Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode

Merdekakan Hati

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2015
  • print Cetak

 

Ada sebuah pepatah Arab yang sarat motivasi, “Tidak ada yang paling berharga dalam hidup ini selain kemerdekaan.” Kemerdekaan memang sangat mahal dan bernilai karena untuk meraihnya dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan, baik harta maupun nyawa.

Musuh abadi kemerdekaan adalah penjajahan, baik itu penjajahan fisik, mental, kedaulatan negara, maupun hati. Penjajahan hati oleh hawa nafsu dan setan merupakan penjajahan paling berbahaya karena dapat menyesatkan manusia dari jalan dan agama Allah yang benar.

Oleh karena itu, kemerdekaan yang paling berharga dan paling penting dalam hidup manusia adalah kemerdekaan hati. Karena, hati  pangkal segala kebaikan dan keburukan. Hati itu sumber energi ketaatan sekaligus kemaksiatan.

Dalam hal ini, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya dalam diri manusia itu terdapat segumpal daging. Jika daging itu baik maka seluruh perilakunya akan baik. Sebaliknya, jika ia buruk maka seluruh perilaku menjadi buruk. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR Muslim).

Sesungguhnya, visi dan misi profetik para nabi dan rasul adalah memerdekakan hati dari segala bentuk penyakit dan penjajahan hati. Di antara manusia, ada yang hatinya berpenyakit iri, dengki, dendam, suka mencuri, tamak, dan korupsi. Sedangkan, jajahan hati yang paling berbahaya adalah hati yang bersikap dan berperilaku syirik kepada Allah.

Hati yang diliputi syirik senantiasa menjauhkan manusia dari tauhidullah (mengesakan Allah). Karena itulah, Allah mengutus para Nabi-Nya agar memerdekakan hati umat manusia dari segala bentuk kemusyrikan, kemaksiatan, dan kemungkaran.

Kisah kemerdakaan hati dinarasikan Alquran dengan indah melalui sebuah dialog Nabi Ibrahim AS. Dengan fenomena alam raya ketika berupaya mencari Tuhan, sehingga akhirnya beliau menemukan tauhid sejati. (QS al-An’am [6]:75-78).

Ketika menemukan kebenaran tauhid yang hakiki itu, beliau memproklamasikan kemerdekaan hatinya dengan menegaskan, “Sungguh, aku merdeka (terbebas) dari apa yang mereka sekutukan. (Karena itu) sungguh aku orientasikan hidupku (aku hadapkan wajahku) kepada Sang Pencipta langit dan bumi dengan penuh hanif.” (QS al-An’am [6]: 78-79). Jadi, kemerdekaan yang hakiki adalah kemerdekaan hati dari gelapnya kemusyrikan.

Memerdekakan hati dari kemusyrikan tidak hanya membuat hidup manusia bermakna dan bertujuan, tetapi juga dapat mengantarkannya kepada kebahagiaan hakiki dunia dan akhirat.

Kisah Abdullah ibn Umar bin al-Khattab yang pernah memerdekakan seorang anak kecil karena memiliki keteguhan iman menarik dijadikan pelajaran (‘ibrah). Anak kecil penggembala domba di padang pasir ini pernah diuji olehnya.

“Nak, bolehkah aku beli seekor domba saja darimu? ‘Tidak tuan, ini bukan dombaku,'” jawab anak itu polos. Abdullah terus merayu, “Majikanmu pasti tidak tahu. Kalaupun majikanmu tahu bahwa domba berkurang satu, engkau kan bisa mengatakan kepada sang majikan bahwa yang satu itu dimakan srigala atau terjatuh dari bukit, lalu mati.” Abdullah tercengang dan tersentak hatinya ketika sang anak itu menyatakan dengan suara lantang, “Jika memang majikanku tidak mengetahuinya, Fa aina Allah? (lalu, di manakah Allah?)”

Dengan menitikkan air mata, Abdullah menyatakan kepada anak kecil itu, “Jawabanmu ‘Fa aina Allah’, itu tidak hanya memerdekakanmu dari perbudakan di dunia, tetapi juga memerdekakanmu dari siksa api neraka di akhirat kelak. Abdullah kemudian memerdekakan anak itu dari status sebagai budak pengembala kambing dan memberinya kemerdekaan sebagaimana layaknya seorang anak.

