Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Merdekakan Hati

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2015
  • print Cetak

 

Ada sebuah pepatah Arab yang sarat motivasi, “Tidak ada yang paling berharga dalam hidup ini selain kemerdekaan.” Kemerdekaan memang sangat mahal dan bernilai karena untuk meraihnya dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan, baik harta maupun nyawa.

Musuh abadi kemerdekaan adalah penjajahan, baik itu penjajahan fisik, mental, kedaulatan negara, maupun hati. Penjajahan hati oleh hawa nafsu dan setan merupakan penjajahan paling berbahaya karena dapat menyesatkan manusia dari jalan dan agama Allah yang benar.

Oleh karena itu, kemerdekaan yang paling berharga dan paling penting dalam hidup manusia adalah kemerdekaan hati. Karena, hati  pangkal segala kebaikan dan keburukan. Hati itu sumber energi ketaatan sekaligus kemaksiatan.

Dalam hal ini, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya dalam diri manusia itu terdapat segumpal daging. Jika daging itu baik maka seluruh perilakunya akan baik. Sebaliknya, jika ia buruk maka seluruh perilaku menjadi buruk. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR Muslim).

Sesungguhnya, visi dan misi profetik para nabi dan rasul adalah memerdekakan hati dari segala bentuk penyakit dan penjajahan hati. Di antara manusia, ada yang hatinya berpenyakit iri, dengki, dendam, suka mencuri, tamak, dan korupsi. Sedangkan, jajahan hati yang paling berbahaya adalah hati yang bersikap dan berperilaku syirik kepada Allah.

Hati yang diliputi syirik senantiasa menjauhkan manusia dari tauhidullah (mengesakan Allah). Karena itulah, Allah mengutus para Nabi-Nya agar memerdekakan hati umat manusia dari segala bentuk kemusyrikan, kemaksiatan, dan kemungkaran.

Kisah kemerdakaan hati dinarasikan Alquran dengan indah melalui sebuah dialog Nabi Ibrahim AS. Dengan fenomena alam raya ketika berupaya mencari Tuhan, sehingga akhirnya beliau menemukan tauhid sejati. (QS al-An’am [6]:75-78).

Ketika menemukan kebenaran tauhid yang hakiki itu, beliau memproklamasikan kemerdekaan hatinya dengan menegaskan, “Sungguh, aku merdeka (terbebas) dari apa yang mereka sekutukan. (Karena itu) sungguh aku orientasikan hidupku (aku hadapkan wajahku) kepada Sang Pencipta langit dan bumi dengan penuh hanif.” (QS al-An’am [6]: 78-79). Jadi, kemerdekaan yang hakiki adalah kemerdekaan hati dari gelapnya kemusyrikan.

Memerdekakan hati dari kemusyrikan tidak hanya membuat hidup manusia bermakna dan bertujuan, tetapi juga dapat mengantarkannya kepada kebahagiaan hakiki dunia dan akhirat.

Kisah Abdullah ibn Umar bin al-Khattab yang pernah memerdekakan seorang anak kecil karena memiliki keteguhan iman menarik dijadikan pelajaran (‘ibrah). Anak kecil penggembala domba di padang pasir ini pernah diuji olehnya.

“Nak, bolehkah aku beli seekor domba saja darimu? ‘Tidak tuan, ini bukan dombaku,'” jawab anak itu polos. Abdullah terus merayu, “Majikanmu pasti tidak tahu. Kalaupun majikanmu tahu bahwa domba berkurang satu, engkau kan bisa mengatakan kepada sang majikan bahwa yang satu itu dimakan srigala atau terjatuh dari bukit, lalu mati.” Abdullah tercengang dan tersentak hatinya ketika sang anak itu menyatakan dengan suara lantang, “Jika memang majikanku tidak mengetahuinya, Fa aina Allah? (lalu, di manakah Allah?)”

Dengan menitikkan air mata, Abdullah menyatakan kepada anak kecil itu, “Jawabanmu ‘Fa aina Allah’, itu tidak hanya memerdekakanmu dari perbudakan di dunia, tetapi juga memerdekakanmu dari siksa api neraka di akhirat kelak. Abdullah kemudian memerdekakan anak itu dari status sebagai budak pengembala kambing dan memberinya kemerdekaan sebagaimana layaknya seorang anak.

