumnya didirikan umad Hindu. Bentuk dan ukurannya  terdiri dari sebuah biara induk menghadap ke timur dengan denah bujur sangkar berukuran 11 X 11 meter, tinggi 13 meter. terdiri dari bagian  kaki, badan, dan atap.   

Sedangkan di kedua sisinya terdapat 6 biaro yang lebih kecil, pada bagian bawahnya tersusun 16 buah stupa yang lebih kecil.  Lima buah Biaro dari bata dan sebuah dari batu andesit. Biaro-biaro yang terbuat dari bata adalah Biaro perwara di sebelah timur candi induk berbentuk mandapa berdenah segi empat berukuran 10,25 X 9,9 meter, tinggi 1,15 meter. Kompleks candi ini dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter dengan pintu masuk sejenis gapura.

Di daerah Padanglawas,  yang berdekatan  tersebut terdapat sedikitnya  11 candi yang sebagia sudah dipugar yaitu Candi Bahal I, Bahal II dan Bahal III di Desa Portibi Paluta. Candi Tandihat I dan Tandihat II ,  Candi Manggis . Candi Stopayan, Candi Paya, Candi Pulo, Candi Sangkilon di Palas. Namun popularitas  candi Sipamutung yang  menjadi pelengkap cagar budaya dan keindahan alam Bumi Padanglawas itu tertinggal dari candi yang lainnya.  Hal ini disebapkan sarana perhubuhungan menuju situs budaya tersebut belum tersentuh pembangunan dan hal ini menjadi salah satu pemicu pesona wisata candi sipamutung kian terlupakan.

Selain itu, kesadaran warga setempat untuk ikut memelihara situs kuno tersebut masih kurang.  Lingkungan candi yang dipagar dengan kawat berduri telah rusak, sehingga kerbau piaraan wargapun masuk dan merumput di lokasi candi.

Sumber : padanglawaskab.go.id

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Judi togel ‘menggurita’ di Madina

    Judi togel ‘menggurita’ di Madina

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Penyakit masyarakat, seperti judi toto gelap (togel) dan kim mulai menggurita di wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Malah untuk mendapatkan permainan haram itu sangat mudah diakses dalam dunia maya ataupun internet. “Saat ini keberadaan judi itu menjadi buah bibir masyarakat di Madina. Dan, apabila ini tidak segera diantisipasi pemerintah, maka dikhawatirkan akan merusak […]

  • RP-APBD 2012 Madina 817 Milyar

    RP-APBD 2012 Madina 817 Milyar

    • calendar_month Rabu, 24 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RP APBD) tahun 2012 sebesar Rp. 817 milyar disampaikan Wakil Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution pada sidang paripurna DPRD Madina, Rabu (24/10). Besaran pagu anggaran di RPAPBD ini merupakan peningkatan yang luar biasa dalam sejarah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sekaligus memperlihatkan ketangguhan pemerintahan Hidayat-Dahlan […]

  • Warga Siap Berdialog Tentang Batas TNBG

    Warga Siap Berdialog Tentang Batas TNBG

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga desa-desa di ring Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) siap berdialog dengan pemerintah soal tapal batas TNBG yang hingga kini masih rancu. Tapal batas TNBG yang belum difinalkan telah mengganggu aktivitas penduduk berkebun. Forum Keluarga Besar Batang Natal (FKBBN) Mara Halim Nasution kepada wartawan, Minggu (7/7/2013) di Panyabungan menyatakan warga siap […]

  • Kepala Puskesmas Tabuyung Diangkat Jadi Pj Kepala Desa, Akreditasi Nasional Bisa Terancam?

    Kepala Puskesmas Tabuyung Diangkat Jadi Pj Kepala Desa, Akreditasi Nasional Bisa Terancam?

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Puskesmas diangkat menjadi pejabat kepala desa. Ini terjadi di Desa Tabuyug, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina). Pejabat kepala desa itu bernama dr Mahyuni. Dia dokter umum, juga kepala Puskesmas Tabuyung. Padahal, puskesmas ini sedang dihadapkan pada konsentrasi persiapan mengejar akreditasi nasional. Bisa jadi kelak rangkap jabatan sebagai kepala […]

  • Apakah Tapian Siri-siri Bisa Hanyut? : Dari Dila Ni Aek Hingga Persatuan Batu-Batu

    Apakah Tapian Siri-siri Bisa Hanyut? : Dari Dila Ni Aek Hingga Persatuan Batu-Batu

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Ada istilah di dalam tataran sifat arus sungai : “manjalaki na toruk, mangkojar na lampas” (mencari yang rendah, mengejar yang tinggi). Itu istilah bagi para  “parsaba na i topi aek” (petani yang bertani di tepi sungai) dalam memahami sifat-sifat arus sungai. Suatu pemahaman yang diwariskan secara turun […]

  • Cabup Madina Harun Mustafa Nasution Ternyata Punya Perhatian Serius pada Petani di Madina. Ini buktinya

    Cabup Madina Harun Mustafa Nasution Ternyata Punya Perhatian Serius pada Petani di Madina. Ini buktinya

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online) : Ternyata tahun anggaran 2024 ini ada 11 yunit hand traktor yang diserahkan ke kelompok tani buah dari perjuangan Calon Bupati Madina nonor urut 1 Harun Mustafa Nasution. 11 yunit itu diperjuangkan nya pada saat masih menjabat sebagai pimpinan DPRD Sumatera Utara. Dari data yang diperoleh ke 11 yunit alat mesin […]

expand_less