Jika manusia dapat selalu memerdekakan hati dari penjajahan kemusyrikan, kedengkian, amarah, keserakahan, sifat tamak, korup, dan sebagainya, niscaya hidupnya akan penuh kemuliaan, kedamaian, dan kebahagiaan hakiki. Karena itu, kita perlu terus-menerus merdekakan hati kita dari segala penyakit hati, sehingga kita dapat mewujudkan kebahagiaan hidup yang sejati.

Sumber : Republika Online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Generasi Qurani, KT Panyabungan Barat Salurkan 100 Quran

    Dukung Generasi Qurani, KT Panyabungan Barat Salurkan 100 Quran

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIRAMBAS (Mandailing Online) – Dalam rangka mendukung lahirnya generasi qurani sesuai program Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), pengurus Karang Taruna (KT) Panyabungan Barat menyalurkan 100 Quran di wilayah tersebut. Penyerahan Quran dilaksanakan pada Jumat (3/12) dengan mendatangi setiap masjid di Panyabungan Barat. Setiap masjid menerima 10 Quran. Ketua Caretaker KT Panyabungan Barat Ridwan Nasution menyampaikan […]

  • 792 Calhaj Madina Tahun 2024 Wajib Lakukan Istita’ah

    792 Calhaj Madina Tahun 2024 Wajib Lakukan Istita’ah

    • calendar_month Jumat, 12 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 792 Calon Jamaah Haji ( Calhaj ) dari Mandailing Natal ( Madina ) wajib melakukan Istita’ah. Istithaah sendiri merupakan istilah mampu atau tidaknya seorang jamaah haji menunaikan ibadah haji. “Berbeda dengan Tahun sebelumnya, Salah satu penentu calhaj Tahun 2024 yang bisa diberangkatkan harus melakukan Istita’ah kesehatan bagi calhaj. Artinya, Istitaah […]

  • Kadis Keuangan Madina Meninggal Dunia

    Kadis Keuangan Madina Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. H.Samad Lubis,SE, kepala Dinas Keuangan dan Asset Derah Kabupaten Mandailing Natal meninggal dunia tadi malam dan dimakamkan hari ini, Jum’at (15/4/2016) di Desa Pangkat, Lembah Sorik Marapi. Beliau meninggal dunia Kamis malam (14/4) setelah menjalani perawatan di RSU Panyabungan. Sejauh ini belum diketahui penyakit apa yang […]

  • Warga Hutarimbaru Tolak Tirta Madina

    Warga Hutarimbaru Tolak Tirta Madina

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Hutarimbaru Kecamatan Kotanopan menolak Aek Garingging sebagai sumber pengambilan air untuk perusahaan daerah air bersih Tirta Madina. Alasan warga, jangankan untuk Tirta Madina, untuk kepentingan pengairan areal persawahan petani saja debit air Aek Garingging masih kurang, apalagi jika musim kemarau. Salah seorang tokoh masyarakat Desa Hutarimbaru, M. Darwin menjelaskan […]

  • Mengapa Petani Indonesia Miskin, Padahal Selalu Bekerja Keras?

    Mengapa Petani Indonesia Miskin, Padahal Selalu Bekerja Keras?

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Irwan Daulay   Ekspor impor apa pun itu bukan suatu masalah. Tidak penting harus swasembada, surplus atau defisit. Ada saatnya swasembada, lalu surplus dan selanjutnya diekspor. Ada kalanya produksi menurun, stok berkurang lalu impor. Inilah dinamisnya persoalan produksi dan bukan suatu masalah. Yang penting ada strategi mitigasi yang berkelanjutan dan hal ini bisa […]

  • Ini Identitas Korban Tewas Tambang Emas Ilegal di Desa Simanguntong Madina

    Ini Identitas Korban Tewas Tambang Emas Ilegal di Desa Simanguntong Madina

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ||Mandailing Online-Musibah penambang tertimbun material tambang emas ilegal di desa simanguntong, Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal dibenarkan Camat Batangnatal Wahyu Siregar. “Benar ada kejadian longsor di lokasi PETI Desa Simanguntong, 2 Orang meninggal dunia, 1 dalam perawatan,” kata Wahyu Siregar Rabu malam 18/3/2026. Info yang diperoleh, ke 3 korban adalah warga sekitar. 2 dinyatakan […]

expand_less