Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Yakin Tuhan Itu Esa, Wanita Inggris Itu Memeluk Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Nov 2013
  • print Cetak

Anisa Kissoon, seorang wanita Inggris ini merasakan manisnya hidayah Allah melalui dakwah tak langsung sang kakak. Ia tumbuh besar bersama sang kakak dengan contoh yang baik darinya.

Saat kakaknya berusia 12 tahun, Anisa seringkali mendapati kakak laki-lakinya itu shalat dan membaca Alquran. Bermula dari situ, Anisa tertarik pada dinullah ini.

“Banyak pengaruh datang dari kakakku yang ditanam pada hatiku sekian lama. Dia seringkali memberi nasihat agar menjauhkan diri dari tindakan amoral dan perilaku berbahaya. Ia memberiku contoh yang baik hingga aku memahami Islam secara lengkap. Saat ia berusia 12 tahun, ia shalat dan membaca Quran. Padahal tak ada diantara keluargaku yang muslim. Ia mempengaruhiku sangat banyak,” ujar Anisa memulai kisahnya menuju cahaya hidayah.

Kehidupan gereja sangat dekat dengan keluarga Anisa. Namun ia penasaran dengan apa yang dianut abangnya itu. Ia pun mencarinya sendiri, agama apa yang diyakini sang kakak. Selama 10 tahun, Anisa dalam pencarian tersebut.

Pencarian Anisa sebetulnya telah dimulai saat sang kakak juga dalam proses mendapat hidayah. Saat itu gadis Inggris tersebut masih duduk di bangku sekolah. Setelah ia dapat memikirkan banyak hal dalam hidupnya, Anisa merasakan dalam pencarian hati. Maka sejak itu ia mulai kabur dari sekolah Minggu. Ia mulai berpikir mengenai trinitas dan keesaan Tuhan.

“Aku tak percaya (trinitas). Tapi aku saat itu masih terlalu muda untuk bertanya dan berdebat, jadi aku hanya melarikan diri,” ujar Anisa.

Melarikan diri, Anisa mencari gereja lain yang menjawab kegundahannya. Maka usia remajanya pun dihabiskan untuk bolak-balik beragam jenis gereja dari beragam paham nasrani, dari gereja Katolik, Seventh Day Adventist Church, hingga mormon. Namun tak ada yang mampu meyakinkan Anisa.

“Saat itu aku tak berpikir mengenai Islam, karena aku pikir Islam itu agama yang dianut di Asia. Saat remaja, aku tak tahu apa-apa tentang Islam. Jadi saat itu Islam belum menjadi pilihanku,” ujarnya.

Hingga kemudian Anisa mendapati kakaknya mempelajari Islam kemudian memeluk agama agung itu. Ia memergoki sang kakak yang merahasiakan keislamannya dari keluarga. Anisa pun merasakan perubahan akhlak pada kakaknya yang menjadi sangat baik. Ia tak pernah melakukan hal-hal buruk setelah menjadi muslim.

“Aku selalu mendengar nasihatnya, dan merasakan ia melindungiku dari bahaya. Faktanya, ia menanamkan nilai-nilai moral yang di kemudian hari menjadi benih-benih ketertarikan hatiku pada Islam,” kata Anisa, mengenang.

Tahap demi tahap, Anisa mengikuti gaya hidup sang kakak. Ia enggan memakan daging babi. Anisa bahkan meyakini apa yang diyakini sang kakak bahwa hanya ada satu Tuhan.

Menjelang dewasa, Anisa mulai serius melanjutkan pencarian hatinya. Ia mulai membaca Alquran. Hingga suatu hari, seorang teman Anisa memberinya saran untuk pergi ke Hyde Park, sebuah tempat dimana semua orang dapat berbicara bebas mengenai apa saja. Anisa pun pergi kesana dan bertemu dengan Abdul Raheem Green dari Masjid Central London. Ia tengah berbicara mengenai Islam di sana.

“Ia berbicara dan hatiku tersentuh. Ia berbicara mengenai Nabi Muhammad dan kesederhanaan beliau. Sangat menarik dan indah hingga menarik perhatianku,” kata Annisa.

Setelah itu, Anisa kemudian sangat mengidolakan Rasulullah. Ia merasa Nabi Muhammad adalah pesan ilahi bagi umat manusia karena beliaulah sang nabi terakhir. Maka Anisa pun memantapkan diri untuk berislam.

“Aku sudah percaya adanya satu Tuhan dan pentingnya moralitas. Maka aku pun berusaha memahami pentingnya Alquran dan peran Nabi Muhammad. Ternyata, itu sederhana dan mudah dipahami. Maka aku pun segera memutuskan untuk bersyahadat. Aku tak mau mati dalam kondisi di atas keraguan,” tutur Anisa.

