Selasa, 3 Nov 2026
light_mode

Polisi: Bom Poso Berdaya Ledak Rendah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 4 Jun 2013
  • print Cetak

Palu, – Juru Bicara Polda Sulawesi Tengah AKBP Soemarno mengatakan ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Mapolres Poso, Senin pagi, berdaya ledak rendah.

“Meski tubuh pelaku hancur dan kendaraannya rusak, bangunan di sekitar tidak terkena dampaknya,” kata Soemarno kepada wartawan di Palu, Senin. 

Dia mengatakan bahwa bom tersebut memang mematikan jika terdapat orang yang berjarak sekitar 2 meter dari sumber ledakan.

Sementara itu, lokasi bangunan di sekitar ledakan bom tetap utuh seperti semula, tidak retakan kaca, atau dinding rusak. Meski demikian, kata dia, polisi masih terus melakukan penyelidikan.

Polisi sendiri telah mengumpulkan serpihan material bom dan kendaraan milik pelaku yang hancur di halaman Mapolres Poso. 

Dia mengakui bahwa polisi kesulitan mengidentifikasi pelaku ledakan bom bunuh diri yang terjadi sekitar pukul 07.55 WITA itu. “Tubuh dan wajah pelaku hancur sehingga susah sekali dikenali,” katanya.

Sementara itu, potongan-potongan jenazah korban juga sudah dikumpulkan untuk proses autopsi.

Soemarno mengatakan bahwa RS Bhayangkara Palu siap menampung jenazah itu guna pemeriksaan lebih lanjut. “Akan tetapi, semua itu tergantung tim dari Mabes Polri apakah jenazah akan diperiksa di Poso atau di Palu,” katanya. 

Kabupaten Poso sendiri berjarak 220 kilometer dari Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. 

Pelaku bom bunuh diri itu berjenis kelamin laki-laki dan berumur sekitar 24-35 tahun. 

Beberapa saat setelah insiden bom bunuh diri, polisi meningkatkan pengamanan dengan melakukan razia di sejumlah daerah perbatasan. Soemarno mengatakan bahwa peningkatan pengamanan itu untuk mengantisipasi adanya pelaku teror yang masih berkeliaran di Kabupaten Poso. 

Peningkatan keamanan juga dilakukan di sejumlah kantor Polres dan Polda Sulawesi Tengah. “Kita tetap mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi,” katanya. 

Sejumlah pihak juga mengecam aksi bom bunuh diri tersebut, termasuk Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola yang meminta aparat keamanan mengusut tuntas kasus itu. (Ant)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Distribusi Guru Tidak Merata, Pembelajaran Kelas Rangkap Akan Diterapkan

    Distribusi Guru Tidak Merata, Pembelajaran Kelas Rangkap Akan Diterapkan

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA: Kemdiknas bersama sejumlah instansi akan melakukan penataan guru terkait dengan pendistribusian yang tidak merata antar wilayah melalui kebijakan pembelajaran kelas rangkap (multigrade teaching) untuk guru mata pelajaran serumpun. “Sebenarnya Indonesia tidak kekurangan guru, persoalan hanya pada pendistribusian guru yang tidak merata, bahkan dapat dikatakan kelebihan pasokan guru sebesar 20 persen atau sekitar 500 ribu […]

  • Maling Kotak Amal Masjid Desa Padang Galugur Mompang Terekam CCTV

    Maling Kotak Amal Masjid Desa Padang Galugur Mompang Terekam CCTV

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online): aksi maling kotak amal di masjid Al Iksan di Desa Padang Galugur Mompang, Kecamatan Panyabungan Utara terekam CCTV. Kejadian terjadi pasa Rabu 22/05/2024  sekitar pukul 08.45 wib. ” ada jutaan uang di dalam kotak amal itu, nekatnya dilakukan pagi hari dengan menjebol gembok kotak amal” kata Riswan pengurus masjid Al Iksan Kamis […]

  • Orok Membusuk Gegerkan Sitamiang

    Orok Membusuk Gegerkan Sitamiang

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Polisi Menduga Mayat Binatang Penemuan orok di bawah jembatan menggegerkan warga Sitamiang, Kelurahan Sitamiang, Kecamatan Psp Selatan, Jumat (22/7) sekitar pukul 12.00 WIB. Begitu mengetahui penemuan itu, warga sontak menyemut di sekitar jembatan. Orok yang berbentuk seperti seonggok daging itu ditemukan persis di sela-sela pipa yang berada bawah jembatan Sitamiang. Sejumlah warga kepada METRO mengaku, […]

  • Mahasiswa Desak Kejatisu Periksa Bupati Madina Untuk Pemberkasan

    Mahasiswa Desak Kejatisu Periksa Bupati Madina Untuk Pemberkasan

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Mahasiswa kembali melakukan unjukrasa di depan kantor Kejatisu, Medan, Senin (9/9/2019) mendesak penuntasan kasus Taman Raja Batu di Madina. Aksi unjukrasa yang dimulai sekira pukul 11.30 WIB dan berkekuatan sekitar 50 massa itu berasal dari organisasi Koalisi Mahasiswa Pergerakan Madina (Kompak). Mereka memampangkan spanduk yang berisi desakan serta melakukan orasi […]

  • Apakah Tapian Siri-siri Bisa Hanyut? : Dari Dila Ni Aek Hingga Persatuan Batu-Batu

    Apakah Tapian Siri-siri Bisa Hanyut? : Dari Dila Ni Aek Hingga Persatuan Batu-Batu

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Ada istilah di dalam tataran sifat arus sungai : “manjalaki na toruk, mangkojar na lampas” (mencari yang rendah, mengejar yang tinggi). Itu istilah bagi para  “parsaba na i topi aek” (petani yang bertani di tepi sungai) dalam memahami sifat-sifat arus sungai. Suatu pemahaman yang diwariskan secara turun […]

  • Kipang Panyabungan Belum Ditangani Baik

    Kipang Panyabungan Belum Ditangani Baik

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kipang Panyabungan sebagai penganan khas Mandailing sejauh ini sisi pemasarannya belum ditangani dengan baik. “Selayaknya sebagai makanan ciri kahs, kipang ini harus dipajangkan berjejer pada satu tempat yang khusus,” kata anggota DPRD Madina, Iskandar Hasibuan, Rabu (31/7/2013). Tempat khusus yang dimaksud adalah suatu lokasi pemasaran yang ditata tersendiri dan khas dan […]

expand_less