Jika manusia dapat selalu memerdekakan hati dari penjajahan kemusyrikan, kedengkian, amarah, keserakahan, sifat tamak, korup, dan sebagainya, niscaya hidupnya akan penuh kemuliaan, kedamaian, dan kebahagiaan hakiki. Karena itu, kita perlu terus-menerus merdekakan hati kita dari segala penyakit hati, sehingga kita dapat mewujudkan kebahagiaan hidup yang sejati.

Sumber : Republika Online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemekaran: Jalan Pintas Penguasaan atau Jalan Panjang Kesejahteraan?

    Pemekaran: Jalan Pintas Penguasaan atau Jalan Panjang Kesejahteraan?

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Ada satu kesalahan berpikir yang terus berulang setiap kali wacana pemekaran daerah muncul: seolah-olah membelah wilayah otomatis berarti membagi kesejahteraan. Padahal, pengalaman sejak era Reformasi 1998 justru menunjukkan hal yang lebih rumit — dan seringkali lebih pahit. Pemekaran, dalam praktiknya – baik untuk provinsi atau kabupaten/kota, terlalu sering menjadi […]

  • UKS dan Apotik Hidup di SD Negeri 080 Panyabungan

    UKS dan Apotik Hidup di SD Negeri 080 Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 23 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebelum ada pandemi covid-19, keberadaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sudah menjadi sesuatu yang penting untuk menangani kesehatan siswa. Siswa yang kurang enak badan bisa langsung dibawa ke UKS untuk mendapat penanganan pertama. Keberadaan UKS makin penting dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pandemi covid-19 seperti saat ini. Adanya […]

  • B A B I A T (Episode 2)

    B A B I A T (Episode 2)

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya: Halak Kotanopan Sesampai di desa terdekat, sang suami menghentikan motor mereka di depan warung kopi pertama yang mereka temukan. Sang istri turun dan langsung jatuh pingsan di pinggir jalan. Sang suami tidak punya kekuatan lagi untuk membantu istrinya. Dia hanya sanggup mendekati istrinya sebelum terjatuh lunglai. Tidak urung kejadian ini membuat orang orang di […]

  • Reses Mangalap Holong, Sobir Lubis Ajak Konstituen Sukseskan Vaksinasi

    Reses Mangalap Holong, Sobir Lubis Ajak Konstituen Sukseskan Vaksinasi

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Reses I anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) Sobir Libis untuk tahun sidang 2021-2022 yang dilaksanakan di tempat wisata Silangit Koi Hutasiantar, Panyabungan pada Kamis (16/12) mengangkat tema “Holong Mangalap Holong. Di tengah-tengah reses, Sobir Lubis beberapa kali meminta masyarakat, terutama warga Kotasiantar, untuk turut menyukseskan program pemerintahan, yaitu vaksinasi. Capaian target […]

  • Warga Nilai Cara Harun Mustafa Jadikan Lopo Kopi Salah Satu Cara Jemput Aspirasi Tepat

    Warga Nilai Cara Harun Mustafa Jadikan Lopo Kopi Salah Satu Cara Jemput Aspirasi Tepat

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online) : serap aspiraai tanpa batas, Cabup Madina nomor 1 Harun Mustafa Nasution terus mengakar. Lopo kopi dijadikan media untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Ada dua warung kopi pagi ini selasa 22/10 yang dikunjungi Harun Mustafa Nasution. Warung kopi Banjar Rebak dan Warung Kopi Manohara di Lintas Timur Panyabungan. Warga yang […]

  • El Sisi dan Kebijakan Anti-Ikhwanul Muslimin Mesir

    El Sisi dan Kebijakan Anti-Ikhwanul Muslimin Mesir

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengadilan Pidana Kairo pada Senin, 30 Mei 2016 memvonis Mohammed Badie dan 35 anggota Ikhwanul Muslimin dengan hukuman penjara seumur hidup terkait dengan kasus yang dikenal sebagai “Peristiwa Ismailia” di pertengahan 2013. “Peristiwa Ismailia” mengacu pada dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anggota-anggota Ikhwanul Muslimin di kota Ismailia menyusul kudeta militer tahun 2013 yang menggulingkan […]

expand_less