Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Merdekakan Hati

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2015
  • print Cetak

 

Ada sebuah pepatah Arab yang sarat motivasi, “Tidak ada yang paling berharga dalam hidup ini selain kemerdekaan.” Kemerdekaan memang sangat mahal dan bernilai karena untuk meraihnya dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan, baik harta maupun nyawa.

Musuh abadi kemerdekaan adalah penjajahan, baik itu penjajahan fisik, mental, kedaulatan negara, maupun hati. Penjajahan hati oleh hawa nafsu dan setan merupakan penjajahan paling berbahaya karena dapat menyesatkan manusia dari jalan dan agama Allah yang benar.

Oleh karena itu, kemerdekaan yang paling berharga dan paling penting dalam hidup manusia adalah kemerdekaan hati. Karena, hati  pangkal segala kebaikan dan keburukan. Hati itu sumber energi ketaatan sekaligus kemaksiatan.

Dalam hal ini, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya dalam diri manusia itu terdapat segumpal daging. Jika daging itu baik maka seluruh perilakunya akan baik. Sebaliknya, jika ia buruk maka seluruh perilaku menjadi buruk. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR Muslim).

Sesungguhnya, visi dan misi profetik para nabi dan rasul adalah memerdekakan hati dari segala bentuk penyakit dan penjajahan hati. Di antara manusia, ada yang hatinya berpenyakit iri, dengki, dendam, suka mencuri, tamak, dan korupsi. Sedangkan, jajahan hati yang paling berbahaya adalah hati yang bersikap dan berperilaku syirik kepada Allah.

Hati yang diliputi syirik senantiasa menjauhkan manusia dari tauhidullah (mengesakan Allah). Karena itulah, Allah mengutus para Nabi-Nya agar memerdekakan hati umat manusia dari segala bentuk kemusyrikan, kemaksiatan, dan kemungkaran.

Kisah kemerdakaan hati dinarasikan Alquran dengan indah melalui sebuah dialog Nabi Ibrahim AS. Dengan fenomena alam raya ketika berupaya mencari Tuhan, sehingga akhirnya beliau menemukan tauhid sejati. (QS al-An’am [6]:75-78).

Ketika menemukan kebenaran tauhid yang hakiki itu, beliau memproklamasikan kemerdekaan hatinya dengan menegaskan, “Sungguh, aku merdeka (terbebas) dari apa yang mereka sekutukan. (Karena itu) sungguh aku orientasikan hidupku (aku hadapkan wajahku) kepada Sang Pencipta langit dan bumi dengan penuh hanif.” (QS al-An’am [6]: 78-79). Jadi, kemerdekaan yang hakiki adalah kemerdekaan hati dari gelapnya kemusyrikan.

Memerdekakan hati dari kemusyrikan tidak hanya membuat hidup manusia bermakna dan bertujuan, tetapi juga dapat mengantarkannya kepada kebahagiaan hakiki dunia dan akhirat.

Kisah Abdullah ibn Umar bin al-Khattab yang pernah memerdekakan seorang anak kecil karena memiliki keteguhan iman menarik dijadikan pelajaran (‘ibrah). Anak kecil penggembala domba di padang pasir ini pernah diuji olehnya.

“Nak, bolehkah aku beli seekor domba saja darimu? ‘Tidak tuan, ini bukan dombaku,'” jawab anak itu polos. Abdullah terus merayu, “Majikanmu pasti tidak tahu. Kalaupun majikanmu tahu bahwa domba berkurang satu, engkau kan bisa mengatakan kepada sang majikan bahwa yang satu itu dimakan srigala atau terjatuh dari bukit, lalu mati.” Abdullah tercengang dan tersentak hatinya ketika sang anak itu menyatakan dengan suara lantang, “Jika memang majikanku tidak mengetahuinya, Fa aina Allah? (lalu, di manakah Allah?)”

Dengan menitikkan air mata, Abdullah menyatakan kepada anak kecil itu, “Jawabanmu ‘Fa aina Allah’, itu tidak hanya memerdekakanmu dari perbudakan di dunia, tetapi juga memerdekakanmu dari siksa api neraka di akhirat kelak. Abdullah kemudian memerdekakan anak itu dari status sebagai budak pengembala kambing dan memberinya kemerdekaan sebagaimana layaknya seorang anak.

