Selasa, 3 Nov 2026
light_mode

Ruas Jalan Jembatan Merah-Simpang Gambir Madina Masuk Klas III B

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Unit Pembuatan Regional Pembangunan Jalan Jembatan (UPRPJJ) Padangsidimpuan Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa ruas jalan provinsi antara Jembatan Merah – Simpang Gambir Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masuk dalam klas III B dengan demikian ruas jalan ini

hanya bisa dilewati kendaraan berat maksimal 8,16 Ton.

Demikian disampaikan Kadis Perhubungan Madina Drs. Parulian Nasution melalui Kabid Sarana Perasarana Gading Nasution ST, kepada wartawan, Jum’at (26/11) kemarin setelah menerima surat pemberitahuan dari UPRPJJ tersebut.

Dalam surat itu penetapan klas jalan di Sumatera sudah tertuang dalam SK.Menteri Perhubungan Nomor: KM.1. Tahun 2000 menjelaskan bahwa ruas jalan jurusan Jembatan Merah – Muarasoma – Simpang Gambir, dan jurusan Simpang Gambir – Natal menetapkan lebar kenderaan maksimal 2,5 Meter Panjang 12 Meter dan berat maksimal 8 Ton.

“Selama ini banyak pengaduan dari masyarakat 8 kcamatan dari 23 kecamatan tentang banyaknya kendaraan yang melintas melebihi tonase, sehingga jalan baru dibangun sudah hancur. Nah dasar dari inilah kita juga menyurati pihak Propinsi dan sesuai dari SK. Manteri Perhubungan itu, dan kita sudah menerima penjelasan tentang klas jalan ini,” jelasnya.

Sebelumnya Pj.Bupati Madina Aspan Sofian ketika meninjau jalan longsor di Muara Soma menyetop kenderaan yang dianggap melebihi tonase. “Baru-baru ini bapak Bupati saat meninjau lokasi longsor tersebut melihat secara jelas mobil yang beratnya melebihi, Memang jalan ini merupakan wewenang Provinsi kita hanya bersifat kordinasi, karena itulah kita juga sudah membuat beberapa rambu larangan di beberapa titik untuk memperingati pengguna kendaraan agar tidak melewati ruas jalan ini apabila melebihi tonase,” ujarnya.

Plt.Kepala UPRPJJ Padangsidimpuan/Kotanopan Madina Ali.Nawi Harahap ST membenarkan surat pemberitahuan tersebut. “Kita berharap dengan surat pemberitahuan ini agar sama – sama kita jaga, dan kami berharap kerjasama agar jalan ini tetap terjaga ketahanannya sehingga memperlancar arus transportasi di daerah ini,” terangnya.

Marahalim warga Batang Natal Muara Soma mengatakan, masyarakat selama ini hanya bisa pasrah ketika dilewati kenderaan dengan muatan yang melebihi tonase yang ditetapkan.

“Kita hanya bisa berharap kepada pemerintah agar dengan tegas menerapkan peraturan tersebut, jangan pilih bulu begitu juga dengan Dinas Perhubungan Propinsi Sumatra Utara sebagai yang berwenang untuk tidak meloloskan kenderaan yang melebihi muatan dari ketentuan. Agar ruas jalan ini tetap bagus tidak cepat hancur lagi seperti selama ini,” harapnya. (sah)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Taman Raja Batu, Kejatisu Didesak Selidiki Bupati Madina

    Kasus Taman Raja Batu, Kejatisu Didesak Selidiki Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) : Mahasiswa kembali berunjukrasa di Kejatisu meminta penyelidikan atas dugaan keterlibatan bupati Madina dalam kasus Taman Raja Batu. Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Tapanuli bagian Selatan (Ima Tabagsel) juga meminta Kejatisu menetapkan pejabat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Madina serta pejabat di Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) sebagai tersangka dalam kasus […]

  • Forum Diskusi Geothermal Langkah Awal Menuju Pemahaman Menyeluruh

    Forum Diskusi Geothermal Langkah Awal Menuju Pemahaman Menyeluruh

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Ali Mutiara Rangkuti Kegiatan Forum Grup Diskusi Geothermal yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal pada hari Selasa, 17 Maret 2015 kemarin mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Sebagai orang yang memahami pentingnya & mendesaknya pemanfaatan panas bumi dalam kaitannya dengan ketahananan energi dalam skala nasional dan mendesaknya penambahan pasokan listrik yang untuk […]

  • Anggaran Puluhan Miliar, Mimpi RSUD Panyabungan Jadi RS Rujukan Dipertanyakan

    Anggaran Puluhan Miliar, Mimpi RSUD Panyabungan Jadi RS Rujukan Dipertanyakan

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN | Mandailing Online – RSUD Panyabungan menganggarkan Rp15,92 miliar dari dana BLUD 2026 untuk obat, bahan medis habis pakai, dan kimia. Tapi di saat bersamaan, pengelolaan sampah rumah sakit itu amburadul. TPS jorok, limbah medis meluber, dinding kotor bekas tangan. Kondisi ini kontras dengan ambisi RSUD Panyabungan jadi rumah sakit rujukan regional Madina. Sebab […]

  • Diposting Dimedsos, Perbedaan Suara C1 Plano Dengan Rekapan Diduga Saksi Di Siabu Jadi Sorotan

    Diposting Dimedsos, Perbedaan Suara C1 Plano Dengan Rekapan Diduga Saksi Di Siabu Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Sehari usai Pilkada, di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai banyak mendapat komentar dari masyarakat. Salah satunya dari masyarakat Desa Bonan dolok Kecamatan Siabu, Khairil Amri. Kamis (28/11/2024) sekira pukul 13.00 wib. Dalam akun media sosial Facebook (fb), Khairil Amri memposting dan mempertanyakan perbedaan perolehan suara dari dua Calon Bupati dan […]

  • Malaysia Punya Data Base Mualaf

    Malaysia Punya Data Base Mualaf

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    KUALA LUMPUR  –  Departemen Pembangunan Islam Malaysia (JAKIM) berencana meluncurkan e-Muallaf tahun depan. E-Muallaf ini merupakan data base mualaf di seluru Malaysia. “Tujuan memiliki data base ini adalah mendeteksi mualaf yang mengaku telah bersyahadat beberapa kali. Di luar itu, ada update informasi mualaf yang bisa diketahui,” kata  Wakil Direktur JAKIM , Datuk Razali Shahabudin seperti […]

  • HISTORISME MANDAILING

    HISTORISME MANDAILING

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution Budayawan Mandailing Pengantar Nama Mandailing acapkali diletakkan pada kerangka historis yang tidak sesuai. Peletakan itu tentu karena tidak pernah melalui kajian sejarah dan arkeologi yang relevan. Hal itu yang menyebabkan distorsi sosial dalam berbagai kebutuhan. Historime Mandailing Tentu tidak mudah untuk menentukan kapan manusia dan kebudayaan Mandailing muncul pertama kali di […]

expand_less