Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode

Polisi: Bom Poso Berdaya Ledak Rendah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 4 Jun 2013
  • print Cetak

Palu, – Juru Bicara Polda Sulawesi Tengah AKBP Soemarno mengatakan ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Mapolres Poso, Senin pagi, berdaya ledak rendah.

“Meski tubuh pelaku hancur dan kendaraannya rusak, bangunan di sekitar tidak terkena dampaknya,” kata Soemarno kepada wartawan di Palu, Senin. 

Dia mengatakan bahwa bom tersebut memang mematikan jika terdapat orang yang berjarak sekitar 2 meter dari sumber ledakan.

Sementara itu, lokasi bangunan di sekitar ledakan bom tetap utuh seperti semula, tidak retakan kaca, atau dinding rusak. Meski demikian, kata dia, polisi masih terus melakukan penyelidikan.

Polisi sendiri telah mengumpulkan serpihan material bom dan kendaraan milik pelaku yang hancur di halaman Mapolres Poso. 

Dia mengakui bahwa polisi kesulitan mengidentifikasi pelaku ledakan bom bunuh diri yang terjadi sekitar pukul 07.55 WITA itu. “Tubuh dan wajah pelaku hancur sehingga susah sekali dikenali,” katanya.

Sementara itu, potongan-potongan jenazah korban juga sudah dikumpulkan untuk proses autopsi.

Soemarno mengatakan bahwa RS Bhayangkara Palu siap menampung jenazah itu guna pemeriksaan lebih lanjut. “Akan tetapi, semua itu tergantung tim dari Mabes Polri apakah jenazah akan diperiksa di Poso atau di Palu,” katanya. 

Kabupaten Poso sendiri berjarak 220 kilometer dari Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. 

Pelaku bom bunuh diri itu berjenis kelamin laki-laki dan berumur sekitar 24-35 tahun. 

Beberapa saat setelah insiden bom bunuh diri, polisi meningkatkan pengamanan dengan melakukan razia di sejumlah daerah perbatasan. Soemarno mengatakan bahwa peningkatan pengamanan itu untuk mengantisipasi adanya pelaku teror yang masih berkeliaran di Kabupaten Poso. 

Peningkatan keamanan juga dilakukan di sejumlah kantor Polres dan Polda Sulawesi Tengah. “Kita tetap mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi,” katanya. 

Sejumlah pihak juga mengecam aksi bom bunuh diri tersebut, termasuk Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola yang meminta aparat keamanan mengusut tuntas kasus itu. (Ant)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Keracunan H2S PT SMGP di Madina Sudah 75 Orang

    Korban Keracunan H2S PT SMGP di Madina Sudah 75 Orang

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) : Sampai berita ini di muat, total korban keracunan H2S dari perusahaan panas bumi PT. Sorik Marapi Geotermal Power ( SMGP ) yang beroperasi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) sudah mencapai 75 orang. Ke 75 orang tersebut dirawat di RSUD Panyabungan 40 orang  dan […]

  • 4 Perampok Bersenpi Dibekuk

    4 Perampok Bersenpi Dibekuk

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL-Jajaran Polres Tapsel menangkap empat perampok spesialis mobil sales dengan senjata api revolver rakitan, Senin (23/1). Kapolres Tapsel AKBP Subandriya melalui Kasat Reskrim AKP Lukmin Siregar didampingi Kaurbin Ops Reskrim Iptu Sugiri kepada wartawan, Senin (23/1) mengatakan, awalnya polisi menangkap dua tersangka di Desa Huraba, Kecamatan Batang Angkola, Tapsel, dini hari sekira pukul 05.00 WIB. […]

  • AGROBISNIS PEPAYA RUNDING

    AGROBISNIS PEPAYA RUNDING

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Agrobisnis itu menjanjikan. Bisa bikin kaya. Jadi bos, alias memiliki karyawan, alias pengusaha di sektor pertanian. Kaum milenial pedesaan harus mengarah ke agrobisnis. Bukan menunggu lowongan kerja yang maha sulit itu. Yang bikin putus asa itu. Semua bisa. Yang sarjana. Yang tamat SMA. Atau tamatan SMP atau SD. Bahkan yang tak tamat SD pun. Mari […]

  • Inspektorat : Nasib Kepala Desa Gunungtua Jae di Tangan Rakyat

    Inspektorat : Nasib Kepala Desa Gunungtua Jae di Tangan Rakyat

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rakyat Desa Gunung Tua Jae, Kecamatan Panyabungan akan menentukan nasib kekuasaan kepala desa mereka. Rakyat yang akan memutuskan sikap apakah masih mempercayai atau memilih mosi tak percaya terhadap kepala desa dalam forum Musyawarah Desa. Itu dikatakan Ketua Tim Pemeriksa Inspektorat Kabupaten Madina, Rahmad Daulay menjawab Mandailing Online di ruang kerjanya, Rabu […]

  • Mas Tjahjo Ancam Pecat Pejabat Daerah tak Netral

    Mas Tjahjo Ancam Pecat Pejabat Daerah tak Netral

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak akan tinggal diam menyikapi adanya dugaan keterlibatan pegawai negeri sipil (PNS) terlibat politik praktis, mendukung salah satu pasangan bakal calon kepala daerah pada Pilkada serentak 2015. Kemendagri, kata Mendagri Tjahjo Kumolo, akan mengambil sikap tegas. Bahkan menjatuhkan sanksi diberhentikan dari jabatan, jika dari hasil penelusuran, laporan Badan […]

  • BPS RI : Sebutan “Batak Mandailing” Sudah Diganti dengan “Mandailing”

    BPS RI : Sebutan “Batak Mandailing” Sudah Diganti dengan “Mandailing”

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia telah mencantumkan “Mandailing” sebagai nama suku di dalam Sensus Penduduk 2020. Itu diungkapkan Kepala BPS RI, Dr. Suhariyanto menjawab Mandailing Online via WhatsApp, Kamis (13/2/2020). Pencantuman “Mandailing” ini merupakan perubahan dari sebutan “Batak Mandailing” yang terlanjur dicantumkan dalam kolom nama suku di Sensus Penduduk tahun 2010 […]

expand_less