Jika manusia dapat selalu memerdekakan hati dari penjajahan kemusyrikan, kedengkian, amarah, keserakahan, sifat tamak, korup, dan sebagainya, niscaya hidupnya akan penuh kemuliaan, kedamaian, dan kebahagiaan hakiki. Karena itu, kita perlu terus-menerus merdekakan hati kita dari segala penyakit hati, sehingga kita dapat mewujudkan kebahagiaan hidup yang sejati.

Sumber : Republika Online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Terbitkan Hak Paten Kopi Mandailing

    Pemerintah Terbitkan Hak Paten Kopi Mandailing

    • calendar_month Kamis, 3 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pemerintah Indonesia telah menerbitkan hak paten bagi kopi Mandailing, yakni Hak Paten Indikasi Geografis Kopi Arabika Sumatera Mandailing. Sertifikat hak paten itu diserahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona Laoly  kepada Bupati Madina di gedung Graha Pengayom Kemenkum HAM RI, Jakarta, Kamis (3/11). Demikian diungkap Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Georafis […]

  • Ops Ketupat Toba 2012,  Polisi Bersenjata Disiagakan

    Ops Ketupat Toba 2012, Polisi Bersenjata Disiagakan

    • calendar_month Sabtu, 11 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (MO)- Personil polisi bersenjata akan disiagakan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) guna memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang hendak mudik. “Hal ini merupakan upaya mengurangi gangguan keamanan menjelang maupun saat perayaan Idul Fitri 1433 Hijriah,” ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro usai apel gelar Pasukan Operasi (Ops) Ketupat Toba […]

  • Dini Hari Tadi, Satu Unit Rumah di Hutabargot Ludes Terbakar

    Dini Hari Tadi, Satu Unit Rumah di Hutabargot Ludes Terbakar

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) – terjadi dini hari tadi Kamis 17/8/2023 di Desa Sayur Maincat, Kecamatan Huta Bargot, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Satu unit rumah terbuat dari kayu ludes di lalap sijago merah. Dari penuturan Rohana Batubara ( 53 ) awal mula api dari tungku masak rumah miliknya. Melihat api sudah membesar, Ia dan […]

  • Nyatakan Diri Maju Cakada Madina, Dahlan Ngaku Ingin Lanjutkan Tugas yang Terbengkalai

    Nyatakan Diri Maju Cakada Madina, Dahlan Ngaku Ingin Lanjutkan Tugas yang Terbengkalai

    • calendar_month Minggu, 2 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dahlan Hasan Nasution Nyatakan akan lanjutkan tugas tugas yang terbengkalai di dalam agenda Penyampaian Visi Misi Bakal Calon Kepala Daerah (Cakada) Mandailing Natal Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtra (PKS) Madina. Minggu, (02/06/2024). “Saya kan hanya melanjutkan tugas tugas yang terbengkalai,” Ujar Dahlan Eks Mantan […]

  • Mantan Koruptor Jadi Caleg Bikin Dilematis

    Mantan Koruptor Jadi Caleg Bikin Dilematis

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Direktur Bidang Politik dan Jaringan Indonesian Human Rights Committee for Social Justice, Ridwan Darmawan, menilai Undang-undang yang membolehkan mantan narapidana korupsi dan narkoba bisa maju menjadi Calon Legislatif 2014 memang membuat dilematis. “Di satu sisi, itu hak politik setiap orang sesuai prinsip HAM, di sisi lain kondisi penegakan hukum bagi koruptor juga […]

  • Sekda Madina Hadiri Penamatan 608 Santri Musthafawiyah Purba Baru

    Sekda Madina Hadiri Penamatan 608 Santri Musthafawiyah Purba Baru

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)-  Pondok‎ Pesantren Musthafawiyah Purba Baru  di Mandailing Natal menamatkan 608 santri tahun pelajaran 2015/2016. Acara pelepasan berlangsung Rabu (18/5/2016) di halaman pesantren. Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Syafei Lubis hadir di acara itu mewakili pemerintah daerah. Mudir Ponpes Musthafawiyah, H.Musthafa Bakri Nasution dalam pidatonya menyebutkan jumlah santri kelas VII secara keseluruhan berjumlah […]

expand_less