Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Polisi: Bom Poso Berdaya Ledak Rendah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 4 Jun 2013
  • print Cetak

Palu, – Juru Bicara Polda Sulawesi Tengah AKBP Soemarno mengatakan ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Mapolres Poso, Senin pagi, berdaya ledak rendah.

“Meski tubuh pelaku hancur dan kendaraannya rusak, bangunan di sekitar tidak terkena dampaknya,” kata Soemarno kepada wartawan di Palu, Senin. 

Dia mengatakan bahwa bom tersebut memang mematikan jika terdapat orang yang berjarak sekitar 2 meter dari sumber ledakan.

Sementara itu, lokasi bangunan di sekitar ledakan bom tetap utuh seperti semula, tidak retakan kaca, atau dinding rusak. Meski demikian, kata dia, polisi masih terus melakukan penyelidikan.

Polisi sendiri telah mengumpulkan serpihan material bom dan kendaraan milik pelaku yang hancur di halaman Mapolres Poso. 

Dia mengakui bahwa polisi kesulitan mengidentifikasi pelaku ledakan bom bunuh diri yang terjadi sekitar pukul 07.55 WITA itu. “Tubuh dan wajah pelaku hancur sehingga susah sekali dikenali,” katanya.

Sementara itu, potongan-potongan jenazah korban juga sudah dikumpulkan untuk proses autopsi.

Soemarno mengatakan bahwa RS Bhayangkara Palu siap menampung jenazah itu guna pemeriksaan lebih lanjut. “Akan tetapi, semua itu tergantung tim dari Mabes Polri apakah jenazah akan diperiksa di Poso atau di Palu,” katanya. 

Kabupaten Poso sendiri berjarak 220 kilometer dari Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. 

Pelaku bom bunuh diri itu berjenis kelamin laki-laki dan berumur sekitar 24-35 tahun. 

Beberapa saat setelah insiden bom bunuh diri, polisi meningkatkan pengamanan dengan melakukan razia di sejumlah daerah perbatasan. Soemarno mengatakan bahwa peningkatan pengamanan itu untuk mengantisipasi adanya pelaku teror yang masih berkeliaran di Kabupaten Poso. 

Peningkatan keamanan juga dilakukan di sejumlah kantor Polres dan Polda Sulawesi Tengah. “Kita tetap mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi,” katanya. 

Sejumlah pihak juga mengecam aksi bom bunuh diri tersebut, termasuk Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola yang meminta aparat keamanan mengusut tuntas kasus itu. (Ant)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopi Simalungun Kini Mendunia

    Kopi Simalungun Kini Mendunia

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Produk asal Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara telah mendunia. Kopi jenis arabica ini sudah menjadi langganan gerai kopi kelas dunia, salah satunya Starbucks. Ketua Himpunan Masyarakat Kopi Arabika Sumatera-Simalungun (HMKSS) Wala Tindaon mengatakan, kopi dari Simalungun ini sudah diminta oleh Starbucks, langsung dari California Amerika Serikat, yang diekspor sejak 2014 sebanyak 30 ton. “Awal mulanya bisa […]

  • Gagal Bamus DPRD Juga faktor Uang Sogok

    Gagal Bamus DPRD Juga faktor Uang Sogok

    • calendar_month Sabtu, 11 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Kegagalan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Madina menyelenggarakan rapat membahas jadwal pembahasan Perhitungan APBD 2011, tidak melulu berlatar penekanan politik kepada pemerintahan Hidayat-Dahlan. Motif kebanyakan anggota dewan adalah uang. Banyak anggota dewan ditengarai mematok konpensasi 10 juta rupiah agar bersedia hadir di rapat Bamus. “ ini dikarenakan banyak anggota DPRD saat ini sudah […]

  • Seputar Kasek Tampar Murid

    Seputar Kasek Tampar Murid

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ST: Saya Telah Minta Maaf TAPTENG-; Kepala SMP Swasta Al Maidar Pandan, ST yang menampar siswanya Syaiful Amri (16) pada Senin (25/10) lalu telah menunjukkkan itikad baiknya dengan mendatangi orangtua siswa Kamis (28/10) lalu untuk meminta maaf. Kepala sekolah tersebut mengakui bahwa dirinya telah emosi dan khilaf, hingga menampar siswanya. Demikian dikatakan ST yang menemui […]

  • Harga Karet Berbeda di Madina

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Harga karet memiliki perbedaan berdasar per kawasan di Mandailing Natal Madina. Di Batang Natal, harganya sudah menembus angka 11.000 per kilo gram. Sementara di Panyabungan Utara pada penjualan Senin (27/5/2013) kemarin masih di level 8.500 rupiah per kilo gram. Perbedaan ini disebabkan oleh tingkat kepadatan dan kekenyalan getah karet dari […]

  • Truk CPO Terbalik, Oknum Polantas Ikut Ngambil

    Truk CPO Terbalik, Oknum Polantas Ikut Ngambil

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LANGKAT- Oknum Pos Lalu Lintas (Poslantas) Sei Karang berpangkat Aiptu bermarga Samosir diduga melakukan praktik pencurian minyak crude palm oil (CPO) yang tumpah di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Desa Sei Karang, Kecamatan Stabat atau sekitar 100 meter dari tempat Pos Lantas Sei Karang berdiri. Informasi diperoleh koran ini, Minggu (21/11) menyebutkan, perbuatan […]

  • PPKM Terlambat, Negara Kian Darurat

    PPKM Terlambat, Negara Kian Darurat

    • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfi Ummuarifah, S.Pd Guru dan Pegiat Literasi Islam di Medan Sudah terlambat. Begitulah kiranya pernyataan yang tepat dinyatakan saat ini. Hanya nama yang berubah. Namun hasilnya tetap sama. Mulai dari PSBB, PPKM terbatas, hingga PPKM Darurat. Semata-mata hanya pergantian nama. Negara tetap dalam keadaan gawat. Belum nampak gambaran penurunan kasus Covid-19 beberapa bulan ke […]

expand_less