Setelah berislam, Anisa memfaqihkan diri dengan menghadiri pengajian Abdul Raheem Green. Ia belajar banyak tentang Islam dan asangat bahagia menjadi seorang muslimah. “Hal yang membuatku tertarik pada Islam adalah karena bertepatan dengan keyakinan naluriahku mengenai konsep Satu Tuhan. Aku selalu berpikir bahwa sebuah penghinaan jika menempatkan mitra dengan-Nya,” kata Anisa.


Keluarga Memeluk Islam

Tak ingin merasakan manisnya hidayah sendiri, Anisa pun mulai mengenalkan Islam pada keluarga dan teman-temannya. Bersama sang kakak, Anisa memberikan pemahaman Islam kepada keluarga.

Dakwah membuahkan hasil, satu per satu keluarga Anisa memeluk Islam. Hingga kini lima anggota keluarga telah menjadi muslim. “Sejauh ini, lima anggota keluargaku telah menerima Islam sebagai jalan hidup. Segala puji dan syukur kepada Allah,” pungkasnya.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diperiksa Kejatisu Sekda Madina "Tersandung" Lahan Kuburan

    Diperiksa Kejatisu Sekda Madina "Tersandung" Lahan Kuburan

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Sekretaris Daerah (Sekda) Madina, M Daud Batubara, diperiksa tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) terkait kasus pengadaan lahan pemakaman umum pada 2007. Saat itu ia menjabat sebagai Kabag Tata Pemerintaan Madina. Dalam kasus ini, jaksa belum mengungkap jumlah kerugian negara, namun indiksi awal Rp 4,9 miliar. Dana itu tidak untuk […]

  • Usai Hadiri Temu Karya, Ketua KT Madina Serahkan Bantuan untuk Pesantren di Longat

    Usai Hadiri Temu Karya, Ketua KT Madina Serahkan Bantuan untuk Pesantren di Longat

    • calendar_month Senin, 20 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LONGAT (Mandailing Online) – Usai menghadiri Temu Karya ke-III Karang Taruna (KT) Panyabungan Barat di SMPN 1 Panyabungan Barat pada Sabtu (19/12), Ketua KT Mandailing Natal (Madina) Zul Kifli Nasution memberikan bantuan untuk Ponpes Darul Amin, Longat. Pesantren tersebut mengalami rusak parah akibat terjangan Aek Sarir yang meluap pada Sabtu (18/12) lalu. Penyerahan bantuan didampingi […]

  • Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 1)

    Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 1)

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ragam Bahasa Berdasar klasifikasi bahasa yang ditawarkan Slamet Mulyana, Bahasa Mandailing termasuk rumpun bahasa Austronesia. Z. Pangaduan Lubis ada mengemukakan bahwa di dalam bahasa Mandailing terdapat lima ragam bahasa yang masing-masing kosakatanya berbeda satu sama lain yaitu: Hata somal yaitu ragam bahasa yang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hata andung yaitu ragam bahasa sastra yang dipakai dalam tradisi mangandung […]

  • ‎Masyarakat Huta Tinggi Sambut Tim Safari Ramadhan NU

    ‎Masyarakat Huta Tinggi Sambut Tim Safari Ramadhan NU

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Ratusan masyarakat Desa Huta Tinggi Kecamatan Puncak Sorik Marapi menyambut baik kehadiran Tim Safari Ramadhan Nahdlatul Ulama Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Selasa, 07,07,2015. Acara yang dilaksanakan di Mesjid Nurul Iman tersebut tiba-tiba ramai dan padat dengan kehadiran tim safari Ramadhan NU. Kepala Desa Huta Tinggi Syarifuddin Nasution mengucapkan terima kasih atas kehadiran tim safari Ramadhan […]

  • HUTA DAN BANUA MANDAILING

    HUTA DAN BANUA MANDAILING

    • calendar_month Selasa, 8 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      OLEH : EDI NASUTION (in memorial) Dikutip dari sebagian artikel berjudul “Banua dan Alak Mandailing” di http://edi-nasution.blogspot.com   Wilayah pemukiman orang Mandailing disebut Luat atau Banua. Sedangkan kehidupan sosial budaya orang Mandailing berlangsung di dalam suatu huta yang memiliki satu kesatuan wilayah dengan batas-batas tertentu. Setiap huta berada dibawah sistem pemerintahan sendiri yang demokratis dan […]

  • Mahasiswa minta Saipullah Mundur Apabila Persoalan Perkebunan di Madina tak Selesai

    Mahasiswa minta Saipullah Mundur Apabila Persoalan Perkebunan di Madina tak Selesai

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – seratusan Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat Reformasi Mandailing Natal (AMPMRM) demo di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina. Mereka menyampaikan 15 tuntutan aksi. Dari 15 tuntutan Mahasiswa tersebut salah satu poinnya meminta Bupati Madina Saipullah Nasution untuk mundur apabila tidak mampu menyelesaikan permasalahan perkebunan di wilayah Pantai […]

expand_less